Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Terlibat korupsi Hambalang, Bendum PDIP segera jadi tersangka

Written By Unknown on Sabtu, 12 Juli 2014 | 17.11

JAKARTA (Arrahmah.com) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, memberi isyarat segera menetapkan Bendahara Umum (Bendum) PDIP, Olly Dondokambey, menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Samad, surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) terhadap Olly akan segera ditandatangani. "Sekarang fasenya tinggal penyidik merampungkan lalu disampaikan ke pimpinan. Kalau sudah diserahkan ke pimpinan, nanti tinggal ditandatangani sprindiknya,"katanya saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/7/2014), tulis okezone.com.

Samad mengaku, adanya keterlibatan Olly sebagaimana yang tercantum dalam vonis terdakwa kasus P3SON Teuku Bagus Mohammad Noor. Untuk itu, kata Samad, KPK tidak akan ragu dan takut, meski berhadapan dengan nama besar PDIP sebagai tempat bernaungnya Olly.

"KPK selalu bekerja profesional. Dalam putusan TBMN dijelaskan keterlibatan Olly Dondokambey. Percayalah bahwa KPK tidak punya keraguan sedikit pun walaupun Olly ini berasal dari partai pemenang pilpres. KPK bekerja secara profesional. Kami tinggal menunggu laporan dari satgas Hambalang," pungkasnya.

Dugaan keterlibatan Olly Dondokambey dalam kasus korupsi P3SON Hambalang mencuat dalam surat dakwaan para terdakwa kasus tersebut. Terlebih dalam amar putusan dua terdakwa Deddy Kusdinar dan Teuku Bagus Mohammad Noor disebutkan bahwa Bendahara Umum PDI Perjuangan itu terbukti menerima uang suap sebesar Rp 2,5 miliar dari proyek P3SON.

Hakim menyebut suap tersebut berkaitan dengan pengurusan proses anggaran proyek P3SON yang tengah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) DPR. Sebab, melalui Banggar DPR tersebut, anggaran proyek yang awalnya single years menjadi multiyears itu meningkat drastis, dari mulanya hanya menelan biaya sebesar Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pernyataan resmi IIA terkait kebiadaban "Israel" di Gaza

(Arrahmah.com) – Untuk kesekian kalinya Jalur Gaza, Palestina, diserang oleh penjajah "Israel" (baca: Yahudi). Korban tewas dan luka-luka kembali berjatuhan, Gaza kembali berdarah.

Untuk kesekian kalinya pula serangan "Israel" ini menarik perhatian dunia, khususnya dunia Muslim. Terlebih, umat Islam bagaikan satu tubuh, apabila satu bagian sakit maka seluruh badan merasakan sakit. Oleh karena itu, derita Muslim Palestina adalah derita seluruh umat Islam.

Imarah Islam Afghanistan (IIA), meskipun dalam kondisi tengah memerangi pasukan penjajah kafir pimpinan AS dan antek-anteknya, tetap memperhatikan kondisi saudara-saudara Muslim di negara lain. Mendengar dan melihat apa yang terjadi di Gaza sejak agresi "Israel" kembali dimulai pada Selasa (8/7/2014), IIA merilis pernyataan terkait kebiadaban "Israel" terhadap Muslim Palestina di Gaza yang mengecam tindakan "Israel" yang dipublikasikan di situs resminya. Berikut terjemahan rilisan resminya:

****

Dengan perasaan yang sangat sedih, kami mengatakan bahwa pasukan penjajah "Israel" terus melanjutkan serangan udaranya sejak dua hari yang lalu di jalur Gaza pada bulan yang diberkahi ini, hingga saat ini tercatat telah ada 150 kali serangan udara dan telah menewaskan 24 orang warga Palestina, yang sebagian besarnya adalah anak-anak, dan melukai lebih dari seratus orang, serta menghancurkan banyak rumah.

Sesungguhnya Imarah Islam Afghanistan mengingkari kezhaliman dan penyerangan ini serta mengecamnya dengan kata-kata dan kalimat-kalimat yang paling keras. Imarah Islam Afghanistan juga meminta dengan sungguh-sungguh dari semua orang di seluruh dunia, khususnya PBB, konferensi Islam, negara-negara Islam, dan badan-badan kemanusian dan HAM agar mengambil langkah dengan sungguh-sungguh untuk menghentikan penyerangan yang sadis ini, dan semua orang wajib menunaikan tanggung jawab kemanusiaan dan kegamaannya yaitu menghentikan kezhaliman dan penyerangan "israel", serta menolong dan menyelamatkan rakyat Gaza yang terzhalimi.

Imarah Islam Afghanistan

Rabu, 9 Juli 2014


17.11 | 0 komentar | Read More

Serangan ke Gaza oleh Israel, antara wacana dan realita

Oleh : Abu Fadhilah (Aktivis Gerakan Kontemporer Indonesia)

(Arrahmah.com) - Di bulan suci Ramadhan yang mulia ini serangan terhadap kaum muslimin Palestine di Gaza sungguh menyayat hati. Dari lubuk nurani kemanusiaan siapapun dan dimanapun berada. Apa yang dilakukan Israel secara berulang-ulang dan bertahun-tahun lamanya itu tidak berdaya dibendung. Dunia seolah diam seribu basa melihat pemandangan genocide kaum muslimin oleh Israel laknatulloh alaihi yang melebihi perilaku binatang. Menambah deretan panjang deraan kedhaliman dan kesengsaraan kaum muslimin di dunia islam. Muslim Moro di Philiphina, muslim Patani di Thailand, muslim Suriah, Irak, Afghanistan dan hampir merata di seluruh negeri-negeri muslim baik di medan pergolakan jihad maupun medan pergolakan politik. Potensi semangat perlawanan terhadap Israel yang menduduki Palestine hampir mendapati momentumnya saat Mursi menjadi presiden Mesir. Hal itu terlihat jelas dari salah satu pidato Mursi yang menginspirasi gerakan jihad kaum muslimin Mesir dan potensial menggerakkan kaum muslimin sekitarnya untuk membebaskan Gaza. Tetapi nampaknya kaum muslimin perlu belajar banyak dan dituntut dewasa. Mengelola perbedaan menjadi sebuah potensi sinergi yang saling menguatkan satu sama lain. Menjadi kolaborasi kekuatan utuh untuk menghantam musuh. Perbedaan pandangan perjuangan antara IM dengan partai Keadilan di satu sisi, dan partai An Nuur yang di back up oleh Salafi di sisi yang lain juga kelompok gerakan islam yang berada di luar pusaran inti kekuatan masih perlu direkonsiliasi. Masih kuat dan pekatnya arogansi kelompok justru menjadi celah kelemahan untuk dihantam oleh kelompok-kelompok liberalis dan sekuleris. Sampai kemudian pupus sudah ancaman potensial perlawanan terhadap Israel dengan dikudetanya Mursi.

Belum lagi memetakan dukungan opini yang menguatkan perjuangan pembebasan Gaza secara solid. Ada dukungan opini yang sejalan dengan kepentingan penguatan para mujahidin Gaza yang berada di garda terdepan melawan Israel. Ada dukungan opini yang tanpa disadari justru menjadi wacana yang kering oleh urgensi kebutuhan riil karena hanya berisi seruan-seruan yang bersifat normatif dan diplomatis. Dalam bentuk harapan dan cita-cita semata. Sehingga seringkali muncul pertanyaan apa wujud dukungan riilnya. Dibutuhkan tidak saja harapan dan cita-cita untuk ikut terlibat mengambil peran membantu kaum muslimin Gaza. Melainkan bentuk dukungan riil yang diambil sebagai "tabanni mashalih umat" yang menjadi wujud kepedulian kaum muslimin di berbagai negeri termasuk negeri ini.

Perlu bangunan kedekatan komunikasi dan sinergi antara para mujahidin Gaza dengan seluruh elemen gerakan islam di berbagai penjuru dunia termasuk negeri ini untuk mendukungnya. Bukankah kaum muslimin dan mukmin itu bersaudara. Apa yang dirasakan oleh saudara muslim mukmin di berbagai negara wabil khusus di Gaza harusnya dirasakan oleh kaum muslimin di dunia. Pendiaman dalam bentuk apapun baik dengan dalih wacana atau diplomatis hanya akan membuat tidak terwujudnya rasa kebersamaan senasib dan sepenanggungan kaum muslimin Gaza. Perlu dukungan riil dana, obat-obatan, senjata atau bahkan para mujahidin yang siap berangkat untuk memenuhi panggilan Allah merapat ke jalur Gaza dengan akses khusus yang akan dirasakan sebagai kontribusi berarti. Karena jelas seruan kepada para tentara di negeri-negeri kufur saat ini hanya bersifat jargon-jargon belaka. Kecuali Allah tanamkan hidayah kepada para tentara itu untuk bergerak ke Gaza membantu Palestine. Wacana himbauan berharap bergeraknya para tentara ke Gaza seperti pepatah Jawa "Den koyo nguyahi segoro". Kita menemukan persoalan struktural ketentaraan yang sudah dikooptasi oleh sistem pendidikan militer oleh negara kafir muharibban fi'lan AS bersama sekutu-sekutunya. Yang berhasil memutus akar sejarah ketentaraan di negeri ini dari cerita panjang perjuangan para mujahidin nusantara dari Sabang sampai Merauke. Para tentara itu seolah dilupakan bahwa mereka adalah keturunan para mujahidin Pangeran Diponegoro, Ali Basyah Sentot Prawirodirjo, Kyai Mojo, Sultan Ageng Tirtayasa, Fatahillah, Sultan Hasanuddin, Cut Nyak Din, Cut Nyak Meutia, Imam Bonjol, Sultan Gowa, dan banyak deretan nama para mujahidin tanah air yang darahnya harum semerbak wangi di bumi pertiwi.

Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah telah diajarkan oleh para pendahulu kita tentang bagaimana sikap seharusnya kaum muslimin lakukan di negeri ini. Dan bergesernya medan perjuangan jihad ke medan perjuangan diplomatis di parlemen pada proses kemudian sesungguhnya cerminan terjebaknya kaum muslimin ke dalam medan pergolakan yang dibuat oleh musuh-musuh islam. Kekalahan demi kekalahan mendera kaum muslimin. Sampai sedemikian hingga kata penerapan syariat islam pun yang masif menjadi wacana perjuangan parlemen pada awalnya kemudian tenggelam di batu karam seolah tak ada yang mampu mengangkatnya. Di sisi lain prototype struktur kekuasaan yang hadir saat ini secara substansial tidak berbeda dengan struktur kekuasaan buatan penjajah Belanda yang dibentuk sebagai mantel perlindungan kepentingan penjajah asing. Di sinilah penting direnungkan rekontruksi perjuangan umat islam yang pada awalnya dipenuhi oleh dakwah dan jihad sebagai satu kesatuan tidak terpisah. Jihad sebagai kewajiban tertinggi dalam islam menjadi ujung tombak kemuliaan entitas muslim mukmin. Sementara dakwah sebagai kewajiban, membangun konstruksi kesadaran untuk membentuk keyakinan yang kuat, utuh dan komprehensif akan islam.

Tetap dipakainya struktur dan sistem kekuasaan sekarang sebagai jalan perjuangan hanya akan menciptakan ulama dan umara yang umala. Yang tidak memiliki keberdayaan politik. Salah satu faktornya adalah tercerabutnya ruhul jihad di dalam tubuh mereka sedemikian jauh. Hingga tercermin dari kecintaan pada dunia yang tinggi dan ketakutan kematian karena putus dari kenikmatan duniawi yang melenakan. Sebuah kenyataan yang hinggap secara sistematis dan menggurita di dalam kehidupan kaum muslimin saat ini. Kecaman keras yang keluar dari mulut para penguasa dan calon para penguasa terhadap Israel sejalan dengan kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat tidak akan pernah merubah keadaan. Karena kebutuhan persoalan Gaza tidak selesai dalam bentuk edukasi, diplomasi, wacana atau cita-cita. Kaum muslimin Palestine di Gaza butuh uluran tangan yang nyata. Tidak cukup dengan kata-kata dan retorika. Mewujudkan wacana menjadi realita. Butuh semangat yang telah ditanamkan oleh nenek moyang kita para mujahidin yang mulia. Yang mestinya menginspirasi dan menyatu ke dalam relung darah daging para keturunannya. Yang pantang mundur rawe-rawe rantas malang-malang putung. Tercermin pada pekikan takbir Bung Tomo ketika memimpin pertempuran rakyat Indonesia di Surabaya. Dan medan pergolakan yang dihadapi kaum muslimin di berbagai negeri muslim sesungguhnya harus dipahami sebagai medan pertempuran global. Linear dengan keyakinan AS, Israel bersama sekutu-sekutunya sebagai polisi dunia. Seperti tercermin dalam filem-filem yang dibuatnya. Hal ini harusnya memantik kesadaran kaum muslimin di manapun berada bahwa telah terjadi pertempuran dalam bentuk invasi global secara militer, politik dan ekonomi di berbagai negeri-negeri muslim. Di antara berbagai kekuatan politik negara yang lain seperti China dan India.

Hal yang penting awal dilakukan adalah bagaimana mewujudkan kesadaran kaum muslimin untuk merancang kesatuan kekuatan dengan menonjolkan kesatuan dalam keberagaman potensi dan jalan perjuangan seluruh elemen gerakan islam. Meninggalkan dan membuang jauh-jauh perasaan ta'ashub berlebihan yang muncul secara vulgar maupun halus. Mengedepankan saling pengertian dan saling menghormati antara sesama saudara mukmin. Bukan hanya sekedar menyampaikan seruan solusi global yang menjadi mahkota kewajiban dan janji dari Allah semata. Tanpa dibarengi dengan kepedulian kongkret sebagai wujud perasaan sesama saudara yang diikat oleh satu kesatuan aqidah. Sebagaimana yang sering terlontar di mulut para pengemban dakwah sebuah hadits : "Barangsiapa yang pada pagi harinya hasrat dunianya lebih besar maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barangsiapa yang tidak takut kepada Allah maka itu tidak ada apa-apanya di sisi Allah, dan barang siapa yang tidak perhatian dengan urusan kaum muslimin semuanya maka dia bukan golongan mereka" (HR. Al-Hakim dan Baihaqi).

Perlu kontruksi gerakan yang mengakar dan menyentuh secara lokal meski di atas basis pemikiran global. Perlu dukungan aktifitas riil tanpa harus menunggu datangnya solusi dari segala solusi yang sistemik dan komprehensif. Tidak perlu menunggu tegaknya khilafah untuk menjalankan kewajiban jihad. Tidak harus menunggu tegaknya khilafah untuk mengirim dukungan dana, obat-obatan bahkan persenjataan. Tidak mesti menunggu tegaknya khilafah untuk mengirim bantuan para mujahidin yang siap berangkat. Tidak mesti menunggu tidak bergeraknya para tentara negeri-negeri kaum muslimin sampai dengan khilafah tegak dan menyerukan. Semua kewajiban itu bisa dilakukan secara parallel sebagaimana kewajiban terikatnya kaum muslimin terhadap seluruh hukum syara' tanpa membedakan satu ketetapan hukum dengan yang lain. Bukankah Allah Subhanahu Wa Taalla telah mengancam kepada kita semua tentang pengikatan diri terhadap sebagian hukum dan meninggalkan sebagaian hukum yang lain. "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan." (QS. an-Nisa: 150-151).

Keimanan kita akan kewajiban untuk menegakkan khilafah islamiyah sama kedudukannya dengan keimanan kita terhadap kewajiban akan jihad baik sebelum khilafah tegak maupun pasca tegaknya khilafah. Sama kedudukannya dengan kewajiban menopang hal-hal yang diperlukan untuk membantu meringankan beban penderitaan saudara kita di Gaza Palestina secara kongkret dalam bentuk dana, obat-obatan dan persenjataan yang diperlukan. Salah satu kewajiban di antaranya tidak akan menghapus keberadaan kewajiban yang lain. Begitulah kesempurnaan Islam. Apalagi ketika seruan jihad dan khilafah sebagai seruan wajib untuk memecahkan problem invasi Israel laknatulloh alaihi ke Gaza dipahami hanya sebagai dorongan dan himbauan moral kepada para penguasa untuk menggerakkan bala tentaranya an sich. Sementara tidak sedang berjuang untuk mempersiapkan diri dengan segala sesuatunya untuk berangkat jihad. Hal ini bisa dipahami sebagai pengingkaran terhadap kaedah "mã layatimu al-wajib illâ bihi fa huwa al-wajib". Atau bahkan merupakan bentuk pengingkaran terhadap kontradiksinya antara ucapan dengan apa yang dilakukan. Di satu sisi menyerukan jihad namun di sisi lain seruan itu hanya sekedar jargon tidak dipahami dalam bentuk sepenuhnya untuk mempersiapkannya. Allah murka kepada orang yang hanya pandai berkata saja, tidak melaksanakan apa yang diucapkannya, sebagaimana firman-Nya yang diabadikan dalam Al-Qur'an [QSAsh Shaff (61) : 3] : "Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." Namun Allah menyukai orang yang mewujudkan atau mempraktekkan apa yang diucapkannya yaitu orang-orang yang berperang pada jalan Allah dalam satu barisan (Ash Shaff), tersurat dalam Al-Qur'an [QS Ash Shaff (61) : 4] : "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."

Akhirnya begitu pentingnya mengedepankan persaudaran dan persahabatan di antara kaum muslimin dan mukmin dari berbagai latar belakang gerakan islam. Allah sangat suka kepada Muslim yang mau membina persahabatan, persaudaraan dan persatuan layaknya bangunan yang kokoh, lebih-lebih dalam upaya membela agama Allah (QS. 61 : 4). Apabila hal itu terwujud, maka jaminan Allah akan menyertai kehidupan umat Islam. Rasul bersabda, "Allah akan terus menolong seorang hamba selama hamba itu senantiasa menolong saudaranya." (HR. Bukhari). Wallahu a'lam bis shawab.

(azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

القسام يقصف حيفا وتل أبيب ومطار بن غريون (محدث)

(شبكة الرحمة الإسلامية) – واصلت كتائب الشهيد عز الدين القسام، الجناح العسكري لحركة المقاومة الاسلامية "حماس"، لليوم الخامس في معركة (العصف المأكول)، فقد تمكنت الكتائب لأول مرة من قصف مطار بن غريون بصاروخ من طراز M75، وهذه هي المرة الأولى بتاريخ الصراع .

وقالت الكتائب في بلاغها العسكري أنها تمكنت من قصف مطار بن غريون لأول مرة في تمام الساعة 10:40 من صباح اليوم الجمعة، ب4 صواريخ M75 .

كما طالت 3 صواريخ سجيل 55 بئر السبع المحتلة واعترف العدو بإصابة مبنى بشكل مباشر واندلاع حريق فيه، إضافة الى قصف تل أبيب بصاروخ فجر 5 وصواريخ m57 .
وقصفت صباح اليوم بـ 9 صواريخ اسدود، واعترف العدو بوقوع 5 إصابات بينهم خطيرة جراء سقوط صاروخ على محطة للوقود في اسدود.
كما عاودت فجر اليوم قصف، حيفا المحتلة بصاررخ من طراز R160.

كما تمكنت كتائب القسام من السيطرة على بث القناة الصهيونية الثانية بين الساعة 03:00 إلى 03:30 فجر هذا اليوم وبثت رسالة تهديد ووعيد للعدو.

ووجه القسام رسالة إلى كافة شركات الطيران الأجنبية التي تسير رحلات إلى الكيان الصهيوني تطالبهم فيها بوقف رحلاتهم إلى الكيان بسبب المخاطر المحدقة بكافة المطارات نتيجة للحرب الدائرة.

تفاصيل الحصاد الجهادي القسامي لليوم الخامس للمعركة ال13 رمضان ..


21:15
قصف تل أبيب بصاروخ فجر 5
21:05 قصف بئر السبع المحتلة ب3 صواريخ سجيل 55 والعدو يعترف بإصابة مبنى بشكل مباشر واندلاع حريق فيه.

20:20 قصف "أسدود" المحتلة بـ(4) صواريخ قسام.

18:50 قصف الآليات الصهيونية التي تقدمت لسحب الجيب الذي استهدفته كتائب القسام بصاروخ موجه شرق الشجاعية بـ (11) صاروخ 107 و(3) قذائف هاون عيار ثقيل.

18:30 استهداف جيب عسكري صهيوني في موقع ناحل عوز شرق الشجاعية بصاروخ "كورنيت" مضاد للدروع.

17:57 قصف قاعدة "تسيلم" البرية بصاروخي قسام.
17:00
كيبوتس "عالوميم" الصهيوني قصف بـ (5) صواريخ 107.
15:10 قصف موقع "إسناد صوفا" العسكري بـ (4) قذائف هاون 120ملم.

13:50 قصف أوفكيم ب5 صواريخ غراد

13:50 قصف "أوفكيم" بـ (5) صواريخ غراد.

13:17 قصف حشودات عسكرية شرق الوسطى بـ (3) قذائف هاون عيار 120 ملم.
10:40 لأول مرة.. كتائب القسام تقصف مطار بن غوريون الصهيوني ب4 صواريخ M75

10:05 قصف عسقلان بـ 5 صواريخ قسام.

09:00 قصف قاعدة "تسيلم" العسكرية بـ (6) صواريخ قسام.

08:00 قصف اسدود بـ 9 صواريخ قسام والعدو يعترف بوقوع إصابات بينها خطيرة.

03:25 قصف "حيفا" المحتلة بصاروخ R160، والعدو يعترف بمقتل مغتصبة.

المصدر: شبكة كتائب القسام الفلسطينية


17.11 | 0 komentar | Read More

Syaikh Hani As-Sibai menyeru Al-Qaeda membuat pernyataan terkait deklarasi khilafah oleh ISIS

(Arrahmah.com) – Syaikh Dr. Hani As-Sibai, seorang ulama' yang sangat dihormati di Al-Qaeda, telah meminta petinggi senior Al-Qaeda dan cabang-cabang regional Al-Qaeda untuk membuat pernyataan sikap mengenai deklarasi Khilafah oleh Daulah Islam atau Islamic State (IS). Syaikh As-Sibai telah lama mengkritisi sikap IS yang sebelumnya dikenal sebagai Daulah Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Irak and the Sham (ISIS) itu. Dan dia merasa bahwa respon Al-Qaeda terhadap deklarasi itu belum cukup.

"Diamnya kepemimpinan di #Khurasan dan cabang-cabangnya mengenai pengumuman kekhalifahan yang baru adalah tindakan yang kurang bijaksana," tulis Syaikh As-Sibai dalam tweet-nya pada Selasa (8/7/2014) lalu, seperti dilansir LWJ. Khurasan adalah wilayah geografis yang meliputi Afghanistan dan Pakistan, yang merupakan basis para pemimpin senior Al-Qaeda.

Syaikh As-Sibai melanjutkan, "Saran dan sindiran tidaklah cukup, membuat pernyataan sangatlah penting, untuk menyikapi isu yang besar ini."

Tweet Syaikh As-Sibai itu dengan cepat di-retweet oleh para pendukung Al-Qaeda dan setidaknya oleh seorang pejabat di Jabhah Nushrah, cabang resmi Al-Qaeda di Suriah.

Sejauh ini, baik pemimpin Al-Qaeda maupun cabang/afiliasinya telah merespon pengumuman Khilafah oleh "Daulah Islam", dengan Syaikh Abu Bakr Al-Baghdadi, amir "Daulah Islam", menjabat sebagai "Khalifah Ibrahim."

Al-Qaeda di Semenanjung Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP) merilis dua pesan beberapa hari yang lalu, termasuk salah satunya adalah pujian terhadap Syaikh Ayman Az-Zhawahir. Syaikh As-Sibai telah me-retweet kedua pesan AQAP tersebut, namun AQAP juga tidak menyebutkan nama Daulah Islam atau Al-Baghdadi dalam salah satu dari kedua pesan itu. Dan Al-Qaeda di Maghreb Islam atau Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) juga merilis sebuah pesan yang memuji kemajuan mujahidin di Irak dan menyerukan rekonsiliasi di Suriah, tetapi pernyataan itu ditulis sebelum ISIS menyatakan dirinya sebagai IS dan mengumumkan kekhalifahannya.

Syaikh Ayman Az-Zhawahiri telah mengenal dan mempercayai Syaikh As-Sibai selama beberapa dekade. Jadi, ketika Syaikh As-Sibai berpendapat, Syaikh Az-Zhawahiri mendengarkannya.

Pada bulan April, Syaikh As-Sibai merupakan salah seorang dari beberapa mujahid terkemuka yang menyerukan kepada Syaikh Az-Zhawahiri untuk menangani aspek-aspek tertentu dari persengketaan yang sedang berlangsung antara Al-Qaeda dengan ISIS.

Beberapa minggu kemudian, pada awal Mei, Syaikh Az-Zhawahiri merespon dengan merilis sebuah pesan baru, "Kesaksian Untuk Mempertahankan Darah Mujahidin di Syam." Meskipun Syaikh Az-Zhawahiri telah membahas konflik antara ISIS dan kelompok jihad lainnya beberapa kali sebelumnya dan dia juga menyelipkan beberapa kesaksiannya sebelumnya, Syaikh Az-Zhawahiri mengatakan dirinya memutuskan untuk memulai pembicaraan topik ini sekali lagi karena rasa hormatnya kepada Syaikh As-Sibai. Dalam sebuah dokumen sebanyak tiga halaman yang dirilis pada akhir Mei, Syaikh Az-Zhawahiri kembali mengutip permintaan dari Syaikh As-Sibai, serta ulama lainnya, sebagai alasan mengapa dia memutuskan untuk membahas kejadian di Suriah.

Syaikh As-Sibai seperti beberapa jihadis yang pro-Al-Qaeda lainnya, pada awalnya memuji kemenangan ISIS di Irak pada bulan Juni. Dalam satu tweet, Syaikh As-Sibai menggunakan hashtag "#Liberation_of_Mosul" dalam tweetnya yang berbunyi, "Sukacita mengendalikan kota seharusnya tidak membuat kita lupa bahwa musuh sedang merencanakan dan tidak akan ragu-ragu mengebomnya dengan pesawat."

"Aku ingin tahu siapa yang terluka dengan kesedihan karena berita yang sedang berlangsung tentang pembebasan #Mosul," tulis Sibai di tweet lainnya. "Hari ini adalah hari penting dan suram bagi Syiah dan para penguasa yang telah menyerahkan negara-negara Teluk kepada Khamenei."

Dalam tweet ketiga yang ditulis pada bulan Juni, Syaikh As-Sibai mengatakan bahwa jika ISIS membuka blokade di #Deir Ezzour dan bergerak untuk memperkuat pasukannya di Mosul atau perang melawan pasukan Bashar akan menjadi hal yang terbaik bagi umat Islam. ISIS, telah memerangi Jabhah Nushrah dan kelompok jihad lainnya di Deir Ezzour. Oleh karena itu, Syaikh As-Sibai berharap bahwa ISIS akan meninggalkan perang melawan sesama jihadis di Suriah timur dan fokus pada rezim Assad di Suriah dan pemerintah Maliki di Irak. Namun yang terjadi adalah, ISIS terus memerangi kelompok jihad di Suriah.

Pujian Syaikh As-Sibai untuk kemajuan militer IS di Irak pun hanya berlangsung sebentar, dia pun segera mengkritik kesalahan kelompok tersebut. Dan dia kini telah menyeru kepada Al-Qaeda untuk melakukan hal yang sama dan membuat pernyataan sikap terkait deklarasi "kekhalifahan" IS.

(aliakram/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

86 شهيدا وإسرائيل تواصل غاراتها على غزة

Written By Unknown on Jumat, 11 Juli 2014 | 17.11

(شبكة الرحمة الإسلامية) – استشهد ستة وعشرون فلسطينيا اليوم في غارات إسرائيلية جديدة على قطاع غزة، ليرتفع إلى ستة وثمانين شهيدا – بينهم 22 طفلا و15 سيدة و12 مسنا – وأكثر من خمسمائة وخمسين جريحا عدد ضحايا العملية العسكرية الإسرائيلية المستمرة لليوم الرابع على التوالي.

وفي أحدث هذه الغارات أفاد مراسل الجزيرة أن ثلاثة فلسطينيين استشهدوا في قصف استهدف سيارة يعتقد أنها لأعضاء في سرايا القدس الجناح المسلح لحركة الجهاد الإسلامي في شارع النفق شمال شرقي مدينة غزة.

كما استهدفت غارة أخرى منزلا في خان يونس جنوب القطاع لعائلة أبو جامع، واستشهد مواطن وأصيب آخرون بجروح،

وكان ثلاثة فلسطينيين استشهدوا في وقت سابق من صباح اليوم في غارة إسرائيلية على سيارتهم بالقطاع، في حين أودت غارة أخرى استهدفت مقراً للأمن الوطني بحياة فلسطيني رابع.

وقالت وزارة الصحة الفلسطينية إن معظم الشهداء نساء وأطفال ومدنيون. وقد شيعت إحدى العائلات طفلة استشهدت أمس جراء القصف. كما أكدت مصادر طبية استشهاد طفل يبلغ من العمر خمس سنوات في غارة صباح اليوم على بلدة بيت لاهيا شمال قطاع غزة.

المصدر: الجزيرة نت


17.11 | 0 komentar | Read More

Mahasiswa Muslim Uighur dipaksa makan siang dan diancam akan diusir jika ketahuan berpuasa

URUMQI (Arrahmah.com) – Mahasiswa Muslim Uighur di perguruan tinggi Kashgar menghadapi ancaman diusir jika mereka terlihat berpuasa Ramadhan karena pejabat di Xinjiang telah mengeluarkan pelarangan bagi Muslim untuk menjalankan ibadah puasa.

"Administrasi kampus kami secara tegas melarang puasa Ramadhan dan praktik ibadah lainnya oleh mahasiswa Uighur," kata seorang mahasiswa Uighur kepada Radio Free Asia (RFA), dengan syarat anonim, karena takut mendapatkan hukuman karena berbicara dengan media asing.

"Mereka yang menolak untuk makan siang akan diingatkan bahwa mereka akan diusir dari perguruan tinggi atau mereka akan kehilangan ijazah mereka," katanya.

Setiap tahun, pemerintah Cina telah berulang kali memberlakukan pembatasan terhadap Muslim Uighur di wilayah barat laut Xinjiang setiap Ramadan.

Pihak kampus memerintahkan kepada semua restoran dekat kampus untuk tidak membuka restoran mereka untuk menghalangi mahasiswa Muslim berbuka puasa saat matahari terbenam.

Pihak administrasi perguruan tinggi juga telah mendistribusikan hidangan makan siang dan botol air gratis.

"Mereka yang menolak makan siang akan dimasukkan ke dalam daftar hitam dan nama mereka akan disampaikan ke pimpinan Partai Komunis China di berbagai fakultas," kata mahasiswa tersebut.

Meskipun ada ancaman pengusiran, beberapa mahasiswa Muslim mengambil resiko dengan tetap menjalankan ibadah puasa.

"Meskipun ada aturan ketat dan aktivitas mereka dipantau secara ketat, beberapa mahasiswa Uighur secara diam-diam tetap berpuasa" kata salah satu mahasiswa Uighur.

"Mereka meninggalkan kelas lebih awal dan membawa pulang makanan dari perguruan tinggi untuk berbuka puasa di asrama mereka."

Beberapa ada yang tertangkap saat staf administrasi perguruan tinggi memeriksa tas-tas mahasiswa di pintu keluar, katanya.

"Jika otoritas perguruan tinggi menemukan masih ada makanan di tas mereka, para mahasiswa itu dipaksa untuk mengkonsumsi makanan itu di tempat," katanya.

Mahasiswa yang bangun untuk makan sahur dan membaca doa di asrama mereka juga akan dihukum.

"Jika ada mahasiswa yang menyalakan lampu untuk makan sahur, para penjaga perguruan tinggi akan segera memblacklist mereka," kata mahasiswa.

"Perguruan tinggi telah menyiapkan kamera pengintai di asrama dan di koridor perguruan tinggi untuk memantau kegiatan mahasiswa," katanya.

"Mereka mengendalikan semua kegiatan kami dan kehidupan pribadi kami," katanya.

"Perguruan tinggi kami bukan lembaga akademis tetapi sebuah kamp politik. Jika seorang mahasiswa berharap untuk tinggal di kamp ini, ia harus mematuhi aturan dan hanya tinggal diam," tegasnya.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Tanggapan Syaikh Al-Muhaysini mengenai deklarasi "Khilafah" oleh ISIS : "Kami menginginkan Khilafah 'ala Minhajin Nubuwwah"

KAMI MENGINGINKAN KHILAFAH 'ALA MINHAJIN NUBUWWAH

Oleh : Syaikh Abdullah Al-Muhaisiny

(Arrahmah.com) – Saya sebelumnya telah men-tweet memutuskan untuk mencukupi diri sendiri dalam hal apa yang saya klarifikasi berkaitan dengan Jama'ah al-Baghdadi. Namun sebuah insiden, dan saya memohon kepada Allah untuk metoleril para mujahidin, insiden itu adalah pengumuman khilafah oleh Jama'ah al-Baghdadi.

Sekelompok saudara bersikeras bahwa saya harus memperjelas sikap saya secara syar'i, bijaksana, jauh dari sengketa yang sedang berlangsung, jauh dari emosi, dan hanya untuk kebaikan Islam. Jadi saya katakan, dengan mengharap bantuan Allah, melalui tweet-tweet yang berjudul "Nuriduha 'Ala Minhajin Nubuwwah" (Kami menginginkan Khilafah 'ala Minhajin Nubuwwah) :

PEMBUKAAN

Untuk berjuang menuju pembentukan khilafah atas manhaj kenabian, yang mana ummat Muhammad SAW dihinakan dan direndahkan ketika meninggalkan jihad, para ulama'nya merendahkan dirinya untuk menjadi ulama yang diundang oleh para penguasa dan membuat hukum sesuai pesanan mereka, diminta agar mengeluarkan fatwa sesuai keinginan mereka, Wallahu musta'an.

Jadi (mengatakan bahwa) kembali kepada khilafah dan berjuang untuk itu adalah kewajiban yang paling utama, yang mana kekuatan kaum muslimin terletak pada kesatuan dan hubungan mereka, dan karena itu negara-negara Eropa yang sangat ingin memecahkan kesatuan Muslim dengan memberlakukan batas Sykes-Picot. Maka dari itu, tidak ada pendirian Negara Islam dalam artian Negara Islam sebenarnya kecuali melalui khilafah dan tidak ada keselamatan yang sebenarnya bagi kaum Muslimin kecuali melalui khilafah.

Dan saya katakan di sini kepada semua orang yang di dalam hatinya bersarang penyakit wahn, wahai kalian yang terkejut dengan goyahnya kekuatan Barat, dan berpikir bahwa untuk mengejar khilafah adalah khayalan dan imajinasi, kami katakan kepada mereka : Ketahuilah bahwa khilafah akan kembali, dan kami bersumpah dengan Yang tiada Ilah melainkan Dia, bahwa khilafah dan 'izzah ummat akan kembali. Itulah janji Nabi kita SAW, kalian melihatnya jauh dan kami melihatnya dekat.

Kalian sedang melihat dari perspektif dunia, dan kami melihat perubahan situasi Tunisia kemarin dan kemudian Dia (Allah) yang memasukkan penguasa Mesir (Mubarak) ke penjara, dan kemudian Dia menjadikan yang sebelumnya dipenjara menjadi penguasa (Morsi) dan kemudian kembali Dia penjarakan penguasa itu (Morsi). Memang hanya Dialah yang mampu mengubah kondisi ini, dan tentu saja Dia mampu mengubah kondisi umat Islam saat ini dengan mengatakan "kun Fayakun". Selain itu, kita hanya dituntut untuk berusaha, sementara hasil maka itu adalah urusan Allah SWT.

Namun meskipun begitu, kami katakan bahwa khilafah yang sedang kita upayakan dengan segenap upaya ini adalah Khilafah yang telah dijanjikan oleh Nabi SAW yang merupakan khilafah "'Ala Minhajin Nubuwwah".

Adapun selain itu yang ada hanyalah penguasa-penguasa yang zalim, yang umat telah bosan dan telah mengalami penderitaan selama beberapa dekade.

Sesungguhnya mengklaim label khilafah tanpa memenuhi persyaratan-persyaratannya hanyalah yang mencederai perasaan umat Islam, mengeksploitasi emosi mereka dan merugikan agama Allah.

Pengumuman khilafah oleh Jama'ah al-Baghdadi bukan kasus yang pertama, sudah banyak yang mengumumkan seperti itu. Di Aljazair, mereka mengumumkan khilafah dan melawan umat, dan kemudian Barat dan agen-agennya bersukacita atas terjadinya fitnah itu.

Dua tahun lalu, "khilafah" telah diumumkan oleh Abul Banat dan teman-temannya di Suriah, mereka menuntut bai'at, mereka mengisolasi diri dari syura dari umat dan kita lihat, mereka hancur!

Begitu juga di Afghanistan, mereka (juga) mengumumkan "khilafah", mereka keluar melawan mujahidin, dan memaksa kaum muslimin membai'at mereka. Mereka berjuang, dibunuh dan tewas!

Apa yang harus dipertimbangkan bukanlah menaikkan slogan khilafah, akan tetapi memenuhi persyaratannya. Dan yang harus menjadi pertimbangan adalah bahwa hal itu harus sesuai dengan manhaj kenabian, kalau tidak, kita akan gagal.

Dan di sini kita hari ini, menghadapi berbagai kemungkinan terpecahnya barisan mujahidin, ada upaya untuk mengubur jihad dan untuk memperpanjang perselisihan, perpecahan dan pertumpahan darah. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami mengadu.

Hari ini, Jama'ah al-Baghdadi mengumumkan "khilafah tidak hanya di 'Irak dan Syam, melainkan di seluruh dunia dari timur ke barat, walaupun tidak ada ulama' jihad yang mengakui!".

Kepada kalian orang-orang yang jujur, takutlah kepada Allah, ini adalah upaya yang berkali-kali dilakukan untuk mengubur jihad dan menjauhkan umat dari kelompok-kelompok jihad, para ulamanya, para intelektualnya, dan sungguh kalian akan dipinta pertanggung jawaban di depan Allah Tuhan semesta alam.

Wahai pencari kebenaran, para ulama' telah menetapkan bahwa penguasa mendapatkan kekuasaan dengan salah satu dari tiga cara:

  1. Penunjukan oleh penguasa sebelumnya
  2. Bermusyawarah dengan metodologi kenabian
  3. Menaklukkan

Adapun poin yang pertama itu tidak mungkin, sehingga tinggal dua poin, bermusyawarah dan memenangkan daerah.

Adapun bermusyawarah, yang merupakan metodologi Nabi SAW yang telah dijanjikan oleh Nabi SAW, bahwa khilafah akan kembali dan itulah yang saat ini kita lakukan, menumpahkan darah di jalan Allah untuk menegakkan kembali khilafah, dan hal ini juga tidak terdapat dalam proses penegakan "khilafah" 'ala al-Baghdadi.

Agama telah menetapkan untuk setiap ibadah ada persyaratan dan larangannya sehingga amal ibadah tidak dilakukan di tempat yang salah dan menyebabkan kerugian dan tidak bermanfaat, bahkan jika itu menarik bagi pelakunya dan berpikir bahwa dia berada dalam kebaikan, maka pelaku bid'ah dan Sufi ketika mereka menambah-nambahkan shalawat-shalawat mereka, doa-doa dan zikir mereka, dan berpikir bahwa mereka telah berbuat baik.

Seperti shalat itu ada waktunya dan persyaratannya, begitu juga dengan zakat, puasa dan haji. Jadi kecintaan dan keinginan kita untuk shalat, puasa, haji dan mendirikan khilafah tidak membawa kita melakukannya sesuka kita dan kemudian kita berasalan bahwa itu adalah bukti kecintaan dan keinginan kita dalam mengamalkan ibadah. Jangan sampai kita jatuh ke dalam bid'ah dan mengada-ngada dalam agama.

Sesungguhnya penegakan khilafah itu memiliki berbagai persyaratan, dan syarat yang terpenting adalah penegakan dan bermusyawarah. Penegakan yang hakiki bukan hanya angan-angan, dan bermusyawarah cara Nabi bukanlah musyawarah dengan kelompoknya saja, namun bermusyawarah dengan umat. Khilafah itu milik ummat bukan milik suatu jamaah.

Dan keberadaan Al Baghdadi tidak bisa dikatakan pantas menjadi khalifah, karena salah satu persyaratan yang terpenting adalah memenuhi persyaratan dalam mendirikan khilafah, dan juga memilih Ahlu Halli wal Aqdi dari mereka yang dipilih oleh ummat. Karena sesungguhnya khilafah dalam sudut pandang syariah maupun fiqhiyyah berarti perwakilan, maka seorang khalifah haruslah seorang yang mewakili ummat.

Dan sesungguhnya pengangkatan ini tidak akan berlangsung syar'i, bijaksana dan arif kecuali ummat turut andil dalam memilih khalifah. Dan dalam hal ini, deklarasi khilafah yang dilakukan oleh satu atau segelintir jamaah tidaklah sah.

Apakah terpilihnya Al Baghdadi sebagai khilafah atas pilihan Mullah Umar, Syaikh Ayman Azh-Zhawahiri, amir Imarah Kaukasus, Syaikh Al-Wuhayshi dan lain-lain dari para pemimpin jihad? Apakah ia dipilih oleh ulama atau mayoritas dari mereka? Apakah ia dipilih oleh ahlul Halli wal Aqdi dari kalangan mujahidin dan orang-orang selain mereka? Karena kita tidak mencari khilafah untuk mujahidin saja, tapi khilafah untuk umat. Maka di sini ada pertanyaan, apakah "khilafah" Al-Baghdadi merupakan sebuah khilafah untuk ummat ini atau khilafah untuk jama'ahnya sendiri?

Wahai pencari kebenaran, (bahkan) mengakui kepemimpinan atas daerah tertentu tidak diperbolehkan kecuali dengan konsultasi rakyat yang berpengaruh di daerah itu, dalam hal ini Ahlul Halli wal Aqdi di daerah itu. Bukankah Allah mengatakan : "dan urusan mereka (dilakukan) dimusyawarahkan di antara mereka bersama"? Bukankah Rasulullah SAW bersabda : "Jikalau aku diperintahkan untuk menunjuk siapa pun tanpa konsultasi maka aku akan menunjuk ibn Mas'ud"?

Maka dari itu perlu adanya perwakilan Ahlul Halli wal aqdi pilihan umat.

Sesungguhnya pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi itu bukan dipilih dari golongan mereka sendiri. Mereka mengangkat orang-orang dari jamaahnya menjadi dewan syura kemudian mengklaim diri mereka adalah Ahlul Halli wal Aqdi, itulah adalah yang dilakukan oleh para thagut, bukan cara-cara khilafah.

Siapakah orang-orang yang masuk dalam dewan syura itu? Siapa nama mereka dan apa kondisi mereka? Siapa yang mereka wakili dan siapa yang memilih mereka untuk memilih (khalifah tersebut)?

Deklarasi yang dikenal sebagai "Daulah Islam di Irak dan Syam" adalah kesalahan yang menyebabkan pertumpahan darah umat dan kesengsaraan, dan itu akan ditanggung oleh semua orang yang mendirikannya, mendukung dan berbai'at untuk itu.

Di sini kita hari ini, menghadapi pengumuman khilafah tanpa pembentukan atau musyawarah, ini adalah manhaj ahli bid'ah bukan manhaj kenabian. Jadi berapa banyak darah kaum muslimin yang akan tumpah karena itu?

Sesungguhnya saya melihat bahwa Al-Baghdadi tidak memiliki kekuasaan di sebagian besar Syam, seperti Alleppo, As-Sahil (wilayah pesisir), Homs, Damaskus dan di tempat lainnya. Jadi bagaimana dia mengumumkan khilafah untuk seluruh umat? Ini adalah demi Allah kesalahan yang fatal dan fitnah yang menyilaukan.

Kesalahan ini bahkan lebih mengerikan ketika didirikan dari darah dan pelanggaran kehormatan kaum muslimin, maka Al Baghdadi mendeklarasikan khilafah dan pengumuman bahwa semua orang yang tidak berbai'at kepadanya akan diperangi, yang akan menumpahkan darah para muwwahidin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang berbai'at dan mendukung "khilafah" untuk menumpahkan darah ini, kecelakaanlah bagi kalian saat kalian berdiri di depan Allah yang Maha Perkasa kelak.

Celakalah bagi mereka yang memecahkan barisan mujahidin di dunia Islam! Seolah-olah fitnah mereka akan mencapai Yaman, Maghreb dan Somalia, semoga Allah tidak mengizinkan hal itu, maka bersukacitalah Amerika dan agen-nya ketika itu terjadi!

Dari dilema tentang hal-hal yang tidak ada jalan keluar bagi orang yang jatuh tersebut, adalah pertumpahan darah Muslim tanpa alasan. Kami dan juga para mujahidin, demi Allah, tidak berangkat jauh-jauh untuk menumpahkan darah dan melanggar kehormatan kaum muslimin dan mujahidin lainnya, melainkan kami datang untuk menghapus penindasan, kufur dan fitnah. Maka bertakwalah kepada Allah dalam urusan dengan kaum muslimin.

Memang kurangnya konsultasi para mujahidin dan ulama adalah fitnah terbesar, ini akan menyebabkan pertempuran dan pertumpahan darah. Seandainya mereka kembali kepada para ulama sebagaimana yang diperintahkan Allah maka mereka pasti menang!

Jika tidak ada Khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian, maka yang ada hanyalah penaklukan dan perampasan, dan itu adalah aturan tirani bukan aturan khilafah seperti yang dijanjikan oleh Nabi SAW.

Dan jika mereka mengklaim bahwa kepemimpinan Al-Baghdadi tidak bisa dicapai melalui konsultasi tapi melalui pemaksaan, maka semua ulama' telah bersepakat dalam memerangi pemimpin yang fasik, maka wajib memukul mundur dia di daerah-daerah yang tidak ia kuasai.

Jadi, jika kalian mengatakan bahwa dia penakluk dan pemenang, maka bila diasumsikan, bai'atnya di Raqqah disebabkan kekuasaannya di daerah itu. Namun daerah lainnya tidak melihat dia sebagai pemimpin tanpa melewati proses musyawarah, dan karena dia penakluk maka dia fasiq dan tidak boleh membai'atnya bahkan diharuskan untuk mengusirnya.

Dari apa yang telah disebutkan sebelumnya, berdirinya khilafah Al-Baghdadi bukanlah berdasarkan permusyawarahan Ahlul Halli wal Aqdi, melainkan sebuah bai'at yang bathil yang hanya menyengsarakan umat, memecahkan barisan mereka dan menumpahkan darah mereka.

PENUTUP

Wahai pencari kebenaran, deklarasi khilafah yang dilakukan secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan para ulama dan kelompok-kelompok mujahidin lainnya, adalah deklarasi yang bathil, dan hanya menegaskan kepalsuan dari kelompok ini dan itu adalah pelanggaran terhadap hak-hak umat Islam lainnya.

Tujuan dari penunjukan seorang khalifah adalah untuk menyatukan kata, untuk menyatukan jamaah kita, untuk mendirikan agama, untuk melaksanakan keputusan dari Allah, untuk mengangkat penindasan dan untuk menyebarkan keadilan. Jadi saya bertanya kepada kalian, demi Allah, tindakan kalian ini menyatukan ummat atau memecah belah ummat?

Wahai pencari kebenaran, sesungguhnya orang yang mampu dan pantas dibaiat sebagai pemimpin adalah orang yang yang mampu menyebarkan kekuasaannya ke semua negara-negara Muslim, maka membai'atnya adalah wajib pada seluruh ummat.

Orang yang tidak memiliki kemampuan atau kekuasaan atas sebagian besar umat Islam, tanah mereka, sumber daya dan SDM mereka, maka orang ini tidak layak menjadi khilafah kecuali hanya nama.

Sesungguhnya kewajiban pemimpin dalam Islam lebih besar dan lebih dari sekedar menyenangkan dan memberi gelar untuk dirinya sendiri.

Apakah khalifah yang anda pilih mampu melindungi orang-orang Yaman, Somalia atau di tempat lainnya? Bagaimana dia bisa menjadi khalifah sementara ada hadits yang mengatakan: "Imam adalah perisai"??

Apakah dia benar-benar menjadi perisai bagi umat, yang ia mintakan bai'atnya dari mereka, dari segala sesuatu yang merugikan mereka atau menakutkan mereka, sedangkan Nabi SAW bersabda:"Imam adalah perisai".

Menuntut ketaatan dan bai'at bagi orang yang yang tidak mampu mengurus urusan ummat yang jauh dari tempatnya adalah manifestasi dari ketidaktahuan mengenai tujuan dari khilafah dan tugas-tugasnya itu sendiri.

Sesungguhnya khilafah yang telah diumumkan tidak lebih dari menumpahkan lebih banyak darah dari Ahlu Sunnah, lebih banyak pelanggaran dan sebagai alasan untuk membunuh orang-orang yang menentang mereka dari mujahidin dan muwahhidin.

Ini berarti adalah upaya untuk menghilangkan dan memerangi kelompok lain selain mereka yang tidak setuju dengan keinginan "Daulah".

Ini berarti adalah perang melawan Al-Qaeda dan cabang kelompok yang telah menggentarkan pemerintah Barat dan sekutunya, karena mereka tidak berbai'at kepada khalifah, dan dengan demikian terjadi perang melawan Ahlu Sunnah atas dalih menegakkan Sunnah!

Pengumuman khilafah berarti mengepung organisasi jihad sebelum mereka melangkah ke fase selanjutnya, yang berarti itu adalah perang melawan mujahidin atas nama agama!

Wahai pencari kebenaran, ketika kalian memberi label kepada semua orang yang menentang anda sebagai orang yang sesat, bahkan memerangi mereka, padahal mereka berasal dari mujahidin Ahlu Sunnah yang tulus, maka ini adalah tanda terbesar dari kesesatan kalian.

Wahai Jama'ah al-Baghdadi dan pendukungnya, sesungguhnya kata kebenaran yang kami sampaikan telah disampaikan sebelumnya oleh para ulama besar terdahulu, sesungguhnya ummat dan daulah Islam itu bukan hanya di Raqqah atau Mosul, ummat Islam itu lebih besar dari kalian dan kami, jadi takutlah kepada Allah dalam hal itu.

Bertakwalah kepada Allah dalam urusan kelompok mujahidin di Afghanistan, Yaman, Chechnya dan Maghreb, janganlah merusak jihad mereka.

Sesungguhnya agama Allah tidak dengan slogan yang berapi-api atau kata-kata yang mempesona, dan kalian akan mengetahui dampak dari tindakan anda beberapa saat lagi.

Dan bagi Allah segala urusan, sebelum dan sesudahnya.

Diterjemahkan oleh :

(aliakram/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

16 aparat rezim tewas dan 4 tank hancur dalam pertempuran dengan Mujahidin IIA di Badakhshan

Alhamdulillah arrahmah.com tetap eksis dan terus berkembang dengan adanya dukungan dari kaum Muslimin.

Anda bisa memberikan dukungan kepada kami dengan menyebarkan seluas-luasnya informasi yang ada di website ini, menyumbangkan tulisan untuk dimuat, dan juga sumbangan dana untuk biaya operasional.

Informasi donasi: Klik di sini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Data korban serangan "Israel" yang dirilis kementerian kesehatan gaza

(Arrahmah.com) – Kementerian kesehatan Gaza pada Kamis (10/7/2014) merilis data 82 korban warga Palestina akibat serangan-serangan terbaru pasukan penjajah "Israel" yang dimulai pada Selasa pekan ini. Di antara korban tewas, 21 berumur 16 tahun atau lebih muda dari itu. Sejauh ini, dikonfirmasi bahwa korban termuda adalah Mohammed Malakiyeh (18 bulan) yang terbunuh bersama ibunya (27). Sedangkan korban tertua adalah Naifeh Farjallah (80) yang gugur akibat serangan udara di kota Moghraqa, barat daya kota Gaza.

Perlu diketahui bahwa saat ini jumlah korban telah meningkat hingga 86 orang berdasarkan laporan yang beredar.

Berikut ini adalah data korban yang terdiri dari nama dan usia korban berdasarkan data yang dirilis oleh kementerian kesehatan Gaza dan ditambah dari sumber-sumber lokal Gaza yang dipublikasikan oleh Al-Akhbar English.

Selasa, 8 Juli 2014:

1. Mohammed Sha'aban (24), tewas dalam serangan bom terhadap sebuah mobil di kota Gaza.
2. Ahmad Sha'aban (30), tewas dalam pemboman yang sama.
3. Khadir al-Bashiliki (45), tewas dalam pemboman yang sama.
4. Rashad Yasin (27), tewas dalam pemboman kamp pengungsi Nusseirat di Gaza Tengah.
5. Riad Mohammed Kawareh (50), tewas dalam pemboman di rumah keluarganya di Khan Younis.
6. Seraj Ayad Abed al-A'al (8), terluka dalam pemboman yang sama dan tewas karena luka-lukanya pada Selasa malam.
7. Mohammed Ayman Ashour (15), tewas dalam pemboman yang sama.
8. Bakr Mohammed Joudah (22), tewas dalam pemboman yang sama.
9. Ammar Mohammed Joudah (26), tewas dalam pemboman yang sama.
10. Hussein Yousef Kawareh (13), tewas dalam pemboman yang sama.
11. Mohammed Ibrahim Kawareh (50), tewas dalam pemboman yang sama.
12. Bassim Salim Kawareh (10), tewas dalam pemboman yang sama.
13. Mousa Habib (16), dari lingkungan al-Shujaiyah kKota Gaza, tewas bersama sepupunya berusia 22 tahun yang sedang mengendarai sepeda motor.
14. Mohammed Habib (22), tewas dengan Mousa Habib.
15. Sakr aysh al-Ajouri (22), tewas dalam serangan terhadap Jabaliyah, di Gaza Utara.
16. Ahmad Na'el Mehdi (16), dari lingkungan Sheikh Radwan di Kota Gaza, tewas dalam serangan bom yang melukai dua temannya.
17. Hafiz Mohammed Hamad (30), seorang komandan Jihad Islam, tewas dalam pemboman rumahnya di Beit Hanoun, bersama dengan lima anggota keluarganya.
18. Ibrahim Mohammed Hamad (26), tewas dalam pemboman yang sama.
19. Mehdi Mohammed Hamad (46), tewas dalam pemboman yang sama.
20. Fawzia Khalil Hamad (62), tewas dalam pemboman yang sama.
21. Dunia Mehdi Hamad (16), tewas dalam pemboman yang sama.
22. Suha Hamad (25), tewas dalam pemboman yang sama.
23. Suleiman Abu Salman Soaween (22), tanpa laporan lokasi.

Rabu, 9 Juli 2014:

24. Abdelhadi Jamaat al-Sufi (24), tewas dalam pemboman di dekat perbatasan Rafah.
25. Naifeh Farjallah (80), tewas dalam serangan udara di kota Moghraqa, barat daya kota Gaza.
26. Abdelnasser Abu Kweek (60), tewas dalam pemboman kantor Gubernur pusat Gaza bersama dengan anaknya.
27. Khaled Abu Kweek (31), putranya Abdelnasser Abu Kweek tewas dalam pemboman yang sama.
28. Amir Areef (13), tewas dalam pemboman di Sha'af.
29. Mohammed Malkiyeh, berumur 18 bulan, tewas dalam pemboman bersama dengan ibunya dan seorang pria muda.
30. Amniyeh Malkiyeh (27), ibu Mohammed Malkiyeh, tewas dalam pemboman yang sama.
31. Hatem Abu Salem (28), tewas dalam pemboman yang sama.
32. Mohammed Khaled al-Nimri (22), tanpa laporan lokasi
33. Sahar Hamdan (40), tewas dalam pemboman rumahnya di Beit Hanoun.
34. Ibrahim Masri(14), putra Sahar Hamdan, tewas dalam pemboman yang sama.
35. Sumoud al-Nawasra, seorang ibu, tewas dalam pemboman bersama dengan dua anaknya.
36. Mohammed Khalaf al-Nawasra (4), tewas saat tiba di rumah sakit.
37. Nidal Khalaf al-Nawasra, usia anak tidak dilaporkan, meninggal bersama dengan Mohammed.
38. Salah Awwad al-Nawasra, tewas dalam pemboman yang sama. Mayatnya ditemukan di bawah reruntuhan rumah.
39. Aisha Nijm, tanpa keterangan.
40. Amal Youssef Abdel Ghafour, tanpa keterangan.
41. Ranim Jawde Abdel Ghafour, seorang gadis muda, tanpa keterangan.
42. Rashid al-Kafarneh (30), tewas ketika mengendarai sepeda motor yang terkena bom.
43. Ibrahim Daoud al-Balawi (24), tanpa keterangan.
44. Abdelrahman Jamal al-Zamli (22), tanpa keterangan.
45. Ibrahim Ahmad Abideen (42), tanpa keterangan.
46. Mustafa Abu Mar (20), tanpa keterangan.
47. Khalid Abu Mar (23), tanpa keterangan.
48. Mazen farj al-Jarbah (30), tanpa keterangan.
49. Marwan Slim (27), tanpa keterangan.
50. Hani Saleh Hamad (57), tewas dalam pemboman di Beit Hanoun bersama dengan putranya Ibrahim.
51. Ibrahim Hamad (20), tewas dalam pemboman yang sama.
52. Salima Hassan Musallim al-Arja (60), tewas dalam pemboman di Rafah yang melukai lima orang lainnya.
53. Maryam Atieh Muhammad al-Arja (11), tewas dalam pemboman yang sama.
54. Hamad Shahab (27), tanpa keterangan.
55. Ibrahim Khalil Qanun (24), tewas dalam pemboman Khan Younis.
56. Muhammad Khalil Qanun (26), tewas dalam serangan yang sama.
57. Hamdi Badieh Sawali (33), tewas dalam serangan yang sama.
58. Ahmad Sawali (28), tewas dalam serangan yang sama.
59. Suleiman al-Astal (55), tanpa keterangan.
60. Muhammad al-Aqqad (24), tanpa keterangan.
61. Ra'ed Shalat (37), tewas dalam serangan bom yang melukai 6 lainnya.

Kamis, 10 Juli 2014:

62. Asma Mahmoud al-Hajj tewas dalam pemboman di Khan Younis yang menewaskan delapan anggota keluarga yang sama dan melukai 16 orang lainnya.
63. Basmah Abdelfattah al-Hajj (57), terluka dalam pemboman itu dan tewas karena luka-lukanya tak lama setelah itu.
64. Mahmoud Lutfi al-Hajj (58), tewas dalam pemboman yang sama.
65. Tarek Sa'ad al-Hajj tewas dalam pemboman yang sama.
66. Sa'ad Mahmoud al-Hajj tewas dalam pemboman yang sama.
67. Najla Mahmoud al-Hajj tewas dalam pemboman yang sama.
68. Fatima al-Hajj tewas dalam pemboman yang sama.
69. Omar al-Hajj tewas dalam pemboman yang sama.
70. Ahmad Salim al-Astal tewas dalam pemboman sebuah rumah pantai di Khan Younis dan yang terluka kritis lebih dari 15 orang.
71. Mousa Mohammed tewas dalam pemboman yang sama. Dua mayat ditemukan empat jam setelah pemboman.
72. Ra'ed al-Zawareh (33), tewas karena luka-lukanya . Lokasi kematiannya tidak dilaporkan.
73. Baha 'Abu al-Leil (35), tewas dalam pemboman yang sama.
74. Salim Qandil (27), tewas dalam pemboman yang sama.
75. Omar al-Fyumi (30), tewas dalam pemboman yang sama.
76. Abdullah Ramadhan Abu Ghazzal (5), tewas dalam pemboman di Beit Lahiya.
77. Ismail Hassan Abu Jamah (19), tewas dalam pemboman Khan Younis yang melukai dua anak, satu kritis.
78. Yasmin Mohammed al-Mutawwaq (4), tewas dalam pemboman.
79. Mahmoud Wulud tewas dalam pemboman sebuah kendaraan sipil di Gaza Utara. Jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Kamal Adwan di Jabaliya.
80. Hazem Balousha tewas dalam pemboman yang sama. Jenazahnya berada di Rumah Sakit Kamal Adwan.
81. Alaa Abdelnabi tewas dalam pemboman yang sama. Jenazahnya berada di Rumah Sakit Kamal Adwan.
82. Ahmad Zaher Hamdan (22), meninggal karena luka yang diderita di Gaza Utara.
83. Mohammed Kamal al-Kahlout, tanpa keterangan.

(siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger