Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ustadz Fahmi Salim membantah tuduhan istri Jalaludin Rahmat terhadap Sunni

Written By Unknown on Selasa, 18 Desember 2012 | 17.11

Bilal

Selasa, 18 Desember 2012 13:32:50

JAKARTA (Arrahmah.com) - Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Agama (Balitbang Kemenag) menggelar diskusi atas studi kasus-kasus lektur dan khazanah keagamaan. Buku berjudul "40 Masalah Syiah" karya Emilia Renita Az, menjadi buku pertama yang dikaji.

Balitbang menghadirkan editor buku yang juga Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI), Jalaluddin Rahmat sebagai pembedah. Sedangkan dari kalangan Sunni yang hadir anggota Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat, Ustadz Fahmi Salim, MA., sebagai pembanding.

Dalam diskusi tersebut, Kang Jalal panggilan akrab Jalaludin Rahmat tidak terlalu menjelaskan secara mendetail. Sementara itu, penanggap Ustadz Fahmi Salim memberikan penjelasan mendetail kaitan dengan catatan atas buku setebal 240 halaman yang menjadi pedoman dakwah bagi anggota IJABI ini.

Ustadz Fahmi mengomentari nukilan yang dilakukan penulis terkait sebuah hadits tentang Aisyah yang ceroboh meletakkan sahifah di bawah tempat tidurnya, sehingga ketika Rasulullah meninggal sahifah itu tidak terurus dan kemudian masuklah kambing ke dalam dan memakannya di halaman 43 buku itu,. Ini dilakukan Emilia untuk membuktikan tuduhannya tentang adanya tahrif dalam hadits-hadits sahih kaum Sunni.

Menurut Ustadz Fahmi, riwayat hadits yang ada tambahan "Masuklah kambing ke dalam dan memakannya" adalah riwayat yang dhaif, karena ada perawi yang majhul dan pendusta.  Apalagi hadits itu hanya ada dalam riwayat Ibnu Majah.

Menurutnya, tambahan tersebut dibuat oleh Syiah Rafidhah. Syiah Rafidah ini beda dengan Syiah Zaidiyah. Mereka menolak keimamahan Abu Bakar dan Umar. Mencaci maki mereka, mencela, mengkafirkan mereka. Ini karakter khusus Syiah Rafidhah.

"Menurut para ulama, Syiah Rafidhah ini julukan untuk Syiah Imamiyah Istna Asy'ariyah," jelasnya di Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat (17/12).

Lanjut Ustadz Fahmi, dalam Sahih Muslim tidak ditemukan tambahan itu. Riwayat Ibnu Majah tidak bisa disamakan dalam satu catatan kaki sehingga seolah-olah riwayat Muslim sama dengan Ibnu Majah. Ini bisa membuat orang berkesimpulan ini sama. Padahal jika diteliti tidak demikian.

Di halaman 54. Ketika membahas tentang hadits 12 khalifah, Emilia mengkritik Imam Ibn Hajar Al Asqalani dengan kalimatnya, "Dalam kebingungannya, Ibn Hajar al-Asqalani menulis, "Aku tidak menemukan seorang pun yang mengetahui secara pasti arti hadits ini". Kemudian Emilia menulis, "Aneh juga kalau ahli hadits sebesar Ibn Hajar tidak memahami arti hadits ini, padahal nama-nama dua belas imam diriwayatkan banyak sekali dalam khazanah Ahlussunah."

Ulama Ahlussunah yang telah meriwayatkan banyak hadits terkait dengan masalah ini, menurut Emilia, adalah Al-Qanduz al-Hanafi, penulis buku Yanabi' al-Mawwadah.

"Hebat kutipan ini. Ulama hadits selama 1400 tahun tidak pernah menyebutkan dalam kitab hadits, sekarang ada ulama abad 15 yang menyebut ada banyak ulama Ahlussunah menulis nama 12 imam dan hanya menyebut satu orang, Al Qanduzi Al Hanafi," sindir Fahmi.

Ustadz Fahmi pun menjelaskan siapa sebenernya sosok Al Qanduzi al-Hanafi itu?. Di hadapan peserta diskusi, dengan gamblang dan disertai bukti-bukti kitabnya, Fahmi membeberkan bahwa Al Qanduzi al-Hanafi bukanlah ulama Sunni melainkan tokoh Syiah.

"Yanabi' al Mawwadah dikarang Sulaiman bin Ibrahim Al Qanduzi al Hanafi, disebut ini adalah karya tulis Syiah. Al Qanduzi ini banyak menukil dari Ja'far Shadiq. Ini bukan tulisan ulama Ahlusunnah, ini Syiah," ungkapnya.

Sehingga Ustadz Fahmi pun mempertanyakan kejujuran intelektual dan ilmiah penulis buku "40 Masalah Syiah" itu. "Mana kejujuran intelektual dan ilmiah, dari penulis buku ini dan editornya ketika menyebut itu banyak kitab ulama Ahlussunah?", tanyanya.

Lebi dari itu, Emilia dalam halaman 74. Menyatakan dalam tulisannya , "Syiah tidak pernah mengkafirkan semua sahabat Nabi Saw seperti kaum Khawarij. Tetapi Syiah juga tidak memaksumkan semua sahabat Nabi seperti Ahlussunnah."

Jelas dan tegas, Emilia menuduh kalangan Sunni menganggap sahabat Nabi terbebas dari kesalahan (ma'shum). 

"Ini keliru pak. Ahlussunnah tidak pernah menganggap mereka maksum. Tolong dikoreksi. Ahlusunnah tidak pernah menganggap sahabat Nabi maksum, tapi mereka 'adil (adil) dalam meriwayatkan. Beda antara ishmah (terjaga dari dosa) dan 'adalah (sifat adil)," jelasnya.

Anehnya, setelah pada halaman 74 menuding bahwa Ahlusunnah memaksumkan sahabat, lantas pada halaman 76 Emilia menulis bahwa " 'adalah semua sahabat bertentangan dengan al-Quran."

"Ini berarti mengakui kesalahan sebelumnya. Ini tidak konsisten," komentar Fahmi.

Pemutarbalikkan fakta sejarah juga banyak dilakukan Emilia dalam buku ini. Pada halaman 83, ia menuduh istri dan sahabat Nabi, Aisyah, Thalhah, Zubayr dan sahabat-sahabat "yang satu aliran dengan mereka" memerangi Imam Ali. "Sebelumnya, mereka berkomplot untuk membunuh Utsman," tulisnya.

Ustadz Fahmi membantah tuduhan gembong Syiah ini. Menurutnya ini merupakan tuduhan yang luar biasa terhadap para sahabat. Ia menduga tudingan ini diambil dari kitab Al Muraja'at, karangan Abdul Hussein Syarafuddin al-Musawi. Buku tersebut kini telah diterjemahkan dengan judul "Dialog Sunnah-Syiah".

"Ini tuduhan yang jahat, palsu sumbernya dan fiktif. Itu merupakan hasil dialog imajiner penulisnya dengan Syaikh Salim Al Bisyri, ulama Al Azhar. Al Azhar telah mengjklarifikasi hal ini, dan membuktikan bahwa buku itu palsu karena diterbitkan 20 tahun setelah Syaikh Al Bisyri meninggal," ungkapnya. 

Jalal dan istrinya juga memfitnah sahabat Khalid bin Walid telah mengambil istri orang setelah Khalid membunuh suami perempuan itu. Tuduhan keji ini lantaran Khalid telah membunuh Malik bin Nuwairah, pimpinan kelompok yang menolak membayar zakat di masa Abu Bakar Asshiddiq. Menurut Ustadz Fahmi bahwa Khalid membunuh Malik itu benar. Karena ini kemudian memunculkan Perang Riddah. Tapi menuduh Khalid bin Walid mengawini istri Malik di malam harinya, ini saya tidak melihat satupun sanad riwayat sejarah.

" Ini tuduhan palsu dan fitnah. Ini memecah belah umat Islam," tegasnya.

Selain Ustadz Fahmi, beberapa perserta juga menanggapi pandangan-pandangan syiah yang dipaparkan buku tersebut.

Sebelumnya, Ketika memulai pemaparan kali pertamanya memulai paparannya, mengungkapkan bahwa istrinya, Emilia Renita Az, sang penulis buku, tidak bisa hadir karena masih berada di Karbala.  Hubungan antara ia dan buku tersebut, selain sebagai editor buku, mengaku melakukan berbagai tugas dalam penyusunan buku itu diantaranya sebagai penyunting, penggunting, pembanding dan pembanting.

Sementara istrinya, dalam kata pengantarnya malah menuliskan, "(sebetulnya, saya malu kalau saya claimed, buku ini hasil saya sendiri padahal suami saya kerja lebih keras dari saya!!...)". Artinya, andil Kang Jalal cukup besar dalam buku tersebut.

Ia tidak menjelaskan seluruh isi buku itu. Ia hanya menekankan bahwa perbedaan antara Sunni dan Syi'i banyak yang tidak esensial. Soal nikah mut'ah kata Kang Jalal, tidak substansial. Maka, Kang Jalal hanya membahas satu persoalan saja yang merupakan perbedaan mendasr antara Sunni dan Syi'i, yakni tentang wasiat Rasulullah kepada Ahlul Bayt.

Dalam menanggapi bantahan tersebut, maka Kang Jalal beberapa kali meminta kepada Ustadz Fahmi Salim agar memberikan semua makalah dan catatan kritiknya kepada dia. Tujuannya agar bisa dijawab dan terjadi dialog. Hal itu dilakukannya, karena kesempatan untuk menjawab satu persatu persoalan tidak memungkinkan dan kehabisan bahan argumentasi.

"Saya ingin menanggapi secara ilmiah tanpa bicara manipulasi, kedustaan, fitnah, dan lainnya," kata Kang Jalal.

Kang Jalal menganggap semua tanggapan dari Fahmi Salim dan peserta diskusi sebagai "violence communication".

"Orang Syiah memang banyak yang tolol. Sebagaimana di Sunni juga banyak yang tolol. Tapi saya tidak termasuk yang tolol itu," katanya.

Menanggapi hal tersebut, kepada arrahmah.com  Ustadz Fahmi hanya tersenyum dan menyatakan bahwa keterangannya tersebut sudah cukup jelas dengan bukti.

"Penjelasan saya sudah cukup jelas bukan fitnah ataupun dusta" ujarnya (bilal/dbs/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Mujahidin merebut kamp pengungsi Palestina di distrik Yarmouk dari militer rezim Suriah

Muhib Al-Majdi

Selasa, 18 Desember 2012 13:43:21

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Kantor berita Ugarit News melaporkan secara langsung dari lapangan bahwa mujahidin berhasil membebaskan kamp pengungsi Palestina di distrik Yarmouk, propinsi Damaskus pada Senin (17/12/2012).

Komandan mujahidin Brigade Umar bin Abdul Aziz berkeliling distrik Yarmouk untuk meninjau suasana kamp pengungsian dalam sebuah mobil patroli bersama wartawan Ugarit TV.

"Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Telah selesai dengan pertolongan Allah semata pembebasan kawasan kamp pengungsi Yarmouk dari tangan militer Asad dan milisi Syiah Shabihah durjana. Pembebasan dilakukan oleh (mujahidin) Brigade Umar bin Abdul Aziz dan bantuan brigade-brigade lainnya."

"Allah Maha Besar, kemuliaan milik Allah semata. Sungguh pertolongan Allah itu dekata," kata komandan mujahidin selama berpatroli.

Brigade Umar bin Abdul Aziz dan beberapa brigade mujahidin lainnya terlibat pertempuran sengit dengan militer rezim Suriah pada Senin (17/12). Mujahidin berjuang keras dan memukul mundur militer rezim Suriah yang mencoba memasuki kamp pengungsi Palestina tersebut.

Jika militer rezim berhasil menguasai sepenuhnya kamp tersebut, bisa diprediksi mereka akan membantai ratusan warga pengungsi Palestina yang dianggap mendukung pihak revolusioner Suriah.

Militer rezim Nushairiyah Suriah telah membombardir kamp pengungsian warga Palestina di distrik Yarmouk pada Ahad (16/12). Sedikitnya delapan warga muslim Palestina gugur dan belasan lainnya luka parah akibat bombardir pengecut tersebut.

(muhib almajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Hakim PN Serang bebaskan 4 Terdakwa perusakan Madrasah

Bilal

Selasa, 18 Desember 2012 13:55:03

SERANG (Arramah.com) – Empat terdakwa pelaku perusakan fasilitas Madrasah Al-Falah milik anggota Front Pembela Islam (FPI) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (17/12) divonis bebas.

Keempat terdakwa yang merusak pesantren di  Kampung Peranan, Desa Terumbu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang tersebut adalah Hasan (30), Muhlis (35), Bustomi (29), dan Mulyadi (30). Sebelumnya oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) mereka dituntut 1 bulan penjara,sesuai pasal 170 KUHP.

"Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan jaksa penuntut umum karena tak terbukti melakukan perbuatan seperti yang didakwakan," kata M Lutfi, ketua majelis hakim saat membacakan putusan, Senin (17/12) seperti dirilis fb Banten News yang dikirim kepada arrahmah.com.

Pantauan, sidang itu dipenuhi pengunjung baik dari kubu terdakwa maupun kubu korban yakni Nasehudin selaku pimpinan Madrasah Al-Falah. Dari kubu terdakwa yang datang adalah warga yang mengenakan pakaian biasa. Sementara dari kubu korban terlihat sejumlah orang yang mengenakan pakaian putih dan peci bertuliskan FPI.

Memang korban Nasehudin merupakan pengurus FPI Kecamatan Kasemen. Tak terjadi bentrok dalam sidang kali ini namun suasana di ruang sidang sempat memanas ketika majelis hakim yakni M Lutfi yang membacakan putusan. Pendukung korban sempat berteiak agar meminta volume suara majelis hakim dalam membacakan tuntutan lebih tinggi.

Adu mulut juga sempat terjadi usai sidang. Pendukung korban langsung mendatangi JPU Andri Saputra dan meminta agar jaksa tidak tinggal diam menyikapi putusan bebas tersebut.

"Harusnya jaksa meminta agar suara hakim tadi keras. Ini seolah-olah persidangan ini milik hakim saja. Tetapi kenapa jaksa diam saja. Ini bisa menimbulkan fitnah dari kedua belah pihak. Apa artinya sidang ini," kata seorang pengunjung di depan Andri Saputra.

Kemudian Andri Saputra menjelaskan kepada pengunjung dari pendukung korban. "Semua ada mekanisme hukum yang harus ditempuh. Kalau saya mengingatkan hakim, itu bukan wilayah saya. Semua ada aturanya," ucap Andri.

Andri menjelaskan, meski masih pikir-pikir namun kemungkinan besar pihaknya akan melakukan upaya hukum lain atas bebasnya terdakwa itu yakni kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Dia memaklumi dengan putusan bebas itu karena berdasarkan keterangan saksi di persidangan bahwa memang tak ada yang melihat secara langsung peristiwa perusakan tersebut. "Apalagi terdakwa tak mengakui perbuatannya itu. Tapi kami akan lakukan upaya hukum lain," ucapnya.
 
Namun menurut Andri, dirinya kecewa, sebenarnya dalam BAP ada saksi yang melihat langsung peristiwa pengrusakan madrasah tersebut. Akan tetapi di persidangan saksi tersebut mencabut keterangannya. " Saya juga tidak mengerti, mengapa saksi yuang melihat kejadi pengrusakan tersebut mencabut keterangannya dalam sidang, " kata Andri. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Awas, Salib membajak Indonesia !

Bilal

Selasa, 18 Desember 2012 14:32:33

(Arrahmah.com) - Melalui kristenisasi, kaum Kristen mencanangkan tahun 2020, Indonesia tidak lagi mayoritas Muslim, namun berubah (bertransformasi) menjadi mayoritas kafir Kristen. Penangkapan dan pembunuhan terhadap para aktivis Islam oleh Densus 88 dan program Deradikalisasi oleh pemerintah: era baru Perang Salib untuk menghancurkan Islam.

Maka itu kami semua mengundang umat Islam untuk menghadiri:
Bedah Majalah An-Najah "Salib Membajak Indonesia" & Buku "Perang Salib: Perspektif Historis, Ideologis Dan Empiris"

Bersama:
-Ustadz Abu Rusydan: Mubaligh Nasional
-Ustadz Andri Kurniawan: Penulis Buku Perang Salib & Pimpinan Markaz Da'wah

Waktu: Ahad, 23 Desember 2012. Pukul 08.00 pagi – selesai
Tempat: Masjid Baitul Makmur (Masjid Ungu) – Utara PUSDIK ARHANUD, Donowarih, Karangploso, Kabupaten Malang.

Info:
Dayad 087859895935
Tsalis 081231128829
(panitia menyediakan majalah dan buku yang dibedah)

Diselenggarakan atas kerjasama
Majalah An-Najah & Markaz Da'wah

Mari ikuti dan sebarkan

Semoga Allah memudahkan kita menuju majlis ilmu


17.11 | 0 komentar | Read More

Mujahidin serang markas militer rezim Asad di distrik Yarmouk

Muhib Al-Majdi

Selasa, 18 Desember 2012 15:03:03

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mujahidin Brigade Umar bin Abdul Aziz dan sejumlah brigade lainnya melakukan serangan gabungan terhadap pasukan rezim Nushaririyah Suriah di desa Hajar Aswad dan kamp pengungsian warga Palestina di desa Hajar Aswad, distrik Yarmouk, Damaskus pada Senin (17/12/2012).

Kantor berita Ugarit News melaporkan secara langsung dari lapangan suasana pertempuran sengit di kamp pengungsian warga Palestina di desa Hajar Aswad. Mujahidin Brigade Umar bin Abdul Aziz dan beberapa brigade lainnya melakukan serbuan serentak terhadas markas komando militer rezim Suriah di distrik tersebut.

Pertempuran pecah selama beberapa jam. Mujahidin mengerahkan senapan mesin berat dan senjata penangkal serangan udara dalam pertempuran tersebut. Setelah terjadi baku tembak sengit, mujahidin berhasil memaksa militer rezim Suriah untuk mundur dari markasnya pada Senin sore.

Militer rezim Nushairiyah Suriah telah membombardir kamp pengungsian warga Palestina di desa Hajar Aswad, distrik Yarmouk pada Ahad (16/12). Sedikitnya delapan warga muslim Palestina gugur dan belasan lainnya luka parah akibat bombardir pengecut tersebut.

Kesuksesan mujahidin tersebut merupakan berita gembira bagi ribuan warga pengungsi muslim Palestina di desa tersebut. Bayang-bayang pembantaian biadab rezim Suriah berhasil dienyahkan dari benak mereka dengan kemenangan mujahidin tersebut.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

MUI sarankan tukang bakso disertifikasi

Written By Unknown on Minggu, 16 Desember 2012 | 17.11

Bilal

Sabtu, 15 Desember 2012 14:00:57

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan setiap bakso-bakso yang dijual di masyarakat perlu disertifikasi.

Hal itu dikatakan Ketua MUI, Makruf Amin, menanggapi beredarnya bakso dengan campuran daging babi hutan di beberapa wilayah di Jakarta. "Saya kira perlu sertifikasi halal," katanya dikutip dari okezone, Jumat (14/12/2012) malam.

Namun, yang lebih jauh, perlu juga dipikirkan untuk anggaran biaya sertifikasi label halal ini. Kata Makruf, pedagang bakso yang notabene merupakan kalangan menengah bawah sudah seharusnya tidak direpotkan dengan urusan sertifikasi seperti ini.

"Hanya memang kan supaya tidak memberatkan pedagang bakso, maka tidak dipungut bayaran, sertifikasinya tidak dipungut bayaran, tapi biaya itu ditanggung pemerintah," ujarnya.

Dia mengatakan, daging bakso yang dicampur daging hutan adalah tindakan yang sangat jahat. Pasalnya, daging babi yang terkategorikan haram dicampurkan dan dikonsumsi oleh umat Islam tanpa disadari.

"Saya kira haramnya jelas, perbuatannya ini yang sangat jahat, sehingga orang Islam harus dengan tidak tahu kemudian harus memakan barang yang haram," katanya.

Karena itu, dia menganggap ini adalah salah satu kejahatan luar biasa. Selain menipu umat Islam, tentunya juga merugikan pedagang kecil. Penikmat bakso khususnya, menjadi ragu dan curiga saat mengkonsumsi bakso.

Dengan demikian, MUI dalam hal ini mendesak pemerintah memberikan hukuman yang berat bagi pelaku. Jika perlu, tambahnya, dibuatkan UU yang baru dengan hukuman yang berat guna membuat efek jera bagi para pelakunya.

"Harus ada hukuman yang berat, kalau hukuman yang ada terlalu ringan, dibuat UU baru yang memberatkan, yang jelas membuat orang jadi jera yang berat," jelasnya. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Pistol Revolver dicurigai milik Polisi yang terbunuh di Poso

Bilal

Sabtu, 15 Desember 2012 15:00:43

POSO (Arrahmah.com) - Pihak Polres Poso, Sulawesi Tengah, mencurigai pistol revolver yang disita petugas saat menggerebek sebuah pondok di Gunung Koroncopu, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Selasa, 12 Desember, merupakan milik salah satu dari dua polisi yang tewas pada Oktober 2012.

Seperti dilansir okezone, informasi tidak resmi yang diperoleh dari pihak Polres Poso menyebutkan, polisi sedang mendalami penemuan senjata revolver jenis Taurus itu. Pistol tersebut didapat dari seorang warga berinisial S yang ditangkap saat penggerebekan.

Polres Poso juga dilaporkan telah mengirimkan lima penyidik dari Satreskrim untuk memeriksa S di Mapolda Sulteng.

Selain pistol revolver, polisi juga menyita sebuah pistol jenis FN dan lebih dari 1.000 amunisi. Belum diketahui dari mana senjata dan amunisi itu didapat.

Sementara itu, Kapolres Poso, AKBP Eko Santoso, mengatakan, pihaknya telah melepaskan dua warga lainnya yang ditangkap pascabaku tembak antara personel Brimob dan kelompok bersenjata. Meski demikian, mereka masih dikenakan untuk wajib lapor.

Dua warga yakni J alias M, warga Desa Towu, ditangkap pada saat melintas di depan Pos Brimob Desa Kalora saat mengendarai mobil arah Desa Tambarana menuru Kota Poso. Sedangkan seorang lainnya berinisial G, warga Desa Kalora ditangkap di Desa Tambarana saat membeli susu.

Menurut Eko, keduanya dilepaskan karena polisi tidak menemukan unsur-unsur hukum yang dapat menjerat mereka. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Allahu akbar, Brigade At-Tauhid Aleppo umumkan pembebasan Akademi Infantri

Muhib Al-Majdi

Ahad, 16 Desember 2012 12:32:16

ALEPPO (Arrahmah.com) – Setelah pengepungan dan pertempuran sengit selama lebih dari satu pekan, mujahidin Brigade At-Tauhid FSA dan kelompok-kelompok jihad lainnya akhirnya berhasil merebut Akademi Infantri di Aleppo pada Sabtu (15/12/2012) sore tadi.

Salah seorang Koordinator Revolusi Lokal di Aleppo telah mengirimkan kepada kantor berita Turki video awal suasana dalam kompleks Akademi Infantri sesaat setelah dibebaskan. Mayat-mayat tentara rezim Suriah tampak berserakan di tanah. Mujahidin Brigade At-Tauhid FSA juga mengeluarkan pernyataan resmi yang dimuat oleh situs-situs dan stasiun TV pro revolusi Suriah.

Aleppo
Pertempuran revolusioner parit-parit
15 Desember 2012

Atas karunia dan nikmat Allah telah selesai pembebasan Akademi Infantri secara sempurna melalui tangan mujahidin yang perwira, Brigade At-Tauhid, dalam operasi gabungan dengan Brigade Ahrar Suriah, Brigade Al-Aqsha, Brigade Abul Alamain dan gerakan Islam.

Sampai saat ini para pejuang revolusi masih melakukan penyisiran Akademi Infantri dan pengejaran terhadap tentara rezim Asad yang melarikan diri dan bersembunyi dalam sisa-sisa bunker dan kantong-kantong militer.

Hasil-hasil awal sampai saat ini adalah:

  1. Membebaskan lebih dari 25 tawanan dari kalangan warga sipil dan tentara yang membelot ke pihak revolusi rakyat. Mereka ditangkap oleh tentara rezim Suriah di posko-posko pemeriksaan.

  2. Menawan lebih dari 50 tentara rezim Suriah yang menolak untuk membelot ke pihak revolusi meskipun mereka telah diberi tenggang waktu yang cukup.

  3. Menembak mati lebih dari 70 tentara rezim Suriah yang menolak untuk menyerahkan senjata dan membelot ke pihak revolusi.

  4. Merebut puluhan perlengkapan perang yaitu peti-peti amunisi.

Allah Maha Besar, kejayaan hanya milik Allah dan kemenangan dikaruniakan kepada orang-orang yang beriman.

(muhib almajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Mujahidin lanjutkan pengepungan dan penyerangan Akademi Infantri di Aleppo

Muhib Al-Majdi

Sabtu, 15 Desember 2012 17:44:10

ALEPPO (Arrahmah.com) - Mujahidin Islam dan mujahidin FSA terus mendesak posisi militer rezim Suriah di propinsi Aleppo dan pinggiran Aleppo. Lebih dari 80 persen wilayah Aleppo dan pinggiran Aleppo saat ini telah dikontrol oleh mujahidin.

Mujahidin Islam dan mujahidin FSA sampai saat ini masih terus mengepung Akademi Infrantri militer rezim Nushairiyah Suriah di propinsi Aleppo. Mujahidin melubangi beberapa tembok sekeliling Akademi Infantri untuk menempatkan para sniper yang mengincar tentara rezim Suriah dalam kompleks Akademi Infantri.

Kantor berita Aleppo News melaporkan pada Jum'at (14/12/2012) mujahidin Brigade At-Tauhid FSA dan beberapa kesatuan mujahidin lainnya telah semakin merapat ke tembok-tembok yang mengelilingi salah satu akademi militer rezim Asad tersebut. Mereka berhasil menerobos masuk ke dalam kompleks dan terlibat baku tembak sengit.

Baku tembak setiap hari terjadi antara mujahidin dan militer rezim Asad dalam kompleks Akademi Infantri. Pengepungan sendiri semakin diperketat. Mujahidin juga menghujani bangunan dalam kompleks Akademi Infantri dengan tembakan senapan mesin berat DShK. Diperkirakan dalam beberapa hari ke depan mujahidin akan berhasil menerobos masuk dan merebut Akademi Infantri Aleppo.

(muhib almajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Rezim Suriah pergunakan bom fosfor putih untuk membantai warga sipil di Idlib

Muhib Al-Majdi

Ahad, 16 Desember 2012 12:50:24

IDLIB (Arrahmah.com) – Kebiadaban rezim Nushairiyah Suriah tak kalah dengan kebiadaban negara penjajah zionis Israel dan negara penjajah salibis AS. Rezim Suriah terbukti mempergunakan senjata kimia, bom cluster dan bom fosfor putih untuk membantai warga sipil muslim yang tak berdosa.

Kantor berita Ugarit News melaporkan bahwa militer rezim Suriah telah mempergunakan bom fosfor putih saat membardir kota Tamani'a, propinsi Idlib pada Sabtu (15/12/2012). Pesawat tempur membombardir kota tersebut dengan bom fosfor putih yang secara hukum internasional dilarang ditujukan terhadap warga sipil.

Bom fosfor putih adalah bom yang sangat berbahaya. Bagian bom fosfor putih yang paling berbahaya terletak pada proses pembakaran fosfor dan hasil pembakaran fosfor bukan pada ledakannya.

Pembakaran fosfor di udara berlangsung sangat eksotermis yaitu menghasilkan suhu sekitar 800°C. Suhu yang tinggi inilah yang akan merusak jaringan tubuh seperti luka bakar ketika mengenai organ-organ tubuh.

Hasil pembakaran fosfor putih yaitu berupa P2O5 dalam bentuk asap. Asap yang dihasilkan sangat berbahaya karena selain beracun asap ini juga bersifat korosif atau dapat pula bereaksi dengan organ-organ tubuh manusia. Oleh sebab itu jika fosfor ditembakan atau yang digunakan sebagai bom ketika terbakar akan merusak sebagian besar jaringan tubuh.

Penjajah zionis Israel pernah menggunakan bom fosfor putih saat melakukan invasi militer ke Jalur Gaza. Penjajah salibis AS dan NATO juga menggunakan bom fosfor putih saat melakukan invasi militer ke Irak dan Afghanistan.

Walau rezim Nushairiayh Suriah melakukan kejahatan biadab terhadap penduduk sipil lewat penggunaan bom fosfor putih, namun yang dituding sebagai teroris oleh AS dan Barat justru mujahidin Islam yang membela warga sipil muslim Suriah yang tertindas.

(muhib almajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger