Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pemukim Yahudi "Israel" menahan 5 warga Palestina di Tepi Barat

Written By Unknown on Minggu, 04 Januari 2015 | 17.11

PALESTINA (Arrahmah.com) – Pemukim Yahudi telah menahan lima warga Palestina di dekat kota Nablus, Tepi Barat, lapor WB, mengutip seorang pejabat Palestina pada Sabtu (3/1/2015).

"Sekelompok pemukim telah menahan lima gembala Palestina di dekat pemukiman Itamar," Ghassan Daghlas, seorang pejabat Palestina yang bertanggung jawab untuk rentetan pembangunan pemukiman di Tepi Barat utara, kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan Otoritas Palestina melakukan kontak dengan pemerintah "Israel" untuk membebaskan kelima warga Palestina tersebut.

Sementara itu, bentrokan pecah antara warga Palestina melawan pasukan "Israel" di dekat kota Aqraba saat warga mencoba untuk melepaskan lima penggembala itu.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Serangan udara NATO AS membunuh 18 orang di Afghanistan

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Pesawat tempur "pasukan keamanan" internasional pimpinan NATO AS telah membunuh 18 orang pada Jum'at (2/1/2014) malam di tenggara Provinsi Paktika di Afghanistan. Para pejabat Afghanistan mengklaim bahwa mereka yang terbunuh adalah anggota Taliban, lapor WB.

Serangan udara itu menargetkan konvoi "militant" di distrik Keyan, yang berbatasan dengan Pakistan, menurut pejabat Afghanistan.

"Serangan udara presisi NATO telah menargetkan konvoi 'teroris' pada Jum'at malam, menewaskan sedikitnya 18 'militan' dan menghancurkan tiga kendaraan pick-up mereka," juru bicara provinsi Mukhlis Afghan mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sebuah tim investigasi dikirim ke daerah itu untuk mengidentifikasi kebangsaan dan pangkat para korban.

Afghanistan mengatakan bahwa belum diketahui apakah para "militant" yang tewas telah menyeberangi perbatasan dari wilayah Pakistan.

Itu adalah serangan udara pertama yang dilakukan oleh pasukan pimpinan NATO sejak akhir misi tempur Pasukan Bantuan Keamanan Internasional di Afghanistan pada 31 Desember 2014.

Mulai 1 Januari 2015, misi resmi berkembang menjadi pelatihan dan memberikan masukan kepada pasukan keamanan Afghanistan yang baru.

13.000 tentara asing untuk dukungan misi mereka berasal dari 28 sekutu NATO dan 14 negara mitra lainnya.

Paktika, sebuah provinsi yang berbatasan dengan Pakistan, yang dikenal sebagai kubu jaringan "Haqqani" Taliban, telah menjadi lokasi untuk banyak serangan mematikan terhadap pasukan keamanan boneka lokal dan internasional.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Sebanyak 15.000 pemukim baru Yahudi di Tepi Barat pada tahun 2014

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Lebih dari 15.000 orang "Israel" pindah ke permukiman Yahudi satu-satunya yang terletak di Tepi Barat yang diduduki "Israel" selama 2014, kata seorang pejabat "Israel" pada Jum'at (2/1/2014), sebagaimana dilansir oleh WorldBulletin.

"Angka-angka Kementerian Dalam Negeri, menunjukkan bahwa Yudea-Samaria [nama Yahudi untuk Tepi Barat] saat ini memiliki hampir 400.000 warga "Israel", menunjukkan bahwa pemukiman di Yudea-Samaria adalah fakta yang tidak bisa dirubah," kata mantan ketua Dewan Yesha Dani Dayan Jum'at (2/1).

Dewan Yesha merupakan organisasi payung untuk dewan kota pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Menurut Dayan, jumlah pemukim Yahudi di Tepi Barat telah meningkat sebesar 15.000 sejak 2013.

Banyak warga "Israel" dilaporkan lebih memilih tinggal di pemukiman Tepi Barat – bukan di kota-kota "Israel" – karena biaya perumahan yang rendah dan banyak hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah pro-pemukiman "Israel".

Banyak para imigran ke "Israel" mengatakan lebih memilih untuk hidup di pemukiman.

Angka-angka yang diberikan oleh Dayan tidak termasuk orang-orang "Israel" yang tinggal di pemukiman di Al-Quds, yang jumlahnya diperkirakan lebih dari 200.000 orang.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Benarkah ISIS menyesatkan Syaikh Usamah dalam rilisan terbaru Majalah "Dabiq"?

(Arrahmah.com) – Dua hal yang harus diperhatikan mengenai hal ini, seperti yang kita semua ketahui Jamaah Daulah [Islam atau Islamic State (IS) yang sebelumnya dikenal sebagai ISIS] sangat licik dan pintar, dan mereka mencoba untuk bersembunyi di balik kefasihan tetapi oleh kehendak Allah, kebusukan mereka akan terungkap.

Kelompok Daulah menyerang Syaikh Usamah Rahimahullah pada beberapa kesempatan di majalah mereka, Dabiq, saya akan mengangkat dua hal yang paling penting, dengan ini Anda tidak perlu mencari-cari dan bertele-tele, tapi Anda harus membuka pikiran dan siap untuk menerima kebenaran Insya Allah.

1) Jamaah Daulah mengatakan dalam majalah mereka, dan kutipan tersebut juga dilampirkan dalam artikel ini, bahwa mereka percaya kelompok Syaikh Usamah adalah kelompok yang bepahaman Ijraa', karena Syaikh Usamah mengkakfirkan secara eksplisit Rezim Saudi, sebelum itu, itu adalah kelompok yang mengikuti manhaj Murjiah.

Bagian di mana Daulah menyatakan bahwa Tandhim Al-Qaeda ini adalah dan merupakan kelompok Irjaa':

"Sayangnya, saya menemukan bahwa metodologi Qaidatul jihad setelah kematian Syaikh Usamah bin Ladin (Rahimahullah) adalah metodologi yang sama saat sebelum pernyataannya di mana ia mengkafirkan rezim Saudi dan tentaranya secara eksplisit. Jadi Al-Qaeda sebelum saya dipenjarakan sama dengan Al-Qaeda setelah saya dibebaskan. Itu adalah manhaj Irja' yang menahan diri dari banyak hal dengan alasan kehati-hatian atau mencari keuntungan. Hal aneh lain adalah keragu-raguan mereka dalam mengkafirkan Syiah Rafidah."

Kata-kata Daulah di atas sangat jelas, Daulah mengklaim bahwa pada tahun 80-an dan 90-an, (perhatikan bahwa orang-orang yang menulis majalah ini, kemungkinan besar mereka bahkan belum mencapai masa pubertas pada era itu, namun mereka ingin mengajar orang-orang tentang peristiwa yang terjadi pada waktu itu) karena keragu-raguan Jamaah Syaikh Usamah (Al-Qaeda) dalam mengkafirkan Rafidhah maka kelompok Syaikh Usamah dianggap sebagai kelompok Irja', tapi kemudian setelah pernyataan-pernyataan eksplisit dari Syaikh Usamah … mereka bukan lagi kelompok Irjaa, tapi kemudian setelah Syaikh meninggal, mereka kembali menjadi Murjiah.

Jadi kesimpulannya, Syaikh Usamah adalah bagian dari kelompok Murjiah sebelum ia mengkafirkan Rezim Saudi secara eksplisit. Bagian ini ditempatkan sangat cerdik untuk mencoba dan menyembunyikan permusuhan mereka terhadap Syaikh Usamah. Sekarang saya akan beralih ke poin nomor dua.

2) Kelompok Daulah dalam majalah mereka menyerang "pendekatan" (sebagaimana Daulah menyebutnya) Mullah Umar hafidhahullah dengan negara-negara lain, sedikit banyak menyatakan beliau condong kepada kebangsaan (nasionalistik) & yang PALING PENTING, karena hal itu mereka menyerang Tandhim Al-Qaeda.

Bagian dimana Daulah menyebut Ikrar Kesetiaan (baiat) ke Mullah Umar adalah "kebusukan":

"Terakhir, semoga Allah tidak memberkati Al-Qaeda yang berbai'at kepada Mullah Umar. Mullah Umar telah mendoakan Hamd dan Tamim Al-Thani dan "menasehati" "penguasa Muslim" (Tawaghit) melalui lidahnya sendiri serta lidah Imarahnya … dia yang telah mengizinkan mereka untuk beroperasi di luar perbatasan modern Afghanistan melawan " penguasa Muslim," di "negara-negara tetangga," "negara-negara di wilayah ini," dan "bangsa di dunia?" Atau apakah ia berulang kali menyangkal inisiatif untuk melakukan operasi di luar Afghanistan dalam upaya untuk menenangkan "masyarakat internasional?" Selanjutnya, bagaimana mungkin Imarah (red: Imarah Islam Afghanistan) menyerukan untuk membangun hubungan bilateral berdasarkan saling menghormati dan hubungan bertetangga dengan India, dan kemudian Adh-Dhawāhirī datang dan mengumumkan cabang organisasi Al-Qa'idah di India? Dan bagaimana bisa Imarah Afghanistan-nya menyerukan untuk membangun hubungan baik dengan Syiah Rāfidī Iran, sedangkan An-Nadhārī menyerukan untuk membunuh Rafidah? Apakah klaim bai'at kepada Mullah Umar berdasarkan dari kebijaksanaan seorang Muslim Yaman atau keberpihakan jahiliyah? Mereka harus melepaskan itu, karena itu adalah kebusukan."

Bagian di mana mereka menyerang Mullah Umar dan disebut dalam retorikanya sebagai "nasionalisme":

"Dia menyebutkan beberapa klausul yang merusak Islam dan – menggunakan bahasa-bahasa patriotik dan nasionalis – menyeru untuk menghormati konvensi internasional dan perbatasan negara, mengucapkan selamat kepada bangsa-bangsa revolusi Arab (Arab Spring) yang menggulingkan rezim mereka, dan meminta Mujahidin Muhajirin yang tertindas untuk kembali ke negara mereka."

Sekarang mari kita lihat realitasnya, siapa yang telah memberikan baiat janji setianya kepada Mullah Umar sebelum seorangpun melakukannya? Dia adalah Syaikh Usamah, bukanlah Syaikh Ayman Ad-Dhawahiri. Demi Allah, Syaikh Usamah yang pertama kali menyatakan baiat kepada Mullah Omar. Sekarang bagaimana dengan perkataan beberapa Ghullat (ekstremis) yang sok pintar (padahal mereka bodoh) yang mengatakan: "Mullah Umar telah berubah sejak saat itu(kematian Syaikh Usamah)". Baik, mari kita bandingkan sebuah pernyataan pada Idul Adha 2009 oleh Mullah Omar (ketika Syaikh Usamah masih hidup dan masih berbaiat kepada Mullah Omar), dan bandingkan dengan pernyataan dari Mullah Umar pada Idul Fitri tahun ini (2014). Mari kita bandingkan:

Pernyataan Mullah Umar Hafidhahullah pada 2009:

"Imarah Islam Afghanistan ingin menjaga hubungan baik dan positif dengan semua negara tetangga berdasarkan saling menghormati dan membuka bab baru bertetangga yang baik dengan bekerjasama dan membangun ekonomi. Tujuan kami adalah untuk mendapatkan kemerdekaan negara dan membangun sistem yang hanya Islam menjadi dasar aspirasi bangsa Muslim. Kita akan mempertimbangkan pilihan apapun yang bisa mengarah pada pencapaian tujuan ini. Kami akan terbuka kepada semua pilihan dan cara untuk mencapai tujuan ini. Namun, ini hanya mungkin dilakukan ketika negara telah bebas dari injakan pasukan penjajah dan telah memperoleh kemerdekaan."

(Syaikh Usamah masih hidup pada saat pernyataan ini dibuat, dan ingatlah, bahwa pesan Mullah Umar ini sangat mirip, baik sebelum tahun 2009 dan bahkan sebelum invasi AS ke Afghanistan)

Pesan Mullah Umar pada 2014:

"Kami memastikan kepada dunia dan negara tetangga karena kami telah meyakinkan mereka di masa lalu bahwa perjuangan kami ditujukan hanya untuk membentuk sebuah Imarah Islam yang independen dan memperoleh negara yang merdeka. Kami tidak berniat untuk campur tangan dalam urusan (internal) daerah dan negara di dunia, juga kita tidak ingin menyakiti mereka. Demikian pula, kita tidak mentolerir peran mereka untuk menyakiti kita dan mendesak mereka untuk memiliki sikap timbal balik. Saya menyeru kepada semua Mujahidin di daerah perbatasan untuk melindungi perbatasan mereka dan menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga atas dasar saling menghormati."

Jadi klaim bahwa Mullah Umar telah berubah atau retorikanya berubah adalah palsu – tidak seperti yang diklaim oleh Daulah. Syaikh Usamah memiliki Bai'at Uzhma' -sebuah Ikrar Kesetiaan yang mewajibkan seseorang mematuhi Amir-nya dengan segenap kemampuan selama Amir itu tidak bermaksiat dan melawan Islam- kepada seorang pria yang menurut Daulah telah melakukan pendekatan dengan negara-negara lain dan membicarakan soal nasionalisme, bahkan Dauah menyebut baiat kepada Mullah Umar oleh Syaikh Usamah hingga beliau syahid ini adalah baiat yang busuk.

Memang kita semua ketahui, bahwa Syaikh Usamah bukanlah manusia yang sempurna, atau bukanlah sebuah ukuran suatu kebenaran, melainkan saya membuat tulisan ini karena banyak pendukung Daulah menggunakan argumen ini, bahwa mereka (Daulah) mengikuti Syaikh Usamah atau bahwa mereka tidak menyerang beliau di majalah ini, maka saya menulis ini – maaf jika tulisan ini cukup panjang, karena memang harus.

Wallahu Ta'ala A'lam.

Sumber:

Artikel: https://almuwahideenmedia.wordpress.com/2015/01/02/did-dawlah-attack-shaykh-usamah-in-their-newly-released-dabiq-magazine/

Pernyataan Mullah Omar 2009: http://www.ummah.com/forum/archive/index.php/t-229322.html

Pernyataan Mullah Omar 2014: http://occident2.blogspot.dk/2014/07/mullah-muhammad-umars-eid-al-fitr-1435.html

(muqawamah/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Islamophobia berkembang di Media Sosial

LONDON (Arrahmah.com) – Saat Twitter dan Facebook mengklaim bahwa mereka terus mengkaji konten yang dilaporkan untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan rasisme, penyelidikan baru menemukan bahwa ribuan postingan Islamofobia sedang marak beredar di kedua situs media sosial tersebut tanpa sensor, sebagaimana dilansir oleh onislam.net, Sabtu (3/1/2015).

"Ini secara moral tidak dapat diterima bahwa platform media sosial seperti Facebook dan Twitter, yang merupakan perusahaan yang menghasilkan keuntungan besar, secara sosial menciptakan apa yang benar dan salah dalam masyarakat kita, dan membiarkan pandangan yang memecah belah dan fanatisme terbuka," Fiyaz Mughal, direktur Faith Matters, sebuah organisasi lintas agama yang mengelola Tell MAMA, mengatakan kepada The Independent.

"Platform ini telah memasukkan diri mereka ke dalam struktur sosial kita untuk menghasilkan keuntungan dan tidak bisa berdiam diri dan membentuk masa depan kita berdasarkan 'syarat dan ketentuan' yang tidak sesuai untuk tujuan."

Pernyataan Mughal ini akibat tidak adanya sensor di Twitter dan Facebook yang membantu Islamophobia berkembang secara online, di mana komentar anti-Muslim semakin berkembang.

Menurut investigasi yang dilakukan oleh The Independent, Twitter dan Facebook menolak untuk menghapus postingan Islamofobia atau tidak menhapus suatu akun meskipun sudah dilaporkan oleh pengguna karena bermuatan rasisme.

Postingan Islamofobia, yang menyebut Muslim pemerkosa, pedofil dan disamakan dengan kanker, telah secara dramatis meningkat selama beberapa bulan terakhir.

Jumlah kejahatan kebencian terhadap Muslim di London telah meningkat sebesar 65% antara Oktober 2013 dan Oktober 2014, menurut laporan Kepolisian Metropolitan.

Ratusan pelanggaran kebencian anti-Muslim telah dilakukan di Inggris pada tahun 2013, dimana menurut catatan polisi Metropolitan Inggris telah meningkat sebesar 49% dibandingkan pada tahun 2012.

Polisi Metropolitan mencatat bahwa telah terjadi 500 pelanggaran Islamofobia dari Januari hingga pertengahan November tahun itu, dibandingkan dengan 336 pelanggaran pada tahun 2012 dan 318 pada tahun 2011.

Melacak Islamophobia secara online, Mughal dari Tell MAMA berpendapat bahwa media sosial harus membuat "prosedur manajemen konten yang lebih ketat" untuk memblokir konten rasial.

Menurut kebijakan Facebook, situs tersebut mencari "keseimbangan yang tepat" antara kebebasan berekspresi serta di sisilain memastikan situasi "aman dan terpercaya". Namun, website tersebut menekankan akan mencatat komentar rasial.

"Kami mengambil pidato kebencian serius dan menghapus konten apapun yang dilaporkan kepada kami yang secara langsung menyerang orang lain berdasarkan ras, etnis, asal-usul kebangsaan, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, kecacatan atau kondisi medis," ujar juru bicara Facebook.

Kebijakan Twitter juga mengkaji konten yang dilaporkan melanggar "aturan yang melarang ancaman kekerasan tertentu".

Sebuah laporan terbaru oleh MAMA Tell menemukan bahwa jumlah kejahatan kebencian yang menargetkan wanita Muslim di Inggris telah meningkat hingga 10% selama dua tahun terakhir.

Laporan sebelumnya juga diungkapkan oleh lembaga think-tank Chatham House yang mengidentifikasi sentimen Islamophobia yang cukup besar di Inggris.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Financial Times menunjukkan bahwa Inggris adalah negara yang paling mencurigai Muslim, diperkirakan sebesar 2,7 juta.

Sebuah jajak pendapat dari Evening Standard menemukan bahwa sebagian besar dari penduduk London memberikan opini negatif tentang Muslim.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Takut perlawanan "militan", Mesir perluas zona penyangga Gaza

Written By Unknown on Kamis, 01 Januari 2015 | 17.11

MESIR (Arrahmah.com) – Mesir mengatakan pada Selasa (30/12/2014) bahwa pekerjaan untuk memperluas zona penyangga yang dibangun di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza untuk mencegah "militan" menyusup dari kantung Palestina akan dimulai pekan depan, lapor AFP.

Sebuah zona penyangga dengan lebar 500 meter sekarang sedang dibangun di sepanjang sekitar 10 kilometer dari perbatasan, di mana ada sebanyak 800 rumah yang dibongkar untuk proses itu.

Pekerjaan akan dimulai minggu depan untuk memperluas 500 meter lagi, kata Gubernur provinsi Sinai Utara, Abdel Fattah Harhur.

Harhur mengatakan kepada AFP bahwa dia telah bertemu keluarga dari daerah itu untuk dievakuasi dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka perlu untuk menginformasikan pihak berwenang kota perbatasan Rafah apakah mereka ingin kompensasi finansial atau alternatif perumahan.

Pembangunan zona penyangga dilakukan setelah sebuah bom pada 24 Oktober menewaskan 30 tentara Mesir dan melukai banyak lainnya.

Setelah kejadian itu, Mesir mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan di bagian Utara Sinai, sebuah kawasan terpencil namun strategis yang berbatasan dengan "Israel" dan Gaza.

Mesir menuduh "militant" Palestina melancarkan serangan untuk melawan pasukan keamanan mereka di mana serangan tersebut telah meningkat sejak tentara junta menggulingkan Presiden Muhammad Mursi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin pada tahun lalu.

Tentara junta juga telah meningkatkan penghancuran terowongan Gaza yang mereka klaim digunakan untuk menyelundupkan senjata, makanan dan uang oleh kelompok "militan" Hamas Palestina.

Mereka mengatakan telah menghancurkan lebih dari 1.600 terowongan sejak penggulingan Mursi.

Pejuang perlawanan di Semenanjung Sinai telah menewaskan puluhan polisi dan tentara sejak penggulingan presiden terpilih. Mereka melakukan perlawanan atas tindakan keras polisi terhadap pendukung Mursi yang telah membunuh lebih dari 1.400 orang.

gazacross

warga di perbatasan Gaza kerap menunggu dibukanya penyebrangan ke Mesir

gazacross2

warga di perbatasan Gaza kerap menunggu dibukanya penyebrangan ke Mesir

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Turki akan sponsori semua anak-anak Gaza yang kehilangan ayah mereka dalam perang

ANKARA (Arrahmah.com) – Palang Merah Turki mengumumkan bahwa mereka akan mensponsori semua anak yatim Palestina yang kehilangan ayah mereka dalam perang terakhir "Israel" di Jalur Gaza, sebagaimana dilansir oleh MEMO, Selasa (30/12/2014).

Sementara itu di kantor Kemeterian Urusan Sosial Palestina, direktur Bulan Sabit Merah Turki di Gaza Arda Tarhan mengatakan kepada wartawan: "Kami di sini untuk menandatangani protokol sebuah proyek untuk mendistribusikan dana zakat bagi 1905 anak yatim yang ayahnya gugur dalam perang "Israel" baru-baru ini."

Tarhan mengatakan bahwa pelaksanaan proyek ini akan bekerja sama dengan Kementerian Urusan Sosial Palestina, dan setiap anak yatim akan menerima $102 setiap bulan.

Deputi Menteri Urusan Sosial Yousef Ibrahim mengatakan bahwa uang ini akan mengurangi penderitaan anak-anak yang kehilangan ayah mereka.

Menurut kementerian itu, perang "Israel" terbaru di Gaza menyebabkan 2.000 anak Palestina menjadi yatim piatu.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Syiah Houtsi di Yaman tuntut penghapusan Surat An-Nuur dalam Al-Qur'an

YAMAN (Arrahmah.com) – Syiah Houtsi di Yaman baru-baru ini kembali menuntut surat An-Nuur, salah satu nama surat dalam Al-Qur'an, agar dihapus dari kurikulum sekolah karena dianggap menimbulkan fitnah.

Sebagaimana diketahui, Allah Subhanahu wa Ta'ala membebaskan istri Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu 'anha dari fitnah keji dalam surat ke-24 dari Al-Qur'an itu.

"Syiah Houtsi kembali menuntut penghapusan surat An-Nuur yang membebaskan Ummul Mukminin Aisyah dari tuduhan keji dari kurikulum sekolah di Yaman," lansir portal berita Yaman, yemen-press.com, Senin (29/12/2014), sebagaimana dikutip Kiblat.net, Selasa (30/12).

Kelompok Syiah itu beralasan bahwa surat tersebut hanya akan meningkatkan perselisihan sektarian.

Tuntutan ini, tambah Yemen-Press, sebelumnya telah disuarakan Syiah Houtsi pada 2012 lalu. Mereka menuntut pembelajaran surat An-Nuur di sekolah dihapus setelah seorang guru Muslim memberikan soal kepada muridnya tentang Haditsul Ifki. Dalam soal itu, guru tersebut meminta murid memberikan dalil dari Al-Qur'an bahwa istri Nabi shallallahu 'alaisi wa sallam, Aisyah, dibebaskan dari tuduhan perzinahan.

Pada waktu itu, Syiah Houtsi menuntut pemerintah supaya menghapus pembelajaran surat An-Nuur di sekolah karena dapat menimbulkan perselisihan antara Sunni dan Syiah. Tuntutan ini mencuat setelah Syiah Houtsi merasa kuat dan orang-orang mereka duduk di pemerintahan.

Sebagaimana diketahui, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membebaskan Aisyah Radhiyallahu 'anha dari tuduhan perzinahan yang dihembuskan oleh orang-orang munafik. Fitnah itu sempat membuat Rasulullah terguncang dan menjauhi Aisyah selama beberapa hari.

Akan tetapi, Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan ayat 11 dari surat An-Nuur yang menegaskan bahwa seluruh tuduhan itu adalah dusta dan dihembuskan oleh orang-orang munafik. Peristiwa itu dikenal dengan Haditsul Ifki.

(salam-online/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

ECHR menerima permohonan Muslim Rusia untuk membangun masjid

MOSKOW (Arrahmah.com) – Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) untuk pertama kalinya menerima permohonan dari Muslim Rusia untuk membangun sebuah masjid dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Dagir Khasavov, seorang pengacara terkemuka di Rusia, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Rabu (31/12/2014).

Muslim Rusia yang tinggal di kota Kaliningrad, yang permohonanya ditolak oleh pengadilan Rusia, kemudian membuat permohonan kepada ECHR.

Muslim di Kaliningrad telah berjuang selama 20 tahun yang panjang untuk membangun masjid mereka sendiri. Dengan pemikiran ini, ummat Islam telah membeli dan mengalokasikan lahan untuk pembangunan masjid ini pada tahun 2009.

Pengadilan Kaliningrad membuat keputusan yang mengklaim bahwa tanah untuk pembangunan masjid tersebut erletak di area rekreasi serta area regional dan budaya, dan menolak keputusan alokasi tanah tersebut.

Mahkamah Agung Rusia menolak banding dari Muslim Rusia. Pemerintah daerah menuntut agar masjid tersebut, yang 80% telah dibangun, dihancurkan.

ECHR menerima pemohonan Muslim Rusia, dengan keputusan yang akan dibuat setelah dilakukan peninjauan.

Dengan jumlah masjid yang sangat sedikit atau kekurangan, telah menjadi masalah serius antara Muslim dan pemerintah Rusia.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Polisi "Israel" menahan 2 Muslimah Palestina di Yerusalem

PALESTINA (Arrahmah.com) – Pasukan penjajah "Israel" pada Selasa (30/12/2014) menahan dua Muslimah Palestina di Kota Tua Yerusalem, kata seorang tokoh lokal, seperti dilansir Ma'an.

Kepala komite untuk keluarga tahanan di Yerusalem mengatakan, polisi "Israel" menahan Sabah Abu Hadwan (38) dan putrinya Alaa Ayyoub Abu Hadwan (21), di Gerbang Rantai pintu masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kedua muslimah itu dibawa ke kantor polisi Beit Elyahu.

"Israel" menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui dunia internasional.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger