Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Dua serangan mematikan mengguncang Kashmir, lima polisi dan tentara kafir India tewas

Written By Unknown on Jumat, 27 September 2013 | 17.11

SRINAGAR (Arrahmah.com) – Sedikitnya empat polisi India dan seorang perwira militer tewas setelah sekelompok pria tak dikenal menyerang sebuah kantor polisi di wilayah Kashmir yang diduduki India sebelum menyerang kamp militer yang terletak di dekatnya.

Pasukan kafir India membalas serangan yang meletuskan pertempuran di kamp militer pada Kamis (26/9/2013) di wilayah Jammu, Kashmir, menurut pernyataan Ashok Prasad, seorang pejabat polisi seperti dilansir Al Jazeera.

Lima tentara lainnya terluka parah dalam bentrokan itu, lanjutnya.

Dalam serangan pertama, tiga penyerang yang menggunakan seragam militer India, menembaki kantor polisi.  Para penyerang kemudian merampas sebuah truk untuk melarikan diri dan mencapai kamp militer yang berlokasi sekitar 25 km dari kantor polisi tersebut.

"Mereka meninggalkan truk di jalan raya dan mungkin mengambil kendaraan lain dan melakukan serangan terhadap kamp militer di Samba," ujar Rajesh Kumar, pejabat senior kepolisian setempat.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Tahun 2010 Said Aqil Siradj bertemu sekjen Hizbullah Hasan Nasrallah

JAKARTA (Arrahmah.com) – KEDEKATAN Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dengan kelompok Syiah menjadi perbincangan banyak ulama dan ustadz dari kalangan Nahdliyin. Banyak ulama menilai langkah Said merangkul Syiah tidak pantas di tengah perbedaan yang mendasar antara ajaran Islam dengan Syiah.

KH. Hasyim Asy'ari, dalam kitabnya "Muqaddimah Qanun Asasi li Jam'iyyah Nahdlatul Ulama'" memberi peringatan kepada warga nahdliyyin agar tidak mengikuti paham Syiah.

Namun, bukti kedekatan Said dengan jaringan internasional Syiah kembali muncul. Media Suriah Day Press News pada Selasa 15 Oktober 2010 melansir pertemuan Said dengan Sekretaris Jenderal Hizbullah Hasan Nasrallah beserta ulama Lebanon.

Semuanya menegaskan akan pentingnya usaha bersama seluruh dunia Islam dan persatuan umat Islam dalam menghadapi konflik-konflik sectarian (Sunni-Syiah, red.) yang dapat menguntungkan musuh-musuh umat Islam. Untuk hal itu, pertemuan ini merekomendasikan sebuah penyelesaian masalah untuk tidak membesar-besarkan perbedaan-perbedaan di antara golongan dan mazhab Islam.

Dalam pertemuan ini juga dibahas tentang kondisi Umat Islam, khususnya di Indonesia, Libanon, dan Palestina, serta kerusakan moral yang terjadi pada Umat Islam.

Menariknya, dua tahun setelah pertemuan itu, Hizbullah justru terlibat membantu Bashar Assad untuk membunuh umat Islam di Suriah. Lebih dari seribu anggota kelompok bersenjata Syiah Libanon tersebut memasuki Suriah dari jalur laut Mediterania untuk berperang melawan rakyat dan mujahidin Suriah.

(islamposr/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Laporan PCHR : Dalam minggu ini, pasukan Zionis melukai 14 Muslim Palestina termasuk 4 anak

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Dalam laporan mingguan yang dikeluarkan oleh kelompok hak asasi manusia yang memonitor kekerasan yang dilakukan oleh tentara Zionis (PCHR) melaporkan bahwa selama periode 19-25 September 2013, pasukan "Israel" melukai 14 sipil Muslim Palestina termasuk empat anak dan dua jurnalis foto.

Dua sipil terluka di timur Jabalia, wilayah utara Jalur Gaza.  Sementara itu, seorang anak Palestina terluka di pusat Hebron dan 11 sipil lainnya terluka selama menggelar aksi unjuk rasa menentang kebijakan "Israel".

Selain melukai belasan Muslim Palestina, tentara Zionis juga menangkap sedikitnya 45 warga Palestina termasuk seorang anak di Tepi Barat.

Di Jalur Gaza, pasukan Zionis "Israel" pada 20 September meluka dua anak laki-laki saat mereka berada di sekitar 100 meter dari pagar pembatas di timur pemakaman al-Shuhada.  Pasukan Zionis "Israel" melepaskan tembakan ke arah mereka.

Hingga saat ini, otoritas Zionis masih memberlakukan blokade dan mengisolasi Jalur Gaza dari berbagai arah.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Seruan Amir Al-Qaeda disambut hangat mujahidin Islam dan mujahidin FSA

DAMASKUS (Arrahmah.com) –  Amir Tanzhim Al-Qaeda Pusat, Syaikh Aiman Az-Zawahiri dalam pesan audio yang dirilis oleh Yayasan Media As-Sahab dan Al-Fajr Media Center pada bulan September 2013 telah mengeluarkan sejumlah seruan kepada mujahidin di Suriah. Seruan itu kini mulai mendapat sambutan luas dari kelompok-kelompok jihad di Suriah.

Pesan audio Syaikh Aiman az-Zawahiri dirilis bersamaan waktunya dengan 12 tahun Amerika mengenang serangan 11 September di New York dan Washington. Pesan audio itu berjudul "Iman Mengalahkan Arogansi" dan berdurasi 1 jam 12 menit.

Melalui pesan audio tersebut Syaikh Aiman az-Zawahiri mengingatkan mujahidin Suriah akan konspirasi jahat Amerika terhadap revolusi rakyat muslim Suriah.

"Adapun di Suriah, Amerika ingin mempergunakan bangsa muslim sebagai sarana untuk menjatuhkan pemerintahan Baats loyalis Iran guna mengangkat pemerintahan sekuler yang berdamai [menyerah] dengan Israel.

Namun para ksatria Islam di Suriah tidak memberi kesempatan kepada Amerika untuk menjalankan misi jahat tersebut. Sejak awal para ksatria Islam mengumumkan tujuan jihad mereka adalah mengembalikan Khilafah Islamiyah dan membebaskan Al-Quds [Palestina]."

Syaikh Aiman az-Zawahiri mengingatkan mujahidin Suriah bahwa kelompok oposisi sekuler-nasionalis yang "berjuang" lewat hotel-hotel mewah di Turki sejatinya adalah boneka-boneka Amerika dan Barat.

"Maka Amerika dan sekutu-sekutunya serta boneka-bonekanya melakukan segala hal yang mereka mampu guna mendukung aliran-aliran sekuler yang loyal kepada Barat dan berdamai [menyerah] dengan Israel. Namun mereka gagal. Maka akhir-akhir ini mereka membuat milisi-milisi Shahwat baru [milisi sekuler loyalis Barat], namun mereka akan kembali gagal dengan izin Allah Ta'ala."

Syaikh Aiman az-Zawahiri menyerukan kepada mujahidin Suriah dan rakyat muslim Suriah untuk menjauhi kelompok oposisi sekuler boneka Barat tersebut.

"Amerika akan berusaha dengan cara apapun agar bisa mendorong mujahidin Islam bersepakat dengan kaum sekuler dan musuh-musuh Islam.

Saya memperingatkan saudara-saudaraku dan rakyatku di negeri ribath dan jihad Syam untuk tidak mendekati dengan kelompok-kelompok sekuler loyalis Barat ini."

Menurut beliau, mujahidin Suriah dan rakyat Suriah tidak boleh terperosok dalam lubang kekeliruan yang sama dengan aktivis Islam [Ikhwanul Muslimin] Mesir dan rakyat Mesir.

"Bagi mereka telah ada pelajaran dari apa yang terjadi di Mesir. Karena sesungguhnya kelompok-kelompok aktivis Islam yang sejak awal revolusi tidak menuntut penerapan hukum Islam dan mencukupkan diri dengan pelengseran Husni Mubarak serta rela dengan Dewan Militer, lalu terlibat dalam tawar-menawar atas sejumlah kedudukan dan jabatan, akhirnya kini diusir dari jabatan-jabatan yang telah mereka pegang, dibunuhi di jalan-jalan raya oleh tangan para [tentara] kriminil dan ribuan lainnya dijebloskan ke dalam penjara. Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang berakal sehat!"

Seruan Syaikh Aiman az-Zawahiri mendapat sambutan hangat dan cepat dari 13 kelompok jihad terbesar di Suriah, baik kelompok mujahidin Islam non-FSA maupun mujahidin FSA, laporan kantor berita Haq.

Di antara kelompok mujahidin Islam non FSA yang menyambut seruan Syaikh Aiman az-Zawahiri adalah Jabhah Nushrah, Harakah Ahrar asy-Syam al-Islamiyah, Harakah Fajr al-Islamiyah dan Harakah Nur al-Islamiyah. Adapun di antara kelompok mujahidin FSA yang menyambut seruan beliau adalah Liwa' Tauhid, Liwa'-liwa' Shuqur asy-Syam dan Firqah Tasi'ah 'Asyar. (muhibalmajdi/arrahmah.com) 


17.11 | 0 komentar | Read More

Nasibmu oh TKI

Oleh : Henny (Ummu Ghiyas Faris) Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia 

(Arrahmah.com) - Kasus yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) selalu menorehkan kisah panjang yang tidak berkesudahan. Dari kasus pembunuhan, pemerkosaan, menjadi gambaran betapa sulitnya kehidupan TKI di negeri orang. Demi pundi-pundi untuk bertahan hidup mereka harus menghadapi kenyataan itu walaupun harus menantang maut sekalipun.

Sudah banyak kasus TKI dirundung masalah. Ya, sudah lama bangsa ini menjadi pengekspor TKI ke berbagai negara. Sudah lama bangsa ini dilecehkan sebagai bangsa buruh, karena mayoritas hanya bisa bekerja di sektor kasar/rendahan. Tapi, selama ini tidak pernah mencari jalan keluar bagaimana menghentikan ekspor TKI sebagai tenaga kasar itu.

Selama ini, semakin banyak TKI diekspor, pemerintah semakin bangga dan senang karena devisa negara mengalir deras. Maka itu mereka disemati "pahlawan devisa", meski nasib mereka bukannya bak pahlawan, malah terjajah.

Dikutip dari nasional.kompas.com (Kamis, 19/09/2013) sekelompok masyarakat yang menamakan dirinya 'Save Wilfrida, Save Indonesia' mengkritik Pemerintah Indonesia yang tidak memberi perhatian serius terhadap nasib Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tengah menunggu vonis mati di Malaysia, Wilfrida Soik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dianggap sibuk memikirkan urusan partainya sehingga lupa memperjuangkan nasib TKI di luar negeri. Anggota Komisi IX DPR Rieke Diah Pitaloka menjelaskan, hingga 29 Agustus 2013, ada 185 warga negara Indonesia di Malaysia terancam hukuman mati. Dari jumlah tersebut, mayoritasnya adalah TKI. Satu di antara mereka adalah Wilfrida Soik. Gadis belia ini sedang menunggu vonis hukuman gantung di Malaysia.

Akar Masalah

Wilfrida adalah korban perdagangan manusia yang direkrut secara ilegal dengan modus pemalsuan dokumen dan usia, yang masih di bawah umur. Wilfrida menjadi TKI di Malaysia saat Indonesia dalam posisi moratorium, atau tidak dapat mengirim pekerja rumah tangga dari Indonesia ke Malaysia. Di Malaysia, Wilfrida dipekerjakan sebagai pengasuh lanjut usia. Oleh majikannya, Wilfrida sering menerima perlakuan kasar dan tindak kekerasan. Ia kini menghadapi vonis gantung atas tuduhan membunuh sang majikan.

Kasus Wilfrida Soik merupakan satu bagian dari sederet pelecehan dan kekerasan yang dialami TKI. Ia terancam hukuman gantung tapi tidak ada pembelaan yang memadai dari pemerintah. Sementara itu di Arab Saudi, pemerintahnya justru memberlakukan moratorium dan pemutihan dokumen. Artinya, TKI yang dokumennya sudah kadaluwarsa atau mereka yang masuk sebagai TKI ilegal, maka diberi izin tinggal secara legal.

Perlu kita ingat, bahwa pelecehan, kekerasan yang menyengsarakan TKI, secara verbal maupun non verbal yang dialami TKI, adalah sebuah akibat. Lalu pertanyaannya, apakah akar penyebabnya?

Pertama, selama pemerintah Indonesia masih mengekspor TKI ke berbagai negara, masalah TKI akan terus ada. Itulah yang menjadi PR besar pemerintah; bagaimana menghentikan pengiriman TKI selamanya, dengan menyejahterakan mereka. Masalah ini terjadi karena pemerintah tidak berniat membuka lapangan pekerjaan di dalam negeri, sementara potensi membuka lapangan pekerjaan sangat terbuka luas. Pemerintah lebih cenderung menjadi perantara/calo untuk merayu investor, ketimbang memikirkan pembangunan industri berbasis tenaga kerja.

Kedua, sistem yang digunakan adalah sistem sekuler-kapitalis yang tidak menyejahterakan rakyat, selama itu pula TKI akan terus menjadi bulan-bulanan. Penderitaan buruh migran Indonesia di berbagai negara, sebenarnya tidak beda dengan yang dialami oleh buruh dalam negeri. Jaminan kesejahteraan dan hak-hak normatif buruh banyak yang terabaikan. Pemerintah lebih pro pengusaha dengan alasan menjaga iklim investasi, dan yang dikorbankan adalah buruh.

Ketiga, ketertarikan rakyat negeri ini untuk tinggal di luar negeri dengan alasan ekonomi, lifestyle atau penghargaan pemerintah, sejatinya merupakan fakta yang menyedihkan. Alasan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah negeri ini kurang mampu memakmurkan dan menyamankan rakyatnya untuk hidup di negeri sendiri.

TKI  dalam Pandangan Islam

TKW (Tenaga Kerja Wanita) adalah TKI perempuan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah yang telah ditetapkan. TKI sering disebut pahlawan devisa karena dalam setahun dapat menghasilkan devisa.

Menjadi TKW/TKI yang bekerja di luar negeri hukumnya haram, berdasarkan 2 (dua) alasan utama:

Pertama, karena TKW telah bekerja di luar negeri tanpa disertai mahram atau suaminya. Padahal syara' telah mengharamkan seorang perempuan muslim melakukan perjalanan (safar) sehari semalam tanpa disertai mahram atau suami, meski untuk menunaikan ibadah haji yang wajib. (Imad Hasan Abul Ainain; 'Amal Al-Mar'ah fi Mizan As-Syari'ah Al-Islaamiyyah, hal.42; Taqiyuddin an-Nabhani, An-Nizham al-Ijtimaâi fi Al-Islam, hal. 35).

Dalam masalah ini Imam Ibnu Qudamah menyatakan siapa saja perempuan yang tidak punya mahram dalam perjalanan haji, tidak wajib naik haji.(Al-Mughni, 5/30). Tertuang dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :

لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ تُسَافِرُ مَسِيْرةَ يَوْمٍ إِلَّا مَعَ ذِيْ مَحْرَمٍ. رواه البخاري ومسلم

"Tidak halal perempuan yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir melakukan perjalanan selama sehari semalam kecuali disertai mahramnya." (HR Bukhari no 1088; Muslim no 1339)

Berdasarkan hadits ini, haram hukumnya menjadi TKW di luar negeri. Karena umumnya TKW tidak disertai mahram atau suaminya dalam perjalanannya ke luar negeri. TKW itu pun tetap dianggap musafir yang wajib disertai mahram atau suaminya, selama dia tinggal di luar negeri hingga dia kembali ke negeri asalnya (Indonesia). (Mahmud Abdul Lathif Uwaidhah, Al-Jamiâ li Ahkam Al-Shalah, 2/337).

Kedua, menjadi TKW juga haram ditinjau dari segi lain, yaitu keberadaan TKW telah menjadi perantaraan munculnya berbagai hal yang diharamkan syara'. Misalnya, terjadinya pelecehan seksual, perkosaan, kekerasan, pembunuhan, pemotongan upah, dan pungutan liar. Semua ini telah diharamkan oleh syara' berdasarkan dalilnya masing-masing. Maka, menjadi TKW hukumnya haram berdasarkan kaidah fiqih;  الوَسِيْلَةُ اِلَى اْلحَرَامِ مُحَرَّمَةٌ (segala perantaraan yang mengakibatkan terjadinya keharaman, hukumnya haram). (M. Shidqi Burnu, Mausuâ ah Al-Qawaâid al-Fiqhiyyah, 12/199).

Atas dasar dua alasan ini, haram hukumnya menjadi TKW yang bekerja di luar negeri. Pengiriman TKW ke luar negeri pun wajib dihentikan, sesuai kaidah fiqih; الضَّرَارُ يُزَالٌ (segala macam bahaya wajib dihilangkan). (Imam Suyuthi, Al-Asybah wa Al-Nazha'ir, hal. 83; M. Bakar Ismail, Al-Qawaâid Al-Fiqhiyyah Bayna Al-Ashalah wa Al-Taujih, hal. 99).

Problem TKI sangat kompleks. Semua permasalahan ini harus segera disolusikan dengan sistem yang benar, yaitu sistem Islam agar semua permasalahan ini tuntas dan tidak terulang lagi kasusnya. Semua itu tidak akan bisa sempurna diwujudkan kecuali dengan penerapan syariah Islam secara total dan menyeluruh (kaaffah) oleh seorang Khilafah dalam bingkai Daulah al-Khilafah ar-Rasyidah 'ala Minhaj an-Nubuwah. Wallâhu a'lam bish-shawâb.

(arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Yang sering dilupakan gerakan Islam untuk dianalisa

Written By Unknown on Kamis, 26 September 2013 | 17.11

Oleh: Syahrul Efendi D (mantan Ketua Umum PB HMI MPO)

(Arrahmah.com) - Alkisah, DI/TII di Makassar meletus. Pimpinannya seorang leader kharismatik dan berhasil sempurna menyatu dengan rakyat. Dikisahkan, setiap kali Kahar Muzakkar menyambangi suatu desa, para penduduk desa dengan suka cita menemuinya dan membawa segala makanan yang bisa mereka hidangkan untuk Kahar Muzakkar dan pengikut-pengikutnya. Pidatonya menjadi magnet dan penghapus dahaga spritual rakyat-rakyat desa yang polos.

Singkat cerita, tibalah pasukan pemerintah dari Jakarta. Operasi mereka fokus mematahkan rantai pasok logistik DI/TII. Lalu dimana rantai posok logistik itu berada? Ternyata rantai pasok itu berada di tangan Andi Selle, salah seorang komandan pasukan Kahar Muzakkar. Komandan ini bertanggung jawab mengekspor kopra secara klandestein dari wilayah DI/TII ke Penang, Malaysia. Menurut pendapat pasukan pemerintah, jika rantai pasok logistik ini patah, maka secara berantai, akan patah pulalah pergerakan DI/TII di Sulawesi. Maka pasukan pemerintah pun mematahkan Andi Selle.

Apa yang dapat diambil i'tibar dari kisah itu? Gerakan Islam pun seharusnya dapat mengambil cara-cara efektif semacam itu. Rantai pasok logistik merupakan tulang punggung suatu entitas yang tidak bisa diremehkan begitu saja. Misalnya, jika gerakan Islam hendak membangun dirinya dengan kuat sembari bermaksud mematahkan lawan-lawannya, maka ia hendaklah memusatkan serangannya pada basis logistik lawan-lawannya. Sangat disayangkan, banyak yang menamakan diri gerakan Islam hanya terfokus pada aspek-aspek artifisial dari musuh-musuhnya. Misalnya, gerakan Islam menghabiskan tenaga untuk menghancurkan simbol-simbol maksiyat, seperti lokasi pelacuran, perjudian, club malam, dan seterusnya, tetapi tidak beranjak menghancurkan basis logistik dan basis rekrutmen club-club malam tersebut, sehingga club malam tersebut akan tetap beroperasi, baik secara terbuka atau tertutup. Tentu saja cara pemberantasan kemaksiyatan seperti itu bukanlah suatu yang buruk.

Basis logistik seperti apa?

Yang kita maksud basis logistik di sini ialah elemen-elemen yang mencakup aliran modal, pasar, teknologi, distribusi, bahan baku, energi, sumber tenaga kerja, kilang produksi, sistem keamanan yang menjamin beroperasinya kilang produksi, dan sebagainya. Kesembilan elemen logistik tersebut merupakan satu rangkaian yang masing-masing terkait menjamin terselenggaranya produksi.

Lawan-lawan gerakan Islam biasanya menguasai modal, teknologi, dan kilang, tetapi elemen sisanya mesti melibatkan negara dan rakyat dimana gerakan Islam itu hidup dan mengambil alasan pergerakannya. Misalnya saja, bahan baku, energi, tenaga kerja, dan pasar, mestilah dipasok oleh massa dari gerakan tersebut berada. Sekiranya elemen-elemen tersebut dapat dikuasai oleh gerakan Islam, tentulah siatuasinya akan berbeda.

Taktik boikot pasar merupakan cara yang masih cukup efektif menakutkan bagi lawan-lawan gerakan Islam. Tentu saja harus dikembangkan dengan kampanye dan edukasi yang efektif kepada massa yang menjadi pasar produk-produk lawan-lawan gerakan Islam tersebut. Demikian pun taktik boikot energi (pasokan listrik dan bahan bakar), bahan baku, dan sumber rekruitmen tenaga kerja. Hal-hal semacam itu, kiranya dapat mematahkan basis logistik bagi beroperasinya aktivitas lawan-lawan gerakan Islam yang pada muaranya akan mematikan aktivitas dan eksistensi lawan-lawan gerakan Islam.

Walhasil, perlulah gerakan Islam menyusun kembali strategi dan mengambil pertimbangan yang lebih rasional untuk menghadapi lawan-lawannya, ketimbang sedikit-sedikit meringis dan berteriak gara-gara lawan-lawannya yang menghinakan ajaran-ajaran Islam yang diyakini.

(arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

4 tentara penjajah tewas dan 7 luka-luka dalam baku tembak dengan Mujahidin IIA di Nangarhar

Alhamdulillah arrahmah.com tetap eksis dan terus berkembang dengan adanya dukungan dari kaum Muslimin.

Anda bisa memberikan dukungan kepada kami dengan menyebarkan seluas-luasnya informasi yang ada di website ini, menyumbangkan tulisan untuk dimuat, dan juga sumbangan dana untuk biaya operasional.

Informasi donasi: Klik di sini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Innalillahi, Muslim Norwegia hadapi ancaman pembakaran Masjid

OSLO (Arrahmah.com) – Sebuah kelompok tak dikenal telah mengancam untuk melepaskan kampanye pembakaran Masjid di seluruh Norwegia, dalam email yang dikirim pada pekan lalu kepada Masjid World Islamic Mission.

"Sebelum 2013 berakhir, semua Masjid di Norwegia akan dibakar hingga rata dengan tanah," tulis pesan kelompok tersebut.  "Kami adalah sekelompok orang yang telah merencanakan ini selama tujuh tahun."

Ghulam Sarwar, Ketua Jamaah Ahlu Sunnah di Norwegia menepis ancaman tersebut.

"Saya pikir ini hanya ulah beberapa orang gila yang ingin perhatian," ujarnya kepada  televisi lokal seperti dilansir the local.no (24/9/2013).

Namun email tersebut yang menjadi salah satu dari serangkaian tindakan kebencian, anti-Islam, yang berlangsung selama satu minggu terakhir dan menyebabkan polisi Oslo mengatur pertemuan darurat dengan Dewan Islam di negara itu pada Senin lalu.

Pada Jum'at pekan lalu, sebelum kaum Muslim Norwegia datang memenuhi Masjid di Fredrikstad, sebuah spanduk besar berbentuk sosis direntangkan di luar Masjid dengan tulisan : "Selalu, sosis panggang untuk Muslim".

Kemudian keesokan harinya kepala babi yang terpenggal ditemukan di luar Masjid terbesar di Norwegia di Oslo.

"Banyak orang yang marah dan saya juga marah," ujar Mohamed Hassan, seorang warga Norwegia asal Somalia yang menjadi salah satu dari mereka yang menemukan kepala babi tersebut.

"Saya tidak akan pernah melakukan sesuatu seperti itu kepada orang lain di mana mereka bribadah.  Mereka telah menghina agama orang lain," lanjutnya.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Seorang pejabat intelijen boneka Yaman tewas dalam serangan bom

SHABWA (Arrahmah.com) – Ledakan bom mobil pada Rabu (25/9/2013) menewaskan seorang perwira intelijen boneka Yaman, menurut pernyataan seorang pejabat keamanan Yaman.

Bom tersebut meledak di kota Ataq, provinsi Shabwa, Yaman selatan, di mana Mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) aktif beroperasi, lanjut pejabat itu seperti dilaporkan Al Arabiya.

Ledakan tersebut menewaskan Letnan Kolonel Mohammaed al-Saidi dan melukai seorang pria lainnya.   Sumber media juga mengonfirmasikan laporan kematian tersebut.

Sebelumnya pada Jum'at pekan lalu, diduga Mujahidin AQAP melancarkan serangan spektakuler dengan tiga target kepolisian dan tentara boneka Yaman di provinsi yang sama.  Mereka mengatakan sedikitnya 56 polisi dan tentara boneka Yaman tewas dalam serangan itu.

Serangan pada Jum'at pekan lalu, menjadi serangan yang paling mematikan sejak 21 Mei tahun lalu di mana sekitar 100 tentara tewas dalam operasi syahid di ibukota Yaman, Sana'a.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Indonesia peringatkan Australia

NEW YORK (Arrahmah.com) - Pemerintah Indonesia memperingatkan Australia untuk tidak mengambil kebijakan yang melanggar kedaulatan Indonesia menyangkut penanganan masalah manusia perahu. 

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan sikap Indonesia itu ketika melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Senin waktu setempat.

Marty dan Bishop bertemu satu hari sebelum pembukaan Sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-68.

"Kita tegaskan bahwa Indonesia tidak bisa menerima kebijakan apa pun dari Australia yang sifatnya melanggar kedaulatan Indonesia," kata Marty kepada wartawan usai serangkaian pertemuan multilateral dan bilateral.

"Dan saya kira, tadi pesannya sudah diterima secara loud and clear (dengan sangat jelas)," tambahnya.

Menteri luar negeri kedua negara bertemu untuk membahas persiapan kunjungan Perdana Menteri baru Australia Tony Abbott ke Jakarta 30 September mendatang.

Marty mengungkapkan bahwa Bishop juga menjelaskan kembali upaya-upaya yang akan dilakukan Australia dalam mencegah arus kedatangan manusia perahu ke negaranya.

"Beliau (Menlu Bishop) juga menggarisbawahi bahwa langkah-langkah yang direncanakan oleh Pemerintah Australia akan dipastikan tidak melanggar kedaulatan Indonesia," ujar Marty.

Marty mengingatkan kembali mitranya itu bahwa Indonesia dan Australia telah menjadi ketua bersama Bali Process yang merupakan kendaraan bagi kedua negara dalam memimpin penangan masalah penyelundupan manusia.

"Ada langkah-langkah yang bisa kita lakukan, tapi secara lebih tertata, tertib dan sesuai dengan penghormatan kedaulatan masing-masing negara," kata Marty. 

Ia mengatakan, masalah manusia perahu akan menjadi agenda pembahasan dalam pertemuan PM Abbott-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 30 September nanti. 

Upaya menangkal kedatangan manusia perahu dan penyelundupan manusia menjadi salah satu prioritas yang ditentukan PM Abbott di awal kepemimpinannya.

Abbott telah menyatakan bahwa Australia menghormati kedaulatan Indonesia terkait penerapan kebijakan menghalau para pencari suaka.

(azmuttaqin/ant/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger