Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pasukan "Israel" menembak mati warga Palestina di Gush Etzion

Written By Unknown on Kamis, 15 Januari 2015 | 17.11

PALESTINA (Arrahmah.com) – Pasukan "Israel" menembaki dua warga Palestina di dekat Persimpangan Gush Etzion antara Bethlehem dan Hebron di Tepi Barat yang diduduki pada Rabu (14/1/2015) malam, hingga membunuh salah seorang diantaranya, innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Juru bicara polisi "Israel" Micky Rosenfeld mengklaim kepada Ma'an bahwa dua warga Palestina tersebut "terlibat dalam insiden kriminal" di daerah itu, dan salah satunya ditembak oleh tentara 'Israel' setelah ia berusaha melarikan diri dari sana.

Pria itu "terluka parah dan meninggal pada malam harinya," katanya kepada kantor berita Ma'an, menambahkan bahwa yang seorang lagi ditangkap.

Situs berita Israel National News "Israel" mengklaim bahwa insiden itu terjadi saat korban berusia 30 tahunan itu "berusaha untuk mencuri mobil di tempat parkir cabang supermarket Rami Levy" di daerah itu .

Supermarket yang terletak di dalam lokasi pemukiman Yahud itu berada di samping persimpangan tersebut dan terbuka pula untuk warga Palestina.

Situs berita "Israel" mengatakan bahwa polisi militer telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Irak memberikan kontribusi $ 28.000.000 untuk Otoritas Palestina

IRAK (Arrahmah.com) – Irak menyumbangkan $ 28.000.000 untuk Liga Arab pada Rabu (14/1/2015) sebagai bagian dari kontribusinya untuk mendukung Otoritas Palestina, kata seorang pejabat Irak, seperti dilansir Ma'an.

Perwakilan Irak untuk Liga Arab, Diya Al-Dabbas, mengatakan bahwa sumbangan itu menyoroti komitmen Irak untuk perjuangan Palestina.

Dia mengutuk keputusan "Israel" yang membekukan dana pajak Otoritas Palestina dan meminta negara-negara Arab untuk menggunakan pengaruh ekonomi dan keuangan mereka untuk mendukung Palestina.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Al-Arabi mengapresiasi kontribusi Irak untuk mendukung anggaran Otoritas Palestina tersebut.

Sementara itu, pemerintah India pada Senin (12/1) juga telah menyumbang $ 4 juta untuk Otoritas Palestina.

Perwakilan India Mahesh Kumar menyerahkan cek ke Perdana Menteri Otoritas Palestina Rami Hamdallah dalam sebuah pertemuan di Ramallah.

Para pejabat itu membahas hubungan bilateral dan Kumar menegaskan dukungan kuat India untuk negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem Timur (Al-Quds) sebagai ibukotanya.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Hamas mengecam publikasi kartun nabi di Charlie Hebdo

DOHA (Arrahmah.com) – Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, mengecam keras majalah satir Perancis Charlie Hebdo atas publikasi kartun Nabi Muhammad (SAW) yang menyinggung perasaan ummat Islam, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center, (14/1/2015).

Anggota biro politik Hamas Izzat al-Resheq menjelaskan bahwa publikasi kartun nabi merupakan tindakan provokatif terhadap perasaan jutaan ummat Islam di seluruh dunia.

Resheq mengungkapkan kepada Quds Press pada Rabu (14/1/2015) bahwa publikasi kartun yang menggambarkan dan mengejek Nabi Muhammad bersama dengan pempublikasian ulang kartun ofensif lainnya merupakan tamparan bagi para pemimpin Arab dan Muslim yang mengambil bagian dalam unjuk rasa besar-besaran melawan "terorisme" di Paris.

Resheq juga mengutuk majalah Charlie Hebdo yang mengejek tokoh suci Islam – Nabi Muhammad – dan mengatakan bahwa hal itu menyinggung semua hukum agama samawi. Ia berpendapat bahwa tindakan seperti itu adalah rasis dan menghasut kebencian agama.

Dia juga menambahkan bahwa publikasi kartun nabi tidak ada hubungannya dengan kebebasan berbicara.

Sementara itu, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum menuntut untuk menghentikan semua kampanye menyimpang yang melawan Islam di Barat, dan menuduh Zionis bertanggung jawab atas kampanye tersebut.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

"Israel" menahan 30 warga Palestina di Tepi Barat

PALESTINA (Arrahmah.com) – Tentara "Israel" menahan 30 warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki pada Rabu (14/1/2015), ungkap sebuah LSM Palestina, sebagaimana dilansir WB.

"Tentara 'Israel' menahan 18 warga Palestina di tengah serangan penangkapan massal di desa Beit Ummar utara kota Hebron," jelas LSM Perhimpunan Tahanan Palestina.

"Selama serangan, pasukan 'Israel' menyerbu rumah-rumah di desa itu dan menyerang keluarga [Palestina di sana]," tambahnya.

Saksi mata menegaskan bahwa bentrokan telah meletus di desa itu antara pemuda Palestina melawan pasukan tentara "Israel", di mana salah seorang dari pemuda Palestina terluka oleh peluru karet "Israel" sementara empat lainnya menderita inhalasi gas air mata.

Sementara itu, tentara "Israel" juga menahan 12 warga Palestina di beberapa lingkungan Yerusalem Timur yang diduduki.

"Pasukan besar tentara 'Israel' menyerbu dua rumah di Kota Tua Yerusalem, menahan empat warga Palestina," kata seorang saksi mata kepada Anadolu Agency.

Di tempat lain di kota suci itu, pasukan "Israel" juga menyerbu rumah dan menahan delapan warga Palestina di lingkungan Yerusalem Timur Isawiya, Sur Baher, Al-Tur dan Ras al-Amoud.

Pasukan "Israel" secara rutin melakukan kampanye penangkapan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki pada.

Lebih dari 7.000 warga Palestina saat ini mendekam di penjara di seluruh "Israel", menurut Kementerian Urusan Tahanan Palestina.

Sementara itu, pemukim Yahudi merusak ban dari 11 kendaraan milik warga Palestina di lingkungan Yerusalem selatan Biet Safafa pada Rabu (14/1) dini hari, kata warga setempat.

"Mereka [pemukim] merobek ban mobil saya dengan pisau untuk kedua kalinya dalam dua bulan," kata Ameer Shalhab kepada AA.

"Para penyerang menulis slogan-slogan rasis anti-Arab di salah satu mobil," katanya.

Beberapa bulan terakhir ini telah terlihat peningkatan serangan oleh pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Para pejabat Palestina menyatakan bahwa tentara dan polisi "Israel" menutup mata terhadap serangan-serangan tersebut.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

"Israel" menghancurkan bangunan warga Palestina di desa Al-Araqib untuk ke-80 kalinya

PALESTINA (Arrahmah.com) – Pemerintah "Israel" pada Rabu (14/1/2015) menghancurkan sejumlah bangunan milik warga Palestina di desa Negev wilayah Al-Araqib untuk yang ke-80 kalinya, lapor Ma'an.

Buldoser-buldoser "Israel", dikawal oleh pasukan polisi "Israel", juga menghancurkan sebuah bangunan di kawasan industri Rahat, yang juga terletak di "Israel" selatan.

Kedua kawasan tersebut dihuni terutama oleh Badui Palestina yang terpaksa berkewarganegaraan "Israel", dan Al-Araqib khususnya telah ditargetkan dalam pembongkaran berulang kali sejak tahun 2010 oleh "Israel".

"Israel" mengklaim Al-Araqib dan sebagian desa Arab lainnya di Negev ilegal, sementara warga Palestina mengatakan itu adalah tanah leluhur mereka dan bahwa mereka memiliki hak untuk tinggal di daerah itu.

Warga Al-Araqib telah berulang kali mengungsi ke pemakaman desa mereka dan tinggal di sana setelah pemerintah "Israel" meratakan bagian wilayah itu, karena mereka meyakini bahwa pemakaman tidak akan dihancurkan.

Ada sekitar 260.000 warga Palestina di "Israel", sebagian besar tinggal di dalam dan sekitar wilayah Negev di bagian selatan yang kurang subur. Lebih dari setengah dari jumlah warga yang tinggal di desa-desa itu belum diakui dan banyak juga yang hidup dalam kemiskinan yang ekstrim.

Al-Araqib adalah satu di antara sekitar 40 desa Negev yang belum "diakui" oleh pemerintah "Israel", dengan alasan bahwa 53.000 Badui Palestina yang tinggal di sana tidak dapat membuktikan kepemilikan tanah mereka.


17.11 | 0 komentar | Read More

Tentara Zionis kembali melepaskan tembakan ke arah petani Gaza

Written By Unknown on Rabu, 14 Januari 2015 | 17.11

GAZA (Arrahmah.com) – Pasukan Zionis pada Selasa (13/1/2015) kembali menargetkan petani Palestina dan pemburu burung di wilayah Khan Younis dengan melepaskan tembakan ke arah mereka, ujar saksi mata.

Tentara yang melakukan penyerangan dikerahkan di sepanjang perbatasan di wilayah al-Fakhari, selatan Jalur Gaza, di mana para petani Palestina biasa bekerja di ladang mereka, lansir Ma'an News Agency.

Tidak ada laporan mengenai korban luka.

Ma'an melanjutkan bahwa pada 2 Januari lalu, seorang pria Palestina berusia 25 tahun ditembak kedua kakinya dari salah satu menara pengawas di dekat perbatasan di timur Jabaliya, utara Gaza.

Pasukan Zionis sering menembak petani dan warga sipil Palestina yang tinggal di Jalur Gaza tanpa alasan yang jelas, namun militer Zionis "Israel" mengklaim bahwa warga Palestina menjadi target serangan karena mendekati wilayah perbatasan yang
dianggap terlarang.

"Zona penyangga keamanan" terbentang antara 500 sampai 1.500 meter di perbatasan Gaza-"Israel", mengubah lahan peternakan dan pertanian lokal menjadi zona yang terlarang bagi warga Palestina.

Menurut laporan UNOCHA, 17 persen dari total luas lahan Gaza dan 35 persen lahan pertanian berada dalam zona penyangga. Hal ini sangat mempengaruhi kehidupan dan mata pencaharian lebih dari 100.000 warga Gaza. (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Dunia 'diam' ketika jutaan Muslim terbunuh

ANKARA (Arrahmah.com) – Dunia diam terkait pembunuhan jutaan Muslim di dunia, kata Mehmet Gormez, kata kepala urusan agama Turki, pada Selasa (13/1/2015), sebagaimana dilansir oleh World Bulletin.

"Sekitar 12 juta orang telah dibantai di dunia Islam dalam 10 tahun terakhir, dan di sisi lain, 12 orang terbunuh di Paris pekan lalu," kata Gormez.

"Kami melihat orang-orang yang diam terhadap pembunuhan jutaan Muslim muncul dalam pawai terhadap pembunuhan 12 orang", tambahnya.

"Kematian manusia adalah kematian manusia," kata Gormez. "Tidak ada perbedaan dalam pembunuhan brutal, baik di Damaskus, Baghdad atau Paris."

Jika dunia tidak bereaksi terhadap semua pembunuhan dan pembantaian dengan cara yang sama tanpa memandang agama atau lokasi, maka seluruh ummat manusia akan hancur, Gormez menambahkan.

Dua belas orang tewas pada Rabu lalu ketika orang bersenjata dan bertopeng menyerang markas Charlie Hebdo Paris, sebuah majalah satir yang dikenal mencetak materi yang menyinggung, termasuk kartun menghina Nabi Muhammad pada tahun 2006 dan 2012.

Said dan Cherif Kouachi, dua tersangka bersenjata dan bersaudara, terbunuh oleh polisi pada Jum'at di sebuah gudang di Dammartin-en-goele, sebuah kota kecil di utara Paris.

Pria bersenjata lainnya, Amedy Coulibaly, menewaskan empat sandera di sebuah supermarket dalam serangan terpisah di Paris pada hari Jum'at.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Maroko kembali menangkap tiga Muslim karena mendukung kelompok Jihad

CEUTA (Arrahmah.com) – Polisi Maroko telah menangkap tiga pria Muslim di dekat Ceuta yang diduga mendukung kelompok Jihad di Suriah dan Irak, menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Maroko pada Selasa (13/1/2015).

Penangkapan itu dilakukan di kota perbatasan Fnideq di mana pada bulan lalu dua orang lainnya juga ditahan atas kasus serupa.

Tidak diungkapkan kapan ketiganya ditangkap oleh polisi Maroko.

Sekitar 1.500 sampai 2.000 Muslim Maroko telah melakukan perjalanan ke Suriah atau Irak untuk bergabung dengan kelompok Jihad yang tengah memerangi rezim Syi'ah, menurut laporan Middle East Online.

Pada bulan September, undang-undang "anti-terorisme" baru diberlakukan di Maroko dalam upaya membendung kaum Muslim Maroko yang berniat melakukan perjalanan ke Suriah dan Irak untuk berjihad. (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pelajar Mesir ditangkap karena diduga atheis

KAIRO (Arrahmah.com) – Konstitusi Mesir menjamin kebebasan bergama, namun tak menyebutkan aturan bagi yang tak memeluk agama.

Sebuah kelompok pengawas di Mesir meminta kepada pemerintah Mesir untuk memberikan kelonggaran terhadap peraturan ateis setelah otoritas negara itu menangkap seorang pelajar dan menjatuhi hukuman selama tiga tahun karena mem-posting status yang dianggap menghina Islam, sebagaimana dilansir oleh CNN, Selasa (13/1/2015).

Karim Ashraf Muhammad al-Banna ditahan dengan sekelompok orang lain di sebuah kafe pada November tahun lalu, menurut lembaga Association for Freedom of Thought and Expression.

Undang-undang Mesir mengatur bahwa kebebasan berpendapat adalah mutlak, meski begitu UU itu juga menyebut bahwa agama yang diakui negara adalah Yahudi, Kristen, Islam, kepercayaan Baha'i, dan agama-agama samawi lain.

Menurut laporan Press Agency French yang dikutip oleh HRW, bahwa seorang peneliti HAM mengatakan sebuah koran lokal mengidentifikasi al-Banna sebagai seorang ateis, dan pengacara al-Banna melaporkan bahwa ayah al-Banna sendiri bersaksi bahwa ia mendorong ide-ide ekstremis.

Di antara tulisan al-Banna adalah gambar beberapa wanita yang sangat terluka dan Quran dengan judul, "Tidak apa-apa membakar seorang wanita … tapi itu tidak boleh untuk membakar buku. Ada yang salah dengan prioritas Anda."

Sebuah postingan lain juga menuliskan, "Sebuah hadiah besar untuk siapa pun yang mewakili Islam" dan menunjukkan beberapa karikatur pria berjanggut yang memakai baju yang sama saling menunjuk satu sama lain, dan mengatakan, "Orang ini tidak mewakili Islam."

Al-Banna akan melakukan banding yang dijadwalkan akan berlangsung pada 9 Maret mendatang dan uang jaminannya ditetapkan sebesar sekitar US$140 atau setara Rp1,7 juta.

Desember lalu, sebuah kafe yang populer di kalangan ateis ditutup dan pejabat berwenang lokal dan menyebutnya sebagai tempat yang "diketahui terkenal sebagai tempat pemujaan setan, ritual dan tarian."

Bulan lalu, Dar al-Ifta, otoritas Mesir yang bertanggung jawab untuk menangani masalah keagamaan merilis survei yang menyebutkan bahwa terdapat 866 ateis di Mesir, lebih banyak dari negara manapun di Timur Tengah.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

11 orang di Suriah meninggal akibat cuaca dingin yang ekstrim

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Sebanyak 11 orang tewas di Suriah, termasuk tujuh orang anak pada ahad lalu karena kondisi cuaca ekstrim dan badai salju yang melanda beberapa negara di Timur Tengah, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia melaporkan, sebagaimana dilansir oleh MEMO, Selasa (13/1/2015).

Badai salju yang melanda sebagian besar wilayah Suriah menyebabkan kematian enam orang, ungkap Observatorium setelah melaporkan kematian anak dan seorang pria pada hari Ahad (11/1).

Organisasi itu juga mengungkapkan bahwa korban meninggal termasuk seorang anak dari kota Abu Kamal, seorang pria dari kota Al-Mayadeen di pinggiran Deir Ez-Zor, gadis kembar berusia dua hari dari lingkungan Al-Firdaus di kota Aleppo, seorang pria dari lingkungan Al-Maghayer di kota Aleppo, seorang anak dari Beit Sahem di Damaskus, dan seorang anak di pinggiran kota Daraa.

Menurut Observatorium, para korban meninggal akibat temperatur udara yang sangat rendah.

Observatorium juga melaporkan kematian lima orang lainnya antara Rabu dan Ahad, untuk alasan yang sama.

Badai salju menyebabkan kematian di antara pengungsi Suriah yang berada di negara-negara tetangga, termasuk dua orang pengungsi Suriah meninggal di Lebanon.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger