Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Arab Saudi ganti wakil Mentri Pertahanan, antisipasi revolusi rakyat dan Al-Qaeda?

Written By Unknown on Minggu, 21 April 2013 | 17.11

RIYADH (Arrahmah.com) – Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz Alu Sa'ud, secara resmi mengeluarkan surat keputusan pelengseran wakil Mentri Pertahanan, Pangeran Khalid bin Sultan bin Abdul Aziz Alu Saud dari jabatannya.

Kantor berita resmi Kerajaan Arab Saudi melaporkan pada Jum'at (19/4/2013) bahwa raja Abdullah menetapkan surat pemberhentian Pangeran Khalid bin Sultan dan mengangkat Pangeran Fahd bin Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman sebagai penggantinya. Surat raja yang bernomor A/144 itu dikeluarkan pada Kamis, 10 Jumadil Akhir 1434 H bertepatan dengan tanggal 18 April 2013 M.

Pangeran Fahd bin Abdullah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan laut (KSAL) Kerajaan Arab Saudi. Ia telah mengalami kenaikan status dan saat ini berpangkat Laksamana Laut.

Pergantian Mentri Pertahanan dan wakil Mentri Pertahanan dalam jarak kurang dari dua bulan terakhir telah mengundang spekulasi tentang kondisi keamanan dalam negeri Arab Saudi. Hal itu dikaitkan dengan kemajuan yang diraih oleh mujahidin Islam di Suriah dan mujahidin Anshar asy-Syari'ah (AQAP) di Yaman.

Yayasan Media Al-Malahim, sayap media mujahidin Al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) beberapa hari yang lalu telah merilis video wawancara Al-Qaeda dengan Wakil Konsulat Jendral Arab Saudi untuk Yaman yang disandera oleh AQAP, Abdullah bin Muhammad Khalifah al-Khalidi. Ini adalah kemunculan ketiga kalinya Wakil Konsulat jendral Arab Saudi dalam video rilisan AQAP.

Dalam video pertama AQAP, Wakil Konsulat Jendral itu meminta rezim Arab Saudi untuk memenuhi tuntutan mujahidin AQAP agar ia dibebaskan. Dalam video kedua AQAP, Wakil Konsulat Jendral itu meminta sukunya dan masyarakat Arab Saudi untuk menekan rezim demi pembebasan dirinya.

Dalam video ketiga AQAP, Wakil Konsulat Jendral itu melemparkan "bom waktu" kepada rezim Arab Saudi. Rezim Arab Saudi terbukti enggan membebaskan dirinya dan memilih mengirim pesawat tempur untuk  membombardir mujahidin AQAP di Yaman Selatan. Maka dalam video ketiga AQAP, Wakil Konsulat Jendral itu menegaskan bahwa "rezim Arab Saudi bertujuan membunuh dirinya, agar terbebas dari tanggung jawab pembebasan sandera dan menutup mulut dirinya untuk tidak membongkar lebih jauh kebiadaban rezim Arab Saudi."

(muhibalmajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Puluhan warga Suriah kembali gugur dalam serangan brutal tentara Assad

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Sedikitnya 69 orang telah gugur dalam pertempuran empat hari antara mujahidin Suriah melawan pasukan pemerintah diktator Assad di Jdaidet al-Fadl dekat Damaskus, lansir AFP pada Sabtu (20/4/2013).

"Pasukan Rezim berusaha untuk merebut kontrol seluruh kota Jdaidet al-Fadl di barat daya Damaskus, lapor Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

"Enam puluh sembilan orang tewas dalam kekerasan yang berkecamuk di sana selama empat hari terakhir," tambah pengawas yang berbasis di Inggris, mengutip aktivis di lapangan, yang mengatakan banyak yang tewas dalam pemboman dan juga eksekusi oleh tentara brutal Assad.

Pertempuran juga berkobar di daerah Sunni dekat kota Jdaidet Artuz.

Dua kota itu teletak dekat Daraya, wilayah pertempuran sengit yang terjadi selama beberapa bulan.

Daraya menjadi sasaran tank dan serangan roket pasukan brutal Assad, dan bentrokan baru terjadi pada pagi hari di front selatan dan barat.

Ia menambahkan bahwa pasukan rezim telah mengerahkan bala bantuan termasuk 30 tank dan kendaraan militer ke kota itu.

Sejak tahun lalu, militer Suriah telah berusaha untuk menyerang mujahidin yang diposisikan di barat daya dan timur laut Damaskus, dengan klaim dalam upaya untuk mengamankan ibukota.

Sementara itu, seorang wanita dan tiga anak-anak gugur dalam penembakan yang dilakukan oleh tentara Assad di kota Kharita di provinsi timur Deir Ezzor dari, kata Observatorium.

Dan di provinsi tengah Homs, pasukan rezim menguasai desa Radwaniyeh dekat kota yang dikuasai mujahidin Qusayr, kata kelompok tersebut.

Baku tembak sengit antara mujahidin dan pasukan rezim syiah nushairiyah, milisi pro-rezim dan pasukan "Hizbullah" yang setia kepada Syiah Libanon, juga dilaporkan di beberapa daerah di sekitar Qusayr dekat perbatasan dengan Lebanon, tambahnya.

Kekerasan pada hari Sabtu kemarin terjadi sehari setelah sedikitnya 157 orang kehilangan nyawa di seluruh Suriah, kata Observatorium.

Dari 157 orang yang gugur tersebut, 75 diantaranya merupakan warga sipil. Sementara 44 mujahidin dilaporkan, insyaAllah, syahid. (banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

KAMRA serukan ormas dan media Islam bantu advokasi muslim Rohingya

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Komite Advokasi untuk Muslim Rohingya Arakan (KAMRA), ustadz Bernad Abdul Jabar menyampaikan bahwa setelah dua bulan dibentuk, KAMRA telah melakukan upaya nyata untuk membantu pengungsi muslim Rohingya.

Diantaranya, KAMRA telah mengupayakan agar  para pengungsi yang berada di Aceh Besar tidak dideportasi ke negara asalnya, Myanmar.

"Selama satu minggu saya berada di Aceh, kita meminta kepada Pemda Aceh untuk tidak mendeportasi Muslim Rohingya yang terdampar di Pulau Aceh sebanyak 120 orang," kata ustadz Bernad Abdul Jabar dalam rapat ijtimak Forum Umat Islam (FUI) dalam rangka membahas solidaritas untuk Muslim Rohingya di markas syariah FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Jum'at (19/4/2013).

Hal itu disepakati Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah dalam negosiasi bersama Ketua KAMRA ustadz Bernad Abdul Jabar. Kini, para pengungsi pun telah dipindahkan ke tempat yang layak. Selain itu KAMRA juga memberikan bantuan kepada para pengungsi sebesar 15 juta rupiah.

Ke depan, KAMRA akan mengupayakan usaha kongkrit guna memperjuangkan dan membela kaum muslimin Rohignya yang tertindas, diantaranya:

  1. Mengumpulkan dana untuk membantu Muslim Rohingya.
  2. Membuat berbagai pernyataan yang mengungkap penindasan terhadap Muslim Rohingya.
  3. Memberitakan secara update kondisi terkini Muslim Rohingya.
  4. Menggelar aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya
  5. Membuat rumah singgah bagi para pengungsi Muslim Rohingya di berbagai tempat.

Menurut ustadz Bernad, pengungsi Rohingya kian lama kian bertambah dan harus segera mendapat penanganan. Untuk itu ia meminta kepada seluruh ormas-ormas Islam termasuk, lembaga sosial dan media-media Islam agar turut membantu dan mendukung usaha KAMRA dalam rangka membantu Muslim Rohingya.

"Kalau ini tidak didukung oleh Ormas-ormas Islam, lembaga-lembaga Islam yang lainnya maka ini tidak akan berjalan. Selama ini aksi peduli Suriah sudah ada, kemudian peduli Palestina juga sudah ada, Rohinya ini yang mendem,padahal jaraknya lebih dekat dengan kita," tuturnya.

 (voai/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Habib Rizieq Syihab: Solusi genocide muslim Rohingya adalah jihad!

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab menegaskan bahwa solusi bagi Muslim Rohingya yang kini ditindas di Myanmar tidak lain, harus dengan berjihad.

Hal ini disampaikan Habib Rizieq Syihab dalam ijtimak Forum Umat Islam (FUI) dalam rangka membahas solidaritas untuk Muslim Rohingya.

"Penyelesaian Rohingya ini kalau tanpa jihad sudah tidak bisa. Mereka sudah sekian puluh tahun ditindas, dibunuh, terjadi genocide. Dan PBB pun mengakui kalau di sana terjadi genocide," kata Habib Rizieq Syihab di markas syariah FPI, Jum'at (19/4/2013).

Ia mengungkapkan bahwa jumlah penduduk Muslim Rohingya di Myanmar terus berkurang. Hal ini lantaran upayagenocide terus dilakukan terhadap mereka.

"Dari empat juta warga muslim Arakan kini tinggal sekitar delapan ratus ribuan. Yang jadi pengungsi, ada yang dipenjara, dibunuh, diusir. Jadi genocide ini memang berjalan," ungkapnya.

Maka, bila upaya genocide ini terus dibiarkan Muslim Rohingya akan musnah dari Myanmar.

"Kalau dibiarkan genocide ini akan benar-benar memusnahkan warga Muslim Rohingya. Artinya mereka terhapus dari bumi Myanmar, mereka terusir dan ini terus berlangsung," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Habib Rizieq Syihab menyerukan agar kaum Muslimin di belahan bumi manapun untuk membela Muslim Rohingya.

Sementara kepada kaum Muslimin Rohingya, ia menyerukan agar terus berjihad fi sabilillah.

"Maka itu kita sudah sampaikan kepada tokoh-tokoh mereka, tidak ada jalan lain kecuali saudara-saudara kita di sana harus berjihad," tandasnya.

 (voai/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Mertua Tamerlan tak menduga menantunya dituduh meledakkan bom Boston

KINGSTOWN (Arrahmah.com) – Keluarga Katherine Russell, istri dari Tamerlan Tsarnaev yang dituduh AS sebagai salah satu tersangka peledakan bom maraton Boston, mengeluarkan pernyataan singkat pada Jumat (19/4/2013) malam kepada wartawan di luar rumah mereka di Kingstown Utara, RI.

Russell menikah dengan Tamerlan Tsarnaev, yang ditembak polisi AS pada Jumat pagi. Ia memiliki seorang putri setelah menikah dengan Tamerlan beberapa tahun yang lalu.

Keluarga Rusell sangat terkejut dan ketakutan mendengar kabar bahwa Tamerlan dituduh sebagai pelaku bom Boston dan ditembak mati oleh polisi. Mereka menyampaikan, "Putri kami telah kehilangan suaminya saat ini, ayah dari anaknya. Kami sulit memahami awal bagaimana tragedi mengerikan ini terjadi."

Mereka meminta untuk tidak diganggu dalam masa sulit ini. Keluarga Russell mengakhiri hari dengan wartawan mengetuk pintu mereka. Mereka memulai hari dengan mobil polisi berhenti di depan rumah mereka.

Seorang tetangga yang tinggal di seberang jalan mengatakan bahwa ia melihat mobil polisi diparkir di depan rumah keluarga Russell pada Jumat pagi, termasuk mobil polisi negara.

Paula Gillette (59) mengatakan bahwa salah satu orang di sana terlihat seperti agen FBI yang mengenakan rompi antipeluru. (banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Laporan dari Suriah: Rumah itu Gua

Written By Unknown on Senin, 08 April 2013 | 17.11

SURIAH(Arrahmah.com) – Salma (2/4/2013) Kekejaman dan kebengisan rezim Bashar dan tentaranya terhadap muslim Suriah yang menhancurkan semua milik rakyatnya, pemukiman, tempat-tempat ibadah, taman bermain anak-anak , sekolah dan madrasah semua hancur dihantam rudal dan birmil. Sehingga tidak ada yang tersisa selain bongkahan batu yang berserakan, timbunan bebatuan yang menutupi seluruh isi rumah warga.

Tidak ada pilihan bagi rakyat Suriah, pergi mencari tempat perlindungan yang lebih aman… atau terancam setiap harinya dengan dentuman dan ledakan roket dan birmil yang dilancarkan tentara asad untuk membumihanguskan komunitas muslim, sehingga kematian teramat dekat bagi mereka. Maka wajar jika mayoritas mereka memilih pergi dari desanya untuk mencari tempat amat dari serangan brutal tentara bashar.

Alhamdulillah, kami berkesempatan untuk mendatangi mereka dalam rangka silaturahim sekaligus menyampaikan amanah rakyat Indonesia berupa bantuan dana. Diantara tempat yang kami kunjungi dan bagi kami sangat tidak lazim untuk ditempati adalah Gua, dimana saat ini zaman dengan teknologi canggih tidak ada lagi manusia yang mau tinggal di Gua.

Tidak terlalu jauh dari Salma dan masih dalam wilayah Jabal Akrod. Tidak lebih dari seperempat jam berkendara, kami berhenti di salah satu tebing perbukitan yang ada d Jabal Akrod. Kami bertemu dengan Mustofa, salah seorang pengungsi yang tinggal di Gua. Beliau kemudian mengajak kami untuk menaiki tebing yang ada disebelah kanan kami. Tebing yang lumayan terjal dengan kemiringan 45  derajat dengan kontur tanah yang dipenuhi dengan akar-akar pepohonan, lumayan untuk pijakan. Kurang lebih 100m dari bawah kami telah sampai ditempat tinggal sementara keluarga Musthofa.

Musthofa tinggal bersama 4 anak dan 1 istrinya, juga terdapat ibunya yang telah sepuh. Melihat kedatangan kami mereka merasa haru, ada kebahagiaan yang tersembunyi dibalik tetes air mata yang menggelayut di kelopak mata sang nenek. Seakan menemukan kembali anaknya yang telah lama hilang.

Gua yang dijadikan tempat tinggal warga Suriah

Gua yang mereka tempati hanya berukuran setengah lingkaran dengan diameter dua meter lebih sedikit. Didalamnya hanya ada penghangat ruangan untuk musim dingin dan salju semacam kompor dengan pipa asap diatasnya, tanpa ranjang apalagi lemari dengan pewangi didalamnya. 'Disinilah kami tinggal, bersama dengan keluarga dan ibu yang sudah renta', ujar Musthofa. Kami pun tak dapat berkata apa-apa selain doa agar Musthofa dan keluarganya diberi ketabahan dan segera dikembalikan ke rumahnya dengan aman, secepatnya. Amin.

Setelah memberi bantuan sekedarnya dan berfoto untuk laporan terhadap donatur yang menginfakkan hartanya, kami pun pamit untuk pergi. Tak kuasa jika harus berlama-lama disana, karena fitrah ini akan larut dalam kesedihan bersama mereka yang justru malah semakin menenggelamkan mereka dalam kesedihan. Cukuplah kedatangan kami dengan senyuman dan bantuan sekedarnya membuat mereka yakin bahwa disana, masih ada saudara muslim yang peduli padanya.

Abu Abdillah
Tim ke-6 Relawan HASI untuk Suriah

(saifalbattar/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

'90 Orang ditembak mati tanpa pengadilan, inikah kesuksesan penanganan terorisme?'

JAKARTA (Arrahmah.com) – Deputi Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Herry Purwanto, mengaku Indonesia dianggap negara yang berhasil menangani kasus terorisme . Di mata para negara APEC (Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik), Indonesia dianggap mampu meninggalkan pendekatan militeristik dalam menangani kasus terorisme. Betulkah?

"Dunia mungkin bisa dibohongi, tapi tidak untuk umat Islam di negeri tercinta ini. Faktanya, berapa banyak orang ditangkap hanya karena diduga teroris, untuk kemudian diadili dan dihukum.Berapa banyak orang mati dieksekusi oleh Densus 88 hanya karena diduga teroris?" kata Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya kepada Islampos.com, Senin (8/4/2013).

CIIA mencatat sudah 700 orang lebih dalam kurungan menjadi korban hanya karena diduga dan terkait terorisme. Hari ini tercatat sudah 90 orang tewas di luar proses peradilan.

"Inikah yang dikatakan sukses dan bagus? Atau inikah yang dimaksud tidak militeristik? Ini sebuah cerita keberhasilan yang antagonis dengan fakta yang sesungguhnya terjadi," ujarnya.

Jadi, lanjut Harits, "terorisme" telah menjad barang dagangan untuk kepentingan-kepentingan BNPT, Densus88 demi menggaet banyak dana hibah dari luar negeri. Dan, dijadikan barang dagangan untuk kepentingan investasi para kapitalis yang rakus dan dimediasi oleh pemerintah RI.

"Umat Islam yang jadi korban dengan isu teroris. Umat Islam jadi tumbal kepentingan kapitalis," tegasnya.

(islampos/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Syeikh Ayman seru kaum Muslimin untuk bersatu melakukan perlawanan

(Arrahmah.com) – Orang nomor satu Al Qaeda, Syeikh Ayman az-Zawahiri hafidzahullah mendesak kaum Muslimin di negara-negara Arab untuk bersatu dan membangun negara Islam.  Dia lebih jauh mendesak para pejuang di Suriah untuk membangun sistem pemerintahan Islam juga memperingatkan Perancis atas intervensi militernya di Mali.

"Biarkan perlawanan Anda berada dalam nama Allah dan dengan tujuan membangun hukum-hukum Allah sebagai sistem yang berkuasa," lapor France 24 mengutip perkataan Syeikh Ayman dalam pesan pertamanya sejak November 2012 silam.

Amir Al Qaeda ini menekan para pejuang Suriah untuk melancarkan perang suci, melakuan semua hal dalam kekuasaan mereka untuk mendirikan negara Islam.  Dia mengatakan keadaan seperti itu akan membantu membangun kembali kekhilafahan Islam.

"Musuh sudah mulai pening dan runtuh," ujarnya mengacu kepada kekalahan demi kekalahan tentara rezim Suriah.

Namun, ia memperingatkan para pejuang Suriah agar tidak memungkinkan AS, Liga Arab, PBB atau "Israel" untuk mendikte masa depan Suriah.

"Mereka ingin mencuri pengorbanan dan Jihad kalian."

Syeikh Ayman juga mengomentari invasi Perancis ke Mali utara dan menyatakan bahwa Perancis akan menghadapi operasi militer berlarut-larut di Mali.  Ia memperingatkan Perancis akan menghadapi nasib yang sama seperti Amerika saat berada di Irak dan Afghanistan.

"Saya menyeru kepada saudara Muslim di Mali untuk bertahan dan bersabar dan mudah-mudahan efeknya menghasilkan kekalahan baru perang salib global," ujarnya.

Dalam pesan terbarunya yang berdurasi 103 menit, Syeikh Ayman yang merupakan seorang dokter berkewarganegaraan Mesir, mengkritik pemerintah Mesir karena gagal mengatasi ketidaksetaraan kekayaan di Mesir.  Ia juga mendesak ummat Islam untuk segera menerapkan hukum Islam, memberikan dukungan kepada saudara seiman dalam menghadapi diskriminasi dan mengakhiri penjarahan kekayaan di tanah Muslim.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Sergap patroli keamanan, mujahidin tewaskan beberapa tentara rezim Syiah Irak

ANBAR (Arrahmah.com) – Mujahidin Daulah Islam Irak pada hari Ahad (31/3/2013) kembali merilis hasil-hasil operasi jihad mereka di propinsi Anbar untuk bulan Rabi'ul Awwal 1434 H. Pada Kamis (24/1/2013), mujahidin menewaskan seorang polisi rezim Syiah Irak dengan bom tempel di mobil dinasnya. Pada Ahad (27/1/2013) beberapa tentara rezim Syiah Irak tewas dan cedera saat regu patroli keamanan mereka disergap mujahidin.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Laporan tentang operasi-operasi militer di propinsi Anbar

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du.

Berikut ini laporan tentang operasi-operasi militer yang berhasil dilakukan dan didokumentasikan oleh mujahidin Daulah Islam Irak ~semoga Allah menjayakannya~ di sebagian wilayah dalam propinsi Anbar, segala pujian dan karunia milik Allah semata.

1. Menyerang seorang tokoh durjana anggota kepolisian rezim Shafawi, di mana regu intelijen mujahidin memasang dan meledakkan bom tempel pada mobil dinasnya di kawasan Hasbihah Timur, sehingga langsung menewaskannya. Serangan ini diIakukan pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal 1434 H / 24 Januari 2013 M.

2. Menyerang kendaraan patroli pasukan rezim Shafawi dengan senjata ringan di desa Jughaifi, Fallujah, sehingga menewaskan dan mencederai beberapa tentara yang belum dipastikan jumlahnya. Serangan ini diIakukan pada tanggal 15 Rabi'ul Awwal 1434 H / 27 Januari 2013 M.

Allahu Akbar

Kejayaan hanyalah milik Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahuinya

 

Departemen Informasi

Daulah Islam Irak

Ahad, 19 Jumadil Ula 1434 H

31 Maret 2013 M

Sumber: Al-Fajr Media Center

(muhibalmajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Jabhah Nushrah merebut markas militer di kota Bu Kamal, 42 tentara Suriah tewas

DIER EZZUR (Arrahmah.com) – Markas Pasukan Militer Hagana di kota Bu Kamal, Dier Ezzur mendapat serangan hebat mujahidin Jabhah Nushrah pada Selasa (19/3/2013) pagi. Selain merebut markas, senjata dan peralatan militer dalam jumlah besar, mujahidin juga menewaskan 42 tentara rezim Nushairiyah Suriah dalam baku tembaj sengit.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

logo jabhah nushrah

Jabhah Nushrah – Penjelasan no. 282

Menyerbu Kesatuan Militer Hagana di kawasan Kabajib

Segala puji bagi Allah Yang menjadikan jihad di jalan-Nya sebagai puncak ketinggian ajaran Islam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi yang diutus dengan pedang untuk meninggikan menara Islam, nabi kita Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du.

Alah telah member taufik kepada salah satu peleton dalam mujahidin Jabhah Nushrah ~semoga Allah menjayakannya~ bersama beberapa kelompok jihad lainnya di kota Bu Kamal untuk menyerang dan menargetkan Kesatuan Militer Hagana di kawasan Kabajib, di jalan raya Dier Ezzur – Tadammur.

Pada Selasa pagi tanggal 7 Jumadil Ula 1434 H bertepatan dengan 19 Maret 2013 M, pertempuran sengit mulai meletus antara wali-wali Allah dan wali-wali setan dengan mempergunakan seluruh jenis senjata; senjata ringan, menengah dan berat, ditambah bombardir dengan meriam kaliber 120 mm.

Regu-regu ranjau mujahidin juga menanam banyak ranjau di jalur pasukan bantuan rezim Nushairiyah, sehingga pasukan bantuan musuh tidak bisa sampai ke lokasi pertempuran, segala puji bagi Allah. Maka Allah memudahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk bisa menyerbu ke dalam markas Pasukan Militer Hagana dan memperoleh banyak senjata dan peralatan militer musuh. Segala puji bagi Allah semata.

Hasil operasi

1. Menewaskan 42 tentara Nushairiyah, di antaranya terdapat seorang perwira berpangkat kolonel.

2. Memperoleh banyak senjata ringan, menengah, berat, pistol dan granat, ditambah ribuan amunisi beragam kaliber, dan 20 ranjau anti tank. Segala puji bagi Allah semata.

Mujahidin menembakkan mortar ke markas pasukan Hagana

Mujahidin menembakkan mortar ke markas pasukan Hagana


Mujahidin membombardir markas pasukan Hagana dengan tembakan meriam kaliber 23 mm

Mujahidin membombardir markas pasukan Hagana dengan tembakan meriam kaliber 23 mm


Mujahidin maju dan menyerbu markas pasukan Hagana

Mujahidin maju dan menyerbu markas pasukan Hagana

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya.

 

Jabhah Nuhsrah li-Ahli Syam

Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha'

 

Janganlah Anda melupakan kami dalam doa Anda

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam

Rabu, 15 Jumadil Ula 1434 H / 27 Maret 2013 M

(muhibalmajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger