Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Solidaritas Palestina, IPNU sholat ghaib dan bakar bendera Israel

Written By Unknown on Selasa, 15 Juli 2014 | 17.11

SUMENEP (Arrahmah.com) – Puluhan pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU), melakukan aksi solidaritas peduli Palestina di depan Masjid Agung Sumenep, Selasa (15/07/14) .

Sambil berorasi, mereka membawa poster-poster bertuliskan kecaman terhadap kekejaman Israel. 'Hentikan kekerasan di Palestina', 'Freedom for Palestina', 'Kutuk Israel yang telah membantai Palestina'.

"Sudah tak terhitung jumlah korban jiwa di Palestina karena kekejaman Israel. Begitu banyak anak-anak yang menangis kehilangan orang tuanya yang menjadi korban kebiadaban Israel," kata Ketua IPNU Sumenep, Ubaidillah, tulis beritajatim.com.

Dia menuturkan, para pelajar di Sumenep peduli terhadap penderitaan Palestina. Menurutnya, sampai saat ini tidak kurang dari 175 warga Palestina yang meninggal akibat kekejaman Israel. Dan sekitar 17.400 warga Palestina harus mengungsi akibat tank dan buldoser Israel yang ingin meratakan tanah Palestina.

"Karena itu, kami dari IPNU dan IPPNU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendoakan saudara-saudara kita di Palestina. Meskipun kita tidak bisa turun langsung ke Palestina, paling tidak kita mendoakan dari sini," ujarnya.

Para pelajar kemudian melakukan sholat ghaib berjamaah untuk mendoakan warga Palestina yang telah menjadi korban Israel, agar gugur sebagai mujahid.

"Kami mendoakan, semoga arwah saudara-saudara kita diterima Allah SWT, dan gugur sebagai mujahid," tandasnya.

Aksi para pelajar tersebut diakhiri dengan pembakaran bendera Israel, sebagai simbol perlawanan dan keinginan untuk memusnahkan aksi kejam tentara-tentara Israel.(azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

7 tentara penjajah AS tewas dalam serangan Mujahidin IIA di Ghazni

GHAZNI (Arrahmah.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) melakukan serangan terhadap pasukan musuh gabungan-penjajah dan antek-anteknya-di distrik Gilan, provinsi Ghazni.

Al-Emarah News melaporkan bahwa serangan dimulai ketika pasukan musuh yang didukung dengan helikopter hendak melancarkan operasi darat pada Sabtu (12/7/2014) pagi pukul sekitar 06:00 waktu lokal di distrik Gilan.

Sedikitnya 7 tentara teroris AS dan 4 antek lokal mereka tewas dalam serangan tersebut dan sejumlah lainnya luka-luka, sementara sebuah kendaraan lapis baja juga hancur akibat ledakan IED yang diledakkan Mujahidin selama pertempuran tersebut.

Laporan lebih lanjut mengatakan bahwa salah satu Mujahid IIA menemui syahid (in syaa Allah) dan 5 lainnya mengalami luka akibat serangan udara tentara penjajah AS yang juga menimpakan kerugian terhadap warga sipil setempat. (siraj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Daftar 189 warga Palestina yang meninggal sejak invasi "Israel" sampai Selasa hari ini

GAZA (Arrahmah.com) – "Israel" telah mencapai lebih dari seribu target di Jalur Gaza yang padat penduduk. Rumah keluarga dan kafe pinggir pantai juga telah terkena serangan bom. Ratusan roket juga telah diluncurkan dari Gaza ke "Israel". Beberapa roket telah mencapai Tel Aviv, tetapi sistem pertahanan Iron Dome "Israel" mencegat sebagian besar dari roket-roket itu.

Ashraf al-Qedra, juru bicara kementerian kesehatan Gaza, memberikan kepada Al Jazeera daftar nama-nama mereka yang meninggal sejak dimulainya invasi "Israel" pada Senin, (7/11/2014). Daftar ini diperbarui secara teratur:

1. Mohammed Shaaban (24) terbunuh di Gaza

2. Amjad Shaaban (30) terbunuh di Gaza

3. Khader Al-Bashiliki (45) terbunuh di Gaza

4. Rashad Yassin (27) terbunuh di kamp pengungsi Nusseurat

5. Mohammed Ayman Ashour (15) terbunuh di Khan Younis

6. Riad Mohammed Kawareh (50) terbunuh di Khan Younis

7. Bakr Mohammed Judeh (22) terbunuh di Khan Younis

8. Ammar Mohammed Judeh (26) terbunuh di Khan Younis

9. Hussein Yousef Kawareh (13) terbunuh di Khan Younis

10. Mohammed Ibrahim kawareh (50) terbunuh diKhan Younis

11. Mohammed Habib (22) terbunuh di Gaza

12. Ahmed Moussa Habibi (16) terbunuh di Gaza

13. Saqr Ayesh Al-Ajuli (22) terbunuh di Jabalia

14. Ahmed Nael Mahdi (16) terbunuh di Gaza

15. Basil Salem Kawareh (10) terbunuh di Khan Younis

16. Hafez Mohammed Hamad (30) (komando Islamic Jihad)

17. Ibrahim Mohammed Hamad (26)

18. Mahdi Mohammed Hamad (46)

19. Fawziya Khalil Hamad (62) (perempuan)

20. Dunya Mahdi Hamad (16) (perempuan)

21. Suha Hamad (25) (perempuan)

22. Suleiman Salman Abu Sowaween (22)

23. Siraj Ayad Abdelal (8)

24. Abdel Hadi Jumaa Al-Sufi (24)

25. Rashid Al-Kafarneh (30)

26. Nayfeh Farajallah (80) (perempuan)

27. Abdel Nasser Abu Kweik (60)

28. Khaled Abu Kweik (31)

29. Mohammed Arif (13)

30. Mohammed Malake (1,5)

31. Amneh Malake (27) (perempuan)

32. Hatem Abu Salem

33. Mohammed Khaled Al-Nimre (22)

34. Sahar Hamdan Al-Masri (40) (perempuan)

35. Ibrahim Al-Masri (14)

36. Mohammed Khalaf Al-Nawasra (4)

37. Nidal Khalaf Al-Nawasra (anak-anak)

38. Aicha Najm (perempuan)

39. Salah Awad Al-Nawasra

40. Mahmoud Nahed Al-Nawasra

41. Amal Yousef Abdel Ghafour (Perempuan)

42. Raneem Judeh Abdel Ghafour (remaja)

43. Ibrahim Daoud Al-Balaawi (24)

44. Abdel Rahman Jamal Al-Zamli (22)

45. Ibrahim Ahmed Abdeen (42)

46. Mustafa Abu Murr (20)

47. Khaled Abu Murr (23)

48. Mazen Faraj Al-Jarba (30)

49. Marwan Isleem (27)

50. Hani Saleh Hamad (57)

51. Ibrahim Hamad (20)

52. Salima Hassan Maslam Al-Arja (perempuan) (60)

53. Mariam Atiah Mohammed Al-Arja (11) (perempuan)

54. Hamid Shihab (37)

55. Ibrahim Khalil Qanan (24)

56. Mohammed Khalil Qanan (26)

57. Suleiman Al-Astal (55)

58. Hamdi Badie Sawali (33)

59. Mohammed Al-Akkad (24)

60. Ahmed Sawali (28)

61. Raed Shalat (37)

62. Asmaa Mahmoud Al-Hajj (perempuan)

63. Tarik Saad Al-Hajj

64. Saad Mahmoud Al-Hajj

65. Najlaa Mahmoud Al-Hajj (perempuan)

66. Fatima Al-Hajj (perempuan)

67. Omar Al-Hajj

68. Basima Abdel Fattah Al-Hajj (perempuan0

69. Ahmed Salim Al-Astal

70. Moussa Mohammed Al-Astal

71. Raed Al-Zawarea (33)

72. Mahmoud Lutfi Al-Hajj (58)

73. Bahaa Abu Al-Leil (35)

74. Salem Qandil (27)

75. Amer Al-Fayyoumi (30)

76. Abdallah Ramadan Abu Ghazal (4)

77. Mohammed Ehsan Farwane (18)

78. Islamel Hassan Abu Jamaa (19)

79. Mahmoud Talee Wallud (anggota Islamic Jihad)

80. Hazem Ibrahim Baaloushe

81. Alaa Abdel Nabi

82. Raed Mohammed Abu Shalt (37)

83. Hassan Abu Jamaa (19)

84. Yasmin Mohammed Al-Mutwak (4) (perempuan)

85. Mohammed Mounir Ashour (25)

86. Anas Rizk Abu Al-Qas (33)

87. Wissam Abdel Razek Hassan Ghannam (23)

88. Ghalia Deeb Jaber Ghanem (7) (perempuan)

89. Mahmoud Razek Hassan Ghannam (23)

90. Kifah Shahadeh Deeb Ghannam (20)

91. Nour Marwan Al-Najdi (10) (perempuan)

92. Abdellah Abu Mahrouk

93. Sami Andan Shaldan (25)

94. Mohammed Kamal Al-Kahlout

95. Ahmed Zaher Hamdan (22)

96. Bassam Abdel Rahman Khattab (6)

97. Jumaa Atiah Shallouf

98. Noor Rafik Udai Al-Sultan

99. Shahraman Ismaeil Abu Al-Qas (42) Killed in Al-Breij

100. Mazen Mustafa Aslan (63)

101. Mohammed Rabih Abu Humeidan (65)

102. Shahd Al-Qreinawi (7)

103. Abdel Halim Abdel Moeti (54)

104. Hussein Al-Mamlouk (47)

105 Saber Sukkar (80)

106. Nasser Mohammed Sammame (49)

107. Rami Abu Musaed (23) terbunuh diDeir Al-Balah

108. Mohammed Al-Sumeiri (24) terbunuh Deir Al-Balah

109. Husam Eddine Al-Razayne (39) terbunuh di Jabalia

110. Anas Youssef Qandil (17) terbunuh di Jabalia

111. Abdel Rahim Saleh Al-Khatib (38) terbunuh di Jabalia

112. Youssef Mohammed Qandil (33) terbunuh di Jabalia

113. Mohammed Idris Abu Sanena (20) terbunuh di Jabalia

114. Hala Weshahi (31) terbunuh di pusat penyandang cacat di Jabalia

115. Suha Abu Saada (38) erbunuh di pusat penyandang cacat di Jabalia

116. Ali Nabil Basal (32) terbunuh di Gaza

117. Mohammed Bassem Al-Halabi (28) terbunuh di Gaza

118. Mohammed Al-Suweiti (20) terbunuh di Gaza

119. Ibrahim Nabil Hamade (30) terbunuh di Gaza

120. Hassan Ahmed Abu Ghoush (24) terbunuh di Gaza

121. Ahmed Mazen Al-Balawi (26) terbunuh di Gaza

123. Azmi Mahmoud Taha Obeid (51) terbunuh dalam penembakan di jalan raya Radwan

124. Nidal Mohammed Ibrahim Abu Al-Malsh (22) terbunuh dalam penembakan di jalan raya Radwan

125. Suleiman Saeed Younis Obeid (56) terbunuh dalam penembakan di jalan raya Radwan

126. Ghassan Ahmed Al-Masri (25) terbunuh dalam penembakan di jalan raya Radwan

127. Mustafa Mohammed Taha Anabe (58) terbunuh dalam penembakan di jalan raya Radwan

128. Rifaat Yousef Amer (36) terbunuh di Gaza

129. Ghazi Mustafa Areef (62) terbunuh di Gaza

130. Mohamed Idriss Abo Sowaylim (20) terbunuh di Jabalia

131. Fadi Yaqoub Sukar (25) terbunuh di Gaza

132. Qassim Jabr Adwan Ouda (16) terbunuh di Khan Younis

133. Mohamed Ghazi Areef (35) terbunuh di Gaza

134. Khawala Mahmoud Al-Hawajeree (25) terbunuh di Al-Bareej

135. Ahmed Yousef Daloul (47) terbunuh di Gaza

136. Mahmoud Lutfi Al-Hajj

137.Mohammad Ahmed Bassa (19) terbunuh di Gaza

138.Mohannad Youusef Dhahir (23) terbunuh di Rafah

139.Mahmoud Abdallah Charatha (53)

140. Shadi Mohammed Zaareb (21) terbunuh di Rafah

141.Imad Bassan Zaareb (21) terbunuh di Rafah

142. Nahedh Naim Al Batsh (12) terbunuh di Rafah

143.Bahaa Majed Al Batsh (12) terbunuh di Gaza

144. Kosai Issam Al Batsh (12) terbunuh di Gaza

145. Aziza Youssef Al Batsh (57) terbunuh di Gaza

146. Mohammed Issam Al Batsh (17) terbunuh di Gaza

147. Ahmed Noman Al Batsh (27) kterbunuh di Gaza

148. Yahya alaa al batsh (18) terbunuh di Gaza

149.Jalal Majed Al Batsh (26) terbunuh di Gaza

150. Mahmoud Majed Al Batsh (22) terbunuh di Gaza

151.Marwa Majed Al Batsh (25) terbunuh di Gaza

152.Majed Sobhi Al Batsh terbunuh di Gaza

153.Khaled Majed Al Batsh (20) terbunuh di Gaza

154.Ibrahim Majed Al Batsh (18) terbunuh di Gaza

155. Manar Majed Al Batsh (13) terbunuh di Gaza

156.Amal Hassan Al Batsh (49) killed in Gaza

157.Anas Alaa Al Batsh (10) terbunuh di Gazaterbunuh di Gaza

158. Kosai Alaa Al Batsh Killed in Gaza

159.Rami Abu Chanab (25)

160.Mohammed Ghazi Areef (35) terbunuh di Gaza

161. Hejaziya Hamed AL Helw (80)

162.Fawzeya Abdelal (73) terbunuh di Gaza

163.Hossam Ibrahim Al Najjar (14)

164.Moayad Al Araj (2) Khan Younis

165. Layla Hassan Al Awdat (41)

166. Haitham Ashraf Al Zooreb (21)

167. Kacem Talal Hamdan (23) Bayt hanoun

168. Maher Thabet Abu Mar Sharq (24) Rafah

169. Mohamed Salem Abu Briss (65) Deir Al-Balah

170. Saddam Musa Maamar (23) khan Younis

171. Musa Shahda (60) Khan Younis

172. Hanadi Hamdi Muammar (27) Khan Younis

173. Adham Mohamed Abdel Fattah Abdel Aal (25) Gaza

174. Hamid Sleiman Abu al-Arraj (60) Deir Al-Balah

175. Abdallah Mahmoud Baraka (24) Khan Younis

176. Tamer Salem Qadih (37) Khan Younis

177. Ziad Maher Ennajar (17) Khan Younis

178. Ziad Salem Ashawi (25) Rafah

179. Mohamed Yassir Hamdan (24) Gaza

180. Mohamed Shakib al-Agha (22) Khan Younis

181. Mohamed Younis (25) Khan Younis

182. Sara Omar Sheikh al-Eid (4) Rafah

183. Omar Ahmed Sheikh al-Eid (24) Rafah

184. Jihad Ahmed Sheikh al-Eid (48) Rafah

185. Kamal Atef Youssef Abu Taha (16) Khan Younis

186. Ismaeel Nabil Ahmed Abu Hatab (21) Khan Younis

187. Ahmed Younis Abu Youssef (28) Khan Younis

188. Bochra Khalil Zaarab (53) Rafah

189. Atwa Ameera al-Amour (63) Khan Younis

sahar

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

KMJ laporkan Jakarta Post ke Bareskrim Polri

JAKARTA (Arrahmah.com) – Korps Mubaligh Jakarta (KMJ) melaporkan pemimpin redaksi harian The Jakarta Post ke Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI (Polri) dengan tuduhan telah melakukan tindak penghinaan dan penistaan terhadap agama.

"Karena pada tanggal 3 Juli 2014, di halaman tujuh harian ini telah memuat kartun yang jelas-jelas telah menghina suatu agama," kata Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Korps Mubaligh Jakarta Edy Mulyadi di Jakarta, Selasa, tulis Antara.

Edy menjelaskan, harian itu pada 3 Juli 2014 memuat kartun yang mencantumkan kalimat bertulisan Arab "La ilaha illallah" yang berarti "Tidak ada Tuhan selain Allah" pada sebuah gambar tengkorak khas bajak laut.

Gambar itu, menurut dia, mengesankan Islam sebagai agama yang bengis seperti karakter bajak laut.

Edy mengatakan KMJ sudah melakukan pertemuan dengan pemimpin redaksi The Jakarta Post namun tidak mendapatkan titik temu sehingga akhinya menempuh jalur hukum.

"Ketika kami mendatangi langsung kantor redaksi Jakarta Post, mereka menyatakan khilaf dan mohon maaf. Untuk penghinaan seperti ini, permintaan maaf saja tidak cukup. Pelaku dan penanggung jawab harus dijatuhi sanksi yang keras," katanya.

Dia menambahkan, KMJ melihat ada unsur kesengajaan dari The Jakarta Post untuk menghina agama melalui pemuatan kartun itu.

"Kartun itu dimuat di halaman opini. Sebagaimana halnya editorial atau tajuk rencana, kartun di halaman opini mewakili sikap resmi redaksi," kata Edy.

Oleh karena itu KMJ melaporkan pemimpin redaksi The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat, atas dugaan tindak pidana penghinaan atau penistaan terhadap agama sebagaimana dimaksud dalam pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Edy juga menegaskan bahwa KMJ hanya akan menempuh jalur hukum dan tidak akan melakukan tindakan anarkis.

"Kami berharap hal ini tidak terulang lagi. Mari kita hidup dengan saling berdampingan dan saling menghormati dalam NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," katanya. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Penjajah "Israel" serang sebuah rumah dan masjid di Gaza, 19 warga sipil gugur, lebih dari 50 terluka

Written By Unknown on Senin, 14 Juli 2014 | 17.11

GAZA (Arrahmah.com) – Sedikitnya 19 warga sipil gugur dan lebih dari 50 terluka dalam serangan udara "Israel" di sebuah rumah dan masjid yang berdekatan selama pelaksanaan shalat pada Sabtu (12/7/2014) malam. Ini menjadi yang terburuk dalam hal hilangnya nyawa orang yang tak berdosa pada hari kelima serangan brutal "Israel" terhadap rakyat Gaza. Direktur Polisi Palestina di Gaza, Tayseer Al-Batsh, gugur dalam serangan itu, bersama dengan 18 anggota lain dari keluarganya, lansir MEMO.

Jumlah korban pada Sabtu (12/7) adalah 49 orang gugur, termasuk 5 anak-anak dan 8 wanita. Hal ini menyebabkan jumlah total kematian sejak awal perang mencapai 168, dimana 34 adalah anak-anak dan 20 adalah perempuan. Hampir tiga ratus orang terluka pada Sabtu (12/7), mereka adalah 79 anak-anak, 46 wanita. Sehingga total korban Gaza sejak zionis "Israel" melancarkan serangan biadabnya pada Selasa (8/7) lalu mencapai 1.100 jiwa, hampir 350 di antaranya adalah anak-anak dan 171 wanita.

Pasukan penjajah "Israel" melakukan 416 serangan pada Sabtu (12/7): 202 serangan rudal udara, 127 serangan dari kapal perang dan 87 artileri. Ini berarti bahwa total telah dilakukan 2.477 serangan sejak awal perang.

Menurut Observasi Euro-Mid untuk Hak Asasi Manusia, 176 rumah telah hancur sepenuhnya dalam serangan biadab "Israel" dan lebih dari 1.000 rumah telah rusak parah.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Perlawanan Hamas hadirkan kepanikan warga Tel Aviv "Israel"

PALESTINA (Arrahmah.com) – Tiga juta orang "Israel" menghabiskan Sabtu (12/7/2014) malam mereka dalam kepanikan karena takut akan serangan balik yang akan dilancarkan oleh Hamas. Hamas sebelumnya telah memperingatkan akan menembakkan roket ke wilayah metropolitan Tel Aviv dalam menanggapi serangan udara mematikan penjajah "Israel" di Gaza, lansir MEMO.

Seorang analis militer di Saluran 2 TV "Israel", Roni Daniel, mengatakan bahwa dalam sejarah "Israel", "tidak ada yang berani mengancam untuk menyerang 'Israel', apalagi kota besar dan bekas ibukota seperti Tel Aviv."

Media lokal mengeluhkan ketidakberdayaan "Israel" dalam menghadapi ancaman roket Hamas yang mengatakan akan menargetkan Tel Aviv dan Gush Dan pukul 9:00 malam pada Sabtu (12/7). Analis politik Saluran 2 "Israel" Amnon Abromovitch menyatakan apa yang menimpa mereka sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi sebelumnya", hal ini menunjukkan keberhasilan perang psikologis bagi Hamas. "Tampaknya [Hamas] telah mencapai tujuannya," tambahnya.

Demikian pula, Wall Street Journal mengatakan bahwa Hamas "berhasil membuat takut warga Tel Aviv dan meraih perhatian nasional dengan perang psikologis."

Selama roket-roket ditembakkan oleh Hamas pada Sabtu (12/7) malam, "Israel" mencoba menghibur diri dengan penyiaran berita tentang keberhasilan pesawat tempur mereka yang menghancurkan basis dari mana roket-roket itu diluncurkan. Respon Hamas telah mengguncang "Israel" di mana klaim pemerintah mereka yang menyatakan bahwa "Israel" memiliki keamanan yang kuat telah runtuh; warga "Israel" dibuat tak berdaya menunggu-nunggu dalam ketakutan.

Analis menafsirkan roket pada Sabtu (12/7) sebagai pesan yang merupakan pukulan serius bagi keamanan "Israel" dan militer mereka. Mereka mengatakan bahwa itu dapat menyebabkan fase baru dalam konflik, termasuk operasi darat, karena "Israel" akan berusaha untuk terus menyerang.

Di tengah ketakutan warga Tel Aviv terhadap roket-roket perlawanan pejuang Palestina, kepanikan di "Israel" juga dikabarkan muncul setelah pesan dari sayap militer Hamas Brigade Al-Qassam disebarkan oleh intelijen "Israel", Shabak. Pesan itu memperingatkan zionis akan kemungkinan dilancarkannya operasi istisyadiyah oleh para pejuang Palestina.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pernikahan Muslim akan diakui secara resmi di Afrika Selatan

AFRIKA SELATAN (Arrahmah.com) – Pemerintah Afrika Selatan telah memutuskan untuk mengakui secara resmi pernikahan secara Islam, merupakan langkah bersejarah yang menjadi kabar gembira bagi penduduk Muslim di negara tersebut yang selama ini mengalami diskriminasi.

Seratus imam telah ditugaskan di Cape Town untuk menyelenggarakan pernikahan secara Islam, sebagaimana dilansir World Bulletin.

Meskipun umat Islam di Afrika Selatan, yang sebagian besar berasal dari pulau Malia 300 tahun lalu, telah mencapai integrasi sosial, tetapi mereka selalu menghadapi masalah dalam menjalankan ritual ibadah mereka di kehidupan bermasyarakat terutama pernikahan. Pernikahan Muslim sebelumnya tidak pernah diakui secara resmi oleh rezim kolonial. Sementara bagi mereka yang beragama Kristen mendapatkan pengakuan. Pemerintah Afrika Selatan mengklaim bahwa pernikahan Islami bertentangan dengan sekularisme.

Kurangnya pengakuan resmi dari pemerintah telah menciptakan banyak masalah serius dalam kehidupan sosial dan ekonomi warga Muslim. "Biro Kependudukan Nasional tidak memasukkan pernikahan Muslim ke dalam sistemnya yang menciptakan banyak masalah. Misalnya saja, seorang Muslim yang sudah tua meninggal dunia dan para pejabat mengatakan bahwa dia tidak pernah menikah. Hal ini tidak bia diterima oleh cucu-cucunya," kata kepala Asosiasi Ulama Muslim Cape Town Syaikh Rifad Fatir.

Setelah tiga abad lamanya, kini pernikahan Muslim diakui oleh pemerintah. Selain mendapat tugas untuk memimpin prosesi pernikahan secara Islam, para imam juga akan melakukan negosiasi dengan pemerintah untuk mengakui pernikahan Muslim yang terdahulu, mencatatnya sebagai pernikahan resmi.

Ritual pernikahan Muslim di Cape Town boleh dilangsungkan di masjid atau di gedung. Para imam bertugas untuk melakukan sambutan pernikahan dan membacakan Al-Qur'an. (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

A Clarification regarding the Alleged announcement of an Emirate by Jabhat Al-Nusrah

(Arrahmah.com) – All Praise is due to Allah, and may the Peace and Blessings of Allah be upon the Prophet of Allah, his family, companions and those who follow him. As for what is to come…

1. From the first day of its establishment, Jabhat Al-Nusrah had set its mission to restore the dominion of Allah on the earth and establish His Shari'ah.

2. We, in Jabhat Al-Nusrah, strive to establish an Islamic Emirate according to the regarded Islamic Sunnan. We have not announced the establishment of and Emirate, yet. When the time comes and the sincere Mujahidoon and the pious scholars agree with our stance, we will announce this Emirate, by the Will of Allah.

3. We strive to rule by Shari'ah by establishing Islamic Courts, Security Offices and offering general services to the Muslims within the next ten days. This project will replace the previous project of Al-Hay'aat Al-Shari'eeyah.

4. We will not allow anyone to pick the fruits of this Jihad and establish a secular scheme, or any other scheme, which takes advantage of the sacrifices of the Mujahideen and is established on their blood.

5. Jabhat Al-Nusrah will not hesitate to deal [militarily] with the corrupt groups in the liberated areas. This will be done by cooperation with the sincere groups [Mujahideen].

6. Jabhat Al-Nusrah is determined to unify ranks to face the dangers which threaten the Jihadi front [in Al-Shaam], whether these threats are from the Nusayri Regime or from the group of Khawarij and ghulaat (extremists).

"And Allah is predominant over His affair, but most of the people do not know."

(Qur'an 12:21)

Jabhat Al-Nusrah Al-Manarah Al-Baidaa' Media Productions

Remember us in your Du'aa

All Praise is due to Allah, Lord of all

Date of Publication: Saturday, 14th Ramadan 1435 Hijri

13th July, 2014

(Arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Syaikh Al-Maqdisi: Mengapa deklarasi khilafah justru memecah belah

Written By Unknown on Minggu, 13 Juli 2014 | 17.11

(Arrahmah.com) – Khilafah dan Imamah adalah kedudukan penting dan agung bagi umat Islam. Orang-orang Islam yang tulus senantiasa berupaya untuk mengembalikan dan menegakkannya. Namun upaya mereka diwarnai oleh tindakan sebagian kelompok Islam yang tergesa-gesa dalam urusan khilafah dan pengangkatan khalifah. Mereka menjadikan imam yang memimpin umat Islam adalah sosok yang tidak memiliki kekuasaan maupun otoritas. Bahkan kabar ini (Deklarasi Khilafah) telah sampai ke London dan mereka menyeru orang-orang untuk berbaiat dan berdosa bila enggan membaiat khalifahnya.

Sementara itu, kelompok lain menyempitkan masalah ini dengan klaim Al-Mahdi sudah berada di antara mereka. Ini tidak diragukan lagi merupakan upaya pencarian khalifah yang tidak benar dan tidak bisa diterima oleh manusia sebagai pemimpin.

Upaya seperti itu dan sejenisnya tidak memiliki tempat di bumi kenyataan di antara kaum muslimin secara umum. Sebab, itu hanyalah label dan khalifahnya dipilih dari kelompok dan perkumpulannya saja. Ia tidak dipilih oleh ahlul halli wa aqdi yang mewakili umat yaitu para ulama rabbani. Bentuk seperti ini biasanya akan lenyap dan rusak dengan sendirinya tanpa mempengaruhi kaum muslimin atau mengubah keyakinan mereka tentang kedudukan yang tinggi ini.

Adalah kelompok yang hanya banyak pidato dengan nada tinggi, dan memakai pendekatan ancaman dan pembasmian terhadap siapa saya yang menyelisihi. Mereka tidak mengindahkan kata-kata ulama umat dan senior mereka, serta mengklaim ingin menegakkan syariat di tengah-tengah umat, namun tidak menerima tuntutan peradilan dalam sengketa, pembunuhan, dan pengambilan harta orang lain!

Kemudian mereka unggul dalam beberapa hal di kampung-kampung umat Islam (Irak). Namun, sebelum semua urusan ditangani, serta masyarakat muslim dan para ulama yang mulia berkumpul di negeri itu (maksudnya Irak), mereka (ISIS) telah meneriakkan wajibnya baiat kepada khalifahnya. Sang Khalifah pun menyeru kepada umat Islam di seluruh dunia tentang wajibnya hijrah ke negerinya.

Orang yang tidak memenuhi seruan itu disebut telah berdosa, hingga kami perlu menyampaikan fatwa Imam Malik tentang batal atau tidaknya talak yang disebabkan oleh paksaan untuk berbaiat. Ada kabar yang sampai kepada saya bahwa banyak istri diancam para suaminya, untuk memilih cerai atau baiat kepada khalifah ini. Maka saya jawab, berbaiatlah bila kalian tidak ingin ditalak. Baiat yang dipaksa itu tidaklah mengikat.

Sudah maklum bahwa Imam Ahmad berpendapat bila wanita mendapatkan paksaan dari suaminya dengan ancaman cerai maka talaknya berlaku. Saya perlu menyebutkan pertanyaan dan fatwa seperti ini karena telah muncul orang-orang yang keras kepala, menekan umat Islam, menakut-nakuti mereka dengan pedang ancaman dosa dan kafir, dan ditambah lagi dengan ancaman talak kepada istri-istri mereka.

Yang lebih berbahaya daripada ancaman cerai ini, menurut saya, adalah apa yang menuntut saya untuk menulis kalimat-kalimat ini. Yaitu yang berdampak pada perpecahan antara sesama mujahidin dari kelompok dan pemimpin mereka, dan hal-hal membingungkan mereka oleh isu yang dihembuskan di tengah-tengah barisan. Barisan mujahidin heboh ketika juru bicara resmi mereka membuat pernyataan:

"Pesan kami kepada seluruh kelompok dan jamaah di muka bumi ini seluruhnya, para mujahidin, para aktifis yang membela agama Allah dan yang mengangkat syiar-syiar Islam; kepada para panglima dan para pemimpin, kami katakan: Bertakwalah kalian kepada Allah pada diri kalian. Bertakwalah kalian kepada Allah pada jihad kalian." "Demi Allah, kami tidak mendapatkan udzur syar'i bagi kalian bila kalian tidak mendukung Daulah ini."

"Kalian wahai tentara kelompok dan organisasi mana pun, ketahuilah bahwa setelah tamkin dan tegaknya khilafah ini, gugurlah keabsahan jamaah dan organisasi kalian. Tidak halal bagi seorang pun di antara kalian yang beriman kepada Allah dia bermalam semalam saja, dalam kondisi tidak memberikan loyalitas kepada Khalifah," tambahnya.

Perhatikanlah bagaimana mereka membatalkan jihad para mujahidin dan seperti apa orang yang mengikuti menghasut orang yang diikuti; murid menghasut gurunya. Konspirasi apa lagi ini yang akan memecah belah barisan mujahidin dan mengabaikan pernyataan-pernyataan mereka?

Kami katakan kepada saudara-saudara kita mujahidin dan pendukung mereka di seluruh dunia, dengarkanlah firman dan panggilan Allah ini:

"Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan janganlah kalian membatalkan amal-amal kalian." (Muhammad: 33). "Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali." (An-Nahl: 92)

Bersatulah kalian di bawah pemimpin, panutan, dan senior kalian. Janganlah kalian menganggap enteng pengaruh seruan orang-orang yang berusaha memecah barisan kaum muslimin, yang melihat bahwa tidak ada kebenaran kecuali pada diri mereka, sedangkan setiap orang yang tidak mengikuti mereka lantas menjadi musuh.

Bahkan, mereka menggunakan dan senantiasa menggunakan —saya tidak tahu apakah karena sengaja, bodoh, atau pura-pura lupa— cara-cara konspirasi keji terhadap gerakan jihad yang diberkahi ini, khususnya, dan umat Islam umumnya. Mereka memakai kedok proyek Islam yang mendasar! Sehingga, banyak umat Islam tertipu.

Saya tidak meragukan keikhlasan banyak orang di antara mereka serta semangat keislamannya. Akan tetapi, saya meragukan kesehatan akal dan kedalaman pemahaman serta ilmu mereka. Sebab, orang yang berakal itu tampak jelas akalnya.

Keras kepalanya para pemimpin organisasi ini, kedangkalan, ketergesa-gesaan, pendeknya pandangan, dan penolakan terhadap arahan para ulama, membuat mereka selalu membuka konspirasi terhadap gerakan jihad. Padahal mereka dibesarkan oleh buku-buku para ulama ini dan sampai sekarang pun masih mempelajarinya. Dan kemungkinan disebabkan oleh penetrasi orang-orang yang menyimpang, ekstremis dan sejenis mereka, maka organisasi ini selalu dan senantiasa membuka konspirasi terhadap gerakan jihad ini dengan berbagai cara, di antaranya:

  • Menghabisi setiap mujahidin senior dan orang-orang terpilih di antara mereka yang dianggap akan menjadi penghalang bagi mereka untuk memetik buah jihad di Suriah, sehingga tidak ada di lapangan yang mengganggu orang-orang yang keras kepala, bodoh, dungu, dan lalai.

خلا لك الجو فبيضي وأصفري ونقري ما شئت أن تُنقّري

  • Menjatuhkan kredibilitas para tokoh dan ulama gerakan jihad yang tidak sepakat dengan pilihan organisasi ini, dan tidak mendukung kekerasan, pelanggaran, dan kecatatan mereka.
  • Membelokkan arah kompas gerakan jihad dan memecah-mecah wilayah konflik dengan para penguasa thaghut; membalikkan peluru dari dada musuh umat ke dada generasi mujahidin yang tulus atau kepada kaum muslimin awam, dengan berbagai tuduhan, alasan, dan generalisasi bagi setiap orang yang menyelisihi tidak akan selamat dari ancaman.
  • Mencerai-beraikan umat islam dan memalingkan mereka dari proyek Islam. Merusak setiap bibit kesadaran umat yang mulai memahami tugasnya, memalingkan mereka dari dukungan kepada gerakan jihad dengan buruknya perilaku dan praktik di lapangan, buruknya muamalah dnegan manusia di setiap tempat.
  • Mendistorsi proyek khilafah dan daulah islamiyah di dada umat Islam, dengan tingkah lagi mereka yang keras kepala, berlebih-lebihan, dan menumpahkan darah. Padahal inilah yang dahulu membuat orang awam lari dari proyek ini selama bertahun-tahun setelah pengalaman jihad sebelumnya banyak diwarnai tindakan negatif, pelanggaran, dan penyimpangan.
  • Dengan deklarasi mereka yang terakhir–seperti disebutkan sebelumnya, mereka semakin beringas memecah belah barisan orang-orang yang bekerja untuk dien ini, mencerai-beraikan barisan mujahidin, dan membatalkan jamaah-jamaah mereka yang bergerak untuk agama Allah, membuat pengikut tidak taat kepada pemimpin, dan murid lancang kepada guru mereka!

Apakah kalian mengira saya akan putus asa dari buah-buah gerakan jihad ini dan putra-putranya hanya karena klaim khilafah? Apakah bangunan khilafah di sebuah bagian di bumi ini mengharuskan hancurnya dakwah dan jihad di seluruh wilayah lain? Apakah kalian mengiran semua jamaah mujahidin akan terpecah belah dan para anggotanya lancang kepada guru-guru mereka di semua medan jihad?

Deklarasi khilafah itu adalah konspirasi lain terhadap gerakan jihad yang diberkahi dan kelompok-kelompok yang ikhlas. Ringkasnya, mereka memberikan pilihan: bersama kami, atau kami akan menghembuskan perpecahan di barisan kalian. Kami akan bekerja untuk mencerai-beraikan barisan kalian.

Itu adalah cara yang dipakai oleh kaum anarkis di negara kita saat memaksakan diri pada orang lain untuk ikut dalam suatu permainan. Ada ungkapan mereka, "Bermain atau hancur!" Yakni, harus ikut dan menerima permainan secara total atau hancur oleh permainan itu.

Akhlak seperti itu hanya cocok untuk anak-anak berandal jalanan, dan tidak layak sama sekali bagi orang yang mengaku berdakwah dan jihad. Bagaimana jika pilihan yang dipaksakan oleh mereka adalah mereka yang memimpin permainan itu dan mengarahkannya sesuai kemauan, kebodohan, dan kekerasan kepala mereka atau mereka akan menghancurkan dan merusaknya? Atau dengan makna lain, mereka yang memimpin atau hancur!

Sejatinya, itulah yang paling berbahaya dalam deklarasi mereka yang terakhir itu. Seperti saya katakan sebelumnya, saya tidak masalah dengan pengumuman khilafah mereka di Syam, Irak, atau London! Hanya saja, yang saya khawatirkan adalah dampaknya. Dan kenyataannya memang demikian!

Kami bukanlah memusuhi upaya penegakan khilafah. Justru kami mendukung, menyeru, dan bekerja untuk menegakkannya, dan berusaha mengembalikannya. Akan tetapi, khilafah adalah proyek untuk menjaga kesatuan kaum muslimin, bukan untuk merusak, memecah belah, dan mencerai-beraikan barisan mereka.

Demikian pula seorang imam, seperti dikabarkan oleh Rasulullah, "… (imam) adalah perisai yang melindungi orang yang berperang di baliknya dan melindunginya." (HR Muslim). Imam adalah perisai dan penjaga bagi kaum muslimin dari setiap bahaya, bukan pengundang bahaya. Khilafah wajib menjadi tempat berlindung dan aman bagi setiap muslim, bukan ancaman, dan intimidasi, dan penebar ketakutan di setiap kepala manusia.

Mereka (ISIS) telah membatalkan baiat awalnya kepada pemimpin mereka dan memberontak kepada amir-amir mereka (Al-Qaidah). Menjelek-jelekkan senior mereka, ketika mengumumkan daulah yang pertama (Daulah Islam Irak: 2006 [ISI]). Dan ketika mereka mengumumkan yang kedua (ISIS: 2013), mereka menumpahkan darah yang diharamkan, dan menolak tahkim kepada syariat. Karena itu, kami wajib mempertanyakan, apa yang akan mereka lakukan setelah deklarasi khilafah (2014)?

Ulah mereka yang paling berbahaya bagi dakwah hingga hari ini adalah memecah-belah kaum muslimin, dan giat menghancurkan barisan jamaah jihad dan dakwah, setelah mereka memecah belah kaum muslimin secara umum, dengan pilihan bersama mereka atau menjadi musuh. Orang yang lemah di antara kaum muslimin tidak mereka kasihani, dan tidak memberi maaf kepada siapa saja yang bergabung dengan kelompok mana saja di Suriah.

Bahkan, setiap orang yang menyelisihi mereka, dianggap sebagai pengkhianat, pelepas baiat, saluli (plesetan keluarga Saud, maksudnya antek penguasa Saudi), sururi (dinisbatkan kepada Muhammad Surur (tokoh Ikhwanul Muslimin), shahawat, berbaris dengan shahawat, pecinta shahawat, atau berfoto, berjalan bersama shahawat dan seterusnya.

Mereka bersiap untuk membunuh siapa saja yang tidak berbaiat, dan menebarkan ancaman akan menahan istri-istri orang yang menyelisihi!! Kami belum mendapati mereka melakukan ini, bila benar-benar mereka lakukan, niscaya kami ungkap cerita ini. Dan kami memohonkan perlindungan kepada Allah bagi para muslimah dari keburukan yang luar biasa ini.

Pada hari ini ketika mereka mengajak orang agar memisahkan diri dari jamaahnya untuk berbaiat dan hijrah kepada mereka, mereka tahu bahwa mayoritas orang yang menerima seruan itu adalah orang-orang yang dangkal pemikirannya. Mayoritas yang mendengarkan mereka adalah orang-orang yang berlebih-lebihan(ghulat) juga. Mereka adalah orang-orang yang menang semangat dan bangga dengan cara pandang sendiri. Mereka mengutamakan kebodohan daripada ilmu. Dan membangun khayalan-khayalan, lalu menggembar-gemborkan di tengah-tengah pengikutnya, untuk mencerai-beraikan orang-orang yang bijak, ulama dan orang yang berakal.

Maka, hakikat seruan mereka kepada orang-orang agar melepaskan baiat jamaahnya merupakan tindakan yang merusak gerakan jihad, memecah belah organisasi jihad, mencerai-beraikan barisan mujahidin. Inilah yang mendorong kami mengungkap ada apa di balik deklarasi khilafah itu. Kita tidak menilai mereka dari kalangan awam mereka. Kita telah melihat ancaman sebelum pengumuman khilafah: bersama kami atau menjadi musuh kami. Lantas bagaimana setelah deklarasi?

Khilafah mestinya menjadi kenikmatan bagi kaum muslimin dan surga yang hilang bagi mereka. Mereka sedang mencari itu. Maka jangan jadikan khilafah sebagai neraka bagi mereka dan menambah keputus-asaan.

Khilafah adalah impian kaum muslimin. Mereka berusaha mewujudkannya. Janganlah kalian perburuk impian indah ini dengan memenggal kepala orang yang menyelisihi dan mengeluarkan isinya!! Bila kalian benar-benar tulus, wujudkanlah kekhilafahan itu dengan rahmat bagi kaum muslimin dan menolong orang yang lemah.

Kalian sedang bermigrasi sebagaimana orang lain juga demikian. Maka tetaplah dengan peringatan yang baik, bukan menyebarkan keburukan. Dan bersama-samalah dalam membangun pilar-pilar khilafah islamiyah rasyidah, bukan bughat yagn sesat dan berpaling. Bersama-samalah dalam hal yang orang-orang Islam dan jamaah-jamaah mereka belum lengkap, bukan mencerai-beraikan mereka. Bersama-samalah dalam menolong orang-orang yang lemah dan mengangkat yang tumbang di antara mereka, bukan malah menambahnya. Bersama-samalah dalam melindungi darah kaum muslimin, bukan malah mengalirkannya.
Diriwayatkan Imam Ahmad, Muslim, dan Nasai dari Abu Hurairah secara marfu':

مَنْ خَرَجَ عَلَى أُمَّتِي، يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا. وَلاَ يَتَحَاشَ مِنْ مُؤْمِنِهَا، وَلاَ يَفِي لِذِي عَهْدٍ عَهْدَهَ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ

"Barang siapa keluar untuk memerangi umatku, memukul (membunuh) orang yang baik dan orang yang jahat tidak mempedulikan orang-orang yang mukmin, tidak memenuhi janji terhadap orang yang telah berjanji (gencatan senjata) maka orang itu bukan termasuk umatku dan aku bukan termasuk golongannya."

Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik berkata kepada seorang tabiin yang zuhud Salamah bin Dinar Al-Mudni (Abu Hazim):

"Wahai Abu Hazim, apa pendapatmu tentang kekuasaan saat ini?"

"Apakah engkau akan memaafkan aku, wahai amirul mukminin?"

"Berikanlah nasihat kepadaku."

"Bapak-bapakmu telah mencuri hak manusia dalam perkara ini (kekuasaan). Mereka mendapatkan kekuasaan dengan pedang tanpa musyawarah dan mengumpulkan pendapat orang. Mereka telah melakukan pembunuhan besar-besaran untuk mendapatkan kekuasaan. Mereka telah berlalu. Maka sebagai pelajaran, alangkah baiknya bila engkau merasakan apa yang mereka katakan atau kata orang tentang mereka (bapak-bapaknya)."

"Buruk sekali kata-katamu!" kata seorang yang hadir di situ.
"Kamu bohong! Allah ta'ala mengambil perjanjian dari para ulama perjanjian agar dijelaskan (kepada umat)," jawab Abu Hazim.

Jika pendapat anak kecil dan ajaran orang-orang bodoh telah diagungkan, maka itulah kehancuran
Ada aturan bagi setiap orang dalam masyarakat dan hancurnya anak muda adalah melanggar aturan

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah ra, Rasulullah saw, bersabda,"Imam itu perisai, orang-orang berperang dan berlindung di belakangnya." HR Bukhari.

Nabi saw masih menjadi imam kaum muslimin, bahkan pemimpin dunia. Kepemimpinan beliau tidak untuk memecah belah kaum muslimin, tetapi untuk menyatukan mereka. Kepemimpinan beliau bukan untuk menggelindingkan kepala orang-orang yang terlindungi darahnya dengan peluru, atau memenggalnya dengan pedang. Kepemimpinan beliau tidak untuk memisahkan kepala-kepala mereka, melainkan untuk melindunginya, menjaga akal, mengembangkan, dan mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Agar dengan akal itu manusia selamat dari perkara-perkara yang hina.

Bahkan beliau berusaha menyelamatkan kelompok-kelompok militan, yang karena keadaannya tidak memungkinkan untuk berbaiat kepada Nabi saw dan masuk di bawah wilayah politik beliau, seperti kelompok Abu Bashir pada masa perjanjian Hudzaibiyyah. Demikian pula orang-orang yang melawan Al-Aswad Al-Ansi setelah mengudeta pegawai Rasulullah di Yaman.

Tidak ada seorang pun dari mereka yang mengklaim jihad beliau batal, menyerukan hijrah terbatas, dan meninggalkan medan amal dan hijrah beliau. Mereka tidak menyatakan bahwa orang yang tidak mau bergabung dengan mereka berdosa, menebar ancaman, memecah belah, atau menganggap batal semua kelompok lain. Sebaliknya, mereka tetap fokus pada pekerjaan hingga mendapatkan kemenangan dan bergabung dengan negeri Islam.

Demikian pula pada zaman khilafah, tidak ada khilafah yang dibentuk untuk membatalkan jihad mujahidin, memecah belah mereka, atau menyeru mereka untuk melakukan perlawanan terhadap para guru, tokoh, dan ulama mereka di negeri yang keluar atau memisahkan diri dari khilafah. Sebaliknya, para ulama menyerukan agar mereka teguh pada manhaj mereka, didukung khilafah dan saling berkirim surat. Khilafah tidak menyeru mereka agar meninggalkan medan jihad mereka, membatalkan jamaah mereka, dan tidak menganggap dosa siapa pun yang tidak bergabung.

Sejarah telah merekam kemuliaan dan keteguhan kelompok-kelompok Islam dengan pemimpin daan ulama di suatu negeri yang terpisah dari khilafah; keluar dari wilayah hukum dan baiatnya, dan tempat tinggal mereka masuk ke dalam kekuasaan Dinasti Ubaidiyyin, Tartar, maupun Tentara Salib.

Oleh karena itu, kami memperingatkan masyarakat Muslim dan tokoh-tokoh mereka dari seruan yang memecah belah barisan, menggoyahkan bangunan, dan memporak-porandakan mujahidin. Kami menyeru mereka agar tidak terpengaruh oleh ancaman pemikiran, moral, dan perasaan yang dihembuskan oleh para penyeru kepada perpecahan. Tetaplah teguh pada perjanjian, dan bersatu di bawah pemimpin kalian untuk menampakkan kebenaran, tanpa takut kepada orang yang menyelisihi atau yang tidak peduli hingga urusan Allah datang.

Saya akhiri beberapa peringatan ini:

  • Imam Al-Haramain dalam bukunya, Ghiyatsul Umam fie At-Tiyats Adh-Dhulm, mengatakan, "Jika suatu zaman kosong dari imam dan kekuasaan yang memiliki keberanian, kekuatan, dan keilmuan, maka semua urusan (kaum muslimin) diwakilkan kepada para ulama. Semua masyarakat dengan berbagai tingkatannya harus merujuk kepada ulama mereka dalam setiap urusan hukum dan mengikuti pendapat mereka. Bila mereka melakukan itu, maka mereka mendapatkan petunjuk ke jalan yang benar. Ulama suatu negeri menjadi pemimpin kaum muslimin. Bila mereka sulit bersatu pada satu ulama, maka penduduk setiap wilayah dan tempat mengikuti ulama masing-masing. Bila dalam satu wilayah banyak ulamanya, yang diikuti adalah yang paling tinggi ilmunya."

Orang-orang yang mengumumkan khilafah hari ini kondisinya lebih lemah daripada itu. Sebab deklarasi itu tidak didukung dan tidak dikuatkan, atau tidak ada satu pun ulama rabbani yang condong kepada mereka secara akidah, manhaj, rujukan, dan pemikiran. Maka hendaknya orang yang cerdas merenungkan hal ini baik-baik. Mengapa mereka kehilangan kepercayaan ulama yang tulisan dan buku-bukunya mereka pelajari? Mengapa para ulama itu berpaling dan tidak mendukung? Padahal para ulama itu tidak takut celaan siapa pun (untuk mendukung kebenaran). Ini harus dijawab!

  • Khilafah tidak dapat dicapai dengan klaim, nama tanpa realita, ataupun angan-angan saja, tetapi dengan realisasi di bumi nyata. Ketika Umar menamai Abu Bakar sebagai khalifah, maka Abu Bakar tidak langsung menjadi khalifah hanya dengan nama itu saja. Tetapi, Beliau tidaklah menjadi khalifah secara nyata kecuali setelah dibaiat oleh mayoritas sahabat dan urusan kaum muslimin diserahkan kepadanya tanpa ada yang protes.

Maka setiap amir yang tidak diakui oleh jamaah kaum muslimin dan tokoh mereka dari kalangan ulama rabbani maka ia adalah amir jamaah atau amir wilayahnya yang terbatas, bukan amirul mukminin secara keseluruhan atau khalifah seluruh kaum muslimin. Orang yang tidak berbaiat dan hijrah kepadanya tidaklah berdosa. Sebab, keengganan para ulama tepercaya untuk mendukung kelompok berlabel khilafah seperti ini menunjukkan bahwa jamaahnya bukanlah jamaah yang dipercaya dalam urusan agama dan dunia.

  • Harus dikatakan bahwa seandainya di medan jihad tidak ada kecuali jamaah ini saja, niscaya para ulama berdasarkan ilmu mereka berbondong-bondong mendukung amirnya karena mereka pun menginginkan amir yang paling mewakili mujahidin. Tidak diragukan bahwa mereka lebih mewakili daripada para thaghut dan penguasa murtad. Tetapi medan jihad di sana penuh dengan kelompok perang yang berkompetisi di dalamnya. Beberapa kelompok memiliki kekuatan dan jumlah seimbang. Dan ada kelompok yang lebih unggul dalam manhaj dan kepemimpinan. Maka tidak wajib menduhulukan yang kurang unggul daripada yang lebih unggul.
  • Terakhir, kami tidak akan pernah berhenti mengoreksi jamaah Daulah. Dan kami tidak ingin musuh-musuh Islam bergembira dengan kata-kata kami. Atau mereka mengira bahwa kami akan bergabung dalam barisan mereka yang sejatinya musuh-musuh Islam itu tidaklah melawan jamaah Daulah, melainkan melawan proyek daulah dan khilafah Islam sesungguhnya. Kami tidak akan membuat mereka gembira dengan apa yang kami tulis.

Kami menulis tidak untuk menggembirakan musuh Islam. Kami berlindung kepada Allah bila ada kesepakatan atau proyek barter kepentingan di antara kami dengan mereka. Apa yang kami tulis dan katakan ini adalah kewajiban kami sebagai pengemban amanah ilmu untuk menyampaikan perkataan yang benar, serta mendukung ahlul haq dan kelompok-kelompoknya.

Di luar itu, kami tidak peduli siapa yang suka atau benci kepada perkataan kami. Tidak peduli siapa yang menerima dan siapa yang kerongkongannya tersumbat. Bila ridha manusia dan kehormatan yang kami cari, dengan tulisan dan perkataan kami, maka kami pasti berlayar dalam perahu Daulah, lalu mereka membawa kami terbang ke angkasa dan mengangkat kami di atas setiap kepala bahkan di atas awan.

Namun, kami tidak menginginkan itu demi membela kebenaran. Kami lebih memilih berlayar ke arah berlawanan dengan mereka meskipun ini sulit dan berat. Kami tidak akan mundur meskipun mereka menghinakan kami. Atau memberondong kepala kami dengan peluru dan mengeluarkan isinya!!

Persoalannya adalah bahwa jamaah Daulah, para pemimpin, dan juru bicaranya setiap hari mendebat kami sehingga kami terpaksa menanggapi mereka. Bila tidak, kami pasti berhenti mengeluarkan pernyataan. Perang ini tidak dideklarasikan untuk melawan jamaah Daulah dengan minimal saya sebagai pihak yang memusuhinya. Bukan itu! Kebenaranlah yang saja dukung dan saya mengeluarkan pernyataan ketika diperlukan. Sebab, mengakhirkan penjelasan saat dibutuhkan itu tidak boleh. Dan merekalah yang memaksa kami setiap saat, sehingga tidak ada jalan bagi kami untuk diam.

Ya Allah, kami memohon petunjuk, bimbingan, ketabahan, dan akhir yang baik. Semoga salam dan shalawat dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad saw beserta keluarga, dan para sahabat seluruhnya.

Abu Muhammad Al-Maqdisi
13 Ramadhan 1435 H

Diterjemahkan: Agus Abdullah/ kiblat.net

Source: http://www.tawhed.ws/r?i=12071401 [diakses pada 13 Juli 2014]

(aliakram/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Video roket Brigade Al-Qassam hancurkan tank Merkava "Israel"

GAZA (Arrahmah.com) – Kemampuan roket dan tempur Brigade Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer kelompok pejuang Hamas, benar-benar mengejutkan penjajah zionis Yahudi. Brigade Al-Qassam tidak sedang menggertak sambal saat merilis video pernyataan operasi "Peperangan daun-daun yang dimakan ulat".

Pada hari Sabtu (12/7/2014) Brigade Al-Qassam menghantam sebuah tank pasukan penjajah zionis Yahudi yang berada dalam pangkalan militer Zekim, sebelah utara Jalur Gaza. Tank jenis Merkava itu dihantam dengan roket jenis Coronet.

"Peperangan daun-daun yang dimakan ulat", Sabtu (12/7/2014), Brigade Al-Qassam menyerang tank zionis jenis Merkava yang bermarkas di balik pintu gerbang barat pangkalan militer Zekim, bersebelahan dengan lapangan training militer zionis, sebelah utara Bait Lahiya," demikian pernyataan resmi Brigade Al-Qassam.

Situs resmi Brigade Al-Qassam telah merilis video pendek yang mendokumentasikan pelaksanaan operasi penembakan roket tersebut. Video dengan jelas memperlihatkan tank itu mengalami ledakan keras dan pijaran api, disusul asap tebal, setelah dihantam oleh roket Brigade Al-Qassam.

Tank Merkava adalah tank tempur utama yang dipergunakan oleh pasukan penjajah zionis Yahudi (IDF). Tank Merkava mulai dikembangkan oleh "Israel" pada 1973 dan mulai dioperasikan oleh militer "Israel" pada 1979. Sampai saat ini "Israel" telah memproduksi dan mempergunakan tank Merkava generasi keempat, Merkava 4.

Tank Tempur Utama (MBT) Merkava 4 berbobot 65 ton, mulai diproduksi secara massal pada tahun 2001 dan mulai dioperasikan oleh militer zionis Yahudi pada bulan Juli 2003. Merkava 4 mampu membawa delapan tentara termasuk awak tank yaitu komandan, loader, penembak dan driver.

Tank generasi terbaru "Israel" ini hari Sabtu kemarin hancur lebur bak "daun-daun yang dimakan ulat". Peralatan tempur yang canggih dan kokoh itu layu tak berdaya di tangan mujahidin yang berjihad di jalan Allah. Allahu akbar wal hamdulillah.

(muhib al majdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger