Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ledakan bom yang menargetkan bus yang membawa penganut Syi'ah asal Libanon menewaskan enam orang

Written By Unknown on Senin, 02 Februari 2015 | 17.11

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Sebuah bom menghantam bus yang membawa penganut Syi'ah asal Libanon di Damaskus pada Ahad (1/2/2015), menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 19 lainnya dalam serangan langka di pusat ibukota Suriah, ujar saksi mata kepada Reuters.

Kendaraan tersebut memiliki nomor plat Libanon dan pasukan rezim Syi'ah Nushairiyah telah mengepung lokasi kejadian yang terletak di dekat pasar Hamidiyeh. Tim penyelamat tiba di lokasi dan membersihkan puing-puing yang berserakan di jalan,
lansir Reuters.

Kantor berita corong propaganda rezim Suriah, SANA, mengklaim bahwa lima kilogram bahan peledak ditempatkan di bagian depan bus dan tentara berhasil menjinakkan bom kedua yang terdapat di dalam tas dan ditemukan di lantai kendaraan.

Bus tersebut membawa penganut Syi'ah asal Libanon menuju makam Sayyida Ruqayya, menurut laporan saluran televisi yang dijalankan oleh militan Syi'ah "Hizbullah".

Akun Twitter yang diklaim milik Mujahidin Jabhah Nushrah menuliskan bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan itu.

Selama ini, pertempuran sengit hanya terjadi di pinggiran Damaskus, serangan di pusat ibukota merupakan hal yang langka. (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Ribuan orang ikut serta dalam pawai 'Respect for our Prophet' di Turki

ANKARA (Arrahmah.com) – Ribuan orang telah menghadiri pawai "Respect for our Prophet" yang diselenggarakan pada Sabtu (31/1/2015) oleh LSM di provinsi Erzurum Turki timur, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin.

Para peserta meneriakkan slogan-slogan seperti "Kami bisa mengorbankan hidup kami untukmu Nabi Muhammad."

Mustafa Guvenli, ketua pengurus LSM di Erzurum yang menyelenggarakan acara tersebut, mengatakan bahwa "Israel" berada belakang serangan Charlie Hebdo di Paris pada tanggal 7 Januari yang menyebabkan 12 orang tewas.

Dia mengatakan bahwa publikasi kartun Nabi Muhammad di sampul majalan Charlie Hebdo merupakan bentuk penghinaan oleh ummat Islam. "Nabi kami adalah kehormatan kami."

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

World Hijab Day kembali guncang dunia

NOTTINGHAM (Arrahmah.com) – Puluhan perempuan non-Muslim mencoba mengenakan hijab pada Hari Hijab Dunia di Old Market Square, Nottingham, sebagaimana dilansir oleh Nottingham Post, Ahad (1/2/2015).

Acara ini diselenggarakan oleh kelompok remaja Muslimah dan KQZ untuk membantu meredam kesalahpahaman yang sering terjadi terkait mengapa Muslimah harus memakai hijab.

Yvette Rodney, mencoba mengenakan kerudung untuk pertama kalinya. "Saya hanya lewat dan melihatnya," kata Yvette, warga Kanada, yang sedang mengunjungi pamannya di Carlton.

"Sangat menyenangkan bahwa perempuan Muslim Nottingham memiliki kepercayaan diri untuk berbagi budaya mereka."

Waheed Zaman, kelompok aksi masyarakat KQZ Institute mengatakan bahwa mereka memiliki respon positif. "Nottingham adalah kota yang sangat beragam dan kami ingin melakukan sebisa kami untuk terus menyebarkan pesan dan mengintegrasikan budaya yang berbeda," katanya.

Malaika Kayani, salah satu anggota di Komunitas tersebut, menambahkan: "Banyak perempuan yang mencoba mengenakan kerudung. Mereka mengatakan bahwa mereka suka."

"Ada banyak kesalahpahaman umum tentang kerudung. Yang paling utama adalah bahwa perempuan dipaksa untuk memakainya, pendapat yang sangat jauh dari kebenaran."

"Bagi kebanyakan wanita muslim kerudung adalah simbol kebebasan, bukan penindasan. Mengenakan kerudung adalah keputusan yang sangat pribadi dan independen." tegas Malaika.

Panitia World Hijab Day berharap bisa mengumpulkan 10 juta orang saat acara tahunan World Hijab Day yang digelar untuk ketiga kalinya pada 1 Februari 2015 mendatang.

"Misi kami adalah untuk mengumpulkan 10 juta peserta di seluruh dunia. Acara ini diselenggarakan sejak dua tahun terakhir untuk membangkitkan kesadaran dan pemahaman yang lebih baik dan dunia yang damai," tulis penyelenggara World Hijab Day di halaman Facebook mereka, pada Ahad (01/02).

Pernyataan itu menambahkan, World Hijab Day juga bertujuan untuk mendorong toleransi beragama secara global melalui kesadaran Hijab.

"Kami meminta kepada perempuan non-Muslim dan Muslimah yang tidak memakai kerudung di seluruh dunia untuk memakai kerudung selama sehari pada 1 Februari. Hari itu akan menjadi hari bagi setiap orang yang ingin mengalami bagaimana rasanya memakai kerudung."

"Kami tidak berharap banyak selain itu. Kami berharap kalian mendapat pengetahuan dan pengalaman yang sedikit berbeda tentang definisi kebebasan."

Pada 1 Februari nanti, jutaan wanita Muslim dan non-Muslim akan memakai hijab dan secara serentak melakukan long march di jalan-jalan di 116 negara untuk memperingati 3 tahun World Hijab Day.

World Hijab Day adalah ide dari seorang warga New York bernama Nazma Khan. Acara tersebut menjadi sarana bagi Khan untuk menumbuhkan toleransi dan pemahaman beragama.

Khan juga melihat bahwa World Hijab Day sebagai kesempatan terbaik untuk melawan beberapa kontroversi seputar mengapa Muslimah memilih untuk memakai hijab.

"World Hijab Day bukanlah suatu tindakan pemujaan melainkan cara yang efektif untuk menciptakan kesadaran global tentang isu yang kini mendapat serangan yang tak adil," kata Mufti Ismail Menk.

Di seluruh dunia, relawan telah bersiap untuk acara yang ditunggu-tunggu ini. Peserta dari Amerika dan Eropa hingga Asia dan Afrika menyambut antusias acara World Hijab Day.

"Saya suka mengenakan kerudung. Saya merasa sangat cantik. Meskipun saya non-Muslim, mengenakan kerudung membuat saya merasa lebih cantik dan unik," kata Adreena, yang tinggal di California.

"Saya memakai secara sembunyi-sembunyi karena sepertinya tidak diterima di masyarakat di sini. Termasuk teman-teman saya juga tidak suka, jadi saya memakai kerudung saat saya tidak dilihat oleh mereka," ujar Juliana, non-Muslim dari Minneapolis, Minnesota.

Hijab menjadi perhatian dunia sejak Perancis melarang Muslimah memakainya di tempat umum pada tahun 2004.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Waspadai rekrutmen Freemason di sekitar kita

JAKARTA (Arrahmah.com) - Begitu halus kaum Illuminati dan Freemason membujuk manusia untuk bergabung ke dalam persatuan pendukung Dajjal itu. Sampai-sampai mereka melancarkan beragam upaya perekrutan dari beragam sisi kehidupan.

Kali ini, Tim Arrahmah.com memaparkan beberapa kasus yang diperoleh dari beberapa sumber anonim pada Senin (2/2/2015), terkait upaya rekrutmen para masonik (tukang batu, istilah untuk para pengikut Freemasonry) kepada mayarakat Indonesia, baik melalui tatap muka, maupun secara online.

Freemason di Negeri Kangguru

Upaya rekrutmen para masonik ini amat beragam. Dari beberapa pengakuan sejumlah sumber, gerak mereka begitu halus, sehingga sulit diterka pada awalnya. Seperti apa yang dialami Meli (bukan nama sebenarnya), yang hampir direkrut oleh keluarga landlord-nya (pemilik rumah yang dikontraknya). Meli adalah salah seorang mahasiswi postgraduate di salah satu univesitas di Australia. Ia beruntung mendapatkan beasiswa dan meneruskan kuliahnya disana.

Layaknya mahasiswa di tempat asing, tentu Meli dan kawan-kawannya harus mengupayakan tempat tinggal dengan menyewa kamar di asrama, apartemen, atau mengontrak rumah. Ternyata Meli akhirnya mengontrak sebuah rumah dan berbagi tempat bersama mahasiswa lain.

Mengetahui landlord-nya ternyata suami-isteri bangsa Asia, keturunan Cina Singapura yang juga berprofesi sebagai guru bantu di beberapa sekolah luar biasa (SLB), Meli dan teman-temannya merasa gembira. Apalagi mereka sangat ramah, sering berkunjung dan mengobrol, serta selalu siap membantu jika ada keluhan dari pengontrak rumahnya, itu anugerah luar biasa.

Namun, beberapa semester kemudian, kebaikan pemilik rumah itu semakin berlebihan. Suatu kali Meli diajak berkunjung ke rumah sang landlord (yang mengaku pernah mengontrakkan rumahnya untuk Bapak Boediono, mantan wakil presiden RI pada masa pemerintahan SBY). Disana ia diperlakukan sangat istimewa, bahkan dihadiahi beragam makanan khas Singapura dan oleh-oleh dari Hong Kong. Setelah mengobrol beberapa saat, tiba-tiba Meli diajak berkeliling ke ruangan-ruangan di rumah tersebut yang nampak sangat indah, mewah, dan terawat.

Di salah satu ruangan, Meli diajak duduk bersama di dekat sebuah meja mirip altar persembahan untuk sama-sama berdoa untuk kebaikan bersama. Kedua landlord-nya lalu menanyakan apakah Meli senang melihat kehidupan mereka. Tentu saja Meli menjawab senang, "siapa sih yang tidak mau hidup serba berkecukupan?"

Setelah berbicara mengenai bagaimana cara sang landlord mendapatkan kemapanan, cerita itu berujung pada titik balik mereka saat mengikuti sebuah organisasi. Organisasi ini dikatakan hanya sebagai sebuah organisasi amal yang berusaha menjadikan anggotanya dan dunianya menjadi lebih baik. Meski hanya kelompok amal, akan tetapi tidak sembarang orang bisa menjadi anggotanya. Ada syarat yang harus dipenuhi.

Sang landlord mengatakan bahwa, "syarat menjadi anggota organisasi yang pertama adalah calon anggota harus percaya kepada G.A.O.T.U (Grand Architect of the Universe atau tuhan)." Untuk hal yang ini, Meli tidak diragukan lagi, katanya, karena "Meli kan Muslimah".

Selanjutnya Meli juga mendapatkan pujian, sebab syarat yang kedua sudah terpenuhi, yakni memiliki reputasi yang bagus. Sang landlord mengatakan bahwa Meli pasti tidak pernah terindikasi melakukan hal yang melanggar hukum ataupun merugikan orang lain, karena terdaftar sebagai awardee program beasiswa yang bonafid.

Landlord itu juga ternyata mengamati Meli sebagai pengontrak yang dinilai mampu menjalani hidup dengan menjunjung tinggi moral dan etika di tempat yang ia tinggali. Inilah indikasi ketiga bahwa Meli pantas untuk direkrut menjadi anggota organisasinya.

Apalagi dari segi finansial, kandidat doktoral semacam Meli pasti mampu menafkahi diri anda sendiri dan keluarganya. Dengan demikian, landlord menilai Meli sebagai orang yang bertanggung jawab, dan memnuhi syarat keempat.

Terakhir, sang landlord melihat Meli berkeinginan yang kuat dalam dirinya untuk membawa perubahan untuk dunia ke arah yang lebih baik, baik dari hasil obrolan, maupun dari riset yang sedang dilakukannya di universitas. "Kamu orang yang menyenangkan Meli, siapapun betah tinggal dengan kamu," ujar landordnya.

Sontak Meli merasa terkejut, begitu detilkah sang landlord mengamatinya selama ini. Lantas apa organisasi yang diajakkan mereka kepadanya. Pertanyaan-pertanyaan bermunculan di benak Meli, tapi ia hanya bisa terdiam, mengamati balik apa yang akan dilakukan landlord selanjutnya.

Saat itu Meli hanya tersenyum dan mengangguk-angguk, menyembunyikan kekagetannya. Bisa-bisanya pasangan landlord yang tampil biasa saja, ternyata bekerja seperti agen rahasia yang mengamati gerak-gerik target operasinya. Meli kini menjaga perilakunya, jangan sampai ia dirugikan akibat salah bertindak, apalagi ia tinggal di negeri orang.

Karena hari sudah semakin sore maka Meli diantarkan kembali ke kontrakannya oleh landlord itu. Meli hanya bersyukur bahwa kali itu ia hanya diberi penjelasan saja, tanpa ada perlakuan "fisik" kepadanya. Yang pasti, sejak saat itu, tidak ada satu pun makanan dan minuman yang dibagi landlord yang dikonsumsinya.

Berdasarkan pengakuan landlord, organisasi mereka memiliki agenda kegiatan amal yang cukup banyak di seluruh dunia. Pesertanya ada dari beragam agama dan keyakinan. Bahkan Harun Yahya yang kita anggap sebagai cendekiawan Muslim penentang Freemasonry pun turut menduduki posisi di Organisasi tersebut pada tingkat ke 33. (Lihat video Youtube, Adnan Oktar alias Harun Yahya mengakui bahwa dirinya seorang Freemason tingkat 33). Maka tak heran jika Meli yang berjilbab juga direkrut oleh landlord-nya yang telah menjadi anggota Organisasi Freemasonry sejak beberapa tahun lalu.

Meli menjaga dirinya agar tidak kalut, dicarinya informasi tentang organisasi spesial yang ditawarkan kepadanya. Mengetahui betapa sesatnya Freemasonry, maka Meli memutuskan untuk tidak terlibat lebih jauh ke dalamnya.

Meski ia tahu bahwa dirinya kini diawasi pihak landlord, ia hanya bisa menghindari ajakan lanlord ke rumahnya, namun tetap bersikap seperti biasa, jika mereka datang ke kontrakannya. Sebisa mungkin Meli mengikuti kegiatan-kegiatan Islam di komunitas Muslim di sekitarnya, baik yang diselenggarakan orang Indonesia atau internasional. Ia coba untuk lebih menguatkan keimanannya dan mempelajari Islam lebih serius lagi agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan.

Ternyata di kampus pun, Meli tak terbebas dari bayang-bayang Freemasonry. Setelah landlord-nya sulit mengajaknya pergi, kini Meli didekati oleh Profesornya. Dia yang ahli dalam sebuah bidang sains itu mengajaknya mengikuti sebuah sayembara ilmiah dengan iming-iming beroleh Jubilee Awards. Penghargaan ini ternyata merupakan penghargaan tertinggi bagi pihak-pihak yang dianggap berdedikasi dalam berbagai bidang oleh zionis "Israel".

Saat itu Meli diajak profesornya untuk tergabung dalam sebuah tim riset mengenai teknologi pendidikan bagi anak-anak di Jerusalem (baca: Palestina) sebagai korban perang. Direncanakan riset tersebut akan diikutsertakan dalam ajang Jubilee Awards terkait inovasi pendidikan. Tak mau kembali masuk dalam pusaran zionisme, illuminati dan freemasonry, maka Meli menolak ajakan itu.

Qodarullah, Meli mengalami sakit pada semester itu, sehingga ia mendapatkan ijin untuk tidak mengikuti tatap muka di kelas, dan melanjutkan perkuliahan untuk subjek tersebut secara online. Meski ia tidak mendapatkan nilai High Distinction pada salah satu mata kuliah yang diajarkan oleh profesor tersebut di atas, Meli bersyukur bahwa ia tidak perlu repot-repot menghindari jebakan-jebakan Freemason itu lagi.

Tekad Meli hanya ingin menyelamatkan akidahnya. Tak peduli apa pencapaian akademik yang diperolehnya, "bismillah, semoga saya bisa kembali ke tanah air dengan selamat," ujarnya.

Rekrutmen Freemasonry secara online di Eropa

Ternyata, rekrutmen para masonis tidak semuanya dilakukan secara tatap muka. Tak seperti Meli, Sani yang bekerja di Eropa (bukan nama aslinya) mengalami teknik rekrutmen dari masonis secara online melalui medsos.

Mulanya Sani hanya minta di-add seseorang user Indonesia sebagai teman. Di dunia maya ini, asal kita melihat profil seseorang itu "baik-baik saja", tentu tanpa curiga dapat di-approve saja.

User tersebut awalnya sering merespon posting-posting Sani, "meski sekadar jempol sih," ujarnya. Sani tidak berpikir macam-macam, sebab user itu selalu memposting hal-hal Islami di wall-nya.

Namun, seiring berjalannya pertemanan maya itu, user itu mulai memberi komentar pada posting Sani yang juga Islami. Hingga suatu waktu tercipta sebuah dialog yang cukup menarik yaitu freemasonry.

Dengan bahasa-bahasa penuh kode, user itu akhirnya menawari Sani untuk tergabung dalam sebuah lodge (loji) masonis bersamanya atau membuat loji sendiri di Indonesia. Menurut beberapa sumber Arrahmah.com, loji terdekat yang ditawarkan kepada recruitee Indonesia adalah loji di Singapura, namun saat ini loji di Jakarta yang lama tidak diberitakan itu juga sudah mulai berkembang, setelah dahulu merupakan loji freemasonry pertama di Indonesia. (Baca: Batavia, Loji Mason Pertama di Asia). Na'udzubillahi min dzalik.

Loji La Choisie pada tahun 1917 dipakai sebagai kantor NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur

Loji La Choisie pada tahun 1917 dipakai sebagai kantor NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur

Gedung Kimia Farma, dahulu merupakan gedung tempat Loji La Choisie pada tahun 1917 dipakai sebagai kantor NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co., perusahaan farmasi pertama di Hindia Timur. Sejalan dengan kebijakan nasionalisasi eks perusahaan-perusahaan Belanda, di tahun 1958 pemerintah RI melebur sejumlah perusahaan farmasi menjadi PNF Bhinneka Kimia Farma. Selanjutnya pada 16 Agustus 1971 bentuk hukumnya diubah jadi Perseroan Terbatas, jadi PT Kimia Farma (Persero).

Kini gedung Loji Choisie berubah menjadi gedung Kimia Farma, simbol bintang bersudut lima telah ditiadakan

Dalam rekrutmen online, beberapa sumber mengatakan bahwa user masonik akan memberikan kita edukasi mengenai apa itu freemasonry dan tokoh-tokoh masonik yang berkuasa di Indonesia, yang beberapa di antaranya beragama Islam. Contohnya Sani, ia diberikan beragam informasi terkait freemasonry dalam bentuk artikel dan video terkait hal tersebut. Yang menarik adalah, para user senantiasa memperkenalkan ajaran sesat itu melalui buku-buku dari Jerry D. Gray dan Rizki Ridyasmara. Setelah itu, ia ditawari bergabung dengan beragam iming-iming serupa seperti apa yang ditawarkan kepada Meli, termasuk kekuasaan di pemerintahan. Entah apa motif di baliknya, namun terdapat kesan bahwa para user tersebut menyebarluaskan paham baru yakni, "freeslam" (freemason Islami). Hal itu terbukti dengan para user masonik yang diperkenalkan kepada Sani, dimana semua hanya memposting konten Islami saja pada media sosial mereka, sehingga tidak mudah diterka sebagai masonik.

Apakah gejala "freeslam" ini seperti zionis kristen yang turut dipopulerkan dan dipimpin Edi Sapto? Wallahua'lam bish shawwab. Yang pasti, seperti halnya Meli, Sani pun menghindarkan dirinya dari masuk terlalu jauh dari para masonik itu, demi menjaga iman dan Islam mereka. Maasyaa Allah.

Oleh karena itu, menguatkan iman dengan mendalami ilmu agama dalam majelis-majelis yang diridhoi Allah subhanahu wata'ala sangatlah penting. Selain memberikan kita kesempatan berkumpul dengan orang-orang yang shalih (minimal orang-orang yang mau belajar Islam dengan serius -red), kita juga dapat memperoleh wawasan seputar ajaran-ajaran yang menyesatkan manusia, seperti freemasonry. Hal itu pun dapat menjadi benteng kita agar terhindar dari mengikuti ajaran paganisme pendukung Dajjal tersebut. Insyaa Allah. (adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Muallaf Kanada ramai masuk Islam karena Islam agama logis

KANADA (Arrahmah.com) – Steven Byers, seorang mahasiswa semester empat, telah belajar banyak akhir-akhir ini. Tetapi studi terbarunya tidak terbatas hanya fisika dan biologi saja. Byers belajar tentang Islam, agama yang baru-baru ini dia peluk, sebagaimana dilaporkan OnIslam pada Baitul Maqdis, Sabtu (31/1/2015).

Sekitar lima tahun yang lalu, Byers tidak tahu sistem keyakinan apa yang akan dia ikuti. Dibesarkan secara religius, tapi Byers merasa tidak mendapat esensi dari ajaran agamanya.

"Aku sering bertanya mengapa Tuhan memperlakukan diriku, keluargaku, dan teman-temanku seperti ini atau itu? Sepertinya tidak masuk akal bagiku hingga aku merasa marah."

Namun kini setelah memeluk Islam, Byers merasa lebih tenang dan fokus.

Perjalanan Byers menemukan Islam dimulai setelah sepanjang musim semi 2011, teman-temannya mendorongnya untuk belajar lebih dalam tentang Islam.

Setelah belajar Islam dengan benar, Byers menemukan bahwa agama ini adalah sistem keyakinan yang sempurna dan 'nyambung' dengan pikirannya.

Maka, di musim panas 2012, Byers merasa mantap masuk Islam dengan mengucap kalimat syahadat. "Sekali mengucapkan kalimat itu dan meresapinya dalam hati serta jujur pada diri sendiri, maka Anda menjadi seorang muslim."

Abdullah Hamza, profesor di University of New Brunswick di Kanada, mengatakan satu alasan mengapa orang berbondong-bondong memeluk Islam karena ada sesuatu yang hilang dalam kehidupan mereka.

Presiden Frederiction Islamic Association Kanada itu menambahkan, Islam menuntun umatnya untuk tidak terlalu silau dengan duniawi sehingga mereka bisa mendapat kedamaian dalam diri.

"Islam mengajarkan umatnya untuk berdoa sebanyak 5 kali dalam sehari agar bisa melepaskan diri sejenak dari kehidupan duniawi yang penuh liku."

Hal-hal lain dalam Islam yang dapat menguatkan iman dan mendapat kedamaian adalah melakukan salat lima kali sehari, membaca Alquran, berpuasa, beramal dan menunaikan ibadah haji.

Byers belum memutuskan berhaji ke Mekah tapi dia sudah menjalankan puasa Ramadan pertamanya.

"Berpuasa di bulan Ramadan mengajarkan kedisiplinan dan kerendahan hati. Membuat Anda menyadari bagaimana kehidupan orang-orang yang susah mencari makan," kata Byers.

Ia merasa mudah menyesuaikan diri dengan Islam karena merasa dasar-dasar kedamaian, kedermawanan, dan perbuatan baik sudah menjadi bagian dari karakternya.

"Jadi Islam seperti merasuk begitu saja kepadaku. Islam sebenarnya selalu bersama kita sepanjang waktu. Kita terlahir sebagai Islam. Kita akan menemukan Islam saat siap menerimanya."

Byers mengatakan penting bagi orang-orang untuk belajar sedikit tentang Islam, bahkan jika itu tidak lebih dari sekedar membersihkan kesalahpahaman Islam sebagai agama teror.

Ia menambahkan jika orang-orang mengaplikasikan ajaran Islam ke dalam kehidupan mereka, seperti dia, mereka mungkin menemukan kedamaian yang mereka bahkan tidak tahu mereka sedang mencarinya

(adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Intimidasi acara Bogor tolak Syiah, MUI: Tidak perlu takut, mereka jual kita beli

Written By Unknown on Minggu, 01 Februari 2015 | 17.11

BOGOR (Arrahmah.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor bidang aliran sesat Ustaz Wilyudin Dhani menyesalkan adanya sekelompok orang tak dikenal yang mengintimidasi panitia acara tabligh akbar menolak Syiah di Sentul Bogor.

"Sikap kita umat Islam jelas, intimidasi dalam bentuk apapun harus kita hadapi. Prinsipnya mereka jual kita beli, kita tidak perlu takut dengan aliran sesat. Dan para ulama juga harus tegas dalam soal akidah ini," ujar Ustadz Dhani kepada Suara Islam Online, Sabtu (31/1/2014).

Ustadz Dhani juga menyesalkan sikap aparat keamanan yang tidak tegas. "Kenapa DKM yang mengagalkan acara? Harusnya acara tetap berlangsung dan aparat yang mendukung keamanannya, mestinya begitu, karena Syiah inikan membahayakan dari sisi akidah maupun kesatuan bangsa," tegasnya.

Selain itu dirinya juga berharap kedepannya, setiap kegiatan apalagi soal aliran sesat panitia harus banyak koordinasi dengan aparat dan berbagai komponen umat Islam agar tidak mudah diganggu oleh pihak lain.

Telah diwartakan, Dewan Keluarga Masjid (DKM) Assa'adah Sentul Bogor terpaksa membatalkan acara tabligh akbar 'Umat Islam bersatu menolak Syiah' yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Hal tersebut dilakukan akibat adanya intimidasi puluhan orang yang mengaku dari Forum Betawi Rempug (FBR) kepada pihak DKM. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Salut, gitaris dan drummer Pure Saturday mundur demi mendalami agama Islam

JAKARTA (Arrahmah.com) – Dedengkot band indie asal Bandung, Pure Sturday, baru saja ditinggal oleh gitaris dan drummernya – Aditya Ardinugraha (Adi) dan Yudistira Ardinugraha (Udi) – karena alasan ingin fokus mendalami agama Islam.
Saat mendengar pernyataan kemunduran kedua personel PURE SATURDAY tersebut, managernya Budi Gunawan, mengaku shock, sebagaimana dilaporkan Konter Kultur pada Sabtu (31/1/2015).

"Masih shock, begitu mendadak," jelasnya singkat, dilansir Rolling Stone (30/1/2014)
Budi sempat menceritakan bagaimana Adi dan Udi mengundurkan diri dari band pada hari Minggu (25/1) lalu sehabis menyelesaikan tugas mereka sebagai pengisi acara Levi's Commuter U: TH Fest 2015 di Plaza Selatan, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

"Anak-anak Pure Saturday sedang ngobrol-ngobrol waktu itu, baru saja beres main. Tiba-tiba Adi dan Udi mengeluarkan statement, mau resign. Kami benar-benar kaget. Nggak ada curhat dulu atau semacamnya, tapi langsung pengumuman keluar. Keputusan mereka sudah positif, tidak bisa diganggu-gugat. Mau bagaimana lagi? Ini urusan prinsip, urusan kepercayaan," terang Budi.

Adi dan Udi sebenarnya sudah cukup lama mempelajari agama namun baru mulai intens pada akhir 2014 lalu. Namun Budi tidak menyangka kalau akhirnya membuat keduanya sampai meninggalkan band dan memutuskan untuk tidak memainkan musik lagi. Ia menyatakan, "Kami tahu kalau mereka sedang mendalami agama Islam, tapi nggak tahu kalau ternyata sampai nggak bisa bermusik, baru ngomong saat pengumuman keluar itu. Bingung, kaget, kecewa; campur aduk."

Adi dan Udi sebenarnya merupakan salah dua pendiri Pure Saturday pada tahun 1994, bersama eks-vokalis Suar Nasution, gitaris Arief Hamdani dan bassist Ade Purnama. Kabar mengejutkan datang dari salah satu veteran grup musik independen asal Bandung, Pure Saturday. Dua personel mereka—saudara kembar Aditya Ardinugraha (gitaris) dan Yudistira Ardinugraha (drummer)—menyatakan mundur dari band.
"Masih shock, begitu mendadak," kata Budi Gunawan selaku manajer Pure Saturday ketika dikontak Rolling Stone pada Jumat (30/1) petang tadi, mengutarakan perasaannya terhadap berita ini.

Budi bercerita bahwa Adi dan Udi, panggilan akrab si kembar, menyatakan keinginannya untuk keluar dari Pure Saturday secara mendadak pada hari Minggu (25/1) lalu tepat setelah merampungkan tugas mereka sebagai pengisi acara Levi's Commuter U:TH Fest 2015 di Plaza Selatan, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

"Anak-anak Pure Saturday sedang ngobrol-ngobrol waktu itu, baru saja beres main. Tiba-tiba Adi dan Udi mengeluarkan statement, mau resign. Kami benar-benar kaget. Nggak ada curhat dulu atau semacamnya, tapi langsung pengumuman keluar. Keputusan mereka sudah positif, tidak bisa diganggu-gugat. Mau bagaimana lagi? Ini urusan prinsip, urusan kepercayaan," terang Budi.

Menurutnya, Adi dan Udi sudah cukup lama mempelajari agama namun baru mulai intens pada akhir 2014 lalu. Ia menyatakan, "Kami tahu kalau mereka sedang mendalami agama Islam, tapi nggak tahu kalau ternyata sampai nggak bisa bermusik, baru ngomong saat pengumuman keluar itu. Bingung, kaget, kecewa; campur aduk."
Budi juga mengakui kalau ia memperhatikan adanya pengurangan hasrat bermusik dari Adi dan Udi dalam beberapa waktu belakangan. Hanya saja, ia mengira bahwa hal tersebut mengambil tempat karena urusan pekerjaan.

Berikutnya, Pure Saturday dijadwalkan tampil di Makassar pada 7 Februari mendatang dalam rangka pentas seni gelaran SMA Negeri 11 Makassar. Budi mengungkapkan bahwa Pure Saturday masih belum tahu siapa yang akan menggantikan sementara posisi Adi dan Udi nantinya. "Berhubung sudah mepet, kami mau cari yang tahu dan hafal lagu-lagu Pure Saturday saja," ujarnya.

Pihak Pure Saturday juga berencana untuk menyelenggarakan sebuah konferensi pers dalam waktu dekat ini, kemungkinan besar setelah penampilan mereka di Makassar, guna mengumumkan keluarnya Adi dan Udi secara resmi.

Patut digarisbawahi bahwa Adi dan Udi adalah salah dua pendiri Pure Saturday pada 1994, bersama eks-vokalis Suar Nasution, gitaris Arief Hamdani dan bassist Ade Purnama. Keputusannya untuk bertekad menimba ilmu agama patut kita apresiasi. Tentu keputusan semacam itu tidaklah mudah bagi musisi setenar mereka. Salut! Maasyaa Allah. (adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Hamas: Mesir bukan lagi mediator Israel - Palestina

GAZA (Arrahmah.com) – sebuah sumber yang dekat dengan sayap bersenjata Hamas , Brigade Al-Qassam, mengisyaratkan pada Sabtu (31/1) bahwa kelompok itu tidak lagi menerima Kairo sebagai mediator antara Hamas dan "Israel", setelah pengadilan Mesir melarang sayap bersenjata Hamas dan memasukkanya kedalam daftar organisasi teroris.

"Setelah keputusan pengadilan itu Mesir tidak lagi menjadi mediator antara Palestina-Israel," kata sumber itu kepada Reuters.

Kairo telah memainkan peran penting dalam menengahi gencatan senjata antara "Israel" dan Hamas dalam agresi brutal "Israel" muslim panas lalu.

Pelarangan itu merupakan buntut dari penyerangan terhadap militer Mesir di Sinai yang menewaskan puluhan tentara.

Para pejabat Mesir menuding bahwa senjata telah diselundupkan dari Jalur Gaza ke Mesir. Senjata-senjata itu dituding jatuh ke tangan kelompok-kelompok pejuang yang bertempur menggulingkan pemerintahan Kairo, yang dukungan Barat dan Amerika Serikat.

Para pejuang yang berpangkalan di Sinai, Mesir, yang berbatasan dengan Gaza, dituding membunuh ratusan personel polisi dan tentara rezim Mesir sejak lengsernya Mursi.

Gejolak pun kemudian meluas ke bagian-bagian lain di Mesir yang merupakan negara Arab paling padat penduduknya.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Acara Bogor tolak Syiah diintimidasi preman

BOGOR (Arrahmah.com) – Dakwah Islam untuk menjelaskan kepada umat tentang sesat dan bahayanya Syiah kembali mendapati intimidasi. Kali ini intimidasi datang dari 50 orang yang mengaku dari Forum Betawi Rempug kepada pengurus masjid Assa'adah Sentul Bogor.

Untuk menjaga ketertiban di lingkungan sekitar, akhirnya Dewan Keluarga Masjid (DKM) Assa'adah Sentul Bogor memutuskan untuk membatalkan acara tabligh akbar tentang Syiah yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Hal tersebut dilakukan akibat adanya intimidasi sekelompok orang kepada pihak DKM.

"Persiapan tabligh akbar 'Umat Islam bersatu menolak Syiah' sudah dilakukan sejak 2 bulan lalu, spanduk pamplet undangan sudah kita buat dan disebarkan," ujar Ustadz Anang salah satu DKM Assa'adah saat berbicara didepan jamaah masjid Al Falah Yasmin Bogor, Sabtu malam (31/1/2015), dikutip dari Suara-Islam.com.

Namun menjelang acara, datang sekelompok orang tak dikenal yang hendak menggagalkan acara tersebut. "Jumat malam (30/1/2015) sekitar pukul setengah 11 ada sekitar 50 orang yang mengaku dari Forum Betawi Rempug (FBR) mendatangi kita DKM Assa'adah. Kita terima mereka baik-baik untuk berdialog di masjid," kata Ustadz Anang.

"Namun mereka datang seperti "preman-preman suruhan", mereka mengintimidasi kami dengan bahasa preman jalanan. Ada diantara mereka pria keturunan arab yang mengaku habib, ia terindikasi Syiah karena pria yang mengaku habib itu selalu menepuk-nepuk dada, yang kita tahu bahwa ritual Syiah seperti itu. Kita juga menilai mereka ini oknum-oknum yang mengaku FBR yang'dibayar Syiah," tambahnya.

Dijelaskannya, sekelompok orang tersebut mendesak acara dibatalkan. "Mereka berteriak-teriak dengan keras. Khawatir mengganggu warga karena sudah malam akhirnya kita sepakat untuk colling down. Dan kebetulan di keamanan komplek juga ada anggota Babinsa, Polsek Cibinong, dan Polres Bogor," ungkap Ustadz Anang.

"Kita diminta oleh orang-orang itu untuk membuat surat pernyataan membatalkan acara, akhirnya setelah berkoordinasi kita buat surat itu lalu mereka pergi," jelasnya.

Menurut Ustadz Anang, setelah banyaknya dukungan kepada panitia dan koordinasi dengan banyak pihak, acara anti Syiah akan tetap dilaksanakan namun tempatnya diganti ke lokasi lain. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Gebrakan: Raja Salman bersihkan kerajaan, dekati IM

JAKARTA (Arrahmah.com)- Semoga angin baru kebangkitan Islam terjadi melalui gebrakan Raja Salman yang melakukan pembersihan loyalis Raja Abdullah. Kini ia dikabarkan mendekati Ikhwanul Muslimin (IM), sebagaimana analisis Hashmi Bachtiar, alumni Universitas Al-Azhar dan mahasiswa postgraduate Hubungan Internasional di Lille-Perancis yang diterima redaksi Arrahmah.com, Ahad (1/2/2015).

Raja Salman bin Abdul Aziz sebagai nakhoda baru kerajaan Saudi Arabia terus melanjutkan 'kudeta' di tubuh kerajaan lumbung minyak tersebut. Sebelumnya, pasca dibai'at menjadi raja menggantikan saudara tirinya Abdullah bin Abdul Aziz, Raja Salman langsung bergerak cepat dengan memilih Muhammad bin Nayef sebagai wakil putra mahkota dan memecat Khalid Al-Tuwaijri yang menjabat kepala dewan kerajaan.

Baru-baru ini Raja Salman kembali mengambil kebijakan yang membuat dirinya semakin menjadi sorotan. Raja Salman mengganti Gubernur Makkah dan melakukan perombakan besar-besaran dalam kaninet kerajaan, mungkin ini perombakan terbesar yang pernah terjadi di kerajaan Saudi Arabia. Setidaknya Raja Salman mengeluarkan 34 keputusan raja yang salah satunya pergantian kabinet.

Perombakan kabinet tersebut sangat jelas tujuannya yaitu membersihkan loyalis Raja Abdullah dan menggantinya dengan sosok yang dipercaya oleh Raja Salman. Sebut saja menteri pertahanan yang baru, sekarang dijabat oleh Muhammad bin Salman yang merupakan anaknya sendiri. Kemudian menteri dalam negeri, dijabat oleh Muhammad bin Nayef bin Abdul Aziz, yang sebelumnya dipilih menjadi wakil putra mahkota.

Keputusan lainnya adalah memberi ampunan kepada tahanan politik, yang merupakan pantangan dalam kerajaan. Selama ini Saudi Arabia selalu menempatkan oposisi kerajaan sebagai musuh berbahaya, tetapi Raja Salman malah memberi ampunan, semakin membuat penasaran kemana arah politik raja baru tersebut.

Sebenarnya membaca arah politik Raja Salman tidaklah terlalu sulit. Dengan kebijakannya akhir-akhir ini sudah terlihat, baik itu arah politik dalam negeri maupun kawasan dan internasional. Dari komposisi kabinet yang baru dipilih dan orang-orang terdekat raja Salman juga bisa dikuak, kemana kapal kerajaan tersebut akan berlayar.

Di dalam kerajaan, Raja Salman dibantu oleh dua orang terdekatnya dalam melakukan operasi pembersihan loyalis Abdullah. Pertama adalah Muhammad bin Nayef yang dipilih sebagai wakil putra mahkota.

Muhammad bin Nayef selama ini dikenal dekat dengan petinggi Turki dan mempunyai sejarah buruk dengan Khalifa bin Zayed presiden Uni Emirat Arab. Mungkin inilah alasan mengapa Erdogan menunda lawatannya ke Somalia dan memilih terbang ke Riyadh ikut prosesi pemakaman Abdullah. Sedangkan Bin Zayed presiden Uni Emirat Arab memilih tidak hadir dengan alasan tidak jelas.

Sosok kedua adalah Muhammad bin Salman. Tidak tanggung-tanggung, Muhammad bin Salman diberi tiga jabatan penting sekaligus, yaitu sebagai menteri pertahanan, kepala dewan kerajaan dan kepala urusan ekonomi dan pembangunan. Dua sosok inilah yang membantu pembersihan loyalis Abdullah ditubuh kerajaan.

Untuk Raja Salman sendiri, dirinya dikenal dekat dengan Tamim bin Hamed, amir kerajaan Qatar. Raja Salman dikenal sudah lama memiliki hubungan baik dengan kerajaan Qatar. Terlihat ketika kudeta di Mesir terhadap Muhammad Mursi, Raja Salman bersama Qatar menentang aksi kudeta tersebut, namun Raja Salman tidak bisa berbuat banyak terbentur oleh Raja Abdullah yang waktu itu salah seorang pendukung kudeta. Sosok Raja Salman sangat dibenci Uni Emirat Arab, konon issue kesehatan Raja Salman bermasalah bermula dari negara tersebut.

Raja Salman sangat paham posisinya saat ini, kemungkinan buruk bisa saja terjadi terhadap pemerintahannya. Bagi loyalis Abdullah di istana, yang dilakukan Raja Salman bukanlah reformasi, tetapi kudeta yang tentu menimbulkan badai di internal kerajaan. Apalagi mengingat yang memusuhinya bukan saja dari internal kerajaan, tetapi juga dari kawasan dan internasional.

Setidaknya saat ini Raja Salman memiliki tiga musuh berbahaya. Yang pertama adalah Khalid Tawajiri, mantan kepala dewan kerajaan. Kedua Bendar bin Sulthan, mantan kepala kemanan nasional dan ketiga Khalifah bin Zayed presiden Uni Emirat Arab.

Tiga nama tersebut jauh sebelum Abdullah wafat sudah menyusun strategi agar Raja Salman tidak naik tahta, namun sayang sebelum misi selesai, Abdullah wafat. Rencana tinggal rencana Raja Salman tetap naik tahta.

Maka wajar Raja Salman bergerak cepat membersihkan istana sebelum melakukan manuver politik lebih jauh. Contoh sikap Saudi Arabia terjadap kasus kudeta di Mesir dan kasus Palestina. Belum lagi konspirasi Barat yang harus dihadapi Raja Salman, jika dirinya melakukan langkah politik yang membahayakan Barat yang sejak lama menjadi 'tamu istimewa' di Saudi Arabia.

Mendekat IM

Kedekatan Raja Salman dengan kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) juga menjadi catatan penting dalam membaca arah politik Raja Salman. Rasyid Al-Ghanusy adalah tokoh Ikhwanul Muslimin yang turut hadir dalam prosesi pemakaman Abdullah bersama Erdogan. Ini tentu tanda bahwa Raja Salman membuka pintu pembicaraan dengan kelompok tersebut, namun banyak kalangan memperkirakan sebenarnya mereka sudah memiliki hubungan dekat.

Beberapa media menurunkan berita bahwa Saudi Arabia waktu pemerintahan Abdullah meminta PM Inggris David Cameron melakukan penyelidikan terhadap pemimpin Ikhwanul Muslimin yang bermukim di sana dengan tuduhan teroris. David Cameron menyanggupi permintaan Abdullah sebagai sahabat. Namun setelah penyelidikan dilakukan, Inggris tidak menemukan tudahan tersebut, tetapi Inggris belum melaporkan hasil penyelidikan tersebut takut Abdullah kecewa. Mungkin saat ini waktu yang tepat bagi Inggris untuk melaporkan hasil penyelidikan tersebut kepada pemerintah Saudi Arabia, lapor pejabat tinggi kementrian luar negeri Inggris.

Politik Mesir

Kurang lengkap berbicara timur tengah tanpa membahas Mesir. Berita teranyar Raja Salman telah memecat Dubes Saudi Arabia untuk Mesir, Ahmad bin Abdul Aziz Qattan. Dubes Qattan dikenal sebagai kurir kerajaan Saudi Arabia untuk pemerintah kudeta Abdel Fattah As-sisi.

Pemecatan tersebut signal dari Raja Salman bahwa politik Saudi Arabia akan berubah terhadap Mesir. Bisa jadi Raja Salman menghentikan bantuan untuk Mesir, atau masih memberikan bantuan tapi dengan syarat yang harus dipenuhi Mesir. Syaratnya apa? Mungkin kesepakatan poros baru nanti Ankara-Riyadh-Doha yang bisa menjawab.

Sepak terjang Raja Salman ini tentu mendapat dukungan kuat dari rakyat Saudi Arabia, bahkan muslim internasional yang melihat selama ini Saudi Arabia seperti raksasa ompong, makanpun harus disuapkan bubur oleh Amerika. Raja Salman diharapkan menjadi penerus raja Fahd yang mementingkan negaranya dan umat muslim dari pada Barat.

Mungkin benar yang dilakukan Salman adalah kudeta, kudeta terhadap kepentingan Barat, kudeta yang didukung Rakyat Saudi Arabia. (adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger