Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Gubernur Ahmad Heryawan: Siapa pun yang mengkafirkan sahabat, kekafirannya kembali pada pelakunya

Written By Unknown on Senin, 02 Maret 2015 | 17.11

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, menegaskan siapa pun pihak-pihak yang mengkafirkan sahabat, kekafirannya akan kembali kepada diri pelakunya. Hal tersebut diutarakan Gubernur Aher dalam sesi tanya-jawab dalam Bedah Buku "The Golden Story of Abu Bakar Ash Shidiq" di panggung utama Islamic Book Fair 2015, pada Ahad, (1/3), sebagaimana dilaporkan Kiblat.

Ahmad Heryawan kenakan kaos anti-syiah di IBF 2015

Ahmad Heryawan kenakan kaos anti-syiah di IBF 2015

Ada yang menarik pada sesi terseut. Salah seorang pemuda yang mengaku berasal dari Komunitas Anti Syiah (KASIH), maju dan menanyakan satu pertanyaan sambil memperkenalkan diri.

"Kalau Rasul saja mensifati Abu Bakar dengan sifat luar biasa seperti yang telah tadi ustadz paparkan, kenapa masih ada sekelompok orang yang masih bisa mencela beliau?"

Diiringi pekik takbir, sontak penonton memberi aplause kepada penanya.

Berkenaan hal itu, Aher menjawab, "Mengapa ada orang yang masih membenci Abu Bakar Ash-Shidiq, padahal seperti itu kehebatannya? Jawaban yang paling pas sebenarnya tanya kepada yang membenci itu. Yang paling tau mengapa dia membenci, yaa dirinya sendiri."

Selain itu, boleh jadi dia tidak tahu, atau dia mendapatkan pengetahuan, doktrin yang salah tentang Islam, termasuk tentang Abu Bakar Ash-Shidiq, tambahnya.

"Memang ada sekelompok orang yang membenci, bukan hanya membenci bahkan mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, kecuali Ali radhiyallahu 'anhum. Bagi kita keseluruhannya adalah sahabat nabi.

Aher melanjutkan, bahkan para ulama menyebutkan ketika ada seseorang yang mengkafirkan sahabat nabi, kekafirannya balik kepada yang mengkafirkannya, apalagi ini mengkafirkannya seluruhnya, kecuali beberapa saja. (adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Jangan abaikan 10 gejala kanker ini!

NAMATEMPAT (Arrahmah.com) – Teks berita.

Menurut Cancer Research UK, lebih dari setengah warga dewasa Inggris mengalami gejala yang bisa berarti kanker. Tapi hanya 2 persen yang menanggapinya secara serius. Berikut 10 gejala yang harus diperiksakan ke dokter.

1. Gangguan Pencernaan

Jika sistem pencernaan tidak bekerja sebagaimana mestinya atau ada kelainan bentuk tinja, ini bisa jadi gejala kanker usus, ujar Bartholomew Bevers MD. dari Anderson Cancer Center. "Ini bisa menandakan ada massa yang menghambat transit tinja dari usus besar. Anda harus ke dokter dan menjalani kolonoskopi."

2. Batuk atau Suara Serak

Batuk terus-menerus yang disertai darah harus dikhawatirkan. "Kebanyakan batuk bukan kanker," ujar Therese Bartholomew Bevers. "Tetapi batuk yang tak kunjung sembuh harus diperiksakan untuk memastikan bukan berupa kanker paru-paru."

3. Darah dalam Urin

"Jika ada darah dalam urin, ini bisa menandakan kanker kandung kemih atau kanker ginjal. Tapi lebih seringnya ini gejala infeksi saluran kemih," jelas Bartholomew Bevers. Periksa dulu infeksinya, baru menuntut metode penanganan selanjutnya.

4. Sakit Tanpa Henti

"Sebagian besar rasa sakit bukan pertanda kanker. Tapi sakit yang terus menerus harus diperiksa," kata Bartholomew Bevers. "Jika misalnya Anda sering sakit kepala, bukan berarti Anda sakit kanker otak. Tapi tetap harus diperiksa. Sakit di dada bisa merupakan pertanda kanker paru-paru dan sakit di perut kanker ovarium."

5. Bahaya Tahi Lalat

Tidak semua tahi lalat berarti melanoma (jenis kanker kulit yang paling serius). Namun, tahi lalt yang tumbuh baru atau bentuknya berubah harus Anda periksakan ke dokter kulit, ujar Bartholomew Bevers.

6. Luka Tidak Sembuh

Jika Anda punya luka yang tidak sembuh-sembuh setelah tiga minggu, Anda harus memeriksakannya ke dokter. "Seharusnya luka sembuh dengan sendirinya," kata Bartholomew Bevers. Jenis luka semacam itu bisa berupa gejala karsinoma, kanker yang dimulai di kulit atau jaringan yang melapisi atau menutupi organ-organ tubuh.

7. Pendarahan

Jika perempuan mengalamai pendarahan vaginal di luar menstruasi, ini bisa pertanda dini kanker leher rahim, sementara pendarahan dari rektum bisa mengindikasi kanker usus, papar Bartholomew Bevers.

8. Berat Badan Turun Drastis

"Orang dewasa susah menurunkan berat badan," ujar Bartholomew Bevers. "Tapi jika Anda menjadi kurus tanpa melakukan hal apapun, ini harus Anda curigai dan bisa mengindikasikan masalah kesehatan serius." Penyebabnya bisa jadi tumor ganas.

9. Periksa Benjolan

"Setiap Anda menemukan benjolan, baik itu benjolan baru atau benjolan yang berubah bentuk, Anda harus memeriksakannya ke dokter," kata Bartholomew Bevers. Walau ternyata benjolan hanya berupa kista yang tidak berbahaya, benjolan juga bisa berarti "kanker yang berada pada jaringan di bawah permukaan kulit. Benjolan pada payudara tentu gejala umum kanker payudara."

10. Sulit Menelan

Ada dua jenis kanker yang berada di balik gejala ini: kanker leher dan kanker esofagus (kerongkongan). "Mereka yang mengalami gejala ini seringnya mulai memodifikasi makanan yang disantap. Seperti hanya menyantap makanan yang lunak. Padahal masalahnya mungkin lebih serius."

Sumber: womenhealthsmag.com, dilansir oleh Deutsche Welle

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Ribuan warga Inggris tolak kelompok anti-Islam PEGIDA

LONDON (Arrahmah.com) – Lebih dari 2.000 orang melakukan protes pada Sabtu (28/2/2015) di Newcastle, timur laut Inggris, dalam rangka menentang pawai yang diselenggarakan oleh kelompok anti-Islam PEGIDA cabang Inggris, yang diikuti oleh sekitar 400 orang, kata seorang saksi mata mengungkapkan kepada Reuters.

Kelompok 'Patriotik Eropa Menentang Islamisasi Barat' (PEGIDA) Jerman, gencar melakukan pawai besar-besaran selama berbulan-bulan di kota Dresden.

Dalam pawainya kelompok ini memperingatkan bahwa Jerman sedang diserbu oleh Muslim. Kelompok anti-Islam ini mencoba untuk menyebar ke kota-kota dan negara-negara yang lain.

Fotografer Reuters di tempat kejadian mengatakan bahwa polisi dikerahkan untuk mengendalikan aksi protes ini, yang berjalan terpisah dan bisa berlangsung dengan damai.

Tokoh masyarakat, politisi, perwakilan serikat pekerja dan warga Inggris mengatakan bawah kelompok anti-Islam Pegida "tidak diterima di kota kami,".

Pernyataan itu diungkapkan menjelang pawai pertama kelompok anti-Islam PEGIDA cabang Inggris di Newcastle pada Sabtu (28/2).

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Ratusan warga Oslo bergandengan tangan lindungi masjid

OSLO (Arrahmah.com) – Setelah meningkatnya Islamophobia yang melanda berbagai negara di Eropa, sebagian rakyat Norwegia menunjukkan aksi yang berbeda. Mereka menunjukkan rasa solidaritas dan kesetiakawanannya dengan berdiri bergandengan tangan melindungi masjid, sebagai aksi solidaritas terhadap ummat Islam di Oslo.

Pada Sabtu (28/2/2015), ratusan warga Oslo, Norwegia, berdiri bergandeng tangan melakukan aksi damai di luar sebuah Masjid Jamaah Ahlu As-sunnah. Menurut para pengunjuk rasa, mereka mencoba sebuah lingkaran damai yang mengitari masjid sebagai bentuk solidaritas mereka terhadap ummat muslim, sebagaimana dilansir Huffington Post.

Menurut para pengunjuk rasa, gerakan aksi damai ini adalah sebagai ungkapan rasa terima kasih mereka terhadap warga Muslim di Norwegia atas persahabatan yang telah mereka jalin selama ini.

"Kami ingin saling bahu membahu untuk terus bekerjasama dan memperlihatkan betapa menjijikannya permusuhan dan kebencian," kata para demonstran.

Gerakan damai ini sangat bertolak belakang dengan apa yang sedang berkembang baru-baru ini di Eropa. PEGIDA, sebuah organisasi yang memproklamirkan diri sebagai gerakan anti-Islam, yang sedang berkembang di Eropa, melakukan pawai di kota-kota di Jerman, dan menyebar ke berbagai negara.

Pada Sabtu (28/2), ratusan orang yang mengaku anti-Islam menggelar pawai yang menunjukkan kebencian mereka terhadap Islam di Newcastle Inggris.

Setelah kelompok ekstimis anti-Islam English Defense League, PEGIDA merupakan organisasi yang secara terang-terangan menyuarakan kebencian terhadap Islam.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Berkaos anti-syiah, Aher: Saksikanlah dulu saya

JAKARTA (Arrahmah.com) – Mengenai kelompok syiah yang kerap membenci dan mengkafirkan sahabat Nabi shalallahu 'alaihi wasallam, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan agar kita sebagai Ummat Islam meluruskan hal yang salah semacam itu, sebagaimana dilansir Kiblat, Senin (2/3/2015).

"Memang ada sekelompok orang yang membenci, bukan hanya membenci bahkan mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, kecuali Ali radhiyallahu anhum. Tetapi, bagi kita keseluruhannya adalah sahabat Nabi SAW," ujar Gubernur Aher di panggung utama Islamic Book Fair 2015, Ahad (1/3).

Padahal, para ulama menyebutkan ketika ada seseorang yang mengkafirkan sahabat nabi, kekafirannya balik kepada yang mengkafirkannya, apalagi ini mengkafirkannya seluruhnya, kecuali beberapa saja. Demikian tambah Aher dengan tegas.

Akan tetapi, Aher berprasangka baik, bahwa kelompok itu gemar mencela sahabat akibat ketidaktahuannya terhadap prinsip kebenaran yang hakiki.

"Ya mudah-mudahan [itu terjadi] karena mereka tidak tahu, dan kewajiban kita memberitahu itu adalah hal yang salah. Mari kita hadirkan sebuah prinsip kebenaran tadi. Kemudian kita mengikuti tata cara yang sudah dilakukan oleh orang-orang yang benar tadi. Supaya kita sampai pada kebenaran yang sesungguhnya," ujarnya diplomatis.

Aher menjelaskan, orang-orang yang benar ialah yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah ta'ala,

(وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا)

"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."

Pernyataan Gubernur Aher itu disampaikan dalam sesi tanya-jawab dalam bedah buku "The Golden Story of Abu Bakar Ash Shidiq" di panggung IBF 2015. Pada kesempatan itu, Aher juga dihampiri oleh sejumlah pemuda berkaos merah yang mengatasnamakan Komunitas Anti Syiah (KASIH).

Belasan pemuda berkaus merah itu menyerahkan kaos anti-syiah kepada Gubernur Aher di atas panggung. Kaus itu bertuliskan "We Love Ahlul Bayt and Sahabat", sementara di bagian belakangnya bertuliskan " Syiah Sesat Bukan Islam".

Mengapresiasi semangat para pemuda KASIH, Aher terlihat sumringah dan berkomentar singkat, "Saksikanlah, saya dulu pernah kurus." (adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Hamas: Keputusan pengadilan Mesir terhadap Hamas mengejutkan

Written By Unknown on Minggu, 01 Maret 2015 | 17.11

KAIRO (Arrahmah.com) – Pengadilan Kairo pada Sabtu (1/3/2015) memutuskan untuk menunjuk Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, sebagai sebuah organisasi teroris. Hamas menggambarkan keputusan Mesir itu sebagai keputusan yang mengejutkan, dan mengatakan bahwa pengadilan Mesir menargetkan orang-orang Palestina dan juga faksi-faksi perlawanan Palestina, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center.

Keputusan pengadilan Mesir terjadi setelah gugatan yang diajukan oleh pengacara Samir Sabri yang meminta untuk melabeli Hamas sebagai gerakan "teroris".

Putusan pengadilan ini menyusul keputusan serupa yang terjadi sebelumnya yang menunjuk Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, sebagai kelompok teroris dua bulan yang lalu.

Hamas mengatakan bahwa keputusan pengadilan Mesir itu mengejutkan dan berbahaya karena menargetkan orang-orang Palestina dan kelompok perlawanan Palestina.

Hamas menambahkan, "Putusan ini tidak akan mempengaruhi status Hamas yang mendapatkan dukungan dari massa dan pemimpin negara-negara (Arab dan Islam)."

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Jaman kebablasan, pers berpihak pada yang bayar

JAKARTA (Arrahmah.com) – Dunia pers Indonesia secara idealisme sesungguhnya saat ini boleh dibilang tenggelam dengan adanya eforia reformasi. Tampak, kepentingan pers saat ini lebih cenderung berpihak kepada siapa dan kepentingan apa.

Pergeseran ideologi itu membuat fungsi media massa sebagai alat pendidikan masyarakat tidak lagi menjadi ciri yang kuat melekat. Malah fungsi pers dijadikan alat propaganda yang efektif bagi pemilik kepentigan.

"Orientasi pers menjadi samar-samar. Padahal pers itu kekuatan keempat di negeri ini setelah legislatif, ekesekutif, dan yudikatif. Kita bisa kontrol semuanya dari pemberitaan dengan kaedah jurnalistik yang berlaku," tukas Yaya Suryadarma, Sekum PWI Reformasi dalam Diskusi Wartawan, dengan tema "Wajah Pers Kita Hari Ini", Jum'at (27/2/2015).

Dirasakan oleh kita semua saat Pilpers 2014 kemarin. Peranan pers sungguh kental berpihak dan memiliki kepentingan terhadap kubu yang membayar. "Itu susahnya kalau jaman sudah kebablasan. Mestinya pers kita tetap konsisten dengan fungsinya. Jangan terlibat terlalu jauh," tambah Yaya.

Peran pers yang begitu besar dalam pembentukan opini publik membuat lembaga ini selalu berbenturan dengan kepentingan. Pada masa Orde Baru, sering kali pers dipaksa mengakomodasi kepentingan pemerintah atau terpaksa berhadapan dengan penguasa jika bersikukuh mempertahankan idealisme kebebasannya.

Karena itu, Dewan Pers mengidentifikasi sejumlah masalah yang dihadapi pers Indonesia saat ini. Secara internal dan eksternal. Secara eksternal, salah satu tantangan utamanya adalah soal dominasi pemilik modal yang menguasai atau memiliki media.

Nah, UU Pers No. 40/1999 hadir sebagai payung hukum bagi insan pers. Semuanya diatur dalam undang-undang itu. Sehingga dominasi pemilik modal tidak semena-mena dan hegemoni terhadap pers di Indonesia.

Secara normatif, UU No.40/1999 tentang Pers, menyebutkan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial serta dapat pula berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Sementara peranannya antara lain adalah memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran-saran yang berkaitan dengan kepentingan umum, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Syiah Iran benar-benar ancaman nyata terhadap NKRI

Oleh DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.

Penulis buku Syiah Ancaman terhadap NKRI

(Arrahmah.com) – Dalam acara yang digelar oleh Majelis Taqarrub Ilallah (MTI) / Temu Pembaca Suara Islam (TPSI) di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq Cawang, Jakarta Timur, Sabtu 28 Februari 2015 saya sangat mengapresiasi acara ini, semoga terus diberdayakan dan dikembangkan oleh seluruh elemen organisasi Islam. Sebagai pembicara utama dalam kajian tersebut, selain itu hadir pula KH. Lutfie Hakim (Ketua Umum FBR) dan KH Ahmad Sobri Lubis (Waketum FPI), saya nyatakan – dengan sejumlah informasi dan data – bahwa Syiah Iran benar-benar ancaman nyata terhadap NKRI, selain tentunya terhadap aqidah Islam. Syiah Iran adalah Rafidhah, semua Syiah di Inonesia tunduk dan patuh kepada Iran.

Dalam acara kajian tersebut, saya menilai masih banyak diantara kita yang tidak mengerti apa dan bagaimana sebenarnya ideologi Syiah. Imamah memang merupakan sebagai pokok ajaran elementer bagi Syiah, terutama Syiah Imamiyyah. Syiah Imamiyyah yang paling mendominasi saat ini adalah Itsna Asyariyah yang berpusat di Iran. Pasca Revolusi Iran tahun 1979, Syiah telah mengalami suatu evolusi dan transformasi ideologi Imamah, yakni dengan hadirnya kelembagaan Wilayat al-Faqih yang notabene produk pemikiran kaum Syiah Ushuli. Syiah Ushuli inilah yang sangat progresif revolusioner, menganggap semua pemerintahandi dunia ini tidak sah kecuali atas keberlakuan Imamah. Secara jelas dan nyata hal ini dapat dilihat pada Konstitusi Iran tepatnya, Pasal 2 jo Pasal 5 jo Pasal 12 jo Pasal 56 jo Pasal 57. Melalui kelembagaan Wilayat al-Faqih dengan Waly al-Faqih (Iran: Rahbar) semua orang di dunia ini harus tunduk dan patuh pada Rahbar, karena posisi Rahbar adalah sebagai Wakil Imam Kedua Belas (Imam Mahdi as) selama masa ghaib. Semua orang wajib mengangkat baiat kepada Imam Mahdi as yang dalam praktiknya diberikan kepada Rahbar, karena ia sebagai penguasa sementara selama masa ghaibnya sang Imam .

Syiah Iran menginginkan keberadaan Rahbar selalu abadi, boleh berganti orangnya namun tidak dapat dihapuskan jabatan Rahbar dalam kelembagaan Wilayat al-Faqih, untuk kepentingan ini, maka Iran melarang adanya penghapusan Imamah dan Wilayat al-Faqih dalam konsitusinya (Lihat: Pasal 12 jo Pasal 57). Maksud dan tujuan pelarangan itu tidak lain adalah dimaksudkan untuk melanggengkan jaran Syiah dengan menginduk kepada Iran untuk mewujudkan kembali kekuasaan Persia yang telah dihancurkan oleh Khalifah Syaidina Umar bin Khathab ra. Syiah Iran sengaja mengkultuskan Syaidina Husein bin Ali bin Abi Thalib ra, mengingat beliau ra menikah dengan Syahbanu putri Kaisar terakhir Persia yakni Yazirgid.Syiah Iran mengklaim dari keturunan Syaidina Husein ra akan muncul Imam Mahdi as. Padahal Imam Mahdi kelak nanti akan dilahirkan melalui keturunan Syaidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra. Menurut riwayat hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa Imam Mahdi, namanya seperti namaku dan nama bapaknya seperti dengan nama bapakku, beliau adalah Muhammad bin Abdullah dan kemunculannya dari Madinah. Sedangkan Syiah mengklaim munculnya dari Isfahsan (daerah Iran) yang akan membangkitkan Syaidina Abu Bakar As-Shiddiq ra dan Syaidina Umar bin Khathab ra lalu kemudian menghukumnya dalam rangka pembalasan dendam, karena Syiah Iran menuduh kedua sahabat mulia Nabi Muhammad SAW telah merebut hak imamah Syaidina Ali bin Abi Thalib ra.

Sesungguhnya yang dinantikan oleh Syiah Iran adalah Al-Masikhul Dajjal Al-Muntazar Laknatullah, bukan Imam Mahdi. Kondisi yang demikian, hampir serupa dengan keyakinan kaum Yahudi yang mengetahui akan hadirnya Nabi terakhir dari keturunan Nabi Ibrahim as, mereka menginginkan dari ras mereka melalui Nabi Ishak as, namun ternyata Nabi terakhir dari keturunan Nabi Ismail as. Nabi Ishak as melahirkan para Nabi , tidak demikian halnya dengan Nabi Ismail as. Ketika Nabi Muhammad SAW menjadi Nabi terakhir, mereka ingkar dan berbuat makar hingga saat ini dan berlanjut kelak sampai hadirnya Perang di Akhir Zaman (Al-Mahamah Al-Khubro/Armageddon). Hal yang sama terjadi pada Syiah Iran, mereka menduga Imam Mahdi dari keturunan Syaidina Husein ra, namun ternyata nanti dari keturunan Syaidina Hasan ra. Inilah siasat Yahudi untuk mengeksodus umat Islam menjadi Syiah dan otomatis menjadi pengikut Dajjal laknatullah dimasa yang akan datang.

Salah seorang pendeta Syiah Indonesia, Husein Ali Al-Habsyi turut hadir pada acara Asyuro di Balai Samudra, Jakrta Utara. Dia merupakan tokoh utama pada kasus peledakan di gereja Katholik Sasana Budaya dan gedung Seminari Alkitab Asia Tenggara (24 Desember 1984), Malang, Jawa Timur. Juga, kasus peledakan Candi Borobudur (21 Januari 1985), Magelang, Jawa Tengah. Serta, rencana peledakan gagal di Bali (Maret 1985).

Salah seorang pendeta Syiah Indonesia, Husein Ali Al-Habsyi turut hadir pada acara Asyuro di Balai Samudra, Jakrta Utara.
Dia merupakan tokoh utama pada kasus peledakan di gereja Katholik Sasana Budaya dan gedung Seminari Alkitab Asia Tenggara (24 Desember 1984), Malang, Jawa Timur. Juga, kasus peledakan Candi Borobudur (21 Januari 1985), Magelang, Jawa Tengah. Serta, rencana peledakan gagal di Bali (Maret 1985).

Dalam acara Majelis Taqarrub Ilallah juga saya buktikan bahwa Syiah Iran merekrut berbagai preman-preman untuk menjadi tameng menghadang acara-acara sosialisasi tentang kesesatan Syiah, seperti yang terjadi di Karawang (2014), Bintaro (2014), Sentul (2015) hingga kasus Az-Zikra. Fakta telah berbicara, bahwa Syiah menggunakan tangan-tangan para preman, ditambah lagi dengan maraknya para imigran Syiah di berbagai wilayah seperti kawasan Bogor (Puncak) dan Kalimantan. Selain itu sejumlah pasukan siap mati mereka organisasikan, seperti pasukan Badar pimpinan Mayor (Laut) Isa Al-Mahdi Al-Habsyi, Pasukan Garda Kemerdekaan yang didirikan oleh Prof. Dawam Rahardjo, dan sejumlah pasukan lainnya yang tersebar di berbagai daerah. Wacana pembunuhan terhadap para ulama Ahlussunnah dan tokoh-tokoh pegiat anti Syiah bukan "omong kosong", terbukti pada tahun 2013 Syiah telah mengirim 16 orang untuk berlatih militer di Lebanon dengan kekhususan sebagai penembak jitu.

Saya siap untuk bermubahalah dengan siapa saja yang menolak pernyataan ini: bahwa Organisasi Syiah yang ada di Indonesia seperti IJABI ataupun ABI semuanya menginduk kepada Rahbar Iran.

Penamaan Republik Islam Iran harus kita tolak, jangan menyebut Revolusi Islam Iran dan jangan pula mengatakan Republik Islam Iran, cukup katakana Revolusi Iran dan Republik Iran. Wahai para pendukung dan simpatisan Syiah sadarlah akan sinyal ancaman Syiah Iran ini. Tidak benar jika dikatakan "tidak Sunni tidak Syiah tapi Jumhur Islamiyah", itu adalah bahasa kamuflase Syiah dalam ranah taqiyyah. Kelak nanti ketika mereka (baca: Syiah) kuat taqiyyah akan berubah menjadi tabiah, yakni mobilisasi untuk melakukan perlawanan yang lebih dahsyat terhadap Islam dan NKRI.

Takutlah akan catatan sejarah yang akan menuliskan nama-nama pendukung dan simpatisan Syiah di Republik Indonesia yang akan menjadi bahan bacaan generasi selanjutnya. Terlebih lagi tanggung jawab kepada Allah SWT dan bagaimana kita ketika berhadapan dengan sang idola Nabi Muhammad SAW yang telah mewasiatkan kepada umat yang memiliki ilmu tentang kewajiban untuk membela sahabat-sahabat beliau SAW dari caci-maki Syiah Rafidhah, jika tidak maka laknat Allah, laknat seluruh malaikat dan seluruh manusia kepadanya (Lihat: Qanun Asasi Nahdlatul Ulama).

Syukur Alhamdulillah, penjelasan dari KH. Ahmad Sobri Lubis yang mewakili FPI sangat memuaskan. Beliau berkali-kali menegaskan bahwa FPI tidak akan membiarkan Syiah melaknat para sahabat Nabi SAW, Syiah Rafidah harus ditindak oleh aparat penegak hukum. Sebelumnya, saya mendengar ceramah Habib Rizieq Syihab dalam acara Maulid di Jl. Wedana Jakarta Timur, beberapa hari yang lalu, dikatakan bahwa Syiah tidak ada yang baik, Syiah sama dengan "Kecoa" suka dengan kotoran. Selanjutnya, Habib Rizieq Syihab mengatakan jika mereka menyerang, umat kita harus siap!. Suatu pernyataan yang sangat mendukung bagi umat Islam dalam rangka melawan radikalisme Syiah.

Begitupun pernyataan KH. Luthfie Hakim yang menegaskan, bahwa dirinya bukan Syiah, adalah suatu pernyataan klarifikasi yang tepat. Selama ini media Syiah selalu menggunakan nama besar FBR untuk kepentingan Syiahisasi. Dengan pernyataan ini, maka FBR bukan alat Syiah dan FBR sangat mendukung gerakan perlawanan terhadap aksi-aksi brutal/premanisme darimanapun datangnya, FBR akan tampil di depan, bukan di belakang.

Kita berharap kedua kekuatan ini (FPI dan FBR) senantiasa aktif menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dari segala aksi penyimpangan dan penodaan agama, amin ya Robbal alamin.

Kepada KH. Muhammad Al-Khaththat (Sekjen FUI) saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar, jazakumullah khoiron katsier, semoga Suara Islam sebagai penyelenggara tetap Jaya, amin ya Robbal alamin

Jakarta, 28 Februari 2015

(*/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

"Di bawah naungan Al Quran," tema Islamic Book Fair 2015

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ajang Islamic Book Fair (IBF) 2015 resmi dibuka Jumat (27/2/2015), sebanyak 415 gerai memamerkan buku bernuansa Islam.

Pameran yang berlangsung di Gelora Bung Karno selama sepuluh hari hingga Ahad (8/3/2015) itu bertema "Di Bawah Naungan Al Quran" dan bertujuan untuk semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan kecintaan pada Al Quran.

"Jumlah stan keseluruhan mencapai 415 buah, meningkat dari IBF 2014 yakni 384 buah," kata ketua panitia IBF ke-14 tahun 2015 M Anis Baswedan saat pembukaan pameran itu, Jakarta, Jumat, dikutip dari Antaranews.

Dia mengatakan sebanyak 202 gerai diisi oleh para penerbit, 140 stan multiproduk, sementara sisanya adalah sponsor dan rekan media.

Lebih lanjut ia mengatakan jumlah penerbit dan toko yang ikut pameran buku Islam tahunan yang diadakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) DKI Jakarta pada 2015 sebanyak 92 penerbit dan 16 toko buku yang mana jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada 2014 sebanyak 90 penerbit dan 12 toko buku.

"Tema ini merupakan gambaran keyakinan umat tentang peran Al Quran dan As-Sunnah sebagai pedoman yang membimbing umat dalam setiap langkahnya," katanya.

IBF 2015, katanya, juga pertama kali menyediakan arena bermain anak yang dinamakan Kids Zone yang berada di wahana seluas 600 meter persegi seperti planetarium dan kampung kreasi.

"Kami merancang berbagai perlombaan untuk anak seperti lomba menggambar, mewarnai dan adzan," katanya.

Dirinya optimistis jumlah pengunjung IBF 2015 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Kami targetkan pengunjung IBF 2015 sebanyak 425 ribu orang, naik dibandingkan IBF 2014 yang mencapai 410 ribu orang," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Ikapi DKI Jakarta Afrizal Sinaro mengatakan IBF 2015 menghadirkan buku-buku Islam bermutu yang mendukung upaya perbaikan akhlak dan kualitas umat.

"Kami berharap melalui pameran ini akan terwujud umat Islam yang cerdas berilmu dan cerdas beriman," katanya.

Sedangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan mengapresiasi pameran buku tentang agama dan ajaran Islam yang rutin diselenggarakan Ikapi.

"Pameran ini mengingatkan kita bahwa Al Quran sebagai pedoman menjadi manusia berakhlak mulia, sebagai inspirasi akan pengetahuan yang tak pernah kering dan sumber kedamaian," katanya. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Polisi menangkap lima orang dalam aksi unjuk rasa anti-Islam di Inggris

LONDON (Arrahmah.com) – Polisi telah menangkap lima orang selama reli pertama anti-Islam Pegida Inggris di pusat kota Newcastle. Polisi Northumbria mengatakan bahwa sebanyak 375 orang ikut serta dalam reli Pegida, sementara 2.000 orang bergabung dengan demonstrasi tandingan yang menamakan dirinya 'Newcastle Unites'.

Kelimanya ditangkap setelah terlibat sebuah insiden perkelahian antara para pengunjuk rasa dengan kelompok yang berseberangan pandangan. Kepolisian sudah melakukan isolasi terhadap dua kelompok yang berseberangan pandangan itu, sebagaimana dilansir oleh ITV News, Sabtu (28/2/2015).

Belum jelas benar dari kelompok mana kelima orang yang ditangkap oleh kepolisian. Namun menurut kepolisian Northumbria – otoritas kepolisian yang bertugas mengamankan area Newcastle dan sekitarnya- meraka ditangkap lantaran mabuk dan percobaan berbuat keonaran.

Pihak PEGIDA Inggris berkeras mengatakan bahwa mereka melakukan pawai dengan damai. Hingga kini laman facebook PEGIDA Inggris sudah memiliki 17 ribu likes. dari belasan ribu penyuka laman itu, 800 orang telah menyatakan kesediaannya untuk hadir dan bergabung dengan pawai protes PEGIDA yang digelar pada Sabtu ini.

Sementara itu, di Jerman, tempat gerakan Patriot Eropa Melawan Islamisasi Barat itu bermula , PEGIDA, telah menarik 25 ribu pendukung di kota timur Jerman, Dresden. Pada medio Januari lalu, pawai anti-Islam oleh gerakan PEGIDA di kota Dresden dibatalkan akibat adanya ancaman terhadap salah seorang pemimpin mereka.

George Galloway, seorang anggota parlemen, yang menyampaikan pidato di pawai besar-besaran kontra-demonstrasi PEGIDA mengatakan bahwa protes anti-Islam berusaha untuk "menimbulkan masalah" di Inggris, sebagaimana dilansir oleh The Independent, Sabtu (28/2/2015).

kelompok konter-demonstrasi menentang protes PEGIDA jumlahnya lebih besar

[kelompok konter-demonstrasi menentang protes PEGIDA jumlahnya lebih besar]

"Semua orang yang yang berakal sehat di Inggris akan mengecam gagasan kelompok Nazi Jerman yang datang ke Inggris yang mencoba untuk membuat masalah," katanya.

"Sebagian besar orang Inggris menghormati itu dan orang-orang yang berada di sini di kontra-demonstrasi PEGIDA ini mewakili jutaan orang tersebut."

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger