Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Aa Gym: Hanya memberi sisa, sebuah tausiyah

Written By Unknown on Minggu, 02 November 2014 | 17.12

BANDUNG (Arrahmah.com) - Optimalisasi teknologi dalam berdakwah adalah salah satu hal yang dapat kita contoh dari K.H. Abdullah Gymnastiar. SMS Tauhiid adalah salah satu gebrakan media dakwah Aa Gym, begitu sapaan akrab Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini. Berikut salah satu isi SMS Tauhiid yang disampaikan Aa Gym yang viral pada Jum'at (31/10/2014) yang bertajuk "Hanya Memberi Sisa". Semoga bermanfaat.

Mengapa kita sering habis habisan mengerahkan tenaga, pikiran,waktu, biaya, hati untuk mencari cinta manusia.
Makhluk tak berdaya, yang tak bisa menguasai hatinya sendiri dan pasti akan tiada.
Atau untuk mengejar duniawi yang pasti kita tinggalkan.
Tapi kita tidak habis-habisan memburu cinta Alloh.
Penguasa semesta alam, Yang nyata-nyata sudah menciptakan, menghidupkan, menjamin, mengurus diri kita setiap saat walau DIA menyaksikan kita lupa, lalai dan bahkan mengkhianatiNya.
Mengapa kepada DIA hanya memberi sisa?

Sholat hanya sisa waktu kesibukan,
Zikir hanya sisa ngobrol,
Menyebut nama-Nya hanya sisa waktu dari menyebut-menyebut harta / manusia,
Baca alquran hanya sisa waktu dari membaca koran/sms/bbm, internet.
Sedekah hanya sisa dari belanja/jajan
Memikirkan akherat hanya sisa dari memikirkan duniawi
Hati untuk-Nya hanya sisa dari hati yang dipenuhi cinta kepada manusia/duniawi.
Akankah hanya sisa sisa untuk Rabb yang amat Mengasihimu..
Mana bukti cintamu ??…
Hanya sisa-sisa itukah??…
Bukti cintamu.. kepada Penciptamu ??

اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ وَّزِيۡنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ‌ؕ كَمَثَلِ غَيۡثٍ اَعۡجَبَ الۡكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيۡجُ فَتَرٰٮهُ مُصۡفَرًّا ثُمَّ يَكُوۡنُ حُطٰمًا‌ؕ وَفِى الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ۙ وَّمَغۡفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَانٌ‌ؕ وَمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الۡغُرُوۡرِ‏

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." [Qur'an Surat Al Hadid: 20]

(adibahasan/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Permukiman "Israel" mengubah Tepi Barat menjadi 'penjara'

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Selama 14 tahun terakhir, pembangunan pemukiman "Israel" berlangsung terus menerus di Tepi Barat yang kemudian secara bertahap telah memutus desa Burqa, yang terletak di sebelah timur Ramallah, menjadi terasing dari daerah sekitarnya.

Sejak tahun 2000, "Israel" telah memblokir jalan utama ke desa itu, yang saat ini berada di antara empat permukiman "Israel" yang dibangun di atas sebagian besar wilayah lahan pertanian yang dirampas secara paksa dari waktu ke waktu oleh Pasukan "Israel" dari pemiliknya warga Palestina.

"Pembangunan pemukiman "Israel" telah membuat keluarga saya merugi," Abdul-Munim Ma'atan, warga Palestina dari desa Burqa, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Ma'atan mengatakan bahwa pemukim "Israel" terus menahan seluas 24 dunam tanah pertanian milik warga Palestina, meskipun mereka telah memiliki bukti kepemilikan.

Untuk mencapai desa Burqa, setiap orang harus melewati tujuh desa lainnya dan melintasi jalan raya – yang warga Palestina dilarang untuk menggunakannya – yang mengarah ke pemukiman "Israel".

Ma'atan mengatakan, sebelum penutupan jalan utama desa itu, perjalanan pulang-pergi ke Ramallah hanya membutuhkan waktu tujuh menit, dan sekarang mereka harus memutar dan itu memerlukan waktu energi.

Dia menambahkan: "Kita seperti hidup di penjara yang terbuka."

tepi barat 2

Ahmad Barakat, kepala dewan lokal Burqa, mengatakan bahwa biaya transportasi melonjak dari 1,5 hingga delapan shekel "Israel" (sekitar $ 2) sejak "Israel" memblokir jalan utama desa itu.

"Dua ribu dunam tanah telah disita [oleh Israel] untuk membangun empat permukiman, yang mengepung Burqa di semua sisi: pemukiman Koukab Yakoub di sebelah barat, pemukiman Basghout di sebelah selatan, pemukiman Migron di sebelah timur dan pemukiman Asaf di sebelah utara," katanya.

"Israel" terus membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat – yang diduduki oleh "Israel" pada tahun 1967 – meskipun telah menuai kritik internasional dan dianggap melanggar hukum."

Selain itu, pemukim "Israel" sering menyerang warga Burqa, secara rutin menyerang hewan ternak, menebang pohon-pohon zaitun, dan mencegah petani Palestina mencapai tanaman mereka, kata Barakat.

Dia mengenang insiden yang tak terlupakan pada tahun 2011 ketika pemukim Yahudi membakar masjid satu-satunya di desa itu dan menuliskan slogan-slogan anti-Muslim pada dinding-dindingnya.

Barakat menambahkan bahwa penduduk setempat juga menghadapi kesulitan untuk mendapatkan izin membangun rumah dari pemerintah "Israel", yang telah mengubah desa Burqa yang merupakan tempat tinggal bagi sekitar 2.500 warga Palestina. Semuanya berubah seperti sebuah kamp pengungsi.

Daerah pemukiman Burqa diklasifikasikan sebagai "Area B" oleh kesepakatan Oslo II, yang ditandatangani antara "Israel" dan Otoritas Palestina (PA) pada tahun 1995.

Sejalan dengan ketentuan kesepakatan itu, Area B tunduk pada pemerintahan sipil Palestina dan administrasi keamanan "Israel".

Akan tetapi, daerah pertanian desa Burqa merupakan bagian dari "Area C," yang mencakup 61 persen dari Tepi Barat yang tunduk kepada kendali keamanan "Israel". Di daerah ini, warga Palestina harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah "Israel" untuk setiap proyek konstruksi yang direncanakan.

Tepi Barat Nablus

Banyak warga Burqa yang bergantung kepada pertanian dan peternakan-peternakan. Tetapi tingkat pengangguran dan kemiskinan telah meningkat secara dramatis karena dekatnya bangunan pemukiman "Israel" dan kondisi desa tersebut yang terisolasi.

Ahmad Habash, seorang pemilik peternakan yang tinggal bersama enam anaknya di sebuah rumah yang dibangun dari kaleng, mengatakan bahwa pemerintah "Israel" telah menolak untuk memberinya izin untuk membangun rumah di atas tanahnya, yang termasuk dalam area C.

"Sulit untuk menemukan tempat untuk mengembalakan ternak saya ketika permukiman "Israel" mengepung kami di semua sisi," keluh Habash.

Ia menambahkan bahwa pemukim Yahudi telah berulang kali menyerang lahan pertaniannya. Pernah sekali, dia ingat, mereka telah membakar rumahnya, dan mencuri empat kudanya dan mengancam akan membunuhnya jika ia tidak menyerahkan lahan pertaniannya.

"Saya pernah mengatakan kepada seorang perwira militer "Israel" bahwa saya tidak akan pernah meninggalkan rumah saya." Jika kalian meruntuhkannya, saya akan membangunnya kembali dalam waktu satu jam, saya mengatakan kepadanya," kata Habash menantang.

(ameera/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Ledakan bom melukai 3 orang di Kairo

MESIR (Arrahmah.com) – Sebuah bom yang disembunyikan di tempat sampah melukai tiga orang di ibukota Mesir sebelum fajar pada Sabtu (1/11/2014), kata kementerian dalam negeri, seperti dilansir Ma'an.

Ketiga korban, yang mengalami sedikit luka, adalah karyawan cleaning service, menurut juru bicara Hani Abdel Latif.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 4:30.

Belum jelas pihak yang berada di balik serangan itu.

Para kritikus mengungkapkan bahwa tindakan keras oleh rezim militer yang mengambil alih dan membunuh lebih dari 1.000 orang dan memenjara puluhan ribu lainnya telah memicu kemarahan rakyat dan mendorong banyaknya perlawanan.

(banan/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

"Israel" menangkap bocah berusia dua tahun dengan tuduhan melempar batu

AL-QUDS (Arrahmah.com) – Tentara pendudukan "Israel" menyerbu sebuah rumah warga Palestina di kota Silwan di Al-Quds yang diduduki dan mencoba untuk menangkap seorang bocah Palestina berusia dua tahun dan sepupunya yang berusia 9 tahun, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center, Sabtu (1/11/2014).

Pusat Informasi Wadi al-Hilweh menegaskan bahwa pasukan "Israel" dengan jumlah besar menyerbu ke rumah itu dan mengklaim bahwa dua anak itu telah melempari pasukan "Israel" dari atap rumahnya.

Keluarga bocah tersebut mengatakan kepada Wadi al-Hilweh bahwa anaknya yang bernama Mimati Yasini, yang baru berusia dua tahun, rupanya telah melempar baru saat bermain di atap rumah.

"Didiklah anak kalian untuk tidak melempar batu! Kami di sini untuk melindungi kalian semua", klaim petugas "Israel" kepada kakek bocah tersebut.

Pasukan "Israel" menggeledah rumah itu dan mencoba untuk menangkap anak tersebut karena telah memiliki "batu berwarna" di sakunya, yang ternyata "permen".

Kantor berita "Israel" Yadiot Ahronoth, melaporkan bahwa polisi pendudukan "Israel" menangkap bocah Palestina, berusia 13 tahun, dari lingkungan Thuri di Al-Quds, dengan dalih melemparkan batu ke arah mobil para pemukim "Israel".

Yadiot Ahronoth itu menambahkan bahwa anak itu dibawa ke pusat Kepolisian untuk penyelidikan.

(ameera/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Felix Siauw: musyawarah vs. demokrasi

DEPOK (Arrahmah.com) – Kini masyarakat kian salah kaprah mengenai hakikat penerapan musyawarah yang merupakan salah satu syari'at di dalam Islam. Kebanyakan orang, sekarang begitu ringan menyetarakannya dengan praktik demokrasi. Bahkan beristirja' saat demokrasi dirasakan dikotori dan dianggap mati karena gagal berfungsi. Sebagaimana publikasi Ustadz Felix Siauw dalam akun Facebook-nya pada Sabtu (1/11/2014), berikut pernyataannya mengenai musyawarah v. demokrasi.

ustadz felix siauw

ustadz felix siauw

90 tahun sudah berlalu sejak dihapuskannya Khilafah pada 1924, dan Kota Istanbul-Turki, menjadi saksi pedihnya kondisi ummat yang kehiangan institusi pelindung sekaligus penerap syari'at bagi mereka.

Sejak itu, Khilafah Utsmani runtuh pasca PD I dan Inggris mengumumkan dihapuskannya sistem Khilafah dan menggantinya dengan sekulerisme berbentuk Republik Turki. Iulah awal mula negeri Muslim yang satu dipecah-pecah menjadi puluhan negeri-negeri kecil yang mereka taklukkan, tidak hanya fisiknya namun juga cara berpikir penduduknya.

Inggris memaksa kaum Muslim melupakan Khilafah dengan mendoktrinasi bahwa demokrasi adalah jalan terbaik bagi mereka memperjuangkan Islam, dan membuat kaum Muslim lupa bahwa sistem Khilafah-lah yang mengantarkan mereka menguasai 1/3 dunia selama 1300 tahun lamanya. Dengan doktrin itu pula kaum Muslim dibuat lupa bahwa sistem Khilafah-lah yang Nabi shalallahu 'alayhi wasallam wasiatkan lewat lisannya, bukan sistem selain itu, apalagi sistem yang diajarkan kaum kufur.

Sekarang, Amerika -negara adidaya sebagai pengganti Inggris- mempropagandakan bahwa demokrasi itu berasal dan sejalan dengan Islam. Dikampanyekanlah bahwa demokrasi itulah syura, padahal jauh berbeda dan jauh pengambilan sumber dan akibatnya.

Perlu kita catat, dalam Islam, perkara yang bisa dimusyawarahkan hanya perkara yang mubah (boleh), bukan perkara yang sudah ada ketetapan hukum dari Allah, apalagi merasa punya hukum lebih baik dan lebih tinggi dari hukum Allah. Dalam Islam, bila Allah sudah menentukan hukum, tidak ada ruang diskusi dan ruang untuk memilih hukum lain. Hukum Allah itu mutlak.

Harap diingat, lain halnya dalam demokrasi, semua perkara boleh didiskusikan, hukum Allah bisa didebat, bahkan bisa dikalahkan oleh hukum manusia. Manusia menyembah manusia sebagai pembuat hukum, yang halal diharamkan dan yang haram bisa dihalalkan, itulah hakikat demokrasi.

Demokrasi memberikan ruang bagi kaum Muslim berkuasa, namun juga memberikan kesempatan yang sama bagi kaum kafir untuk berkuasa. Mirisnya, yang sering terjadi, justru bukan Islam yang digunakan untuk memerintah dan menghukumi di antara manusia.

Padahal Allah telah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

[Surat Al-Ahzab : 36]

"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata." (QS 33:36)

Kita meyakini bahwa Allah pasti lebih tahu tentang yang baik kita ciptaan-Nya, karenanya hukum Allah-lah yang paling layak, bukan hukum manusia.

Lalu dimana, kapan, Al-Qur'an dan As-Sunnah dapat menjadi sumber hukum bagi kita, dan membawa kebaikan serta keberkahan? Tentu hanya pada satu masa dan keadaan: saat Khilafah Islam diterapkan. (adibahasan/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Video kesaksian Mujahid Jabhah Nushrah yang lolos dari kekejaman penjara kelompok sekuler

Written By Unknown on Sabtu, 01 November 2014 | 17.11

Alhamdulillah arrahmah.com tetap eksis dan terus berkembang dengan adanya dukungan dari kaum Muslimin.

Anda bisa memberikan dukungan kepada kami dengan menyebarkan seluas-luasnya informasi yang ada di website ini, menyumbangkan tulisan untuk dimuat, dan juga sumbangan dana untuk biaya operasional.

Informasi donasi: Klik di sini...


17.11 | 0 komentar | Read More

8 warga Palestina terluka saat pasukan "Israel" melepaskan tembakan di Qalandia

PALESTINA (Arrahmah.com) – Delapan warga Palestina terluka pada Jum'at (31/10/2014) setelah pasukan "Israel" menembaki demonstran dalam bentrokan setelah shalat Jum'at di dekat pos pemeriksaan Qalandia utara Al-Quds, lapor Ma'an.

Beberapa warga Palestina juga terluka oleh peluru baja berlapis karet dan puluhan lainnya menderita sesak napas akibat menghirup gas air mata saat tentara "Israel" menembakkan sejumlah besar granat gas air mata pada kerumunan demonstran.

Barisan ratusan warga Palestina menuju ke pos pemeriksaan militer di jalan antara Ramallah dan Al-Quds digelar sebagai bagian dari Hari Kemarahan di Tepi Barat sebagai protes terhadap pembunuhan pemerintah "Israel" terhadap seorang Muslim Palestina pada Kamis (31/10) pagi dan penutupan Masjid Al- Aqsa untuk pertama kalinya sejak tahun 1967.

Setelah shalat Jum'at, ratusan warga Palestina berbaris menuju pos pemeriksaan militer Qalandia. Tentara "Israel" yang dikerahkan menembakkan bom gas air mata dan granat kejut ke arah para pemuda Palestina yang melawan dengan batu dan bom molotov.

Sumber-sumber medis di Medical Center Palestina di Ramallah mengatakan nama salah satu korban ialah Youssef Muhammad Al-Khatib (26) yang menderita luka parah dengan empat peluru di tubuhnya.

Kelompok Fatah dan Hamas di kamp pengungsi Qalandia telah menyerukan aksi ini seusai shalat Jum'at di kamp.

Seorang jurubicara militer "Israel" malah mengklaim kepada Ma'an bahwa sekitar 400 warga Palestina mengambil bagian dalam "kerusuhan .. melemparkan batu, bom molotov, dan membakar ban."

Dia bilang dia menyadari sejumlah cedera tetapi dia mengklaim itu disebabkan oleh polisi perbatasan, bukan militer "Israel".

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Malam ini deklarasi anti Syiah di Leles, Garut

BANDUNG (Arrahmah.com) – Sekretaris aliansi nasional anti Syiah (ANNAS) Tardjono Abu Muas dalam keterangannya kepada redaksi menyebut bahwa malam ini akan di selenggarakan deklarasi Aliansi Nasional anti Syiah di kecamatan Leles.

"Hasil Diklat ANNAS, 20-21 September 2014 dengan terbentuknya beberapa halaqoh ANNAS di berbagai wilayah, maka halaqoh ANNAS Kecamatan Leles daerah Garut wilayah Jawa Barat, mengundang kaum Muslimin agar berkenan hadir dalam gelaran DEKLARASI ANTI SYIAH, pada Sabtu, 9 Muharam 1436 H / 1 November 2014 Pukul: 19.30-21.00 WIB di dekat Situ Cangkuang Villa belakang Alun-Alun Leles Kabupaten Garut Jawa Barat," terangnya secara tertulis.

Menurut Tardjono, dari hari ke hari, aktivitas gerakan sesat Syi'ah kini terasa semakin berani. Salah seorang dedengkot Syiah yang selama beberapa puluh tahun bertaqiyyah, kini telah berani tampil membuka baju kemunafikkannya dan membusungkan dada menyatakan "kami Syi'i", merayap memasuki ranah politik menyusup di lembaga politik strategis.

"Pembiaran politik terhadap perkembangan Syi'ah hanya merupakan bom waktu bagi terjadinya proses radikalisasi. Sementara itu penguatan Syi'ah pun akan mendapat reaksi nyata yang tak akan kalah radikalnya. Oleh karenanya, pencegahan dan penindakan merupakan suatu keniscayaan," tegasnya.

Sebelum pembacaan deklarasi sekaligus pengesahan Pengurus ANNAS Kecamatan Leles, imbuh Tardjono, akan diawali Sosialisasi dan Pemutaran DVD Kesesatan Syiah oleh Ketua ANNAS, K.H. Athian Ali M. Da'i, Lc. MA.

"Setelah gelaran deklarasi anti Syiah di Kecamatan Leles, dalam waktu singkat akan digelar pula acara yang sama di Garut, Subang dan wilayah-wilayah lain.," pungkasnya.(azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Aksi protes di depan Konsulat "Israel" di Istanbul, menyusul penutupan Al-Aqsha

ISTANBUL (Arrahmah.com) – Para demonstran berdiri di luar konsulat "Israel" di Istanbul, Turki, Kamis (30/10/2014) untuk memprotes keputusan "Israel" untuk menutup Masjid Al-Aqsha, sebagaimana dilansir MEMO pada Jum'at (31/10).

Para pengunjuk rasa memegang plakat dengan slogan-slogan "hidup adalah keyakinan dan jihad" dan berteriak mendukung Palestina dan melawan 'Israel'". Mereka juga menyenandungkan beberapa syair seperti, "international Jihad is martyrdom", "curses on Israel", "Al-Aqsha will be free, even if our blood flows like rivers", "salutations to Hamas and long live the resistance", dan "a thousand salutes from Istanbul to Jerusalem".

Aksi protes tersebut diselenggarakan oleh Asosiasi Pemuda Anatolia. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, diikuti oleh lagu kebangsaan dan lagu penyemangat, serta pidato oleh Ali Ugur Bulut Presiden Kelompok Cabang Istanbul.

Bulut mengatakan bahwa Al-Aqsha adalah yang pertama dari dua Muslim Qiblas dan situs tersuci ketiga Islam. Dia menambahkan: ""Israel" terus menumpahkan darah orang-orang Palestina di Masjid Al-Aqsha."

Bulut mencatat bahwa "Israel" telah mencegah jama'ah sholat di Masjid Al-Aqsha selama tiga minggu terakhir. Ia juga menambahkan, "Sayangnya, pembunuh "Israel" telah berani untuk mencegah adzan dari Masjid Al-Aqsha. Bisakah kita hidup sementara ini terjadi kepada saudara-saudara kita? "Israel" melakukan kejahatan seperti itu saat para pemimpin dunia Islam tetap tenang dan diam-diam berdiri, cukup puas hanya dengan mengeluarkan pernyataan kecaman. kita harus membangun persatuan Islam untuk menghadapi "Israel". "

Kemarin pagi (30/10), pemerintah "Israel" benar-benar menutup Masjid Al-Aqsha setelah upaya drama pembunuhan dilakukan terhadap Rabbi Yahudi Yehuda Glick, yang merupakan aktivis kampanye untuk menyerang Al-Aqsha. Dia menderita luka serius setelah ditembak di Yerusalem Barat pada Rabu malam(29/10).

"Israel" menuduh mantan tahanan Moataz Hijazi dari Yerusalem Timur . Sayangnya Unit Anti-Teror "Israel" membunuh Hijazi, sebelum ia dapat membela diri bahwa ia bukan penembak Glick. Hal ini menyebabkan pecahnya bentrokan di banyak lingkungan di Al-Quds (Yerusalem).

Polisi "Israel" mengumumkan kemarin malam bahwa akan kembali membuka Masjid Al-Aqsha hari ini. Wallahu'alam bishowab. (adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Komentar anti-Muslim meningkat di Kanada

OTTAWA (Arrahmah.com) – Organisasi Muslim Kanada telah menyuarakan keprihatinan mereka atas munculnya intimidasi anti-Muslim setelah serangan pekan lalu, yang semakin meluas hingga mencapai Muslim di sekolah, bus umum dan jalan-jalan.

"Ada beberapa tanda dukungan yang sangat positif yang kami perhatikan dari orang orang-orang yang menolah fanatisme (anti-Islam). Namun, keluhan juga meningkat cukup besar," kata Amy Awad, koordinator HAM Dewan Nasional Muslim Kanada, kepada Reuters, Kamis (31/10/2014).

Kelompok itu memperingatkan bahwa mereka telah melihat peningkatan sepuluh kali lipat dalam laporan pelecehan terhadap Muslim, termasuk penghinaan yang bersifat rasial di bus umum, kata-kata pelecehan yang ditulis di kaca depan mobil dan intimidasi di sekolah.

Menurut Awad, frekuensi normal laporan insiden anti-Islam dalam skala nasional adalah sekitar lima kasus per minggu.

"Itu sudah meningkat sekitar sepuluh kali lipat, dengan lonjakan yang nyata terjadi dalam beberapa hari terakhir," katanya.

Pekan lalu, seorang pria bernama Michael Zehaf-Bibeau menyerang gedung parlemen dan membunuh tentara Nathan Cirillo, (24).

Penembakan tersebut menyusul sebuah insiden sebelumnya di mana seorang pria bernama Martin Couture-Rouleau, menabrak dua tentara di Montreal dan menyebabkan salah satu tentara tersebut tewas.

Sejumlah politisi tingkat tinggi di Kanada juga telah mendesak warga untuk tidak menyerang warga Muslim.

Adil Charkaoui, koordinator Quebec Collective Against Islamophobia mengatakan bahwa kelompoknya menerima sebanyak 30 keluhan intimidasi sejak pekan lalu.

Menurut Charkaoiu, jumlah keluhan ini cukup besar terhitung sejak upaya mantan pemerintah provinsi Quebec yang melarang pekerja Quebec yang beragama Islam memakai jilbab dan warga Yahudi memakai penutup kepala yang disebut kippa.

"Sejak berakhirnya Charter of Values, kami menerima sedikit keluhan. Dengan insiden tragis ini, semuanya mulai (meningkat) lagi," ujar Charkaoui, warga Kanada kelahiran Maroko.

Imam Syed Soharwardy, pendiri Muslims Against Violence di Calgary mengatakan bahwa dirinya juga menerima banyak keluhan baru-baru ini, namun ia menambahkan hal tersebut masih kecil.

"Iya, ada reaksi, namun mayoritas warga Kanada beradab dan toleran. Kami telah melihat beberapa contohnya," ujar Soharwardy.

Di Cold Lake, Alberta, warga bergotong royong membersihkan dan memperbaiki sebuah masjid bersama-sama yang telah dirusak minggu lalu.

Relawan membersihkan tulisan "go home", yang bernada mengusir dan menggantinya dengan tulisan "you are home", yang berarti "kamu sudah di rumah".

Muslim berjumlah sekitar 2,8 persen dari 32,8 juta penduduk Kanada, dan Islam adalah agama non-Kristen nomor satu di negara ini.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger