Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Puluhan warga sipil Suriah gugur dalam sebuah serangan brutal oleh tentara rezim Nushairiyah dan militan "Hizbullah"

Written By Unknown on Sabtu, 30 November 2013 | 17.11

QALAMOUN (Arrahmah.com) – Puluhan warga sipil Suriah dibunuh di kota utara Damaskus oleh militan Syi'ah asal Libanon, "Hizbullah" dan pasukan rezim Nushairiyah, menurut laporan aktivis lokal pada Jum'at (29/11/2013) seperti dilansir Al Arabiya.

Mereka dibunuh dengan brutal ketika pasukan setan "Hizbullah" dan tentara rezim menyerbu Deir Attiyeh di kota Qalamoun yang berlokasi di dekat Damaskus, menurut laporan Sham, jaringan berita aktivis Suriah.

Kota tersebut berada di daerah pegunungan Qalamoun yang menghadap jalan raya dekat perbatasan Libanon.  Deir Attiyeh merupakan rumah bagi sekitar 10.000 penduduk.

Laporan oleh media corong rezim Suriah mengklaim bahwa tentara sedang mengejar "orang-orang bersenjata" di daerah tersebut dalam upaya untuk mengamankan jalan raya dan menguasai Deir Attiyeh.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Tentara Zionis lepaskan tembakan ke arah petani Palestina di Khan Younis

GAZA (Arrahmah.com) – Tentara Zionis "Israel" yang ditempatkan di perbatasan Gaza, melepaskan tembakan ke arah petani Palestina yang bekerja di ladang mereka di Khan Younis, bagian selatan Jalur Gaza.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa petani tersebut hanya bekerja di tanah mereka ketika tentara melepaskan tembakan dengan peluru tajam ke arah mereka.  Khawatir dengan tembakan lanjutan, para petani tersebut berlari meninggalkan lahan mereka.

Mereka menyatakan bahwa tentara sering melakukan invasi menargetkan daerah perbatasan dan berulangkali melepaskan tembakan ke arah pekerja dan petani, lansir IMEMC.

Beberapa hari yang lalu, warga Khan Younis ditembak dna terluka setelah tentara Zionis melepaskan tembakan ke arahnya saat ia bekerja di lahan pertaniannya di dekat perbatasan.

Angkatan Laut "Israel" juga sering menyerang nelayan Palestina dan kapal nelayan yang menyebabkan banyak korban, sementara puluhan lainnya diculik, perahu mereka disita dan beberapa kapal lainnya dirusak.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pembagian injil di kampus Islam, quo vadis UIN Syahid?

JAKARTA (Arrahmah.com) - Sekira dua bulan lalu, seorang mahasiswa aktivis Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komsat UIN Syarif Hidayatullah  menyebarkan buletin Jumat Al Islam di Masjid Al Jamiah (Masjid dalam Kampus UIN), dilarang oleh pihak rektorat dengan alasan yang tak jelas, bahwa UIN tidak ingin ada organisasi luar menyebarkan opini dalam kampus. Padahal jelas-jelas buletin Al Islam merupakan buletin yang menyebarkan ide-ide tentang Islam dan sama sekali tidak bertentangan dengan kampus UIN sebagai Universitas Islam, apalagi penyebaran buletin itu gratis tanpa mengambil dana dari UIN sepeserpun, namun dilarang untuk disebarkan.

Namun saat acara milad Fakultas Ushuludin ke -51, Ahad (25/11/2013), diadakan beberapa agenda acara, salah satunya pameran agama-agama dan dialog antar agama. Pameran tersebut mengundang berbagai agama diantaranya Kristen, Hindu, Konghucu, dan Islam.

"Pada salah satu stand tersebut, tepatnya di stand agama Kristen. Mereka tanpa sungkan membagi – bagi kan paket berupa Al Kitab (Injil), Komik Kristen, Mazmur, dan buku Kristen kepada para mahasiswa yang mengunjungi stand tersebut dengan terlebih dahulu didakwahi agama Kriste. Tak pelak lagi, hal itu merupakan misi 'Kristeisasi' terselubung di balik isu pluralisme dan dialog antar agama. Namun, anehnya pihak kampus, selaku kampus Islam memfasilitasi hal tersebut," rilis Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komsat UIN Syarif Hidayatullah, diterima redaksi arrahmah.com, Jumat (29/11/2013) malam. 

Quo vadis UIN? Mau ke mana UIN, bila realitasnya seperti itu. Pada rilis berjudul "Anomali kampus Islam : Injil dibiarkan, Al Islam dicegat? Surat terbuka untuk kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ,"  menyebut ironi kenyataan di kampus Islam di Ciputat ini.

"Penyebaran ide-ide Islam melalui buletin Al Islam dilarang namun disisi lain membolehkan pemeluk agama lain membuka stand dan menyebarkan agama mereka di kampus Islam ini. Melihat hal ini, kami merasa sangat iba dengan kondisi kampus kami yang tercinta ini. Muncullah pertanyaan, apa yang salah dengan isi buletin Al Islam? Kalaulah ide dalam Al Islam dianggap radikal, kenapa ide-ide lain, semisal ide sosialisme, liberalisme, pluralisme, komunisme, bahkan Kristen menyebar dengan leluasa di kampus kita?"

Itulah sebagian fakta yang terjadi di kampus UIN Jakarta,  sebuah kampus Islam negeri yang seringkali dibangga-banggakan oleh banyak orang. Karena itu, Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komsat UIN Syarif Hidayatullah selaku bagin dari civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah merasa terpanggil untuk mengingatkan pihak rektorat agar  senantiasa adil dan memandang segalanya dari pandangan hidup Islam sehingga tak mudah terpengaruh iming-iming pihak diluar Islam untuk mengintervensi kampus UIN dengan paha-paham diluar Islam.

Gerakan Mahasiswa Pembebasan Komsat UIN Syarif Hidayatullah, di dalamnya ada nama-nama MW Abdurahman, Hanif Ansharullah, Febri, dan Firman M meminta para pejabat kanpus memperhatikan moto "Knowledge , Piety, Integrity" (Pengetahuan, Keshalehan, dan Integritas) yang selalu tertera di logo UIN ataupun "Integrasi Ilmu" dengan seharusnya menamkan akidah, pengetahuan dan integritas dalam benak mahasiswa UIN.

Dengan itu, seharusnya kampus UIN menjadi benteng penjaga akidah umat bukan malah merusaknya, menjadi referensi pemikiran – pemikiran Islam yang berlandaskan Al Quran dan Sunnah, juga mampu menjawab paham asing yang bertentangan dengan Islam. 

Sudahkah itu dilakukan? atau justru sebaliknya? (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Foto kegigihan Jabhah Nushrah dalam pertempuran menghadang pasukan Nushairiyah di front-front Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Manarah Al-Baidah', sayap media Mujahidin Jabhah Nushrah yang merupakan sayap Tanzhim Al-Qaeda Wilayah Suriah, baru-baru ini merilis foto-foto kegigihan para ksatria Jabhah Nushrah dalam pertempuran mempertahankan Aleppo dari gempuran pasukan Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syi'ah bayarannya.

Mujahidin Jabhah Nushrah terjun dalam pertempuran sengit dengan mengerahkan beberapa buah tank, meriam kaliber 23 mm, meriam kaliber 57 mm, mortar kaliber 120 mm, granat launcher, dan sejumlah senjata mesin berat lainnya.

Seperti sebelumnya diberitakan, pasukan rezim Nushairiyah Suriah, milisi Syi'ah Hizbul Lata Lebanon, milisi Syi'ah Abul Fadhl Abbas Irak dan milisi Syi'ah Jaisy Al-Mahdi Irak melakukan serangan besar-besaran ke Aleppo melalui beberapa arah; Naqarin, Brigade 80, Bukit Hasil, Bukit Aran, Duwairinah dan desa Tayarah. Mujahidin Jabhah An-Nushrah, Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah dan kesatuan-kesatuan Mujahidin lainnya menghadang serbuan besar di banyak front tersebut dengan sabar, gigih dan gagah berani. Atas karunia Allah semata, Mujahidin berhasil memukul mundur pasukan musuh dan menewaskan lebih dari 150 tentara dan milisi Syiah dalam pertempuran sengit sejak hari Kamis (7/11/2013) sampai Kamis (14/11).

Allahu Akbar !

(siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

100 ribu warga Muslim terancam kematian akibat blokade di Damaskus

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Kota Hajar Aswad, yang berada di bagian selatan dari jantung provinsi Damaskus dan berpenduduk 100 ribu jiwa, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan akibat pengepungan ketat oleh pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syi'ah bayarannya yang telah berlangsung selama 10 bulan, menurut laporan yang ditulis oleh sejumlah aktivis kemanusiaan Suriah, sebagaimana dilansir Islammemo.

Jum'at (29/11/2013), para aktivis kemanusiaan Suriah melaporkan bahwa selama penyerangan dan pengepungan terhadap kota Hajar Aswad, rezim Nushairiyah Suriah telah membom 26 sekolah, tiga masjid, dua rumah sakit, tiga pabrik roti utama, dan stasiun listrik utama.

Bombardir ganas dan pengepungan ketat tersebut menjadikan kota Hajar Aswad tidak menerima pasokan listrik sejak Maret 2012 lalu.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pasukan rezim Nushairiyah Suriah telah menghancurkan mayoritas fasilitas umum di kota Hajar Aswad. Hal itu membuat 100 ribu penduduk kota mengalami kondisi yang sangat mengenaskan akibat tidak bisa mengungsi keluar kota. Mereka terancam kematian akibat kelaparan, penyakit dan bombardir biadab mesin perang rezim Nushairiyah Suriah. (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Hebat, Nigeria memiliki Polisi Syari'ah

Written By Unknown on Jumat, 29 November 2013 | 17.11

KANO (Arrahmah.com) – Menumpas para pemabuk, pecandu ataupun mereka yang berpakaian tidak pantas, polisi syari'ah Nigeria telah menerima pujian dari masyarakat Nigeria, mereka mendukung peran polisi dalam rangka menjaga moral di negara mereka.

"Pemuda kami memakai celana ketat dan mereka menariknya turun dari pinggang mereka," seorang warga Nigeria di pasar Kano mengatakan kepada Agence France Presse (AFP), Kamis (28/11/2013).

"Mereka juga memiliki jenis potongan rambut seperti pesepakbola Mario Balotelli. Ada begitu banyak dari mereka."

Setiap malam, para Hisbah (polisi syari'ah) nampak dengan  sinar obor di tangan mereka, mendekat ke becak bermotor, sarana utama transportasi di kota, untuk menentukan apakah pria dan wanita muda tersebut menggunakan becak bermotor itu untuk bermesraan.

Patroli, yang terdiri dari enam orang berseragam hijau, biasanya terlihat di kota terbesar Nigeria utara, mencari para pemabuk dan pecandu narkoba.

"Setelah kami menerima laporan intelijen atau dari informan rahasia bahwa ada tindakan tidak bermoral yang dilakukan di tempat tertentu , kita memobilisasi orang-orang kami ke daerah tersebut dan menghentikan perbuatan tersebut dan menangkap para pelaku, untuk konseling atau penuntutan," Adamu Haruna Bayero, yang mengepalai patroli, kepada AFP.

Dalam beberapa pekan terakhir, Polisi Hisbah telah meluncurkan penumpasan, pembersihan dan melakukan penangkapan berdasarkan instruksi pemerintah untuk membersihkan tempat-tempat praktek amoral tersebut.

Pada upacara khusus pada hari Rabu, polisi secara terbuka menghancurkan 240.000 botol bir. Minuman keras tersebut disita dari truk yang datang ke kota dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Hisbah Aminu Kano Daurawa mengatakan bahwa "upacara penghancuran botol-botol bir" tersebut diharapkan akan mengakhiri konsumsi zat terlarang tersebut".

Hari itu juga diadakan penumpahan lebih dari 8.000 liter minuman beralkohol buatan lokal bernama "burukutu" dan penghancuran 320.000 rokok lainnya.

"Kami berharap langkah ini akan membantu memulihkan citra dari Kano," kata Daurawa.

Di negara di mana agama kadang menjadi subjek pertentangan sosial, polisi Hisbah berupaya untuk memperlakukan Muslim dan non-Muslim atas dasar kesetaraan.

"Mereka yang ditangkap termasuk Muslim dan non-Muslim dan kami memperlakukan mereka secara adil dan setara,  karena ini adalah menyangkut masalah moralitas," kata juru bicara Mohammed Yusuf Hisbah Yola.

Wakil komandan kelompok ini, Nabhany Usman, mengatakan mereka yang ditangkap untuk pelanggaran pertama dan kedua biasanya diberi nasehat. Apabila mereka mengulangi pelanggaran tersebut, maka mereka akan dibawa ke pengadilan, dan bisa dikenakan denda atau bahkan penjara.

Islam mengambil sikap tegas tanpa kompromi dalam melarang minuman keras. Islam melarang minuman keras, menimumnya ataupun menjualnya.

Aturan umum dalam Islam adalah bahwa setiap minuman yang membuat orang mabuk adalah haram, baik dalam jumlah kecil maupun besar, apakah itu alkohol, obat-obatan, minum berfermentasi atau sesuatu yang lain.

Kepolisian syari'ah Nigeria yang berjumlah sekitar  9.000- memiliki tugas  sebagaimana polisi sipil, tetapi mereka memiliki tugas lain, termasuk tugas pengembangan masyarakat dan penyelesaian sengketa. (ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Jahiliyah, empat tahun menyembah kuburan kosong

PASER KALTIM (Arrahmah.com) - Model jahiliyah tempo dulu masih marak di negeri ini, manusia menyembah kuburan, dengan alasan ziarah kubur.  Hari ini jahiliyah itu sangat parah, karena kuburan yang disembah ternyata kosong. Ini bukan berita baru, kejadiannya dua bulan lalu di Kalimantan Timur.

Belasan warga Batu Kajang Kecamatan Batu Sopang, Paser, Kaltim akhir Agustus lalu, membongkar makam yang selama ini dianggap keramat. Selama empat tahun, beberapa orang bodoh yang percaya makam itu keramat ternyata hanya menziarahi liang kuburan kosong.

Makam yang tidak jelas asal-muasalnya itu selama empat tahun terakhir atau sejak Agustus 2009 lalu dianggap keramat oleh sekelompok orang. Sejak itu, cepat saja keberadaan makam jadi buah bibir. Bahkan sempat menimbulkan pro-kontra di masyarakat Batu Kajang.

Selama empat tahun sejak pertama kali ditemukan, rasa gerah dan kegelisahan warga semakin menjadi-jadi. Ini dikarenakan intensitas peziarah yang datang baik, dari dalam maupun luar Batu Kajang, semakin meningkat. Ditambah lagi dengan sejumlah ritual keagamaan. Seperti haul rutin yang selalu digelar dengan menghadirkan sejumlah orang sembari mensosialisasikan akan keberadaan makam.

"Yang membuat tokoh agama semakin gerah, yakni adanya cerita-cerita yang dikarang dengan menghubung-hubungkan kalau yang dimakamkan itu masih ada hubungan langsung dengan kerabat Rasulullah dengan mencatut salah satu nasab keturunan beliau," ungkap salah seorang tokoh masyarakat Batu Kajang, rilis Kaltimpos.co.id, Senin (2 /9/ 2013). 

Dari  informasi dan beberapa kejadian, serta ritual–ritual yang dilakukan sekelompok orang yang meyakini akan kebenaran makam, Ustaz  Muhammad Sayuti, salah seorang ulama, bersama tokoh agama dan pemuka masyarakat Batu Sopang, melakukan pemantauan sejak awal penemuan makam. Hingga empat tahun sudah makam dikeramatkan dan ramai pengunjungnya. 

Tiba malam haul tahun keempat kembali dilaksanakan di salah satu rumah warga, Senin (19/8/2013) . Ustaz Sayuti telah mengingatkan kepada mereka agar acara tersebut tidak digelar apalagi dibesar-besarkan. Sebab, sampai saat ini tidak terdapat satu informasi dan rujukan apapun yang dapat dipegang tentang kebenaran makam keramat tersebut.

Namun kegiatan tersebut tetap berlangsung, Ustaz Sayuti meminta kepada sejumlah warga di sekitar lokasi kegiatan haul  untuk menggiring Abdul Kadir, yang mengeramatkan makam itu beserta pengikutnya,  bertemu di Mushala Ibadurrahman, kompleks perumahan PT Kideco Jaya Agung, Batu Kajang.     

Malam itu sekira pukul 22.00 Wita,  sejumlah warga datang membawa Abdul Kadir.   Setelah dihadapkan kepada Ustaz Sayuti didampingi sejumlah  habib,  guru agama dan jamaah  pengajian rutin musala ini, Abdul Kadir diminta untuk menjelaskan asal-usul penemuan makam.

Setelah  dilakukan dialog dan tanya jawab secara mendalam, Abdul Kadir tidak dapat memberikan informasi dengan dasar dan rujukan yang kuat. Apa yang disampaikannya lebih banyak didasarkan mimpi dan halusinasi.  Akhirnya ditarik kesimpulan pada pertemuan hingga pukul 01.00 Wita dini hari itu, makam  akan dibongkar.  

"Pembongkaran harus dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk memastikan apakah makam tersebut benar-benar makam dan patutkah juga untuk dikeramatkan," kata Sayuti. Setelah dilakukan pembongkaran dan penggalian makam  selama lebih kurang dua jam, makam sepanjang 4,2 meter dengan lebar 1,2 meter dan  dalam  2,3 meter itu tak layak dikeramatkan, karena isinya kosong.

Abdul Kadir, penemu makam pun akhirnya meminta maaf kepada semua masyarakat Batu Kajang. Makam yang selama ini disebut-sebut sebagai keramat  ternyata bukan makam siapa-siapa dan tidak patut untuk dikeramatkan.

Fenomena gunung es

Perilaku masyarakat dalam memperlakukan kuburan dengan berziarah untuk meminta kepada kuburan, atau meminta kepada Allah Ta'ala dengan perantara kuburan adalah perbuatan yang menyimpang dari aqidah Islam, alias syirik. Fenomena seperti banyak sekali di masyarakat. Bagaikan gunung es yang muncul di permukaan sebagai konsumsi publik  pucuknya saja. Sementara bagian tengah, bawah, hingga dasar banyak sekali.

Pada masyarakat urban berpendidikan sudah diperkenalkan syirik demokrasi, lewat buku dan ceramah para ustadz, bagus dan hebat. Faktanya syirik kuburan masih banyak di negeri ini. Dibutuhkan banyak mujahid dakwah yang menjelaskan syiriknya perbuatan tersebut di pelosok nusantara. Dakwah tauhid dan jihad harus disampaikan pada manusia-manusia yang mengaku Muslim tersebut. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pasukan penjajah "Israel" mengawal 100 pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa

AL-QUDS (Arrahmah.com) – Yayasan Al-Aqsa untuk Wakaf dan Warisan Keagamaan mengumumkan pada Kamis (28/11/2013) bahwa pasukan penjajah "Israel" mengawal sedikitnya 100 pemukim Yahudi yang menyerbu Masjid Al-Aqsa, lansir MMEM.

Sementara pada saat yang sama, pasukan zionis itu malah menghalangi puluhan pelajar dan ulama senior Palestina yang ingin memasuki masjid Umat Islam tersebut.

Pasukan penjajah memaksa mereka untuk menunggu di luar gerbang masjid dan juga memberlakukan prosedur yang ketat bagi warga Palestina yang ingin memasuki masjid, bahkan menyita kartu identitas mereka yang telah diizinkan masuk.

Sementara itu, puluhan pelajar dan ulama senior Palestina yang diizinkan untuk memasuki Masjid Al-Aqsa segera menyebar ke seluruh halaman masjid untuk berusaha melindungi masjid suci Umat Islam ini dari para pemukim Yahudi. Mereka dilaporkan menggunakan speaker masjid untuk memprotes gangguan "Israel".

Dalam perkembangan terkait, pasukan zionis "Israel" juga menahan Abdullah Abu Bakar, seorang ulama senior, dan membawanya ke pusat kepolisian Qishleh untuk diinterogasi.

Selain itu dilaporkan pula ada sedikitnya tujuh anggota intelijen "Israel" yang berada di antara para penyusup yang ikut masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa. (banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Rilisan resmi Jabhah Nushrah terkait kontrol ladang minyak terbesar Suriah oleh Mujahidin

DEIR EZZUR (Arrahmah.com) – Mujahidin Jabhah Nushrah dan beberapa kelompok Mujahidin lainnya berhasil menguasai ladang minyak Al-Umar, yang merupakan ladang minyak terbesar Suriah, di pinggiran Deir Ezzur pada Sabtu dini hari (23/11/2013).

Dalam pertempuran tersebut, Mujahidin juga menawan sejumlah tentara Nushairiyah, merebut tujuh buah tank dan kendaraan militer serta sejumlah senjata lainnya. Berikut rilisan resmi Mujahidin Jabhah Nushrah terkait pencapaian besar tersebut:

****

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

logo-JN3

Penjelasan no. 437

Membebaskan ladang minyak bumi Al-Umar [ladang minyak bumi terbesar di Suriah] di pinggiran Deir Ezzur

Segala puji bagi Allah Yang Maha Merajai lagi Maha Tinggi, Yang telah memerintahkan kita untuk memutuskan perkara di antara manusia dengan keadilan dan mensyariatkan kepada kita untuk melawan penyerangan dengan balasan setimpal. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada orang yang senantiasa tersenyum lagi ahli berperang, nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam, juga atas seluruh keluarga dan sahabatnya. Amma ba'du.

Pada hari Sabtu dini hari, 20 Muharram 1435 H/23 November 2013 M Allah Ta'ala memberi kemampuan kepada para ksatria Jabhah Nushrah [semoga Allah memenangkannya] dan beberapa brigade Islam lainnya untuk membebaskan ladang minyak bumi Al-Umar di pinggiran Deir Ezzur, yang merupakan ladang minyak bumi terbesar di Suriah, yang meliputi gudang-gudang peralatan dan bahan-bahan minyak seperti gaz, bensin dan lain-lain.

Mujahidin menawan sebagian pasukan rezim Nushairiyah Suriah di wilayah tersebut, sementara sebagian pasukan Nushairiyah lainnya melarikan diri tercerai-berai ke wilayah pedalaman. Mujahidin juga merebut 7 buah tank dan amunisinya, senjata mesin berat caliber 12,5 mm, dan sejumlah kendaraan militer. Segala puji bagi Allah semata.

Dengan kemenangan ini maka mujahidin telah membersihkan sepenuhnya titik terakhir pertahanan pasukan Nushairiyah Suriah di pinggiran Deir Ezzur. Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

Mujahidin di depan pintu gerbang ladang minyak Al-Umar setelah dibebaskan oleh mujahidin, pinggiran Deir Ezzur

Mujahidin di depan pintu gerbang ladang minyak Al-Umar setelah dibebaskan oleh mujahidin, pinggiran Deir Ezzur

Truk pengangkut pasukan dan salah satu tank yang direbut oleh mujahidin – ladang minyak Al-Umar, pinggiran Deir Ezzur

Truk pengangkut pasukan dan salah satu tank yang direbut oleh mujahidin – ladang minyak Al-Umar, pinggiran Deir Ezzur

Sebagian tank yang direbut oleh mujahidin – ladang minyak Al-Umar, pinggiran Deir Ezzur

Sebagian tank yang direbut oleh mujahidin – ladang minyak Al-Umar, pinggiran Deir Ezzur

Sebagian tank yang direbut oleh mujahidin – ladang minyak Al-Umar, pinggiran Deir Ezzur

Sebagian tank yang direbut oleh mujahidin – ladang minyak Al-Umar, pinggiran Deir Ezzur

"Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya." (Terjemahan QS. Yusuf [12]: 21)

Jabhah Nushrah Yayasan Media Al-Manarah al-Baidha'

Jangan melupakan kami dalam doa Anda

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam

Senin, 22 Muharram 1435 H/25 November 2013 M

(siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Di Jakarta, seorang Ustadz ditusuk preman hingga meninggal

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ustadz Endang Maulana (45 tahun) meninggal dunia ditusuk oleh Albert (52), usai  menasehati Albert yang kerap mabok di Kebon Kelapa Gambir Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2013). 

Ustadz Endang dikenal taat beribadah oleh para tetangganya. Dia kerap menasehati Albert karena kebiasaan maksiyatnya dan bikin onar di kampung .

Sekira pukul 02.00 WIB Albert yang sedang mabuk mengajak Endang berduel dan dia langsung menusukkan pisau ke perut Endang. Endang tidak siap dan tak bisa menangkis serangan tiba-tiba tersebut, terluka.

Kemudian Ustadz muda ini dilarikan ke RS Husada untuk mendapatkan pertolongan. Namun nyawanya tak tertolong. Taqdir Allah pria beranak dua ini menghembuskan nafas terakhir pukul 04.00 WIB. Inna lillahi wa inna ilaihi roji'un.  

Sebagian warga yang menyaksikan peristiwa tersebut marah dan mengeroyok Albert hingga babak belur.

"Karena Endang kan dikenal baik dan alim, sementara Albert kan dikenal pemabok dan rese kalau lagi mabok," kata salah seorang warga Jumher, lansir detiknews.com, Kamis, (28/11/2013).

Tanggapan Habib Rizieq

Reaksi keras dan kemarahan umat Islam atas peristiwa itu bermunculan, tak terkecuali  Ulama Jakarta, Habib Muhammad Rizieq Syihab mengecam keras tindakan premanisme terhadap seorang Ustadz di Kebon Kelapa tersebut.

"Preman di negeri kita makin merajalela, bahkan makin biadab. Mereka bukan saja tidak mau terima da'wah, apalagi hisbah, bahkan sudah mulai nekat menganiaya dan membunuh Ustadz," komentarnya lewat sms kepada arrahmah.com Jumat pagi.

"Kini, saatnya umat Islam bangkit, bersihkan kampung kita dari preman biadab. Ada saatnya kita harus da'wah dengan lembut, dan ada saatnya kita mesti hisbah (powerful red) dengan tegas, bahkan ada saatnya kita wajib jihad dengan keras," tambah imam besar Front Pembela Islam ini.

Habib Rizieq mengingatkan bahwa Islam memang agama lembut dan damai, tapi bukan berarti pasrah terhadap kezaliman dan kemunkaran.  (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger