Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pernyataan Imarah Islam Afghanistan terkait syahidnya Amir Taliban Pakistan Mullah Hakimullah Mesud

Written By Unknown on Minggu, 03 November 2013 | 17.11

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Pada Sabtu (2/11/2013), Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) menyampaikan pernyataan mereka terkait syahidnya Amir Taliban Pakistan, Mullah Hakimullah Mehsud, melalui website mereka, Voice of Jihad. Berikut terjemah pernyataan tersebut.

Dengan kesedihan mendalam kami telah menyelidiki bahwa kemarin Amir Taliban Pakistan, Mullah Hakimullah Mehsud, telah syahid sebagai akibat dari serangan pengecut pesawat tak berawak AS, sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada Allah jualah kita kembali.

Imarah Islam Afghanistan mengutuk serangan brutal dan ilegal yang dilakukan oleh Amerika ini. Kami merasakan kepergian Mullah Hakimullah sebagai kehilangan besar dan menyampaikan belasungkawa kami yang tulus kepada keluarga, kerabat dan rekan-rekannya. Kaum Muslimin menganggap kesyahidan sebagai sebuah tujuan mulia dan kita semua berusaha untuk mencapai status ini. Jika Amerika meyakini bahwa dengan membunuh Mujahidin mereka entah bagaimana akan menciptakan kekosongan dan mencapai tujuan egois mereka, maka mereka sangat keliru.

Imarah Islam Afghanistan juga menyerukan kepada Pemerintah dan rakyat Pakistan untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghentikan serangan-serangan brutal dan ilegal Amerika sehingga orang-orang yang tidak bersalah di Afghanistan dan Pakistan, yang menderita atas kebrutalan tersebut, dapat membebaskan diri dari kejahatan Amerika dan menentukan nasib masa depan mereka tanpa campur tangan pihak luar.

Imarah Islam Afghanistan

28/12/1434

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

8 tentara penjajah tewas dan 4 tank baja hancur dalam baku tembak dengan Mujahidin IIA di Nangarhar

NANGARHAR (Arrahmah.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) atau Taliban menyerang konvoi patroli tentara penjajah pimpinan AS-NATO di provinsi Nangarhar, pada Sabtu (2/11/2013).

Shahamat melansir, pertempuran tersebut terjadi pada Sabtu sore di distrik Spinghar, di provinsi tersebut, di mana Mujahidin menyerang para konvoi patroli penjajah sehingga meletuskan pertempuran hampir empat jam.

Laporan menambahkan bahwa baku tembak yang sengit antara Mujahidin dengan pasukan musuh menghasilkan 8 tentara penjajah tewas dan puluhan lainnya luka-luka, dan 4 tank lapis baja mereka hancur, Allahu Akbar!

Dalam laporan terpisah, pada hari yang sama, Mujahidin IIA bertempur dengan tentara penjajah di distrik Baraki Barak, di provinsi Logar, yang mana menewaskan 2 tentara teroris asing dan melukai satu lainnya.

(siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Astaghfirullah, papan iklan yang menghina Islam dibiarkan terpasang di LA

LOS ANGELES (Arrahmah.com) – Sebuah papan iklan di Los Angeles telah memancing kemarahan Kaum Muslimin di sana karena menampilkan gambar seorang tentara AS memeluk seorang wanita, yang seolah-olah adalah Muslimah bercadar.

Iklan yang menuai kritik dari banyak kalangan itu adalah milik sebuah perusahaan obat tidur. Mereka memasang iklan-iklan kontroversial itu di sekitar kota AS, Los Angeles.

Snore Stop membuat iklan itu untuk menjual produk perusahaan mereka yang meliputi semprotan mulut dan hidung anti-mendengkur dengan hashtag yang menyatakan "#betogether". Baik Kaum Muslimin maupun non-Muslim di sana telah memprotes iklan tersebut , namun pihak Snore Stop malah mengklaim bahwa mereka  tidak berniat untuk menyinggung siapapun, tapi tetap menolak untuk menarik kembali iklan itu.

"Snore Stop adalah sebuah produk untuk para pasangan, dan kami ingin menunjukkan pasangan yang belum pernah Anda lihat dalam iklan," klaim juru bicara Melody Devemark kepada CBS Los Angeles, seperti dilansir WB pada Jum'at (1/11/2013).

Banyak orang yang lebih menafsirkan iklan ini sebagai iklan provokatif daripada simbol toleransi.

Pendudukan militer salibis AS dan operasi mereka di negara-negara Muslim telah mengakibatkan terbunuhnya ratusan ribu Kaum Muslimin di sejumlah negara seperti Irak dan Afghanistan, sehingga citra seorang "wanita Muslim" yang memeluk seorang tentara AS sedemikian rupa jelas sangat memancing kemarahan Kaum Muslimin di Los Angeles, dan seluruh dunia. (banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pejabat AS : Al-Qaeda di Irak dan Suriah adalah "ancaman lintas negara"

AMERIKA SERIKAT (Arrahmah.com) – Selama konferensi pers yang dilangsungkan pada Rabu (30/10/2013), seorang pejabat senior pemerintah AS memperbarui laporannya dalam pertemuan terakhir antara delegasi Irak, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nouri Maliki, dan rekan-rekan Amerika mereka, termasuk Wakil Presiden AS Joe Biden.

Fokus utama mereka ialah mengenai kebangkitan Al-Qaeda di kawasan Irak, terutama di bawah bendera Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS).

ISIS kini "benar-benar merupakan sebuah jaringan ancaman antarnegara," kata pejabat itu. "[ISIS] ini benar-benar sebuah ancaman besar yang terus meningkat bagi stabilitas Irak, ini adalah sebuah ancaman yang terus meningkat bagi mitra regional kami, dan ini juga merupakan sebuah ancaman yang terus meningkat bagi kami," lanjut pejabat itu, seperti dilansir LWJ pada Jum'at (1/11).

Awal bulan ini, seorang anggota kongres senior AS juga memberikan penilaian yang sama. Afiliasi Al-Qaeda di Suriah, "berbicara mengenai melancarkan operasi eksternal, seperti apa yang terjadi di Afghanistan, yang menyebabkan serangan 9/11," kata Mike Rogers, yang memimpin Komite Intelijen.

Komentar Rogers menunjukkan bahwa mereka sangat mencemaskan buah eksistensi afiliasi Al-Qaeda, Jabhah Nushrah dan ISIS, di seluruh dunia.

Para pejabat "kontraterorisme" Eropa juga telah berulang kali menyatakan kekhawatiran mereka tentang kemungkinan perekrutan Mujahidin Barat yang hendak berjihad bersama Al-Qaeda atau kelompok yang berafiliasi di Suriah di mana kemudian mujahidin tersebut bisa kembali ke negara asal mereka untuk melakukan serangan "teror".

Selain itu, Rogers juga menyatakan bahwa saat ini ada lebih dari 10.000 Mujahidin yang berkomitmen berjihad bersama Al-Qaeda di Suriah timur. (banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Setelah Indonesia, Malaysia memprotes aksi spionase Australia di kawasan Asia

(Arrahmah.com) – Malaysia memanggil Duta Besar Amerika dan Australia terkait protes atas tuduhan kegiatan spionase yang dilakukan kedua negara tersebut di kawasan Asia, sebagaimana dirilis oleh Suara Australia, Ahad (3/11/2013)

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman mengatakan negaranya pada Jum'at (1/11/2013) kemarin telah memanggil Duta Besar Amerika dan Australia untuk merespon nota keberatan atas tudingan kegiatan mata-mata yang dilakukan oleh kedua kedutaan besar di Kuala Lumpur.

Duta Besar AS diwakili oleh Wakil Duta Besar Lee McClenny, karena Duta Besar sedang keluar kota, demikian pernyataan Menlu tanpa memberikan keterangan lebih lanjut soal isi pertemuan tersebut.

Anifah, Jum'at lalu,  juga bertemu dengan mitra kerjanya, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, dalam kegiatan sampingan dalam pertemuan regional di Perth, dalam pertemuan itu ia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas laporan itu yang memicu kemarahan dikalangan publik Malaysia.

"Dia lebih  lanjut menyampaikan kegiatan spionase seperti itu tidak seharusnya dilakukan dikalangan negara yang bersahabat karena dapat merusak hubungan yang sudah ada," demikian tulis pernyataan resmi yang diterbitkan Kementrian Luar Negeri Malaysia. Kedua pihak akan bekerjasama mengelola situasi dan menghindari isu ini berdampak pada hubungan bilateral kedua negara.

China dan Indonesia telah lebih dahulu meminta penjelasan atas laporan yang menyebutkan misi diplomatik Canberra digunakan untuk memonitor percakapan telpon dan mengumpulkan data sebagai bagian dari kegiatan pengawasan Amerika.

Indonesia juga telah memanggil kedua duta besar Australia dan Amerika Serikat, sementara Cina meminta klarifikasi dari kedua pihak.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menggambarkan kegiatan mata-mata itu sebagai tindakan yang tidak adil.

Reaksi dari negara-negara Asia Tenggara yang turut disebutkan didalam media Australia lebih sepi, namun demikian Thailand, Kamboja dan Myanmar memilih tidak mempersoalkan isu ini.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS, Jhon Kerry pekan ini mengakui kegiatan spionase Amerika terkadang memang berlebihan.

Belakangan Washington telah berusaha memperbaiki hubungannya dengan Asia untuk mengimbangi kekuatan Cina yang terus tumbuh. (Fitri Asad/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Indonesia protes fasilitas penyadapan di Kedubes AS

Written By Unknown on Sabtu, 02 November 2013 | 17.12

JAKARTA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa menyatakan, Indonesia tidak dapat menerima dan memprotes keberadaaan fasilitas penyadapan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.

"Indonesia tidak dapat menerima dan mengajukan protes keras terhadap berita tentang keberadaan fasilitas penyadapan di Kedubes AS di Jakarta," ucap Menteri Luar Negeri, Marty M. Natalegawa, melalui email yang diterima BBC Indonesia, Rabu (29/10/2013).

Marty Natalegawa menyatakan hal ini menanggapi pemberitaan surat kabar harian Sydney Morning Herald pada tanggal 29 Oktober 2013 tentang keberadaan dan penggunaan fasilitas penyadapan di Kedutaan AS di Jakarta.

Menurut Marty, dia telah berbicara dengan perwakilan Kedutaan Besar AS di Jakarta untuk menuntut penjelasan resmi terhadap pemberitaan tersebut.

"Perlu ditegaskan bahwa jika terkonfirmasi, tindakan tersebut bukan saja merupakan pelanggaran keamanan, melainkan juga pelanggaran serius norma serta etika diplomatik dan tentunya tidak selaras dengan semangat hubungan persahabatan antar negara," urai Menlu.

(azmuttaqin/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Penyadapan tidak dibenarkan dalam tata kelola hubungan antar negara

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman menegaskan, aksi penyadapan tidak dibenarkan dalam tata kelola hubungan antar negara serta norma yang berlaku di dunia internasional.

"Penyadapan itu dimana-mana tidak dibenarkan. Apabila Indonesia menyadap di suatu negara, akan ada keberatan ketidaksukaan dan akan berimplikasi pada hal-hal lainnya," katanya.

Oleh karena itu, menurut Marciano, saat ini Pemerintah Indonesia sedang meminta klarifikasi melalui Kementerian Luar Negeri.

"Setelah itu nanti kita lakukan upaya lain mencari keterangan lain apakah betul indikasi mengarah pada penyadapan itu. Apabila ada, saya dorong langkah diplomatik oleh Kemlu," katanya.

Marciano Norman juga mengaku telah memanggil timpalannya di badan intelijen Amerika Serikat untuk mengonfirmasi laporan dugaan penyadapan.

"Langkah-langkah yang kita ambil sekecil apapun informasi itu harus ditindaklanjuti, BIN telah memanggil perwakilan counter-partnya (timpalannya) dari badan intelijen Amerika Serikat di Jakarta," kata Marciano di Istana Negara Jakarta, Jumat (1/11/2013) saat dikonfirmasi mengenai laporan dugaan penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Marciano mengatakan, di semua kedutaan besar atau perwakilan asing sesungguhnya terdapat perwakilan intelijen yang secara terbuka mewakili suatu negara terkait, termasuk Indonesia. Namun keberadaan perwakilan itu adalah untuk menjalin kerja sama di bidang intelijen.

"Itu mitra kita… kerja sama intelijen antar negara sahabat," katanya.

Sebagaimana diberitakan bahwa informasi penyadapan yang dilakukan oleh pemerintah Amerika, berawal dari pengungkapan aksi pengawasan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat oleh Edward Snowden. Informasi itu terus bergulir, sejak informasi yang menyebutkan penyadapan para kepala pemerintahan dalam Pertemuan Puncak G20 hingga informasi terakhir yang menyebutkan 90 negara telah disadap termasuk Indonesia.

(azmuttaqin/ant/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Sekolah Islam terbesar di Australia terancam ditutup pemerintah

SYDNEY (Arrahmah.com) – Malek Fahd Islamic School, sekolah Muslim terbesar di Australia, berada dalam ancaman penutupan setelah inspektur Dewan Studi New South Wales mengatakan bahwa registrasi sekolah tersebut tidak akan diperpanjang pada tahun depan.

Meskipun mampu mempertahankan prestasinya, Malek Fahd Islamic School mendapatkan ancaman penutupan setelah Menteri Pendidikan New South Wales Adrian Piccoli mengirim surat kepada sekolah tersebut pada Rabu (30/10/2013) yang menyatakan bahwa dia "sangat prihatin" terhadap sekolah tersebut, lansir OnIslam.

Piccoli juga menyatakan bahwa dewan studi tersebut telah merekomendasikan kepadanya agar sekolah Muslim yang menyediakan kelas usia TK hingga usia 12 tahun tersebut registrasinya tidak akan diperpanjang pada 2014.

Pihak sekolah tersebut telah melakukan perbaikan yang disyaratkan oleh Dewan Studi tersebut agar tetap memenuhi syarat.

"Kami telah melakukan perbaikan yang diperlukan yang diminta oleh Dewan Studi atas nama Menteri," kata Dr. Ray Barrett, kepala sekolah tersebut, kepada ABC Online pada Jum'at (1/11/2013).

"Sekolah ini telah melakukan semuanya yang bisa dilakukan untuk memenuhi persyaratan tersebut," tambahnya.

Menurut Dr. Barret, masalah sekolah tersebut yang disoroti pemerintah hanyalah mengenai pencatatan.

Dewan Studi New South Wales dilaporkan akan mengadakan rapat pada 10 Desember mendatang untuk mendiskusikan nasib sekolah tersebut. (siraaj/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Empat orang tewas akibat serangan drone AS di Waziristan Utara

WAZIRISTAN (Arrahmah.com) – Serangan drone penjajah kembali memakan korban jiwa di Waziristan Utara, Pakistan. Jum'at (1/11/2013) kemarin, empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah serangan drone di wilayah kesukuan tersebut.

Sumber intelijen mengatakan, sebagaimana dilansi Reuters, bahwa sebuah serangan drone telah menewaskan empat orang di wilayah Waziristan Utara. Sumber intelijen itu juga mengklaim bahwa kemungkinan komandan Taliban Pakistan, Hakimullah Mehsud, termasuk salah satu korban.

Empat rudal ditembakkan ke sebuah lingkungan penduduk di Danda Darpa Khel, sebuah desa yang terletak sekitar 5 km dari ibukota Waziristan, Miran Shah.

"Empat rudal ditembakkan ke sebuah rumah di Danda Darpka Khel di dekat Miran Shah pada hari Jum'at malam, menewaskan empat orang dan melukai tiga lainnya," kata seorang pejabat keamanan kepada Anadolu Agency dalam kondisi anonimitas, karena dia tidak memiliki kewenangan berbicara kepada media.

Dia menambahkan bahwa serangan itu telah membuat rumah tersebut rusak parah. Sementara dia belum mendapatkan laporan terkait identitas para korban.

Menurut laporan, serangan ini adalah serangan drone kedua yang menghantam daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir. 

Rabu lalu, tiga orang tewas dalam serangan drone di dekat kota Miran Shah.

Drone penjajah AS telah lama beroperasi di sekitar Pakistan dan Afghanistan dengan dalih menargetkan Mujahidin.

Sebuah laporan amnesti internasional yang dikeluarkan bulan ini menyangkap klaim Presiden AS Barrack Oama bahwa serangan-serangan drone AS hanya menargetkan anggota Al-Qaeda dan Taliban dan bukan warga sipil. Tetapi laporan amnesti tersebut mencatat bahwa ratusan kasus tewas dalam serangan drone AS, termasuk di antaranya wanita dan anak-anak, adalah warga sipil.

Demikian juga dengan kesaksian warga sipil kepada pemerhati hak asasi manusia atau media bahwa sering kali target drone AS adalah warga sipil tak bersenjata, bahkan wanita dan anak-anak tak bersalah. (siraaj/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More

Intelijen Pakistan mengklaim komandan Taliban Pakistan gugur dalam serangan drone AS

WAZIRISTAN (Arrahmah.com) – Setidaknya empat atau lima orang meninggal dunia akibat serangan drone AS di Waziristan Utara, Pakistan, pada Jum'at (1/11/2013) kemarin. Intelijen Pakistan mengklaim bahwa seorang petinggi Mujahidin Taliban Pakistan (TTP) termasuk salah satu korban tersebut.

Para pejabat intelijen Pakistan mengatakan bahwa Hakimullah Mehsud terbunuh bersama lima orang lainnya termasuk Abdullah Bahar Mehsud dan Tariq Mehsud, lapor Khaama Press.

Pejabat intelijen menambahkan bahwa kendaraan Hakimullah Mehsud diserang setelah ia meninggalkan sebuah pertemuan di masjid di daerah Danda Darpa Khel.

Sementara itu, belum ada konfirmasi resmi dari Mujahidin TTP terkait klaim tersebut. 

Hakimullah Mehsud, seorang komandan tinggi TTP, sebelumnya telah beberapa kali dilaporkan gugur oleh serangan drone AS yang kemudian dibantah oleh TTP.

Serangan drone AS di wilayah kesukuan Pakistan ini telah dilancarkan selama bertahun-tahun dan telah menewaskan sejumlah besar warga Waziri. AS terus mengelak bahwa serangan-serangan drone-nya hanya menargetkan anggota Taliban atau Al-Qaeda, tetapi penyelidikan internasional dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, menjadi korban rudal-rudal pesawat tanpa awak itu. (siraaj/arrahmah.com)


17.12 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger