Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Jerman jual 2 kapal penghancur kepada "Israel"

Written By Unknown on Senin, 09 Desember 2013 | 17.11

JERMAN (Arrahmah.com) – Jerman akan menjual dua kapal penghancur kepada "Israel" seharga satu miliar euro, lansir surat kabar Jerman, Bild, pada Sabtu (7/12/2013).

Kapal-kapal perang pembawa-torpedo itu diklaim akan digunakan untuk melindungi pipa [gas] "Israel" di laut, menurut surat kabar itu, tanpa mengutip sumber.
 
Laporan itu mengatakan penasehat keamanan nasional "Israel", Yossi Cohen, berada di Berlin pekan lalu.
 
Seorang juru bicara pemerintah Jerman yang dihubungi oleh AFP telah mengkonfirmasi kunjungan Cohen, tetapi menolak untuk memberikan penjelasan lebih jauh.

Awal tahun ini, sebuah kesepakatan yang signifikan antara Jerman dan pasukan keamanan "Israel" telah dilakukan, di mana Jerman menyerahkan sebuah kapal selam kelas-Dolphin kelima kepada "Israel".

Penyerahan tersebut ditandai dalam sebuah upacara resmi di kota Jerman, Kiel.

Kapal itu dianggap sebagai salah satu kapal selam yang paling canggih di dunia dan merupakan kapal perang paling mahal Departemen Pertahanan Jerman yang telah diulurkan untuk Angkatan Pertahanan "Israel" atau "Israel" Defence Forces (IDF).

Kapal selam bertenaga diesel itu secara luas dianggap sebagai garda depan penjajah "Israel". Secara total, "Israel" telah membeli enam kapal selam Dolphin dari Jerman. (banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Kuasa hukum RW: Sitok pandai mengarang cerita

JAKARTA (Arrahmah.com) -Kasus pemerkosaan penyair liberal Sitok Srengenge terhadap RW (22 tahun), mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) terus bergulir. Kuasa hukum RW, Iwan Pangka, mengatakan bahwa pernyataan Sitok kepada beberapa media adalah kebohongan besar. Dan kini, RW menyatakan tak mau dinikahi Sitok Srengenge.

Menurutnya, tidak benar yang dikatakan Sitok bahwa RW yang pertama bersandar di bahu hingga terjadilah perzinahan tersebut. "Pernyataan Sitok itu karangan dia saja. Dia memang sudah merencanakan hal ini. Hal ini memang keahlian dia sebagai sastrawan dalam mengarang cerita," tegasnya, seperti dilansir beritajatim.com Ahad (8/12/2013).

Dia menambahkan, awal mula kejadian tersebut, tidak ada kecurigaan sama sekali dari RW terhadap Sitok Srengenge. 

"RW pada waktu itu ingin melakukan diskusi bersama Sitok. Namun, nahas, Sitok yang sudah dianggap sebagai kakak RW, berani melakukan tindakan asusila tersebut," jelasnya.

Iwan menambahkan, kelanjutan kasus Sitok ini akan terus dikawalnya. Menurutnya, saat ini masih menunggu tindakan dari pihak kepolisian.

Kemungkinan, sambungnya, pekan depan RW akan dimintakan keterangan oleh anggota kepolisian terkait kasus yang menimpanya.

Dia mengungkapkan, keterangan Sitok yang menyebutkan akan bertanggung jawab kepada RW, itu juga sebagai bentuk karya karangan dia semata.

RW pun, lanjut dia, tidak sudi untuk dinikahkan Sitok. Pasalnya, hal ini bukan masalah dinikahkan atau tidak. Sitok harus diberikan ganjaran atas perbuatannya.

Menurut Iwan, Sitok harus meminta maaf kepada komunitas sastra yang telah dicederainya akibat tindakan asusilanya tersebut.

Pun, dia harus meminta maaf kepada civitas akademi UI serta tetap harus menjalani proses hukum yang saat ini masih belum terselesaikan.

Mengenai bayi yang ada di rahim RW, sambung Iwan, merupakan salah satu yang harus Sitok pertanggung jawabkan.

Seperti diketahui, pekan lalu Sitok dilaporkan RW ke Mapolda Metro Jaya karena telah menghamilinya. Menghadapi proses hukum itu, Sitok pun sudah mundur dari Komunitas Salihara, komunitas seni tempat dia bekerja sebagai kurator.

Sitok terancam Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan serta pasal 289 tentang perbuatan asusila. Kasus tersebut tengah ditangani oleh Sub Direktorat Remaja Anak dan Wanita Polda Metro Jaya. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Ledakan dan kebakaran, KRL commuter line menabrak truk BBM

JAKARTA (Arrahmah.com) - Musibah tabrakan kereta rel listrik (KRL) commuter line jurusan Serpong-Tanah Abang  dengan truk tangki BBM terjadi siang ini jam 11.15 WIB, Senin (9/12/2013) di perlintasan Teluk Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.

Diduga, truk bermuatan 24 ribu liter BBM menerobos saat palang pintu sudah turun setengah.

"Suara peringatan sudah bunyi, tapi palang pintu perlintasan nggak mau turun. Lalu truk menerobos," kata Kapolres Pesanggrahan Kompol Deddy Arnadi di lokasi kejadian, Senin (9/12/2013), lansir liputan6.com.

Deddy menyatakan, palang pintu belum turun penuh saat kereta hendak melintas. Akibatnya, truk nekat menerobos perlintasan meski suara sirene sudah dibunyikan.

Dia menduga ada kerusakan pada palang pintu kereta. Sehingga truk nekat menerobos pintu perlintasan dan akhirnya tertabrak kereta yang melintas hingga terbakar. "Diduga palang pintu tidak berfungsi," ujar Deddy.

Kecelakaan ini mengakibatkan kebakaran hebat di perlintasan kereta Pondok Betung.Gerbong wanita yang berada di depan sempat tersambar api dari truk BBM yang terbakar, kemudian terguling. Beberapa orang sempat diselamatkan dari gerbong itu.

Namun penumpang lainnya serta masinis luput. Korban meninggal dunia hingga saat ini mencapai 8 orang dan 60 0rang luka-luka. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Ribuan warga Muslim Muzaffarnagar terusir dari rumah mereka

UTTAR PRADESH (Arrahmah.com)– Musim dingin hampir tiba ketika insiden tragis itu terjadi, pria berusia empat puluh tujuh tahun, Zakir Khan,  merupakan salah satu dari ribuan warga Muslim yang terusir secara paksa dari rumah mereka di distrik Shamli, Uttar Pradesh India, dan hidup di kamp bantuan setelah kerusuhan Hindu dan Muslim terjadi.

"Kami menderita karena kerusuhan ini," kata Zakir Khan, sebagaimana dirilis oleh onislam, Ahad (8/12/2013).

"Hampir semua barang-barang saya dibakar oleh perusuh dan entah bagaimana kami berhasil melarikan diri dari desa."

Masalah Zakir dimulai Agustus lalu ketika bentrokan Hindu -Muslim meletus di Muzaffarnagar, yang terletak di bagian barat provinsi Uttar Pradesh.

Kerusuhan trsebut mengakibatkan kematian ssedikitnya 60 orang dan memaksa sekitar 70.000 warga Muslim meninggalkan desa-desa mereka, demikian menurut laporan pejabat pemerintah.

Pada 31 Oktober,  insiden kekerasan telah menewaskan empat Muslim di wilayah yang sama yang dilanda bentrokan komunal mematikan tersebut.

Distrik Muzaffarnagar tetap tegang, banyak orang yang melarikan diri dari kekerasan bulan lalu yang masih tinggal di kamp-kamp.

Berlindung di kamp bantuan, Zakir Khan sekarang tinggal bersama istri dan dua anak-anak di sebuah kamp bantuan untuk Muslim korban kerusuhan.

Namun, penderitaan orang tua empat puluh tujuh tahun itu nampaknya tidak akan segera berakhir setelah pemerintah menawarkan kepadanya kompensasi dari Rs 5,00,000 (US$ 8.100) jika ia mau mengubur  mimpinya untuk kembali ke rumahnya.

"Sekarang pemerintah menginginkan kita untuk melupakan segala yang kita miliki di desa kami sebagai pengganti beberapa ribu rupee," kata Zakir.

"Harta benda kami jauh lebih berharga daripada uang yang mereka berikan kepada kami sebagai kompensasi."

Zakir tidak sendirian dalam penderitaan tersebut.

Korban lain, Rahat Siddiqui, menyatakan bahwa pihak berwenang meminta korban untuk menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa kita akan pindah dari kamp bantuan, tetapi tidak akan kembali ke tempat kami setelah menerima sejumlah kompensasi.

"Tapi sekarang pemerintah ingin kita  menerima apa pun yang mereka tawarkan dan melupakan semua milik kami di tempat asal kami."

Penderitaan Warga Muslim

Setelah berbulan-bulan di kamp bantuan, umat Islam masih diliputi ketakutan, mengingat kenangan tentang kematian dan perkosaan.

"Saya tidak punya kata-kata lagi untuk menggambarkan bagaimana ketika kami diserang dan dipaksa meninggalkan rumah kami," kata Aslam Mahmood, salah satu korban yang selamat dari kerusuhan tersebut yang kehilangan dua anggota keluarganya, kepada OnIslam.net.

"Tidak ada seorang pun di sana untuk mengamankan kami dan sekarang pemerintah ingin kita untuk mengambil kompensasi yang sedikit itu dan melupakan hak atas harta benda kami yang akan disita atau diambil alih oleh orang-orang yang menyerang dan mengusir kami."

Korban lain, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan," Putriku telah diperkosa dan pemerintah tidak mengambil tindakan apapun terhadap mereka yang bertanggung jawab atas tindakan mengerikan ini"

"Para terdakwa bebas berkeliaran di desa dan mengancam kita agar tidak kembali lagi ke desa tersebut. Pemerintah menawarkan kita Rs 5,00,000, yang sama sekali tidak cukup bagi kita."

Aktivis dan pengacara, Asad Hayat, telah menuntut agar segera dilakukan penyelidikan oleh badan investigasi utama Biro Pusat Investigasi ( CBI ).

"Tidak ada aturan tetap untuk distribusi kompensasi oleh pemerintah," kata Hayat.

"Kompensasi ini dimaksudkan hanya untuk orang-orang dari sembilan desa, sedangkan ada banyak warga dari 162 desa yang tinggal di kamp-kamp bantuan. Bahkan pemerintah telah gagal untuk mengidentifikasi sejumlah besar korban kerusuhan, yang belum mendapatkan bantuan apapun."

Hayat tidak bekerja sendirian, front politik bagi pembebasan orang tak berdosa yang dipenjara atas nama terorisme di negara bagian Uttar Pradesh, telah mulai membantu korban kerusuhan di berbagai kabupaten.

Mereka juga telah merencanakan untuk melakukan audiensi publik untuk korban di Lucknow, ibukota Uttar Pradesh, tetapi tidak diizinkan oleh pemerintah.

"Para korban berada di bawah tekanan yang luar biasa untuk menarik laporan mereka. Beberapa dari mereka bahkan telah diancam oleh pemerintah daerah untuk melupakan apa yang telah terjadi dengan mereka," kata Shahnawaz Alam, juru bicara Rihai Manch.

"Hampir semua korban yang tinggal di kamp bantuan darurat ingin kembali ke rumah mereka, tetapi karena mereka mendapat ancaman dari penduduk setempat, akhirnya mereka memilih tinggal di kamp-kamp bantuan."

Para korban juga menuntut agar kasus mereka harus digeser luar Uttar Pradesh untuk penyelidikan yang tidak memihak.

"Kami percaya bahwa penyelidikan harus adil dan tidak boleh ada tekanan terhadap tim investigasi. Kami percaya bahwa sidang harus dipindahkan ke tempat lain, seperti yang kita tahu para politisi dan pemerintah daerah berada dalam posisi untuk mempengaruhi persidangan," kata salah seorang korban yang bernama Hamid Nasir.

Sementara itu, pemerintahan dari kabupaten Muzzafarnagar dimana kerusuhan itu terjadi, telah mengklaim bahwa korban kerusuhan tidak siap untuk kembali ke desa mereka di bawah kondisi apapun.

Mengenai surat pernyataan bahwa para korban diminta untuk menandatangani, Kaushal Raj, pejabat Distrik Muzzafarnagar, mengklaim bahwa warga Muslim tidak ingin kembali ke rumah dan desa mereka.

"Bahkan selama kunjungan Perdana Menteri, Kepala Menteri Uttar Pradesh dan anggota Komisi Minoritas, korban mengatakan bahwa mereka tidak ingin kembali ke tempat mereka," kata Raj (ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Video Mujahidin ISIS "Nawafidz min Ardhil Malahim" seri ke-32

(Arrahmah.com)Yayasan Media Al-i'tisham, sayap media departemen informasi mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS) merilis video "Nawafidz min ardhil malahim" seri ke-32.

Video ini berdurasi 9 menit 41 detik video memuat dua bagian penting. Bagian pertama yaitu memuat dakwah Abu Usamah Al-Almani, warga Jerman yang masuk Islam 4 tahun lalu. Ia masuk islam, lalu berhijrah ke suriah dan berjihad bersama Mujahidin ISIS.

Dalam video ini ia tampil, mengajak penduduk Jerman untuk memaknai hidup secara benar, masuk islam dan berjihad di jalan Allah.

Bagian kedua adalah operasi bom syahid di Irak. Operasi bom syahid dilakukan oleh Abu Dujanah At-tunisi terhadap markas kepolisian rezim Syi'ah Irak dan markas pasukan khusus anti teror rezim Syi'ah Irak di kota Kirkuk.

Serangan syahid itu menewaskan dan mencederai lebih dari 100 tentara Sy'iah irak. Allahu akbar wal hamdulillah!

****

Link untuk Download

Kwalitas tinggi 216.3MB

https://archive.org/download/Nawafiz-32/N32-1.mp4

Kwalitas sedang 78.5MB

https://archive.org/download/Nawafiz-32/N32-2.mp4

Kwalitas mobile 38.6MB

https://archive.org/download/Nawafiz-32/N32-4.mp4

(siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

MUI: Obat halal adalah hak konsumen Muslim

Written By Unknown on Sabtu, 07 Desember 2013 | 17.12

JAKARTA (Arrahmah.com) – Memperoleh produk halal bagi setiap muslim adalah hak konstitusional, yang dijamin oleh konstitusi. Oleh karena itu, pemerintah hendaknya mampu memfasilitasi masyarakat dalam menjalankan syariat agamanya, termasuk dalam mengkonsumsi obat-obatan yang terjamin kehalalannya.

Penegasan tersebut disampaikan lewat rilisnya kepada media oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)K.H. Amidhan, menanggapi sikap Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, yang menolak sertifikasi halal untuk produk farmasi dan obat-obatan.

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menegaskan, pihaknya menolak sertifikasi halal pada produk farmasi pada Rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH).

Alih-alih memperjuangkan hak konsumen Muslim, Nafsiah Mboi justru  menyatakan bahwa produk farmasi seperti obat dan vaksin memang mengandung barang haram, karena itu tidak perlu sertifikasi halal.  "Menurut para ahli agama, obat-obatan yang mengandung babi bisa juga digunakan karena tujuannya untuk menyelamatkan nyawa orang," katanya.

Menurut K.H. Amidhan, dalam Islam, hukum mengonsumsi obat dan vaksin sama dengan hukum mengonsumsi produk pangan, yakni harus halal. Hal tersebut antara lain didasarkan pada hadits Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abu Darda yang berbunyi:                                                 

 "Allah telah menurunkan penyakit dan obat serta menjadikan obat bagi setiap penyakit. Maka berobatlah, dan janganlah berobat dengan benda yang haram."  Di samping itu sesuai kaidah ushuliah yang berbunyi : " Sesuatu yang haram awalnya meski diproses sedemikian rupa maka tetap hasil akhirnya juga haram."

 Oleh karena itu MUI menyesalkan keterangan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang menyatakan "hanya dalam prosesnya mengandung sesuatu yang haram (unsur babi). Hal yang semacam itu di dalam paradigma Fiqih disebut "Istihalah", yaitu sesuatu yang haram setelah diproses berubah bentuk menjadi halal karena unsur haramnya tidak terdeteksi. Berdasarkan kaidah ushuliah di atas MUI menolak perubahan bentuk istihalah tersebut. (azm/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Pemuda Muslim Australia: Suriah, kami mendengar tangisanmu

Awalnya, isi postingan Facebook Mehmet Biber seperti halnya pada pemuda Australia lainnya:

"Pergi ke acara daa footy show, tonton saya di ch 9 malam ini" demikian ia memposting pada bulan April, 2010.

Akan tetapi secara bertahap pemuda Turki–Australia ini menampakkan perubahan. Pada Maret tahun lalu, ia berbagi rincian dari sebuah seminar di Granville yang bertajuk "Suriah Kami Mendengar Tangisanmu" sebagaimana dirilis oleh The Sydney Morning Herald (7/12/2013).

Beberapa bulan kemudian, ia memposting ceramah seorang ulama yang bernama Anwar al -Awlaki, yang syahid, in syaa Allah dalam serangan pengecut pesawat tak berawak AS pada tahun 2011, serta gambar anak-anak berdarah di Suriah.

"Oh, Muslim, bangunlah dari khayalan dunia yang sementara ini," tulisnya pada bulan Oktober ." Bangun dan lihatlah kenyataan bahwa saudara Anda sedang dibunuh dan diperkosa di depan anak-anak dan suami mereka, anak-anak yang diledakkan oleh jet dan helikopter, pria dipermalukan seperti anjing, kemudian disembelih seperti ternak. Apa yang akan menjadi jawaban kami bagi Allah pada hari itu?'

Kemudian, antara bulan Juni dan Juli tahun ini, Biber diduga melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok pejuang Islam untuk melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Polisi menuduh bahwa ia merupakan salah satu dari enam warga Sydney yang dikirim ke medan pertempuran oleh Hamdi Alqudsi (39) yang ditangkap pada hari Selasa (3/12).

Biber bukan keturunan Suriah, dan tidak memiliki hubungan keluarga dengan Suriah. Demikian juga dengan Alqudsi atau lima orang lain yang diduga dikirim ke garis depan. Dia adalah campuran Somalia, Anglo-Saxon, Libanon dan Turki-Australia.

Kasus mereka telah menjadi tren di kalangan pemuda Muslim Australia. Pemuda Muslim Australia menjadi begitu bersemangat. Mereka merasa terdorong untuk melakukan sesuatu terhadap konflik Suriah meskipun mereka tidak memiliki koneksi ke sana.

"Sangat sedikit dari orang-orang yang terlibat dalam konflik Suriah benar-benar memiliki hubungan pribadi atau keluarga dengan negara itu," kata Asisten Komisaris Peter Dein dari NSW Counter Terrorism Squad.

Sejak konflik dimulai, sekitar 100 warga Australia, sebagian besar warga negara ganda Lebanon-Australia, telah melakukan perjalanan untuk bergabung dalam perjuangan melawan rezim Suriah.

Walaupun ada beberapa yang tewas, itu hanya semakin memperkuat tekad pemuda Muslim yang lain.

"Anda bangun di suatu pagi dan secangkir kopi tidak lagi rasanya seperti kopi. Rasanya seperti telah bercampur dengan darah, " kata pemuda Zaky Mallah (29), warga Australia–Lebanon, yang melakukan perjalanan dari Parramatta ke Suriah tahun lalu untuk ikut dalam program bantuan kemanusiaan untuk Suriah.

"Bila Anda ingin makan, Anda tidak lagi memikirkan seberapa baik makanan itu. Anda bekerja, tapi Anda tidak merasakan pekerjaan itu lagi. Anda telah mencapai titik di mana Anda hanya ingin memesan penerbangan dan pergi ke sana (Suriah)."

Mallah baru saja bepergian ke luar negeri ketika ia menjual mobilnya, membeli tiket ke Turki dan bertemu dengan beberapa pejuang Tentara Pembebasan Suriah (FSA) secara kebetulan di sebuah hotel.

Malam itu, ia menyeberangi perbatasan dengan mereka dan menghabiskan tiga minggu di garis depan dengan hanya menonton, tetapi tidak berpartisipasi dalam pertempuran.

"Duduk di dalam rumah dan melihat sejumlah orang yang dibunuh oleh rezim Assad biadab, melihat para pengungsi yang terlantar, melihat kekejaman, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya merasa bahwa saya bukan manusia, dan saya merasa bahwa saya bukan seorang Muslim yang baik."

Libanon dan Suriah memiliki sejarah permusuhan.  Bagi pemuda Australia keturunan Libanon itu tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk ikut berjuang di Suriah.

Halaman-halaman Facebook dari pemuda Muslim Australia mengungkapkan rekaman anak-anak yang dibantai, dan gambar dari senapan mesin dan pedang.

Sebagian besar dari enam warga Australia mati di Suriah melakukan perjalanan melalui Turki , dengan tujuan melaksanakan pekerjaan bantuan kemanusiaan.

Yusuf Toprakkaya (30) berjalan di sepanjang perbatasan sampai ia menemukan sebuah kelompok bersedia untuk menyelundupkan dia ke zona perang, di mana ia dilaporkan dilatih sebagai penembak jitu dan pembuat bom, dan diapun meninggal di sana.

Sebuah dokumenter tentang Roger Abbas (23) dari Melbourne, menemukan bahwa ia pergi ke Suriah untuk melakukan pekerjaan bantuan tapi kemudian ia bergabung dengan Jabhah Nushrah.

Semua enam orang tersebut berada di bawah usia 30 dan sebagian besar dari latar belakang Turki dan Lebanon.

"Mereka tidak menganggap diri mereka tersekat dalam negara tertentu, mereka melihat diri mereka sebagai bagian dari ummah secara global  (negara Islam)," katanya. "Islam yang mempersatukan mereka, bukan Suriah."

"100 orang diyakini telah berjuang di Suriah, jauh melebihi perkiraan jumlah tertinggi jihadis Australia yang terlibat dalam konflik di luar negeri sebelumnya" kata, Andrew Zammit, peneliti tentang terorisme dari Monash University .

Keterlibatan pemuda Muslim dalam konflik Suriah diantarnya adalah karena "kemarahan" atas pembantaian yang terus-menerus dilakukan oleh Rezim Suriah dan kelambanan internasional dalam menyikapi konflik tersebut. (ameera/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Puluhan pendemo ditangkap di Mesir

KAIRO (Arrahmah.com) – Polisi junta Mesir menangkap puluhan demonstran ketika mereka menggelar aksi unjuk rasa yang tersebar di seluruh negeri.

Polisi anti-huru hara pada Jum'at (6/12/2013) menembakkan gas air mata terhadap pendemo di Kairo dan terlibat bentrok dengan mereka di provinsi lain, di tengah kampanye untuk membasmi demonstrasi menyusul penggulingan Muhammad Mursi pada bulan Juli lalu.

Polisi telah melancarkan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer dan undang-undang baru yang digodok oleh pejabat interim Mesir memungkinkan pasukan keamanan untuk menekan lebih keras terhadap semua aksi unjuk rasa.

Tiga puluh pengunjuk rasa ditangkap di Kairo dan 43 lainnya ditangkap di provinsi lain, menurut pernyataan kementerian dalam negeri Mesir seperti dirilis Al Jazeera.

Meskipun tentara dan polisi junta melancarkan tindakan keras terhadap pengunjuk rasa pro-Mursi, mereka tetap menggelar protes hampir setiap harinya dan tetap menuntut dikembalikannya Mursi ke kursi kekuasaan.

Undang-undang baru mengharuskan penyelenggara demonstrasi untuk mencari izin otoritas tiga hari sebelum unjuk rasa digelar.  Izin tersebut bisa tidak diberikan jika protes dianggap merupakan "ancaman keamanan nasional".  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Tolak WTO, Indonesia harus gabung dengan India

JAKART (Arrahmah.com) - Indonesia harus bergabung dengan India yang menolak negosiasi volume dan subsidi cadangan pangan dalam forum Konferensi Tingkat Menteri Ke-9 Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).  Bahkan seharusnya Indonesia mempelopori negara-negara lain untuk memboikot apa yang dipaksakan dari negara-negara maju dengan dalih perdagangan bebas, demi melindungi rakyatnya yang mayoritas petani.

Indonesia for Global Justice bersama-sama dengan masyarakat sipil Indonesia dan India mendesak pemerintah Indonesia untuk tetap mempertahankan kepentingan petani dan kedaulatan pangan dalam perundingan World Trade Organization (WTO) tentang Paket Bali.

Desakan ini disampaikan pada pertemuan resmi antara Delegasi Pemerintah Indonesia dengan organisasi masyarakat sipil Indonesia dan India pada (5/12/2013) di sela-sela pertemuan World Trade Organization (WTO) di Nusa Dua, Bali.

Direktur Eksekutif IGJ Riza Damanik, menyampaikan bahwa, "Indonesia sebagai Ketua G33 dan tuan rumah pertemuan WTO dapat bekerjasama dengan India untuk merebut kembali haknya mewujudkan kedaulatan pangan, swasembada pangan, memberikan subsidi besar kepada petani dan nelayannya. Olehnya, skenario "peace clause" harus di tolak oleh keduanya," lansir Mediaumat.com, Jumat (6/12/2013).

Bersamaan dengan itu, Afsar Jafri dari Focus on the Global South India menyatakan, "Jangan salahkan India atas kebuntuan di dalam isu food security. Apa yang diperjuangkan India adalah untuk mempertahankan kedaulatan pangannya dan meningkatkan kesejahteraan petani kecil".

Pernyataan ini disampaikan ditengah kekhawatiran masyarakat terkait posisi Pemerintah Indonesia yang terus melakukan tekanan kepada Pemerintah India untuk dapat menyepakati peace clause yang akan merugikan pertanian demi keberhasilan Paket Bali, dan hendak mengorbankan pertanian dan kedaulatan pangannya.

Sebelumnya, Pengurus Besar Nahdhatul Ulama telah meminta pemerintah RI untuk mendukung sikap India yang tidak ingin menegoisasikan masalah cadangan pangan demi membela kepentingan nasional, melindungi rakyat untuk mendapatkan harga pangan yang murah.

"Bagi rakyat Indonesia, lebih bermanfaat kalau KTM WTO Bali tidak menghasilkan kesepakatan," kata Ketua PBNU K.H. Abbas Muin

Indonesia sebagian besar penduduknya masih mengandalkan sektor pertanian, dengan jumlah penduduk 250 juta, terbesar keempat di dunia. Persaingan dengan produk pangan impor akan berakibat pada matinya petani Indonesia yang memiliki daya saing lebih rendah. 

"Indonesia bahkan harus tampil sebagai pemimpin yang memperjuangkan kepentingan negara berkembang," kata Abbas.

Sebagai informasi, Proposal G33 merupakan proposal yang diajukan oleh India untuk mengubah aturan tentang public stockholding di dalam aturan WTO, sehingga negara berkembang dapat meningkatkan subsidi pertaniannya guna membantu petani miskin dan membantu pemenuhan pangan bagi orang miskin. Namun, usulan itu dihambat dengan skema peace clause yang diajukan oleh negara maju, khususnya Amerika Serikat dan Uni Eropa.  (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Menteri Agama: produk obat utamakan bahan halal

BANJARBARU (Arrahmah.com) - Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mengatakan, produksi obat seyogyanya tetap mengutamakan bahan dasar halal sehingga tidak menimbulkan keresahan masyarakat, terkait penggunaan bahan baku obat yang diduga tidak halal. 

"Produk obat berbahan dasar halal tetap diutamakan," ujarnya di Banjarbaru, lansir Antaranews.com Sabtu. 

Dia menjelaskan, obat yang diproduksi menggunakan bahan yang mengandung babi dengan sifat kedaruratan, karena tidak ada bahan lain sebagai penggantinya, maka diperbolehkan dalam Islam.

Meski demikian, lanjut Suryadharma, jika masih ada bahan dasar lain yang halal dan tidak mengandung unsur yang diharamkan, maka penggunaan bahan halal tetap diutamakan sehingga umat Muslim tenang mengonsumsinya.

"Intinya, sepanjang sifatnya darurat dan tidak ada bahan baku lain sebagai pengganti maka penggunaan bahan yang mengandung babi tidak masalah. Namun, jika masih ada yang halal, maka itu yang dipilih," ungkapnya.

Kata Menag, pihaknya masih belum mengetahui obat-obatan apa saja yang mengandung babi, seperti disebutkan Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi terkait produksi obat yang menggunakan bahan baku mengandung babi.(azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger