Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Taliban Pakistan merilis foto As-Syahid Hakimullah sebelum dimakamkan

Written By Unknown on Selasa, 05 November 2013 | 17.11

PAKISTAN (Arrahmah.com) – Sebuah foto yang menunjukkan wajah Hakimullah Mehsud rahimahullah, amir Mujahidin Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) atau yang lebih dikenal sebagai Taliban Pakistan, telah dirilis oleh sayap media resmi kelompok mereka. Hakimullah telah syahid, InsyaAllah, pada Jum'at (1/11/2013) lalu dalam serangan pengecut pesawat tak berawak salibis AS.

Foto tersebut dirilis pada halaman Facebook Media Umar, outlet resmi Gerakan Taliban di Pakistan, menurut SITE Intelligence Group. Foto yang kemudian disebarkan oleh kelompok-kelompok jihad lainnya ini menunjukkan Hakimullah rahimahullah "sebelum pemakamannya," menurut SITE.

Foto Hakimullah rahimahullah ini merupakan konfirmasi akhir bahwa Amir Mujahidin Taliban Pakistan tersebut telah syahid, InsyaAllah, dalam serangan pengecut pesawat tak berawak salibis AS pada Jum'at (1/11) lalu di desa Danday Darpa Khel di daerah Miramshah wilayah Waziristan Utara. Wilayah ini merupakan wilayah yang berada di bawah kendali jaringan Haqqani, subkelompok Taliban yang beroperasi di Afghanistan dan Pakistan, serta terkait erat dengan Al-Qaeda .

Sebelumnya Hakimullah rahimahullah telah beberapa kali diklaim gugur dalam serangan pesawat tak berawak salibis AS, dan bahkan diklaim berada dalam perseteruan dengan seorang pemimpin Taliban yang kemudian justru menjadi wakilnya. Namun akhirnya dia selalu muncul untuk mengklarifikasi rumor-rumor tersebut.

Sejak kepergian Hakimullah rahimahullah, Taliban Pakistan telah menunjuk Asmatullah Shaheen Bhittani, seorang komandan militer dan kepala dewan eksekutif Gerakan Taliban di Pakistan, untuk menjadi amir sementara mereka, ungkap juru bicara utama Taliban Pakistan, Shahidullah Shahid, pada Ahad (3/11).

Sementara itu, Khan Said, yang juga dikenal sebagai Sajna Mehsud, disebut-sebut sebagai kandidat yang paling berpotensi untuk menggantikan Hakimullah rahimahullah sebagai amir Gerakan Taliban di Pakistan.

Pemimpin Taliban lainnya yang dianggap mampu menjalankan tugas sebagai amir Taliban Pakistan menggantikan Hakimullah rahimahullah adalah Omar Khalid Al-Khorasani, pemimpin cabang Mohmand yang terkait erat dengan Al-Qaeda, Mullah Fazlullah, ulama kharismatik yang bertanggung jawab atas pasukan di Swat dan Divisi Malakand, dan seorang komandan yang dikenal sebagai Ghalib Mehsud. (banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Enam batalyon di Aleppo bergabung dengan Mujahidin Jabhah Nushrah

ALEPPO (Arrahmah.com) – Beberapa batalyon Mujahidin di Aleppo menyatakan baiat kepada kelompok jihad Jabhah An-Nushrah, menurut sumber yang dikutip Zaman Alwsl.

Enam batalyon Mujahidin dan pengadilan Syari'ah di desa Hayyan di Aleppo berbaiat kepada Jabhah Nushrah. Tidak ada laporan lebih rinci mengenai laporan ini.

Jabhah Nushrah adalah salah satu kelompok Mujahidin Suriah yang memiliki pengaruh dan kekuatan besar. Selain aktif di medan tempur, Mujahidin Jabhah Nushrah juga aktif dalam mengelola urusan rakyat. (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Prof. Dadang Hawari: Miras termasuk Narkoba, harus dilarang!

JAKARTA (Arrahmah.com) - Psikiater Prof. DR. dr Dadang Hawari mengkritik sikap pemerintah yang hingga hari ini tidak melarang peredaran miras (minuman keras) di Indonesia. Padahal miras dalah narkotik dan obat terlarang.

"Miras termasuk Narkoba, harus dilarang," tegas Dadang dihadapan peserta Seminar Nasional Sehat Tanpa Obat di Auditorium Masjid Raya Pondok Indah Jakarta, Selasa (5/11/2013).

Semua ajaran agama, kata Dadang  tidak membolehkan minuman keras ini. Dia menceritakan negara Barat seperti Rusia saja sudah melarang. Jadi tidak ada alasan agama Islam. Terlebih lagi Indonesia penduduknya mayoritas beragama Islam.

Miras telah banyak membuat kemudharatan pada tatanan kehidupan masyarakat. Dadang menceritakan beberapa pasiennya hancur kehidupannya dari sisi pekerjaan, rumah tangga dan ibadah  seperti sholat. "Pasien saya  yang tadinya sholat menjadi gak sholat, karena miras," katanya.

Prof Dadang juga memberi alasan tentang keharusan miras itu dilarang. Pemerintah sudah melarang ganja, shabu, putau dan narkoba lainnya, namun kenapa tidak melarang miras.

"Padahal inti narkoba itu ada pada miras," ujar Prof Dadang.

Dia juga sangat mengkhawatirkan semakin maraknya peredaran miras di minimarket-minimarket.  Sudah banyak korban hingga meninggal dari miras ini. Pemerintah berdosa atas hal itu.

"Dosanya kayak apa itu. Bagaimana negara kita tidak dilaknat Allah?," kata muballigh populer tahun 70 dan 80 an ini bersama Dr.Tarmizi Taher ini.

(azmuttaqin/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Solidaritas terhadap Palestina, menteri-menteri Afrika Selatan tidak akan kunjungi "Israel"

AFRIKA SELATAN (Arrahmah.com) – Pada Jumat (1/11/2013), menteri luar negeri Afrika Selatan mengkritik pendudukan "Israel" di Palestina dan mengatakan bahwa itu mengingatkannya pada era diskriminasi rasial di negaranya.

"Perjuangan Palestina adalah perjuangan kita," kata menteri hubungan internasional Afrika Selatan Maite Nkoana – Mashabane. "Terakhir kali saya melihat peta Palestina, saya tidak bisa tidur."

Untuk menunjukkan tanda solidaritas dengan Palestina, Maite mengatakan bahwa rekan-rekannya di dewan menteri Afrika Selatan tidak akan mengunjungi "Israel". Tapi dia menegaskan bahwa negaranya tidak memutuskan hubungan dengan pendudukan.

Berbicara kepada kantor berita lokal Afrika Selatan, SAPA, Maite mengatakan, "Kami telah sepakat untuk memperlambat dan mengurangi kontak dengan kepemimpinan senior rezim itu sampai segalanya mulai terlihat membaik."

Menteri itu juga mengatakan bahwa organisasi terkemuka "Israel" di negaranya tahu bahwa tidak ada kontak tingkat tinggi dengan "Israel". Dewan Yahudi "tahu mengapa menteri kami tidak akan ke 'Israel'."

Tentang masalah pemukiman, AFP melaporkan kritikan Maite atas pembangunan unit pemukiman Yahudi "Israel" lainnya di Al-Quds timur. Ia dilaporkan mengatakan, "Terakhir kali saya melihat peta Palestina, saya tidak bisa tidur. [Peta Palestina] hanyalah titik, lebih kecil dari peta tanah air, dan itu menghancurkan hati saya."

Media "Israel" menafsirkan arti "tanah air" yang diucapkan oleh menteri Afrika Selatan tersebut sebagai "Bantustans" – sepuluh negara yang disisihkan oleh rezim apartheid di Afrika Selatan untuk penduduk berkulit hitam.

Sementara dalam sebuah surat pada Juni lalu, pensiunan duta besar Afrika Selatan untuk "Israel", Ismail Coovadia, juga menyatakan bahwa sikap pendudukan "Israel" terhadap Palestina mengingatkan pada "era apartheid". (banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Sambut tahun baru 1435 H, Mujahidin ISIS rilis video 'Potret-potret Dari Bumi Jihad # 2'

(Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-I'tisham, sayap media Departemen Informasi Mujahidin Daulah Islam Irak dan Syam, di awal-awal bulan November 2013 M bertepatan dengan tahun baru 1435 H ini merilis seri kedua video "Potret-potret Dari Bumi Jihad". Video tersebut berdurasi 3 menit 24 detik.

Video eksklusif tersebut merekam suasana kebersamaan mujahidin ISIS di bumi jihad Suriah. Mujahidin dari beragam negara, bahasa, dan suku bangsa bahu-membahu dalam barisan ISIS untuk menolong saudara-saudara muslim Suriah yang tertindas.

Hal yang menarik dari video ini adalah kemunculan sejumlah kakek-kakek berusia tua renta yang tak kalah semangatnya dari para pemuda. Para kakek itu tetap memanggul senjata, bermandikan peluh dan debu di medan hijrah, ribath dan jihad Suriah. Mereka rela mempersembahkan nyawa dan harta mereka demi menegakkan syariat Allah di bumi Suriah. Allahu akbar!

Hal menarik lainnya dari video ini adalah kemuliaan akhlak mujahidin ISIS. Mereka dikenal luas sebagai orang-orang yang menyayangi orang yang lebih muda dan menghormati orang yang lebih tua. (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Ahmet Davutoglu: Turki tidak akan pernah bekerjasama dengan "Israel" melawan negeri-negeri Islam

Written By Unknown on Senin, 04 November 2013 | 17.11

ANKARA (Arrahmah.com) -  Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu, membantah tudingan bahwa negaranya telah bekerja sama dengan "Israel" melancarkan serangan ke pangkalan rudal Suriah pada Kamis, (31/10/2013). Menurutnya Turki tidak akan membantu negara Yahudi itu dalam melancarkan perang terhadap negara Islam, sebagaimana dirilis oleh Reuters, Ahad (3/11/2013).

"Ada upaya untuk memberikan kesan bahwa Turki telah berkoordinasi dengan Israel," ujarnya.

"Kami memiliki masalah dengan Suriah, masalah berdasarkan prinsip. Tapi saya katakan dengan jelas,  pemerintah Turki tidak pernah bekerja sama dengan Israel melawan negara Muslim, dan tidak akan pernah," katanya.

Pada hari Kamis, televisi Lebanon stasiun MTV mengutip pejabat "Israel" yang  mengklaim bahwa Turki telah mendukung penyerangan dengan menyediakan informasi penting kepada "Israel".

Davutoglu menyebut berita tersebut sebagai "propaganda hitam".

Bantahan itu datang, setelah MTV, televisi Libanon mengutip ungkapan seorang pejabat "Israel" yang diduga telah mengklaim Turki mendukung serangan udara "Israel" terhadap Suriah dengan menyediakan sejumlah informasi penting terhadap "Israel".  Davutoglu lantas menyebut pemberitaan itu sebagai sebuah propaganda hitam.

"Laporan itu adalah sebuah upaya untuk menjatuhkan bayangan dalam hal perjuangan rakyat Suriah dan sikap Turki tetap dengan prinsip tersebut," ungkap Davutoglu. "Itu bukan usul kami untuk berpartisipasi dalam berbagai operasi penyerangan," imbuhnya.  (fitriasad/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Abu Rusydan: Jurnalistik Islam bukan untuk membunuh, tapi penyampai kebenaran

JAKARTA (Arrahmah.com) – Pengamat jihad dan dunia Islam, Abu Rusydan kepada para jurnalis Islam mengatakan bahwa Jurnalistik Islam berfungsi untuk menjelaskan kebenaran pada umat, bukan untuk membunuh.

Pernyataan itu disampaikan oleh Abu Rusydan dalam 'Daurah Jurnalistik' Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Jalan Tebet Barat IV No 5, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 2 November 2013.

Penyampaian kebenaran yang dilakukan para jurnalis ini membutuhkan pondasi filosofis yang menyajikan sebuah kebenaran sebagai suatu produk jurnalistik yang baik.

Setidaknya, Abu Rusydan juga membeberkan ada 3 persoalan mendasar yang tengah dihadapi para jurnalis muslim saat ini.

"Sekurang-kurangnya ada tiga perkara penting bagi jurnalis Islam. Yang pertama, belum adanya regulasi. Kedua, jurnalistik islam belum punya manhaj. Dan ketiga, dimana posisi strategis jurnalis Islam dalam iqomatuddin?" ujar da'i asal Kudus ini.

Persoalan pertama, para jurnalis muslim masih belum memiliki regulasi yang jelas. Sehingga, masih menginduk pada aturan dan regulasi jurnalisme konvensional, seperti kode etik jurnalistik, Dewan Pers, dan Komisi Penyiaran Indonesia.

Perlu ada regulasi, yang sifatnya diniyyah yang normatif yang  menjabarkan kode etik jurnalis Islam. Setelah itu, perlu dipikirkan aspekidariyah yang administratif, berupa produk turunan yang aplikatif.

"Dalam aspek diniyah yang normatif, kumpulkan dalil-dalil terkait jurnalistik dari Al-Quran, Hadits dan Atsar," tutur pria yang pernah mengenyam pendidikan militer di Afghanistan. 

Menurut Abu Rusydan, urgensi perumusan regulasi tersendiri bagi jurnalis muslim telah menjadi prioritas saat ini. Sebab, kerangka jurnalistik yang selama ini dibangun oleh media konvensional jauh berbeda dengan nilai-nilai jurnalistik Islam.

(kiblatnet/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Missionaris rajin datangi warga Cimahi, DDII: Ini upaya pemurtadan

CIMAHI (Arrahmah.com) - Praktek mengajak untuk pindah keyakinan penganut agama Islam  oleh kalangan missionaris rupanya membuat resah warga Muslim di Komplek Cipageran I Kota Cimahi, Jawa Barat.

Cipto (30) warga Komplek Cipageran I Kota Cimahi bercerita akhir Oktober 2013 lalu ia di datangi dua orang pria yang tak di kenal. Tanpa menaruh curiga Cipto pun mempersilakan masuk rumah tamu tak di undang tersebut.Pada awal perkenalannya sang tamu mengaku berasal dari sebuah gereja di Jalan Pasirkaliki  Kota Bandung hanya ingin berdiskusi dan sharing saja.

"Mereka mengajak diskusi soal kehidupan yang katanya banyak bencana dan kesusahan hidup lainnya,"ujarnya kepada hidayatullah.com, Jum'at malam (01/11/2013).

Kedua tamu yang diperkiraan berusia 60 tahun dan 30 tahun tersebut saling melengkapi dan mendukung pendapatnya.Menurut sang tamu,sambung Cipto,bahwa segala persoalan hidup tersebut dapat teratasi dan terselesaikan jika Cipto maun mempelajari dan menghayati isi kandungan sebuah majalah yang disodorkan kepadanya. Majalah yang bernama "Menara Pengawal,Memberitakan Kerajaan Yehuwa"  edisi September 2013 tersebut  membahas tema utama yakni mengapa ada banyak penderitaan? Kapan itu berakhir?

Dalam majalah setebal 16 halaman tersebut diuaraikan  tentang ragam kisah problematika yang tengah dihadapi manusia berikut solusinya menurut Kitab Suci mereka.

Majalah yang diterbitkan Saksi-saksi Yehuwa Indonesia yang beramalat di PO Box 2105 Jakarta tersebut juga memuat informasi seputar problematika rumah tangga dan tips perkawinan bahagia menurut Alkitab.

Saat Cipto menanyakan agama kedua tamunya, yang rupanya berbeda keyakinan dengannya. Menurut sang tamu semua Kitab Suci sama dan isi kitab-kitab yang ada semua terangkum dalam Kitab Suci nya. Di akhir diskusi yang berlangsung sekira 30 menit tersebut  sang tamu berpesan bahwa itu semua hanya bagi yang mau dan tidak ada paksaan.Namun jika ingin tahu lebih dalam mempersilakan untuk ikut sekolah minggunya.

"Saya lupa namanya,hanya katanya silakan datang ke sebuah gereja di Jalan Pasirkaliki, " ujar Cipto menirukan pesan sang  tamu.

Kejadian tersebut ternyata tidak hanya dialami oleh Cipto, pada hari yang sama Prapto (50) yang masih satu komplek dengannya juga didatangi dua orang yang sama.

Namun karena ia hendak pergi maka pergi maka tidak sempat terjadi diskusi panjang.Meski begitu sang tamu sempat bertutur bahwa segala kesusahan hidup solusinya ada di dalam Alkitab, tinggal di pelajari dan di hayati saja.

"Sama sebelum pergi mereka juga memberi majalah begitu,tapi karena di rumah lagi banyak orang dikasihnya banyak bukan cuma satu,"akunya.

Baik Cipto dan Prapto merasa yakin bahwa pada hari itu bukan hanya mereka saja yang didatangi orang tersebut.Ia menduga ada beberapa warga lain yang juga mendapat tamu tak dikenal tersebut. Namun mereka belum tahu siapa saja warga yang  telah dikujungi dan diberi majalah Menara Pengawal Kerajaan Yehuwa tersebut. 

Pemurtadan terselubung

Menanggapi kejadian tersebut  di tempat terpisah, Sekretaris  Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jabar, Muhammad Roin mengaku kecewa dan menyayangkan upaya  yang tergolong praktek tersebut.

Menurut Roin kejadian tersebut  membuktikan bahwa berita tentang upaya pemurtadan terselubung terhadap kaum Muslimin bukan isapan jempol atau berita bohong.

Ia menyayangkan masih ada sebagian pihak khususnya pemerintah yang masih menganggap bahwa praktek seperti ini dinilai hanya isu saja.

"Kejadian tersebut juga sebagai bukti  inkonsistensi terhadap peraturan dan sekaligus tindakan intoleransi kaum nasrani terhadap kaum Muslimin," tegasnya.

Pihaknya yang mendapat  aduan atas kejadian tersebut mengaku akan segera melakukan upaya hukum dengan melaporkan kepada pihak berwajib. Sebab,sambungnya jika tidak dilaporkan kepada aparat penegak hukum lalu muncul tindakan dari kaum Muslimin maka ada anggapan umat Islam tidak toleransi dan main hakim sendiri.

"Kita pernah menangkap pelaku upaya Kristenisasi lalu dilaporkan ke polisi. Mereka diproses dan sudah mendapat sanksi hukum.Untuk kejadian kemarin sama , kita akan kumpulkan bukti-bukti yang ada,saksi pelapor lalu akan kita cari pelakunya hingga dapat,"tegas Roin.

Untuk itu dalam waktu dekat DDII Jabar berserta  beberapa orang saksi yang sekaligus calon korban akan melakukan upaya hukum dengan diawali mencari dan mendatangi gereja yang di sebutkan pelaku.

Menurut Roin upaya tersebut sebagai bentuk membantu pemerintah khususnya menegakan SKB 2 Menteri dan melindungi kaum Muslimin dari upaya pemurtadan terselubung ini.

"Kita himbau umat Islam untuk waspada dan peduli terhadap upaya pihak tertentu yang akan memurtadkan saudara-saudara kita, tangkap dan laporkan kepada pihak berwajib jika ada upaya pemurtadan. DDII siap menjalin kerjasama dalam rangka menanggulangi upaya pemurtadan maupun melakukan upaya hukum terhadap pelaku Kristenisasi," pungkasnya.

(hidayatulloh.com/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Sejarah penetapan kalender hijriyah

Ustadz Ammi Nur Baits

Dewan Pembina Konsultasisyariah.com

(Arrahmah.com) - Bismillah was shalatu was salamu 'ala rasulillah, wa ba'du. Arab sejak masa silam, sebelum kedatangan Islam, telah menggunakan kalender qamariyah (kalender berdasarkan peredaran bulan). Mereka sepakat tanggal 1 ditandai dengan kehadiran hilal. Mereka juga menetapkan nama bulan sebagaimana yang kita kenal. Mereka mengenal bulan Dzulhijah sebagai bulan haji, mereka kenal bulan muharam, safar, dan bulan-bulan lainnya. Bahkan mereka juga menetapkan adanya 4 bulan suci: Dzulqa'dah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab. Selama 4 bulan suci ini, mereka sama sekali tidak boleh melakukan peperangan.

Hanya saja masyarakat jazirah Arab belum memiliki angka tahun. Mereka tahu tanggal dan bulan, tapi tidak ada tahunnya. Biasanya, acuan tahun yang mereka gunakan adalah peristiwa terbesar yang terjadi ketika itu. Kita kenal ada istilah tahun gajah, karena pada saat itu terjadi peristiwa besar, serangan pasukan gajah dari Yaman oleh raja Abrahah. Tahun Fijar, karena ketika itu terjadi perang Fijar. Tahun renovasi Ka'bah, karena ketika itu Ka'bah rusak akibat banjir dan dibangun ulang. Terkadang mereka juga menggunakan tahun kematian tokohnya sebagai acuan, semisal; 10 tahun setelah meninggalnya Ka'ab bin Luai.

Keadaan semacam ini berlangsung terus sampai zaman Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan Khalifah Abu Bakr radhiyallahu 'anhu. Ketka itu, para sahabat belum memiliki acuan tahun. Acuan yang mereka gunakan untuk menamakan tahun adalah peristiwa besar yang terjadi ketika itu. Berikut beberapa nama tahun di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :

1. Tahun izin (sanatul idzni), karena ketika itu kaum muslimin diizinkan Allah untuk berhijrah ke Madinah.

2. Tahun perintah (sanatul amri), karena mereka mendapat perintah untuk memerangi orang musyrik.

3. Tahun tamhish, artinya ampunan dosa. Di tahun ini Allah menurunkan firmanNya, ayat 141 surat Ali Imran, yang menjelaskan bahwa Allah mengampuni kesalahan para sahabat ketika Perang Uhud.

4. Tahun zilzal (ujian berat). Ketika itu, kaum muslimin menghadapi berbagai cobaan ekonomi, keamanan, krisis pangan, karena perang khandaq dan seterusnya. (Arsyif Multaqa Ahlul Hadits, Abdurrahman al-Faqih, 14 Maret 2005)

Sampai akhirnya di zaman Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu menjadi khalifah. Di tahun ketiga beliau menjabat sebagai khalifah, beliau mendapat sepucuk surat dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, yang saat itu menjabat sebagai gubernur untuk daerah Bashrah. Dalam surat itu, Abu Musa mengatakan:

إنه يأتينا من أمير المؤمنين كتب، فلا ندري على أيٍّ نعمل، وقد قرأنا كتابًا محله شعبان، فلا ندري أهو الذي نحن فيه أم الماضي

"Telah datang kepada kami beberapa surat dari amirul mukminin, sementara kami tidak tahu kapan kami harus menindaklanjutinya. Kami telah mempelajari satu surat yang ditulis pada bulan Sya'ban. Kami tidak tahu, surat itu Sya'ban tahun ini ataukah tahun kemarin."

Kemudian Umar mengumpulkan para sahabat, beliau berkata kepada mereka:

ضعوا للناس شيئاً يعرفونه

"Tetapkan tahun untuk masyarakat, yang bisa mereka jadikan acuan."

Ada yang usul, kita gunakan acuan tahun bangsa Romawi. Namun usulan ini dibantah, karena tahun Romawi sudah terlalu tua. Perhitungan tahun Romawi sudah dibuat sejak zaman Dzul Qornain (Mahdhu ash-Shawab, 1:316, dinukil dari Fashlul Khithab fi Sirati Ibnul Khatthab,  Dr. Ali Muhammad ash-Shalabi, 1:150)

Kemudian disebutkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak, dari Said bin al-Musayib, beliau menceritakan:

Umar bin Khattab mengumpulkan kaum muhajirin dan anshar radhiyallahu 'anhum, beliau bertanya: "Mulai kapan kita menulis tahun." Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan: "Kita tetapkan sejak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah, meninggalkan negeri syirik." Maksud Ali adalah ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Kemudian Umar menetapkan tahun peristiwa terjadinya Hijrah itu sebagai tahun pertama (al-Mustadrak 4287 dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi).

Mengapa bukan tahun kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menjadi acuan?

Jawabannya disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar sebagai berikut:

أن الصحابة الذين أشاروا على عمر وجدوا أن الأمور التي يمكن أن يؤرخ بها أربعة، هي مولده ومبعثه وهجرته ووفاته، ووجدوا أن المولد والمبعث لا يخلو من النزاع في تعيين سنة حدوثه، وأعرضوا عن التأريخ بوفاته لما يثيره من الحزن والأسى عند المسلمين، فلم يبق إلا الهجرة

Para sahabat yang diajak musyawarah oleh Umar bin Khatthab, mereka menyimpulkan bahwa kejadian yang bisa dijadikan acuan tahun dalam kalender ada empat: tahun kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tahun ketika diutus sebagai rasul, tahun ketika hijrah, dan tahun ketika beliau wafat. Namun ternyata, pada tahun kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan tahun ketika beliau diutus, tidak lepas dari perdebatan dalam penentuan tahun peristiwa itu. Mereka juga menolak jika tahun kematian sebagai acuannya, karena ini akan menimbulkan kesedihan bagi kaum muslimin. Sehingga yang tersisa adalah tahun hijrah beliau (Fathul Bari, 7:268).

Abu Zinad mengatakan:

استشار عمر في التاريخ فأجمعوا على الهجرة

"Umar bermusyawarah dalam menentukan tahun untuk kalender Islam. Mereka sepakat mengacu pada peristiwa hijrah (Mahdzus Shawab, 1:317, dinukil dari Fashlul Khithab fi Sirati Ibnul Khatthab,  Dr. Ali Muhammad ash-Shalabi, 1:150)

Karena hitungan tahun dalam kalender Islam mengacu kepada hijrah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, selanjutnya kalender ini dinamakan kalender hijriah.

Setelah mereka sepakat, perhitungan tahun mengacu pada tahun hijrah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, selanjutnya mereka bermusyawarah, bulan apakah yang dijadikan sebagai bulan pertama.

Pada musyawarah tersebut, Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu mengusulkan agar bulan pertama dalam kalender Hijriah adalah Muharam. Karena beberapa alasan:

a. Muharam merupakan bulan pertama dalam kalender masyarakat Arab di masa masa silam.

b. Di bulan Muharam, kaum muslimin baru saja menyelesaikan ibadah yang besar yaitu haji ke baitullah.

c. Pertama kali munculnya tekad untuk hijrah terjadi di bulan Muharam. Karena pada bulan sebelumnya, Dzulhijah, beberapa masyarakat Madinah melakukan Baiat Aqabah yang kedua. (Simak keterangan Ibn Hajar dalam Fathul Bari, 7:268).  Allahu a'lam

(konsultasisyariah.com/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Herbal anti demam berdarah segera diproduksi Unair

SURABAYA (Arrahmah.com) - Kabar gembira untuk mayarakat yang tidak mengkonsumsi obat kimia, Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya segera memproduksi obat herbal untuk anti-demam berdarah, karena penelitian secara klinis sudah memasuki fase III.

"Obat herbal untuk demam berdarah menggunakan tanaman Melaleuca Alternifolia yang tumbuh di Australia, karena riset yang didukung Kemenkes itu memang melibatkan peneliti Indonesia-Australia," kata Ketua ITD Unair Prof Nasronuddin di Surabaya, Minggu.

Didampingi peneliti senior dari Center for Botanical Medicine, Griffith University Australia, Max Reynolds, dan Kepala Pusat Teknologi Demiologi Klinik Kementerian Kesehatan, Siswanto, ia menjelaskan penelitian bersama itu dilakukan sejak tahun 2006.

"Tapi, obat herbal itu merupakan produk kita, namun bahan bakunya akan diimpor dari Australia. Itu bukan berarti akan menggeser kemandirian kita, karena prosesnya akan ada transfer teknologi," katanya di sela-sela simposium tentang demam berdarah itu.

Menurut Nasronudin, metode penelitian dan uji klinis fase III yang menggunakan random double-blind dengan kontrol placebo itu didukung oleh lima rumah sakit dan 15 puskesmas di Jawa Timur dengan target 530 pasien partisipan yang menderita infeksi dengue.

Dengue (DENV) adalah flavivirus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dengan empat serotype antigen yang berbeda, yakni DEN-1 hingga DEN-4. Semua serotype dengue menginfeksi manusia dan belum ada pengobatan atau vaksin yang tersedia untuk infeksi dengue.

Senada dengan itu, peneliti senior Giffith University, Max Reynolds, menilai temuan obat demam berdarah terbaru oleh Indonesia itu bisa bermanfaat bagi dunia, karena itu Indonesia harus memasarkan untuk dunia.

"Australia sudah memakai tanaman Melaleuca Alternifolia untuk bahan baku obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, tapi bukan obat demam berdarah, baru kali ini untuk dengue dan Indonesia berhasil mengembangkannya," ujar Max.

Dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Teknologi Demiologi Klinik Kementerian Kesehatan, Siswanto, mengingatkan temuan Unair itu hendaknya dimintakan persetujuan ke BPOM sebelum dilempar ke pasaran dan dikonsumsi penderita.

"Saya yakin temuan ini segera mendapat approval dari BPOM karena merujuk bahan baku tanaman Melaleuca Alternifolia yang sudah mendapat paten di Australia, kendati untuk bahan baku obat lain," katanya.

Untuk fase I, penelitian ini melibatkan Universitas Gadjah Mada dan fase II melibatkan Universitas Indonesia. "Riset ini digagas oleh Kementerian Kesehatan dan sepenuhnya didanai pemerintah. Untuk fase III menghabiskan dana Rp4 miliar," katanya.

(azm/ant/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger