Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Beritakan terorisme, media diminta jangan melulu dari sudut pandang Pemerintah

Written By Unknown on Minggu, 17 Februari 2013 | 17.11

YOGYAKARTA (Arrahmah.com) – Terorisme yang sejak dulu dipahami sebagai tindakan kriminal, kini berubah wajah yang seolah hanya identik dengan perbuatan Islam militan, padahal Islam jauh dari teroris dan kekerasan, kata seorang akademisi Universitas Tadulako Palu.

"Tidak semua umat Islam bisa dikatakan teroris, begitu pula yang memiliki kebiasaan berbeda dengan masyarakat sekitarnya," kata dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako Dr Muhammad Khairil di Yogyakarta, Jumat (15/2/2013) seperti dilansir Antara.

Menurut dia pada kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), tidak selamanya umat Islam yang cara ibadahnya berbeda, memakai celana di atas telapak kaki, berjenggot, dan yang berbeda dengan masyarakat sekitarnya dikategorikan sebagai teroris.

"Kita harus mengubah cara pandang tersebut karena penyebutan kata 'teroris' itu bukan hanya tertuju pada satu kelompok umat tertentu saja," katanya.

Ia mengklaim aksi terorisme itu sebenarnya bertujuan untuk melumpuhkan otoritas pemerintahan yang tidak mereka sukai, sehingga kelompok tersebut dapat menerapkan mazhab atau aliran yang mereka anut.

"Terpidana teroris itu lebih pada mereka yang menjadi korban atas resolusi konflik yang kurang mereka setujui dan tidak sesuai dengan keinginan serta belum membuahkan hasil damai," katanya.

Menurut dia, media juga tidak harus memberitakan tentang terorisme dari satu sudut pandang seperti pemerintah atau Detasemen Khusus (Densus) 88. Media harus "cover both side".

Sumber berita juga harus digali dari terpidana teroris agar masyarakat juga mendapat pengetahuan dari dua sisi sudut pandang.

"Bahkan salah satu terpidana teroris yang pernah saya wawancarai, pernah mengatakan untuk mengajak wartawan juga agar mereka tahu tentang teroris itu dari sudut pandang pelaku atau kelompok-kelompok tersebut," katanya. (bilal/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Anand Krishna akhirnya ditangkap dan dijebloskan ke LP Cipinang

BALI (Arrahmah.com) – Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan akhirnya melakukan eksekusi penangkapan buron pelecehan seksual tokoh spiritual lintas agama Anand Krishna di Anand Ashram Desa Tegalalang, Ubud, Gianyar, Sabtu (16/2).

Setelah sempat gagal mengeksekusi sehari sebelumnya, tim Satgas Kejaksaan dibantu Kepolisian menjemput paksa tokoh spiritual lintas agama Anand Krishna. Proses eksekusi berlangsung sangat menegangkan. Ketika jaksa dari Kejaksaan Jakarta Selatan dan Kejati Bali membacakan surat perintah eksekusi banyak penghuni Anand Ashram melakukan doa bersama di pendopo asrama.

Tak lama sekitar pukul 11.00 Wita, tim Jaksa tiba di Anand Asram tempat tinggal Anand selama ini.

Di area markas komunitas Anand Ashram, sudah menunggu sekira 50 orang massa pendukung Anand Krishna yang dipimpin Ketua Komunitas Pecinta Anand Krishna Sayoga dan putra Anand Krishna, Prashant mencoba menghalang-halangi petugas.

Terjadi perdebatan panjang dan alot antara jaksa dan kubu Anand yang mempertanyakan dasar putusan eksekusi MA yang dinilai cacat hukum. Lantaran terus terjadi perlawanan akhirnya petugas bertindak tegas langsung menyerbu masuk ke padepokan. Kemudian, akhirnya Anand berhasil diboyong ke Mapolda Bali dan kemudian diterbangkan ke Jakarta.

Anand sendiri sempat berupaya meminta perlindungan hukum ke Mapolda Bali, namun gagal dan akirnya ditangkap serta dijebloskan ke LP Cipinang, Jakarta. Buronan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan atas kasus pelecehan seksual terhadap Tara Pradipta Laksmi ini dijemput di Bali dan langsung dibawa ke Jakarta. Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, dia langsung dibawa ke LP Cipinang.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi mengatakan, setibanya di Jakarta, Anand Krishna akan langsung dijebloskan ke penjara LP Cipinang, Jakarta Timur. "Ya (dibawa) ke LP Cipinang," ujar Untung dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (16/2/2013) kemarin

Eksekusi dilakukan menyusul Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Krisna Kumar Tolaram Gang Tani alias Anand Krishna.

Majelis Hakim yang dipimpin Zaharuddin dengan hakim anggota Achmad Yamanie dan Sofyan Sitompul itu dibacakan pada 24 Juli 2012 lalu dengan perkara tersebut tertera bernomor 691 K/PID/2012.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menetapkan Anand Krishna sebagai buronan. Penetapan ini dilakukan setelah terpidana kasus pelecehan seksual itu tidak menanggapi panggilan Kejari Jaksel selaku eksekutor. Anand terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu muridnya Tara. Sebagaimana diatur dalam Pasal 294 Ayat ke-2 KUHP jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP, Anand kemudian divonis hukuman penjara selama 2 tahun 6 bulan. (bilal/dbs/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Polri lanjutkan operasi Maleo di Poso

PALU (Arrahmah.com) - Kepolisian RI (Polri) akan melanjutkan operasi pemulihan keamanan di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dengan menggelar operasi Aman Maleo II dalam waktu dekat.

"Kita akan segera menggelar operasi Aman Maleo II untuk lebih memantapkan situasi dan keamanan yang sudah cukup kondusif melalui operasi Aman Maleo I di Poso dalam sebulan terakhir," kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dewa Parsana, usai memimpin serah terima jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah di Palu, Sabtu (16/2/2013) sepertidilansir Antara.

Operasi Aman Maleo I di Poso yang dimulai 10 Januari 2013 akan diperpanjang selama sebulan lagi dengan personel yang jumlahnya sama dan pola operasi yang sedikit berbeda.

Operasi Aman Maleo I melibatkan 1.185 personel Polri dari Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah dan Markas Besar Polri serta anggota TNI.

Kegiatan itu mencakup penegakkan hukum dan pengejaran pelaku-pelaku tertuduh teror yang masuk dalam daftar pencarian orang, dialog dengan masyarakat, bakti sosial serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Dalam operasi Aman Maleo II nanti, kata Dewa Parsana, kegiatan akan lebih banyak melibatkan peran pemerintah daerah untuk menggelar aktivitas pembangunan ekonomi dan kemasyarakatan di daerah sasaran operasi.

Daerah sasaran operasi, katanya, terutama di Kecamatan Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara dan Kota Poso yang meliputi desa-desa seperti Kalora, Tamanjeka dan Tambarana yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi tempat persembunyian dan latihan tertuduh teroris. (bilal/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Sniper mujahidin menembak mati dua polisi rezim Syiah Irak

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Departemen Informasi Daulah Islam Irak kembali merilis hasil-hasil operasi jihad yang mereka lakukan dan berhasil mereka dokumentasikan di propinsi-propinsi selatan untuk periode bulan Shafar 1434 H. Berikut laporan berkala tersebut untuk hari Rabu, 5 Shafar 1434 H bertepatan dengan 19 Desember 2012 M.   

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Laporan tentang operasi-operasi militer yang berhasil didokumentasikan di wilayah selatan

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du.

Berikut ini laporan tentang operasi-operasi militer yang berhasil didokumentasikan dan dilakukan oleh mujahidin Daulah Islam Irak ~semoga Allah menjayakannya~ di sebagian wilayah dalam propinsi-propinsi selatan selama bulan Shafar, segala pujian dan karunia milik Allah semata.

1. Menyerang dan membunuh orang murtad durjana, Amjad Maki Amiri, seorang perwira pada Departemen Dalam Negeri rezim Shafawi dengan meledakkan bom tempel pada mobilnya oleh regu intelijen mujahidin di kawasan Durah, Baghdad. Korban tewas seketika oleh serangan pada tanggal 5 Shafar 1434 H tersebut.

2. Menyerang dan membunuh dua orang polisi rezim Shafawi oleh sniper mujahidin di desa Askari, Jarf Sakhr. Kedua korban tewas seketika oleh serangan pada tanggal 5 Shafar 1434 H tersebut.

3. Meledakkan ranjau terhadap truk militer rezim Shafawi di kawasan Khutaimiyah, Ar-Rasyid, sehingga menghancurkan truk dan menewaskan para tentara yang berada di atasnya. Serangan ini dilakukan pada tanggal 5 Shafar 1434 H.

 

Allahu Akbar

Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.

 

Departemen Informasi

Daulah Islam Irak

 

Sumber: Al-Fajr Media Center

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Bom mobil kembali menewaskan dan mencederai beberapa tentara rezim Syiah Irak

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Departemen Informasi Daulah Islam Irak kembali merilis hasil-hasil operasi jihad yang mereka lakukan dan berhasil mereka dokumentasikan di propinsi-propinsi selatan untuk periode bulan Shafar 1434 H. Berikut laporan berkala tersebut untuk hari Kamis, 6 Shafar 1434 H dan Sabtu, 8 Shafar 1434 H bertepatan dengan 20 dan 22 Desember 2012 M.   

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Laporan tentang operasi-operasi militer yang berhasil didokumentasikan di wilayah selatan

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du.

Berikut ini laporan tentang operasi-operasi militer yang berhasil didokumentasikan dan dilakukan oleh mujahidin Daulah Islam Irak ~semoga Allah menjayakannya~ di sebagian wilayah dalam propinsi-propinsi selatan selama bulan Shafar, segala pujian dan karunia milik Allah semata.

1. Meledakkan bom mobil yang diparkir pada tempat perkumpulan keji para tentara Dajjal di kawasan Syumali, Diwaniah. Serangan bom mobil itu menewaskan dan mencederai banyak tentara. Serangan ini dilakukan pada tanggal 6 Shafar 1434 H.

2. Menyerang patroli tentara rezim Shafawi dengan senjata ringan dan senjata menengah di kawasan Sishbar, Mahmudiyah. Dua tentara tewas dan seorang perwira komandan patrol mengalami luka parah dalam serangan yang dilakukan pada tanggal 6 Shafar 1434 H tersebut.

3. Menyerang dan membunuh seorang agen dinas intelijen rezim Shafawi, di mana satu regu intelijen mujahidin menyerang rumah dinasnya di kawasan Uwaisat, Jarf Sakhr, menawannya dan mengeksekui mati dirinya. Serangan ini dilakukan pada tanggal 8 Shafar 1434 H.

Allahu Akbar

Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.

 

Departemen Informasi

Daulah Islam Irak

 

Sumber: Al-Fajr Media Center

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Written By Unknown on Sabtu, 16 Februari 2013 | 17.11

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/arrahmah/domains/arrahmah.com/public_html/wp35/wp-settings.php:195) in /home/arrahmah/domains/arrahmah.com/public_html/wp35/wp-includes/pluggable.php on line 876


17.11 | 0 komentar | Read More

Written By Unknown on Jumat, 15 Februari 2013 | 17.11

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/arrahmah/domains/arrahmah.com/public_html/mods/advanced-access-manager/model/cache.php:88) in /home/arrahmah/domains/arrahmah.com/public_html/wp35/wp-includes/pluggable.php on line 876


17.11 | 0 komentar | Read More

Written By Unknown on Kamis, 14 Februari 2013 | 17.11

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/arrahmah/domains/arrahmah.com/public_html/mods/advanced-access-manager/model/cache.php:88) in /home/arrahmah/domains/arrahmah.com/public_html/wp35/wp-includes/pluggable.php on line 876


17.11 | 0 komentar | Read More

Al Chaidar: Terorisme tidak identik dilakukan kelompok agama

Written By Unknown on Rabu, 13 Februari 2013 | 17.11

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengamat terorisme, Al Chaidar mengatakan setiap orang atau kelompok diluar keagamaan yang ikut mengancam keamanan serta membuat teror secara massal juga dapat disebut teroris. Terorisme tidak selalu harus dilekatkan terhadap kelompok radikal Islam, sekalipun dari beberapa kasus mereka beragama Islam.

"Itu juga teroris. Terorisme bisa dilakukan oleh setiap orang dan dari berbagai kalangan, tidak hanya dari kelompok keagamaan Islam," ucapnya, Jakarta, Selasa (12/02).

Chaidar pun mencontohkan,tindak pidana terorisme yang dilakukan oleh kelompok diluar keagamaan seperti yang terjadi di Aceh menjelang pemilihan kepala daerah yang menyebabkan jatuhnya korban baik nyawa, fisik maupun non fisik dapat dikatakan menjadi sebuah aksi terorisme.

"Itu disebut teroris pilkada," pungkasnya.

Adapun berkenaan dengan meledaknya bom di Ambon beberapa hari yang lalu, Chaidar belum bisa memastikan apakah ada unsur terorisme atau hanya konflik semata.

"Disana kan daerah konflik. Sebaiknya dilakukan penyelidikan terlebih dahulu agar tidak menyakiti pihak-pihak lain," katanya. (bilal/SI/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Dakwahkan "Kekufuran Demokrasi" Istri dan anak Fauzan Al Anshori diculik Intel?

JAKARTA (Arrahmah.com) - Misteri hilangnya istri dan anak aktivis Islam Ustadz Fauzan Al Anshari belum terungkap. Direktur  Lembaga Kajian Politik dan Syariat Islam (LKPSI) itu menduga sang istri, Umi Olif, dan anaknya yang berusia sepuluh bulan, Alifah,  telah diculik orang tak dikenal, berikut berita yang dikirim Ustadz Fauzan kepada arrahmah.com yang sebelumnya telah dilansir itoday.

Umi Olif dan Alifah dinyatakan hilang pada Ahad (10/02). Sebelum dinyatakan hilang, ibu-anak itu menumpang bus 'Budiman' dari Banjar, dan turun di pintu tol Cileunyi, Bandung pada pukul 13.30 WIB, Ahad (10/02).

Ustadz Fauzan menceritakan informasi yang ia himpun, bahwa menurut kondektur bus Budiman, Umi Olif menumpang bus Budiman bersama seorang laki-laki paruh baya, yang berjenggot, bergamis dan berjidat hitam. Kondektur bus Budiman menduga, lelaki misterius itu suami Umi Olif.

"Kondektur bus Budiman mulai curiga, saat istri saya turun bersama lelaki itu terburu-buru. Saya dapat informasi hilangnya istri saya dari kondektur itu. Saya curiga, istri saya telah dihipnotis lelaki misterius itu," tutur Ustadz Fauzan.

Terkait dugaan motif penculikan sang istri, Ustadz Fauzan menduga, penculikan itu dilatarbelakangi sikap kritis Ustadz Fauzan yang kerap berdakwah soal kekafiran sistem demokrasi. "Mungkin ada yang merasa terganggu dengan dakwah saya. Saya sering bilang bahwa demokrasi itu sumber malapetaka, karena syirik hukumnya," ungkap Fauzan.

Menurut Ustadz Fauzan, sekitar satu bulan sebelum penculikan itu, ada pesan pendek (SMS) yang masuk, dengan nada mengancam. Intinya, pengirim menyatakan Ustadz Fauzan telah mengkafirkan saudara-saudara sendiri.

"Orang itu bilang, 'kami' sedang berjuang di sini. Dakwah Anda menganggu strategi kami masuk sistem demokrasi. Orang itu juga bilang, asal tahu saja, kami ini mengutamakan umat daripada pribadi. Kemudian saya tanya, apakah Anda dari PKS? Itu tidak dijawab," tutur Ustadz Fauzan.

Ustadz Fauzan menegaskan bahwa, 'peneror' mengirimkan SMS ke nomor khusus yang hanya diketahui beberapa orang saja. "Tidak ada yang tahu nomor khusus saya, kecuali orang-orang tertentu. Salah saya,  saya pernah menghubungi temen-temen. Kalau itu dari telepon nyasar, itu tidak mungkin. karena peristiwanya cepat," ungkap Ustadz Fauzan.

Berdasarkan adanya teror via SMS itu, Ustadz Fauzan menduga penculikan Umi Olif dan Alifah adalah bagian dari operasi intelijen. "Mungkin ini ada operasi intelijen. Dari fakta SMS teror itu, diduga ada keterkaitan dengan sebuah kelompok besar yang mengatasnamakan umat Islam. Mereka masuk sistem demokrasi yang sangat terganggu dengan dakwah saya," ungkap Fauzan.

Hingga saat ini, Ustadz Fauzan mengaku belum melaporkan dugaan penculikan itu kepada pihak kepolisian. "Sudah ada tiga polisi yang mendatangi rumah saya. Saya katakan, saya belum minta bantuan polisi. Saya cuma menyampaikan kronologi kejadiannya. Polisi dengar dari masyarakat," pungkas Ustadz Fauzan. (bilal/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger