Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Dua bom meledak di dekat kedubes Iran di Beirut, 23 tewas

Written By Unknown on Rabu, 20 November 2013 | 17.11

BEIRUT (Arrahmah.com) - Dua ledakan besar di dekat kedubes Iran telah mengguncang kota Beirut, Lebanon, pada Selasa (19/11/2013).

Al Arabiya melaporkan bahwa jarak antara ledakan pertama dan kedua hanya dua menit.

Sebanyak 23 orang tewas, termasuk atase kebudayaan Iran, dan 146 lainnya luka-luka, menurut kementerian kesehatan Lebanon. Kematian atase kebudayaan Iran telah dikonfirmasi oleh kedubes Iran.

Ledakan tersebut diduga diakibatkan oleh bom mobil. Seorang sumber keamanan setempat berbicara kepada Reuters terkait bantahan laporan yang mengatakan bahwa ledakan itu disebabkan oleh serangan roket.

Aparat keamanan telah dikerahkan ke tempat kejadian di mana ada enam gedung yang benar-benar rusak, lapor Al Arabiya.

Sementara itu, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Perbedaan bahasa tidak menjadi hambatan jihad Mujahidin di Suriah

(Arrahmah.com) – Banyaknya para Muhajirin (orang-orang yang berhijrah) dari negara-negara barat ke Suriah untuk berjihad, menjadi hal unik tersendiri dalam jihad di Suriah.

Perbedaan bahasa mungkin terlihat menjadi kendala besar bagi Mujahidin di medan tempur Suriah yang penduduknya berbahasa Arab, namun nyatanya tidak.

VICE News, mempublikasikan video eksklusif pada November 2013 yang merekam liputannya saat mewawancarai beberapa Mujahidin Suriah yang tergabung dalam barisan Jabhah An-Nushrah dan Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS), yang di antaranya adalah para pemuda berkebangsaan Eropa.

Salah seorang pemuda asal Inggris misalnya, pemuda berusia 26 tahun ini amat terlihat logat Inggris-nya sehingga mudah dikenali bahwa ia bukan orang Arab.

"Dari mana asalmu?" tanya wartawan VICE News dengan bahasa Inggris.

"Saya dari Inggris Raya," jawab pemuda itu.

"Berapa umurmu?" tanya lagi wartawan. "Saya 26 tahun," jawab Mujahid muda itu.

"Mengapa anda di sini?" tanya wartawan. "Saya di sini untuk membantu kaum Muslimin di Suriah untuk berjihad dan mengangkat bendera Laa Ilaha Illallah," tegasnya.

Selain itu, VICE News juga bertemu dengan seorang pemuda Muslim Perancis yang tidak mengerti bahasa Arab.

Saat wartawan bertanya dalam bahasa Arab untuk memperkenalkan dirinya, ia tidak bisa menjawab dalam bahasa Arab tetapi bisa berbahasa Inggris.

Yang menarik adalah, mereka (Mujahidin) memiliki penerjemah beberapa bahasa asing (non-Arab) untuk berkomunikasi dengan para Mujahidin yang berasal dari negeri barat sehingga perbedaan bangsa dan bahasa tidak menjadi hambatan dalam jihad di Suriah, namun saat operasi militer berlangsung hanya satu bahasa yang digunakan oleh komandan mereka.

"Kami memiliki seseorang yang bisa berbahasa Perancis, seorang penerjemah," kata seorang Mujahid dengan bahasa Arab, ketika ditanya bagaimana ia dapat memahami bahasa pemuda Perancis itu.

"Kami juga memiliki penerjemah bahasa Rusia dan juga penerjemah bahasa Inggris, kami memiliki penerjemah bahasa Belanda," tambahnya.

Saat ditanya bagaimana berkomunikasi di front pertempuran. Mujahid itu menjawab, "Amir harus berbicara dalam bahasa yang sama di unitnya." 

(siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Tidak ada hari libur untuk hari raya Idul Fitri dan Idul Adha bagi siswa Muslim Maryland

Written By Unknown on Selasa, 19 November 2013 | 17.11

MONTGOMERY (Arrahmah.com) – Siswa Muslim di negara bagian AS Montgomery County telah kehilangan impian mereka merayakan hari raya mereka dengan bebas, setelah negara tersebut mengadopsi kalender untuk tahun ajaran berikutnya yang tidak memasukkan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai hari libur.

"Apa yang harus kami katakan kepada orang tua Muslim yang harus menjelaskan kepada anak-anak mereka mengenai bagaimana keputusan ini dibuat," tanyaMichael Durso, anggota Dewan Montgomery County kepada Washington Post seperti dilansir onislam.net pada Senin (18/11/2013).

Masalah libur bagi ummat Islam telah diperdebatkan selama berbulan-bulan di dewan pendidikan Montgomery.  Daerah di mana ummat Kristiani dan Yahudi merasakan hari libur di hari raya mereka, namun tidak dengan Muslim.

Amal Muhtaseb, seorang ibu dari tiga anak mengatakan bahwa ia ingin anak-anaknya diperlakukan dengan cara yang sama dengan rekan sekelas mereka yang beragama Kristen dan Yahudi.

Khaled Abutahab, orang tua dari salah seorang siswa Muslim mengatakan anaknya yang berusia tujuh tahun tidak hadir di kelas saat hari raya Idul Adha yang lalu, namun keesokan harinya ia mengeluh karena ia harus mengerjakan pekerjaan rumah dua kali lipat dari biasanya karena tidak hadir di dalam kelas selama perayaaan Idul Adha.

Para pejabat setempat memberikan alasan yang tidak jelas untuk keputusan mereka.   Mereka tidak menjadikan hari raya ummat Islam sebagai hari libur dengan alasan bahwa tingkat ketidakhadiran saat itu tidak terlalu tinggi.

Mengutip angka ketidakhadiran di sekolah-sekolah di Montgomery, hanya 5,6 persen siswa dan 5 persen guru yang tidak hadir saat perayaan Idul Adha yang lalu.

Amerika serikat merupakan rumah bagi Muslim yang berjumlah antara enam hingga delapan juta.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Mujahidin IIA membantah menanam ranjau yang menewaskan 7 anak di Paktia

AFGHANISTAN (Arrahmah.com)Tujuh anak Afghan dilaporkan meninggal dunia dan 2 lainnya luka-luka akibat ledakan sebuah bom di provinsi Paktia, otoritas rezim boneka menyalahkan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) atas insiden tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis Shahamat, Mujahidin IIA dengan tegas membantah tuduhan bahwa ranjau darat yang menewaskan ketujuh anak tersebut adalah Mujahidin dan menjelaskan bahwa faktanya ranjau itu ditanam oleh polisi lokal Afghan atau milisi Arbaki.

"Amat menyedihkan, 7 anak syahid dengan dua lainnya luka-luka pada Senin (18/11/2013) pagi akibat peledak yang ditanam oleh milisi Arbaki di pos yang mereka tinggalkan di provinsi Paktia," kata pernyataan resmi itu.

Menurut pemaparan Mujahidin, anak-anak yang masih lugu itu mendekati pos tersebut dan masuk ke dalamnya untuk mengambil beberapa logam dan peralatan lainnya yang ditinggalkan milisi Arbaki, namun bom yang ditanam itu kemudian meledak dan mengenai mereka hingga 7 anak tewas di tempat dan 2 lainnya menderita luka parah.

Seperti biasa, pihak musuh menyalahkan Mujahidin IIA atas tragedi tersebut dengan menyebarkan informasi palsu di media-media tanpa menjelaskan perkara yang sebenarnya agar publik menyalahkan Mujahidin dan membenci jihad. Sementara itu, fakta yang dipaparkan Mujahidin yang berdasarkan warga lokal adalah bahwa bom tersebut ditanam oleh milisi Arbaki sebelum pos itu ditinggalkan oleh mereka.

"Dua hari sebelumnya, para milisi boneka yang secara lokal dikenal sebagai Arbaki itu mengosongkan salah satu pos mereka di distrik Khair Kot di provinsi tersebut. Pos tersebut telah ditanam oleh Arbaki dengan peledak yang berbahaya dan mematikan yang pagi ini anak-anak tersebut menjadi korban."

Mujahidin IIA mengucapkan bela sungkawa atas para korban dan keluarga mereka dan mengecam keras tindakan pengecut musuh dan propaganda musuh terhadap jihad dan Mujahidin.

"Kami sama-sama berduka atas tragedi yang menyakitkan ini dan sama-sama merasakan kesedihan dan kesulitan keluarga [korban], di sisi lain mengecamkeras tindakan pengecut musuh dan propaganda terhadap jihad." (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Relawan kemanusiaan RZ sambangi Filipina

MANILA (Arrahmah.com) - Sebagai aksi solidaritas terhadap korban bencana topan Haiyan yang menerjang Filipina pada Kamis-Jumat (7-8/11/2013) dua pekan lalu, relawan RZ tiba di Filipina pada Jumat(15/11). Topan yang menelan korban sedikitnya 15 ribu jiwa ini juga meruntuhkan infrasuruktur negara. "Listrik di Ormoc mati dan obat-obatan terbatas. Bank tidak beroperasi, toko-toko tutup sehingga harga barang melambung tinggi," ujar Herlan, koordinator relawan RZ yang akan berada di Filipina selama sepekan, Senin (18/11/2013).

Perjalanan relawan RZ dimulai dengan kordinasi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila. "Kami lapor diri ke KBRI dan bertemu dengan Ibu Paris, salah satu diplomat atase pendidikan di KBRI," kata Herlan. Relawan yang diutus RZ ke Filipina terdiri dari dua dokter, seorang medical rescuer, dan seorang koordinator.

Badai dengan kecepatan 235 km / jam (145 mph) ini menelan lebih dari 3.600 orang meninggal dunia, sedikitnya 12.400 orang luka-luka, dan tak kurang dari 1.100 orang belum ditemukan.

Relawan medis RZ mengadakan aksi kesehatan di Linua City. melakukan pelayanan kesehatan kepada para korban di Mushola Tambulele dan membuka posko dapur umum di Masjid Raya Ormoc,  Ahad (17/11/2013).

"Para dokter melaksanakan pelayanan kesehatan dengan mengoptimalkan obat-obatan yang ada," ungkap Herlan, dirilis RZ.

Pelabuhan Ormoc menjadi pusat belanja kebutuhan makanan. Pelabuhan ini juga menjadi pusat pertemuan antara keluarga yang anggota keluarganya terkena bencana dan para pengungsi. "Hampir semua bantuan tertuju ke Tacloban, Ormoc terlupakan," ujar Herlan. Sebagai penanganan kebutuhan utama, RZ menyediakan genset, bahan pangan dan obat-obatan. "Perjalanan memakan waktu 5 – 6 jam. Kami ditemani Brother Ibrahim, seorang muallaf dari Ormoc," kata Herlan. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Gerombolan ekstremis Rakhine menghancurkan sebuah masjid di Kyauk Phyu Arakan

ARAKAN (Arrahmah.com)Inna lillahi, gerombolan ekstremis Buddhist Rakhine kembali menyerang masjid di negara bagian Arakan, Myanmar (Burma). Serangan tersebut terjadi pada Senin (18/11/2013) pukul sekitar 20:00 waktu lokal, sebagaimana dilansir Rohingya Bloggger News (RB News), media lokal yang fokus menyoroti terkait Muslim Myanmar khususnya etnis Rohingya.

RB News melaporkan bahwa gerombolan orang-orang Rakhine menghancurkan sebuah masjid yang terletak di jalan Strand, kota Kyauk Phyu, Arakan. Para ekstremis itu mengatakan bahwa alasan mereka menyerang masjid tersebut adalah karena mereka merasa tidak nyaman atas kunjungan delegasi Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang dipimpin oleh sekjennya, Prof. Emekleddin Ihsanoglu. 

Gerombolan penyerang itu diperkirakan berjumlah 600 orang, mereka berasal dari daerah-daerah pedusunan yang datang beberapa hari sebelumnya untuk memprotes kedatangan OKI di Kyauk Phyu.

Berdasarkan kesaksian warga Buddhis setempat kepada RB News, menara masjid tersebut benar-benar hancur sejak awal penyerangan dan 75% bangunan masjid hancur pada pukul 22.45 waktu setempat. Selain itu, sebuah sekolah islam (madrasah) yang berada di depan masjid tersebut juga dihancurkan.

Tak puas menghancurkan dalam masjid, mereka juga menghancurkan dinding-dinding di luar masjid.

Aparat keamanan yang ada di tempat saat serangan terjadi, yang seharusnya bertugas mengamankan, tetapi tidak berusaha menghentikan tindakan anarkis tersebut dan membiarkan mereka menghancurkan masjid.

Pada Oktober tahun lalu, Umat Muslim di Kyauk Phyu terpaksa meninggalkan kota karena rumah mereka hancur akibat serangan para teroris Rakhine. Mereka semua terpaksa tinggal di kamp-kamp pengungsian, dan masjid itu adalah salah satu di antara tujuh masjid yang masih dalam keadaan baik ketika itu. (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Sekjen OKI menangis saat melihat keadaan Muslim Rohingya di kamp pengungsian Arakan

SITTWE (Arrahmah.com) – Karena kondisinya sangat memilukan, sektretaris jenderal Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Prof. Emekleddin Ihsanoglu, tak kuasa menahan tangis saat mengunjungi Muslim Rohingya di kamp-kamp pengungsian di Sittwe, Arakan, Myanmar.

"Saya tidak pernah merasakan perasaan seperti itu," ujar Ihsanoglu pada Sabtu (16/11/2013) saat melakukan kunjungan tiga hari ke Myanmar bersama para delegasi OKI lainnya untuk melihat situasi Muslim Rohingya di Arakan dan juga melakukan pembicaraan dengan presiden dan para pejabat kementerian Myanmar, Associated Press melaporkan.

Saat berjumpa dengan Muslim Rohingya di kamp pengungsian, yang tenda-tendanya tak layak, di Sittwe, Ihsanoglu menangis sebab keadaan para pengungsi Muslim itu amat menyedihkan. 

"Saya menangis," kata Ihsanoglu.

Muslim Rohingya di Arakan dikatakan sebagai salah satu masyarakat paling menderita di dunia. Selain tidak diakui sebagai warga negara resmi oleh pemerintah Myanmar, mereka juga menjadi korban serangan mematikan -pembunuhan, pembakaran, dan pemerkosaan oleh gerombolan ekstrem Buddhis. Tak hanya itu, mereka yang selamat dan mengungsi di kamp-kamp pengungsian pun harus hidup tak layak, sementara sebagian dari mereka yang berusaha mengungsi ke negeri-negeri tetangga tak sedikit yang menghadapi penolakan dan pengabaian. (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Polisi menembak mati di tempat pengunjuk rasa Muslim Uighur

Written By Unknown on Senin, 18 November 2013 | 17.11

XINJIANG (Arrahmah.com) – Menanggapi  protes yang dilakukan oleh Muslim Uighur Muslim sebelum kantor polisi Xinjiang, pasukan keamanan telah menembak mati sedikitnya sembilan demonstran Muslim Uighur yang kemudian memicu kecaman dari kelompok hak asasi manusia.

"Saya menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil langkah-langkah darurat untuk menghentikan tindakan pemerintah China yang langsung melepaskan tembakan untuk menekan para pengunjuk rasa Uighur," kata Dilxat Raxit, juru bicara Kongres Uighur Dunia, kepada Agence France Presse (AFP), Ahad (17/11/2013).

Kekerasan terjadi pada Sabtu malam di Kota Serikbuya, dekat kota bersejarah Silk Road Kashgar. Raxit mengatakan bentrokan meletus setelah seorang pemuda Uighur tewas tertembak.

Delapan demonstran lainnya meninggal  ketika aparat keamanan Cina menembaki pengunjuk rasa Uighur, kelompok etnis terbesar di wilayah barat.

"Sembilan massa ditembak mati di tempat," tambah laporan itu, yang merupakan warga Uighur.

"Reformasi peradilan China memerintahkan kepada staf bersenjata lokal untuk menggunakan kekerasan yang berlebihan untuk menindas demonstran Uighur," Raxit dikutip Reuter.

Pemerintah menuduh Muslim Uighur merencanakan serangan.

Xinjiang, yang aktivis menyebutnya Turkistan Timur, telah otonom sejak tahun 1955, namun terus menjadi subyek tindakan keras keamanan besar-besaran oleh pemerintah Cina. Kelompok-kelompok HAM menuduh pihak berwenang China melakukan penindasan agama terhadap Muslim Uighur di Xinjiang atas nama terorisme. (ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Kloter terakhir jamaah haji 2013 tiba pagi hari ini

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kelompok terbang (Kloter) terakhir jamaah haji tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Senin jam 05.50 WIB. Kloter 68 tepatnya, membawa sebanyak 344 anggota jamaah haji  asal Jawa Barat. Alhamdulillah.

Menurut Ketua Kloter 68 Aep Saepuzaman,  jamaah yang berasal dari Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bandung, setelah turun dari pesawat, disambut pejabat Kementerian Agama dan Kakanwil Kemenag Jawa Barat. 

Selanjutnya dilangsungkan acara penyambutan dan pemulangan  Kloter terakhir jamaah haji yang dihadiri  oleh Menteri Agama, Dirjen Urusan Haji dan Dubes Saudi Arabia.

Jamaah yang mendarat dengan pesawat Saudi Arabia Airlines SV5706 ini datang lebih cepat 30 menit dari perkiraan semula. Mereka setelah diterima pejabat langsung ke asrama haji Debarkasi Jakarta-Bekasi.

"Jumlah jamaah asal Jawa Barat yang berangkat tahun 2013 sebanyak 29.911 orang," ujar Saeroji, Kakanwil Kemenag Jawa Barat, lansir poskotanews.com.

Mereka bertolak dari Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Arab Saudi, Minggu 17 November 2013, dengan pesawat maskapai Saudi Arabian Airlines (Saudia) bernomor penerbangan 5706.

Hingga hari ini jamaah haji reguler yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 374 kloter. Terdiri dari 152.522 orang. Saat ini masih ada 4 penerbangan yang segera take off dari Jeddah.

Meski dibelakang Kloter 68 ini masih ada 3 Kloter lagi dibelakangnya, namun menteri agama Suryadarma Ali telah menutup bahwa Kloter 68 adalah terakhir yang tiba di tanah air yakni Jakarta. Adapun 3 Kloter lainya akan tiba di beberapa daerah. Dan yang paling akhir adalah Kloter SOC-71 (debarkasi Solo) yang akan dipulangkan ke Tanah Air. Mereka akan mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa Tengah, Selasa 19 November 2013 pukul 02.05 WIB. Insya Allah Ta'ala.

(azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Video tokoh Syiah Agus Abu Bakar diusir dari Sucofindo karena arogan

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sungguh ini kejadian yang mengelitik hati, dengan semangat nasioanlisnya Agus Abu Bakar, salah seorang tokoh Syi'ah Indonesia yang juga anggota dewan pembina partai Demokrat diusir oleh karyawan Gedung Sucofindo atas pembelaannya yang membabi buta agar tetap terselenggaranya acara Syi'ah di Gedung Sucofindo.

Kejadian ini terjadi paska bubarnya seminar yang digelar oleh Ahlul Bait Indonesia (ABI) di gedung tersebut Jum'at (08/11/2013) lalu.

Pengusiran ini bermula saat anggota dewan Pembina Partai Demokrat muncul secara tiba-tiba dari pintu utama Gedung Sucofindo ke arah kumpulan karyawan Sucofindo yang melakukan aksi protes. Agus langsung menghampiri Amir Majelis Mujahidin Jabodetabek ustadz Abu Abdullah Robbani yang sedang berbincang dengan beberapa karyawan.

Sambil beberapa kali mendorong bahu ustadz Abdullah, begitu sapaan beliau, anggota dewan pembina Partai Demokrat ini melontarkan pernyataan.

"Bagi saya wilayah NKRI nomor satu, kita melindungi seluruh bangsa ini, pancasila, undang-undang dasar 45, itu prinsip kita, saya mau tanya anda semua, percaya enggak dengan pancasila?"

Pertanyaan itu juga dilontarkan kepada ustadz Abdullah, dengan santai dijawab, "Percaya… cuman Syi'ah engak percaya pancasila,"

Jawaban tersebut membuat Agus marah ternyata. Mungkin dia kehabisan bahan, Agus pun mundur.

Salah seorang kariawan pun bertanya kepada ustadz Abdullah, "siapa itu pak?" "Itu Agus Abu Bakar itu, dari Partai Demokrat, penasihat SBY, Syi'ah sudah masuk ke Demokrat!" jawab ustadz Abdullah.

Mendengar itu, Agus langsung mengangkat suara, "Eeee… jangan ngomong gitu kamu, usir itu yang dari luar ngomong sembarangan, enggak ada sunni syi'ah di sini, semua warga negara Indonesia, siapa saja warga negara, dilindungi negara ini, siapa saja berbicara seperti itu, memecah belah bangsa, keluarkan dia dari ruangan ini," arogan Agus.

"Syiah yang keluar dari sini," ujar ustadz Abdullah santai. Sontak pernyataan itu disambut karyawan Sucofindo mengusir Agus bersama syi'ah lainnya.

Sebelum kondisi makin memanas, pihak kepolisian bertindak cepat dengan mengamankan Agus keluar gedung.

"Kami karyawan di sini, anda yang mestinya keluar!" sahut para karyawan.

Sumber Video: SabilunaNews

(ukasyah/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger