Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Perlawanan Palestina melancarkan tiga operasi terhadap tentara "Israel" di Tepi Barat

Written By Unknown on Senin, 11 Agustus 2014 | 17.11

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Kelompok Perlawanan Palestina telah melancarkan tiga operasi terhadap tentara "Israel" pada Sabtu malam (9/8/2014) di Tepi Barat saat gencatan senjata antara "Israel" dan Palestina berakhir pada Jum'at, kantor sebagaimana dilansir oleh MEMO, Ahad (10/8/2014).

Operasi pertama dilancarkan di dekat kota Qalqilya, di bagian utara Tepi Barat di mana para pejuang perlawanan Palestina menembaki sebuah kendaraan militer "Israel" yang sedang melintas di dekat daerah itu.

Di kota Al-Bireh, di Tepi Barat bagian tengah, sumber-sumber lokal melaporkan bahwa mereka mendengar suara tembakan ke arah pemukiman "Israel" Psagot, tempat di mana seorang pemuda Palestina, Muhammad al-Qatar dari kamp pengungsi Al-Amari dibunuh oleh tentara "Israel" dua hari yang lalu.

Sementara itu, di kamp pengungsi Al-Arroub, sebelah utara Hebron di Tepi Barat bagian selatan, pejuang Palestina menembaki tentara "Israel" yang berjaga di luar pintu masuk kamp.

Sumber-sumber dari kamp itu mengatakan bahwa pasukan "Israel" mengintensifkan kehadiran pasukan keamanan mereka setelah penembakan itu, sebelum melakukan penyisiran di wilayah itu. Sumber-sumber tersebut juga mengatakan bahwa pasukan "Israel" menggeledah rumah-rumah di didekat kamp itu untuk mencari para pelaku.

Di pihak lain, puluhan warga Palestina terluka akibat serangan peluru karet dan menderita sesak napas akibat tembakan bom gas air mata dalam bentrokan yang meletus di Tepi Barat, termasuk di antaranya di lingkungan Bab Al Zawyeh, di puat kota Hebron dan di daerah sekitar penjara "Israel" Ofer, sebelah barat Ramallah, di samping Tal Ras di selatan Kota Tua Yerusalem, dan di kota Silwan dan Ras Al Amood.

Di Hebron, pemukim "Israel" menyerang seorang anak Palestina, Tareq Abu Rumaila, (13), yang menyebabkan dia menderita cedera dan memar di kepala.

Di Beit Ummar, di sebelah utara Hebron, seorang anak yang lain, Qusai Abu Hashim, (13), mengalami luka di wajah akibat peluru karet, sementara itu puluhan lainnya mengalami sekak nafas pada Sabtu malam dalam bentrokan yang meletus di kota itu.

Selanjutnya, tentara "Israel" menutup pos pemeriksaan militer di pintu masuk kamp pengungsi Shuafat, di dekat Yerusalem setelah pecahnya bentrokan kekerasan di wilayah itu.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Dua unsur Jabhah Anshar Ad-Dien Suriah menggelar kegiatan dakwah di Lattakia

LATTAKIA (Arrahmah.com) – Mujahidin dari kelompok Harakah Syam Al-Islam dan Jaisyul Muhajirin wal Anshar menggelar kegiatan-kegiatan dakwah di wilayah Jibal Lattakia, Provinsi Lattakia, Suriah, pada Kamis (7/8/2014). Kelompok Harakah Syam Al-Islam dan Jaisyul Muhajirin wal Anshar adalah dua unsur dalam Jabhah Anshar Ad-Dien Suriah.

1 2

Kelompok-kelompok jihad di Suriah semakin mengintensifkan komunikasi dan koordinasi demi menyatukan visi dan misi jihad mereka. Selain membentuk operasi-operasi gabungan, mereka juga membentuk front bersama untuk menghadapi pasukan Nushairiyah dan milisi-milisi Syiah bayarannya.

Shada Asy-Syam melaporkan bahwa pada hari Jum'at, 27 Ramadhan 1435 H bertepatan dengan 25 Juli 2014 M, empat kelompok jihad di Suriah membentuk sebuah aliansi bernama Jabhah Anshar Ad-Dien. Keempat kelompok tersebut adalah Harakah Fajr Asy-Syam Al-Islami, Harakah Syam Al-Islam, Al-Katibah Al-Khadra' dan Jaisyul Muhajirin wal Anshar.

Deklarasi Jabhah Anshar Ad-Dien telah dirilis dalam sebuah video pendek oleh keempat kelompok tersebut, dan disiarkan ulang oleh situs-situs revolusi Suriah. Semoga persatuan keempat kelompok jihad ini membawa berkah bagi kelanjutan jihad di bumi Suriah. Allahu akbar wal hamdulillah.

(banan/muhibalmajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

ISIS dan kriminalisasi Khilafah

BANDUNG (Arrahmah.com) – Ada upaya kriminalisasi dari pihak-pihak tertentu terhadap ide khilafah dan para pengembannya dibalik pemberitaan ISIS.

"Khilafah merupakan bagian dari ajaran Islam yang tidak dapat dipisahkan, khilafahlah yang akan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh dalam kehidupan, namun dengan adanya pemberitaan ISIS yang tidak proporsional, dan adanya pihak-pihak tertentu yang berkepentingan ikut bermain, akhirnya didorong munculnya stigma negatif terhadap ajaran Islam khususnya ide khilafah", demikian diungkapkan oleh Ust. Yuana R. Tresna dalam talkshaw di IMTV Bandung bersama pengamat politik Kol (Pol) Herman Ibrahim, Kamis (7/8/2014), diwartakan HTI Press.

Lebih lanjut Ustadz Yuana menjelaskan, terkait dengan ramainya pemberitaan Islamic State (IS) yang dideklarasikan ISIS, beliau melihatnya dalam tiga perspektif: pertama, substansi khilafah yang diproklamasikan tidak sah dan metode penegakannya menyalahi thariqah (metode) dakwah Nabi Saw.; kedua, aspek-aspek yang melingkupinya seperti sejarah terbentuknya ISIS, konstelasi politik yang melingkupinya, pandangan politiknya, dll.; ketiga, aspek keindonesiaan seperti manajemen pengalihan isu, campur tangan operasi intelijen, proyek BNPT dan pihak terkait untuk meradikalisasi serta menstigmatisasi para pejuang khilafah.

Dia juga menyampaikan bahwa pemberitaan ISIS harus proporsional,sangat memungkinkan ada pihak lain yang berkepentingan memanfaatkan isu tersebut. Hal senada juga disampaikan oleh para penelpon bahwa ada upaya pemerintah untuk mengalihkan isu kisruh pemilu yang saat ini sedang masuk babak baru pasca pemilihan langsung.

Acara tersebut juga menghadirkan pengamat militer Herman Ibrahim. Dia mengatakan bahwa pemerintah terlalu berlebihan dan ketakutan dengan isu ISIS, di sisi lain banyak sekali permasalahan Indonesia yang belum terselesaikan. Isu ISIS adalah isu yang biasa, adanya pemberitaan bahwa ISIS mengancam kedaulatan Indonesia itu adalah hal yang mengada-ada.

"Dari dulu juga Indonesia tidak berdaulat kok, selama ini yang berdaulat bukan rakyat tapi para pemilik modal dan pihak asing," katanya.

Di akhir diskusi, Yuana memaparkan bahwa penegakan khilafah merupakan kewajiban kaum muslim yang harus ditempuh dengan metode syar'i sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ketika mendirikan daulah Islam di Madinah. Akhirnya, meskipun pendeklarasian islamic state yang dilakukan oleh ISIS tidak sah karena tidak memenuhi syarat syar'i terbentuknya sebuah daulah Islam, tetapi jangan sampai menolak gagasan khilafah dan meningkatkan khilafah phobia di tengah masyarakat. (azmr/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Konvoi NATO diserang Mujahidin IIA di Kabul, 8 tentara penjajah tewas

KABUL (Arrahmah.com) – Seorang Mujahid Imarah Islam Afghanistan (IIA) melancarkan operasi syahid yang menargetkan konvoi pasukan penjajah di sebuah daerah di kota Kabul, menurut laporan Al-Emarah News.

Laporan mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan pada Ahad (10/8/2014)di daerah Darul Aman di kota tersebut.

Anwar Khan, seorang Mujahid pemberani, menghantamkan mobil yang telah diisi bahan peledak kepada konvoi tentara penjajah, akibatnya dua tank baja hancur dan menewaskan 8 tentara penjajah serta melukai beberapa lainnya. Allahu Akbar!

(siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Zionis "Israel" sengaja menargetkan sektor kesehatan Gaza

Written By Unknown on Minggu, 03 Agustus 2014 | 17.11

GAZA (Arrahmah.com) – Juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ashraf Al-Qidra mengatakan pasukan penjajah "Israel" sengaja menargetkan sektor kesehatan Gaza, lansir MEMO pada Sabtu (2/8/2014).

Menghitung jumlah serangan "Israel" terhadap rumah sakit dan paramedis Palestina selama serangan bangsa zionis di halaman Twitter-nya, Al-Qidra menggambarkan tindakan "Israel" sebagai "kejahatan perang" dan "pelanggaran hukum internasional serta Konvensi Jenewa Keempat" yang menjamin penuntutan mendesak.

"Fasilitas pelayanan kesehatan telah berada di bawah tembakan Zionis," tweet-nya. "Rumah Sakit Abu Yousif Al-Najjar di Rafah, yang merupakan satu-satunya di seluruh kota yang melayani sekitar 350.000 warga Gaza contohnya. Para stafnya dipaksa untuk mengevakuasi korban tewas dan terluka dan meninggalkan rumah sakit di bawah api berat Israel pada hari Jumat."

Contoh lainnya, Al-Qidra mengutip, adalah Rumah Sakit Beit Hanoun di bagian utara Jalur Gaza. "Ini adalah satu-satunya rumah sakit di sana yang melayani sekitar 40.000 warga Gaza," katanya. "Para stafnya terpaksa mengevakuasi para pasien dan korban tewas serta meninggalkan tembakan 'Israel' dua hari sebelum serangan Rafah," tambahnya.

Dia menghitung rumah sakit lainnya, termasuk Rumah Sakit Mohamed Al-Dorrah di sisi timur laut kota Gaza, yang ditutup setelah pemboman "Israel" di dekat kantor pusatnya.

"Kami dalam pelayanan kesehatan mengutuk tindakan rasis, yang menyulitkan sistem kesehatan dan menganggap mereka sebagai bagian dari perang agresi 'Israel' di Gaza," katanya.

"Organisasi hak asasi manusia internasional didesak untuk meninjau posisi mereka dan memenuhi kewajiban moral mereka untuk melindungi lembaga-lembaga kesehatan di Jalur Gaza," tambahnya.

Pada Rabu (30/7), pasukan penjajah "Israel" membunuh tiga paramedis saat mereka mengevakuasi korban di Rafah, selatan Jalur Gaza, di mana 70 warga sipil dibantai dan lebih dari 350 terluka. Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

CAIR : Tindakan Obama bantu persenjataan "Israel" sungguh memalukan

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Sebuah kelompok advokasi Muslim AS terkemuka menyerukan pemerintahan Obama untuk merubah keputusan untuk memberikan pasokan amunisi kepada "Israel" yang digunakan untuk membunuh lebih dari 1.000 warga sipil Palestina di Gaza.

"Ini sangat memalukan karena pemerintah kita berusaha untuk kembali mempersenjatai mesin militer yang dituduh melakukan kejahatan perang dan terlibat dalam kampanye brutal dan kekerasan membabi buta yang telah menewaskan ratusan warga sipil Palestina, termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua," Council on American-Islamic Relations (CAIR), mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh OnIslam.net, Jum'at (01/8/2014).

"Memberikan lebih banyak senjata kepada penjajah merupakan tindakan mempromosikan perang, bukan perdamaian."

Bagi CAIR, pemberian senjata oleh AS kepada pasukan "Israel" menunjukkan dukungan Amerika untuk membunuh warga sipil di Jalur Gaza yang terkepung.

"Tindakan seperti ini mengirimkan pesan kepada masyarakat dunia bahwa ungkapan simpati kami terhadap penderitaan penduduk sipil Gaza adalah munafik dan dusta belaka," tambah pernyataan itu.

Pernyataan CAIR bukan yang pertama kalinya untuk mendukung warga sipil dalam perang Gaza yang mematikan itu.

Awal bulan ini, kelompok itu melayangkan peringatan keras terhadap agresi "Israel" yang sedang berlangsung di Gaza.

Pelayanan baru yang merupakan bagian dari jaringan CAIR dirancang untuk memungkinkan Muslim Amerika untuk berbagi keprihatinan mereka terkait isu-isu kebijakan luar negeri.

Briefing anggota kongres yang lain yang disponsori oleh CAIR diselenggarakn pada Jum'at, (1/8), dari pukul 14.00 sampai 15:30 di 2103 Rayburn House Office Building untuk membahas apakah "Israel" mematuhi hukum AS dan hukum internasional dalam melukai dan membunuh warga sipil di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Panelis yang dihadirkan dalam acara tersebut termasuk Tariq Khdeir, remaja Palestina-Amerika dari Tampa, Fla., yang pernah secara brutal dipukuli oleh pasukan keamanan "Israel".

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Hendak tarik pasukan dari Gaza, "Israel" resmi akui tentaranya tidak diculik Hamas

GAZA (Arrahmah.com) – Malam tadi, Sabtu (2/3/2014), militer penjajah zionis mengumumkan bahwa salah seorang perwiranya yang diisukan diculik Hamas di Jalur Gaza sejak Jum'at (1/8) lalu, tewas dalam aksi militer yang dilakukan angkatan udara dan artileri Zionis ke Jalur Gaza, sebagaimana dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Ahad (3/3). Pengumuman tersebut diikuti penarikan beberapa pasukan dan artileri dari beberapa wilayah di Gaza, sebagaimana dipublikasikan beberapa jurnalis internasional pada Facebook.

Ofer Gandalman, Jurubicara Pemerintah Penjajah Zionis, mengatakan, "Militer telah mengumumkan secara resmi bahwa Hadar Guldin telah tewas. Pihak militer telah menyampaikan kepada keluarganya dan telah dinaikan pangkatnya setelah tewas."

Ravi Birz, rabi paling senior di militer Zionis, telah menyampaikan kepada keluarga sang perwira bahwa semua petunjuk dan peralatan yang dikumpulkan di kawasan menunjukkan bahwa dia telah tewas di timur Rafah bersama seorang perwira dan prajurit.

Dia menyatakan pengadilan agama terkait dengan masalah ini telah dibentuk dan sudah diambil keputusan untuk mengumumkan kematiannya dan tempat pemakamannya masih belum diketahui.

Menteri Militer Zionis Moshe Ya'alon, sebelumnya telah mengunjungi keluarga perwira zionis itu bersama kepala SDM militer Zionis dan rabi paling senior untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga terkait melestnya hasil penyelidikan atas hilangnya si perwira.

Sebelumnya pihak militer Zionis menyatakan kehilang kontak dengan Guldin di timur Rafah pada Jum'at (1/8) pagi. Pihak Israel menuding Hamas telah menculik Goldin saat sedang bertugas di Rafah. Saat itu, ada dua tentara lain yang disergap, namun mereka tewas.

Bereaksi atas hal tersebut, juru bicara Hamas, Osama Hamdan membantah keras tudingan Israel. Dia menegaskan, tak pernah menculik tentara.

"Sangat jelas penangkapan tentara adalah cerita dari Israel. Tak ada kabar dari para pejuang ada penangkapan tentara," tegasnya kepada CNN.

Pengakuan berbuntut pemunduran

Spekulan di media sosial menyatakan bahwa hal ini telah dijadikan penutup kekalahan "Israel" dalam segala bentuk agresinya terhadap Gaza. Terbukti dengan penarikan langsung beberapa pasukan dari beberapa wilayah, termasuk pemunduran artileri beratnya sebagaimana ilustrasi resmi rilisan Brigade Izzudiin Al-Qassam yang dilansir Ahmed Mansour, produser Al-Jazeera pada akun Facebook resminya pada Ahad (3/7).

Nampak jelas evakuasi dilakukan militer "Israel" di beberapa wilayah di Gaza, dimana puing-puing dan mayat tentaranya ringsek akibat pukulan Brigade Izudiin Al-Qassam.

bangkai artileri berat "israel"

bangkai artileri berat "israel"

tank ini hancur dihantam roket Gaza

tank ini hancur dihantam roket Gaza

proses penderekan bangkai tank oleh "israel"

proses penderekan bangkai tank oleh "israel"

keruskan parah akibat gempuran perlawanan

keruskan parah akibat gempuran perlawanan

bangkai tank diderek mundur dari Gaza

bangkai tank diderek mundur dari Gaza

Sebelumnya "Israel" menjadikan kematian 3 tentara zionisnya yang diisukan diculik Hamas sebagai alasan pelaksanaan agresi 7 Juli lalu. Saat ini, "Israel" pula yang mengumpankan kematian 1 serdadunya sebagai aksi penutup kekalahannya. Semoga kini "Israel" benar-benar menarik seluruh pasukannya dari Gaza, sebagaimana diungkapkan spekulan pada media sosial. Insyaa Allah. (adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Penjajah "Israel" melakukan 72 serangan terhadap jurnalis di Gaza

GAZA (Arrahmah.com) – Tentara penjajah "Israel" telah melakukan 72 serangan terhadap para jurnalis di Jalur Gaza selama serangan terbaru mereka di sana yang dimulai pada tanggal 7 Juli lalu, ungkap kementerian informasi Palestina di Gaza, pada Jum'at (1/8/2014), seperti dilansir MEMO.

Jumlah pelanggaran meningkat setelah terbunuhnya jurnalis Sameh Al-Arian dan Mohamed Daher, pada Kamis (31/7). Mereka meninggal karena luka yang diderita akibat serangan brutal "Israel".

Pada Rabu (30/7), Ramy Rayyan dan Ahed Zaqqout juga terbunuh ketika meliput sebuah pembantaian yang dilakukan "Israel" di dekat pasar yang ramai di pusat kota Gaza, di mana 17 warga sipil terbunuh, termasuk jurnalis dan tiga petugas pemadam kebakaran.

Selama tiga minggu pertama serangan, empat pria dan seorang jurnalis wanita telah terbunuh.

Kementerian mendokumentasikan pelanggaran berikut: sembilan jurnalis terbunuh, 16 terluka, dua kendaraan dengan simbol-simbol pers dan TV menjadi sasaran, dan 16 rumah jurnalis serta 15 kantor media hancur. Ia juga mengatakan bahwa ada 14 kasus hacking yang tercatat.

Menurut kementerian, pasukan penjajah "Israel" sengaja meningkatkan serangan terhadap staf media dan organisasi media meskipun sudah ada penanda yang jelas-jelas menunjukkan identitas profesional mereka.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Kelompok pejuang Gaza menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap "Israel"

GAZA (Arrahmah.com) – Beberapa kelompok pejuang Palestina di Gaza pada Sabtu (2/8/2014) menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah roket yang ditembakkan ke "Israel" ketika pasukan brutal "Israel" membunuh lebih dari 75 warga Palestina, lansir Ma'an.

Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengatakan bahwa mereka menargetkan pangkalan militer Nahal Oz dengan tiga roket 107.

Brigade Al-Qassam juga menyatakan bertanggung jawab atas penargetan Haifa dengan sebuah rudal R160, Tel Aviv dengan tiga rudal, pasukan militer yang ditempatkan di Gaza timur-tengah dengan enam rudal 107, dan pasukan lain di Shujaiya timur dengan delapan mortir.

Sementara itu sayap militer Jihad Islam, Brigade Al-Quds, menyatakan bertanggung jawab atas penargetan Nahal Oz, Abu Matbeeq, situs militer Camera, Kisufim, dan kendaraan-kendaraan militer di kawasan timur Juhr Al-Dik dengan 11 mortir dan dua roket 107.

Mereka juga mengatakan bahwa mereka telah menargetkan kota-kota "Israel" Zikim, Erez dan Sderot dengan sebelas roket 107, Ashdod dengan dua rudal grad, Nahal Oz dengan dua mortir, Abu Matbeeq dengan empat mortir, dan Kisufim dengan dua roket 107.

Sayap militer Fatah, Brigade Syuhada Al-Aqsa, menyatakan bertanggung jawab atas peluncuran dua rudal-107 di situs militer Abu Matbeeq.

Brigade tersebut menyatakan bertanggung jawab atas penargetan kota-kota "Israel" dengan 15 rudal dan mortir M120, Eshkol dengan empat rudal 107, tank-tank di Shujaiyya timur, tank-tank di kawasan timur Khan Younis dengan tujuh mortir M120, dan tank-tank "Israel" di Beit Hanoun dengan empat mortir M80.

Brigade Al-Mujahidin mengatakan kelompok mereka menargetkan situs militer "Israel" Malaka di bagian timur Jalur Gaza dengan tiga mortir dan Ashkelon dengan dua rudal grad.

Kelompok pejuang Palestina telah menewaskan 66 warga "Israel" sejak awal serangan darat "Israel" terhadap Gaza, 95 persen di antaranya adalah tentara zionis.

(banan/arrahmah.com)

Topik: brigade al-mujahidin, brigade al-qassam, brigade al-quds, brigade syuhada al-aqsa, fatah, gaza, hamas, headline, israel, jihad islam, palestina


17.11 | 0 komentar | Read More

Susana Idul Fitri yang mencekam di Gaza

Written By Unknown on Selasa, 29 Juli 2014 | 17.11

GAZA (Arrahmah.com) – Saat anak-anak Muslim dibelahan lain bersuka cita menyambut hari raya Idul Fitri dengan baju baru, hidangan yang enak-enak, dan tempat berlibur yang indah. Tapi bagi anak-anak Gaza, keceriaan itu pupus saat dentuman mesin pembunuh "Israel" menghantam sebuah taman bermain, merenggut tawa dan nyawa mereka.

Saat puluhan bocah Gaza menikmati hari tenang dengan bermain ayunan dan bermacam-macam permainan lainnya di sebuah taman bermain di kamp pengungsi Al-Shati, sebuah roket brutal "Israel" tanpa ampun menghantam taman itu, yang mengakibatkan delapan orang, termasuk tujuh anak, meninggal.

Delapan orang, termasuk tujuh anak, meninggal setelah tembakan rudal mengenai sebuah taman di dalam kamp pengungsi Al-Shati di pinggiran Kota Gaza, kata petugas medis.

Anak-anak sedang bermain di ayunan ketika serangan itu mengenai taman, Ayman Sahabani, kepala ruang gawat darurat di rumah sakit Syifa, mengatakan kepada wartawan, sebagaimana dilansir oleh Al-Jazeera, Senin (28/7/2014).

Munzer al-Derby, (35), yang menyaksikan serangan itu, mengatakan kepada Al Jazeera: "Anak-anak sedang bermain ketika sebuah roket jatuh dan membuat semuanya berantakan."

"Saya mengenal beberapa dari mereka. Mereka berasal dari keluarga Al-Helou yang meninggalkan rumah mereka di Shuja'iyah. Mereka datang ke sini dan menyewa sebuah apartemen pekan lalu," kata al-Derby.

Seperti biasa, tentara "Israel" dengan cepat membantah berada di balik serangan itu, dan mentweet bahwa roket itu ditembakkan dari Gaza yang menghantam taman bermain.

"Kami tidak punya akitivitas di daerah itu. Kami tahu itu diluncurkan dari Gaza dan mendarat seketika," kata Letnan Kolonel Peter Lerner, juru bicara militer "Israel".

Namun, Hamas membantah telah menembakkan roket apapun di daerah itu dan mengatakan bahwa itu termasuk serangan udara yang dilancarkan oleh "Israel". Pihak Hamas mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan serpihan-serpihan dari roket itu dari lokasi kejadian yang bisa membuktikan bahwa itu merupakan mesiu "Israel".

Petugas medis mengatakan bahwa rudal "Israel" juga menghantam sebuah bangunan, yang merupakan klinik rawat jalan, dekat dengan gerbang utama rumah sakit Syifa, rumah sakit yang sama di mana para anak-anak yang menjadi korban serangan roket itu dibawa.

anak-anak gaza bermain1
Imtiaz Tyab dari Al Jazeera, yang melaporkan dari rumah sakit, mengatakan ada adegan kekacauan saat sejumlah tubuh-tubuh mungil itu dibawa ke rumah sakit ini.

"Karena hari sudah relatif tenang, banyak anak-anak yang pergi ke luar untuk bersenang-senang pada hari raya Idul Fitri ini, tapi tragisnya mereka telah terbunuh," kata Tyab.

Pada hari yang sama, Senin (28/7), setidaknya lima warga Palestina, termasuk tiga anak, meninggal dalam serangan lain. Seorang anak berusia empat tahun meninggal ketika tembakan tank menghantam sebuah rumah keluarga di Jabalia, di Jalur Gaza utara, kata para pejabat kesehatan Gaza. Seorang lainnya terbunuh oleh penembakan tank dalam insiden terpisah, juga di Jabalia.

Saat Muslim yang lainnya bersuka cita menyambut hari raya Idul Fitri, perasaan mencekam dan berduka menyelimuti sebagian besar warga Gaza.

Keluarga Palestina meringkuk di dalam rumah mereka, dicekam kengerian akan serangan "Israel yang lebih lanjut. Di tengah keadaan yang mencekam itu, seruan untuk shalat Idul Fitri menggema di kota selatan Rafah pada Senin pagi. Puluhan jamaah berbaris melaksanan shalat Idul Fitri di beberapa masjid yang sudah sangat hancur, dengan atap runtuh dan dinding yang hilang. Para jamaah mendengarkan khutbah dengan suasana yang hening dan berduka.

idul fitri yang gaza 2 shayma

Seorang bayi perempuan Palestina, Shayma Shiekh al-Eid, terbaring di inkubator setelah dokter mengeluarkannya dari rahim ibunya yang telah terbunuh dalam serangan udara "Israel".

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger