Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Sambut bulan Ramadhan, Radio Riyadh membeli lagu-lagu seharga 3 juta riyal

Written By Unknown on Kamis, 27 Juni 2013 | 17.12

RIYADH (Arrahmah.com) – Sejumlah media massa Arab Saudi melaporkan bahwa Radio Riyadh membeli sejumlah lagu milik beberapa orang penyanyi dari perusahaan Rotana seharga lebih dari 3 juta riyal, harian Saudi Al-Wiaam melaporkan pada Rabu (26/6/2013).

Berita itu menjadi trending topik di kalangan para aktivis Arab Saudi. Para aktivis melalui situs jejaring sosial twitter mengungkapkan rasa malu mereka atas ulah stasiun radio milik rezim Arab Saudi tersebut. Menghamburkan lebih dari tiga juta riyal Saudi, atau senilai dengan 8 milyar rupiah, untuk membeli hal yang tak bermanfaat dianggap sebagai tindakan tidak tepat.

Salah seorang aktivis melalui akun twitter mengatakan, "Hasbiyallah wa ni'mal wakiil. Di tengah kita ada orang-orang yang tidak mendapatkan makanan untuk anak-anaknya. Adapula yang tidak memiliki tempat tinggal untuk anak-anaknya. Sementara mereka mempergunakan harta untuk hal yang membawa bahaya dan tidak membawa manfaat," seperti dikutip harian Al-Wiaam.

Para aktivis lainnya mengkritik kebijakan Radio Riyadh yang menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan menghamburkan harta dalam jumlah luar biasa untuk membeli lagu-lagu, di saat kaum muslimin dibantai di Suriah, Irak dan negeri-negeri Islam lainnya.

Mantan dosen ilmu akidah, sekte dan kelompok pemikiran kontemporer pada Fakultas Tarbiyah Universitas King Saud bin Abdul Aziz, Syaikh Ibrahim al-Faris mengomentari pembelian lagu-lagu seharga tiga juta riyal tersebut dengan mengatakan, "Saya tidak punya nafas untuk berkomentar, karena saya sendiri telah melihat seorang wanita Saudi yang mengumpulkan makanan dari tempat sampah."

Seorang aktivis lainnya melalui akun twitter bertanya-tanya, "Kenapa harta sebesar itu tidak dipergunakan untuk membiayai 300 pejuang untuk membela agama dan kehormatan kita di Aleppo?" (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.12 | 0 komentar | Read More

Kepala militer AS merekomendasikan untuk memperkuat pasukan Libanon dan Irak

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Perwira militer AS mengatakan pada Rabu (26/6/2013), dia merekomendasikan untuk memperkuat pasukan Libanon-terkait dengan perang Suriah yang merembet ke Libanon-dengan mengirimkan pelatih militer dan mempercepat proses penjualan senjata.

"Kami telah membuat rekomendasi ketika kami melihat tantangan yang dihadapi oleh Angkatan Bersenjata Libanon, pasukan keamanan Irak dengan munculnya kembali Al Qaeda di Irak dan yordania, bahwa kami akan bekerja dengan mereka untuk membantu mereka membangun kemampuan tambahan," ujar Jenderal Dempsey kepada para wartawan di Pentagon seperti dilansir Al Arabiya.

Seorang juru bicara mengatakan rekomendasi Dempsey dibuat "dalam beberapa pekan terakhir" selama diskusi internal dengan Komando Pusta Militer AS.

Setelah dua tahun pertempuran yang menurut laporan PBB telah menewaskan lebih dari 100.000 orang, perang Suriah merembet ke negara tetangga menjadi konfrontasi mematikan antara Syiah yang mendukung rezim brutal Assad dengan Muslim yang mendukung pemberontak Suriah.

Irak dan Libanon telah mengalami peningkatan bentrokan bersenjata ketika konflik Suriah terus memanas.

Saat menanggapi pertanyaan wartawan pada konferensi pers mengenai apakah Libanon telah meminta bantuan militer dan apakah militer AS bisa masuk ke negara itu, ia menjawab bahwa ia akan telah berbicara dengan tim pelatih dan sedang membicarakan mempercepat penjualan senjata.

"Ketika Anda mengatakan apakah kami akan mengirim Angkatan Darat Amerika ke Libanon, saya sedang berbicara dengan tim pelatih, dan saya berbicara mengenai mempercepat penjualan senjata dan perlengkapan untuk mereka," ujar Dempsey menanggapi.

"Ini adalah tentang membangun kemampuan mereka," klaimnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.12 | 0 komentar | Read More

Facebook membantah pihaknya telah membagi informasi pengguna kepada Turki

ANKARA (Arrahmah.com) – Facebook mengatakan belum memberikan data pengguna kepada otoritas Turki.  Pernyataan ini muncul setelah menteri Turki mengatakan situs media sosial telah bekerjasama "untuk waktu yang laa" dan Twitter kemungkinan juga akan melakukannya.

"Facebook belum memberikan data pengguna kepada otoritas Turki dalam menanggapi permintaan pemerintah terkait dengan protes," ujar perusahaan itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Rusia Today.  "Kami menolak semua permintaan data dari otoritas Turki dan mendorong mereka untuk menggunakan saluran hukum formal kecuali tampak bahwa ada ancaman langsung terhadap kehidupan."

Facebook telah menyatakan keprihatinan atas draf RUU tentang media sosial yang akan mewajibkan perusahaan untuk berbagi data dengan pemerintah Turki.

Sebelumnya pada Rabu (26/6/2013), Menteri Transportasi, Kelautan dan Komunikasi turki, Binali Yildrim mengatakan pemerintah negara itu puas dengan bantuan Facebook. (haninmazaya/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.12 | 0 komentar | Read More

Joserizal: Insya Allah Mer-C akan turun ke Suriah

JAKARTA (Arrahmah.com) – Setelah mendengar uraian krisis kemanusiaan di Suriah dari Angga Dimas Persada, relawan HASI yang baru pulang dari Suriah dua pekan lalu, dr Joserizal berencana akan menurunkan tim relawan Mer-C ke Suriah. "Insya Allah Mer-C akan turun ke sana," janji dr. Joserizal Jurnalis. Spontan hadirin bertepuk tangan menyambut pernyataan Joserizal tersebut.

Pria kelahiran Padang  yang pernah menjadi anggaota AHWA MMI ini, mengatakan hal itu dihadapan ratusan hadirin yang hadir pada acara diskusi terbuka "Kenapa Suriah?" di  Auditorium lantai 12 Universitas YARSI, Cempaka Putih Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2013).

Berdasarkan data kemanusiaan PBB, korban tewas konflik Suriah hingga April 2013 telah mencapai angka 92.900.  Untuk itu berbagai cara harus diupayakan demi mencegah lebih banyak korban yang jatuh di bumi Syam, buminya para nabi Allah Ta'ala.

Pada kesempatan itu Joserizal juga menjabarkan peran Novus Ordo Seclorum dalam merancang konflik Suriah. Dia menekankan pentingnya bagi semua pihak yang peduli terhadap konflik Suriah untuk berdialog, dan mengizinkan lembaga kemanusiaan untuk bergerak dan membantu kedua belah pihak yang bertikai dengan membawa prinsip netralitas dan independen.

Krisis kemanusiaan di Suriah

Pada kesempatan itu relawan Hilal Ahmar Society Indonesia, Angga Dimas Persada, menceritakan dengan lantang fakta-fakta yang terjadi di Suriah. "Di Suriah terjadi krisis kemanusiaan, krisis pangan, krisis air, krisis listrik, dan lain-lain seperti di Gaza," katanya.

Dia tidak ingin memasuki porsi analisa politik atau  konspirasi politik yang terjadi pada konflik Suriah. Sebagai relawan kemanusiaan yang hadir di bumi Syam, maka dia hanya menyampaikan fakta. "Terlepas dari analisi konspirasi yang disampaikan tadi, saya hanya bicara fakta," demikian ujarnya.

Sebagai relawan kemanusiaan, HASI membantu korban-korban konflik dari kedua kubu yang berperang, baik dari mujahidin maupun dari tentara Asad. Dia menceritakan bahwa kalau ada korban dari pihak tentara Bashar maka mesti ditolong juga.  "Faktanya ketika tentara Asad yang terluka kemudian tertangkap oleh tentara revolusi di bawa ke rumah sakit, kami obati, kami layani dengan baik hingga sembuh," cerita Angga. Ungkapan fakta ini disambut pekik takbir hadirin.

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.12 | 0 komentar | Read More

Joserizal: 'FSA dan Al Qaeda dibantu oleh Israel dan AS untuk tumbangkan Bashar Asad'

JAKARTA (Arrahmah.com) – PERANG Suriah tidak lepas dari rancangan Novus Ordo Seclorum. Kenapa Suriah yang dipilih oleh Zionis untuk dihancurkan? Karena Suriah menunjukkan sikap perlawanan dengan Israel. Demikian dikatakan Presidium MER C Joserizal Jurnalis dalam diskusi terbuka 'Kenapa Suriah' di Universitas Yarsi, Rabu (26/6/2013).

Awal pemicu konflik Suriah, kata Joserizal, berawal pada 11 Maret 2011. Ketika itu terjadi demo di sebuah kota kecil bernama Daraa yang berada di dekat perbatasan Suriah-Yordania. Demo tersebut dilakukan dalam rangka memperjuangkan demokrasi yang kemudian diantisipasi oleh rezim dengan keras.

"Konflik lalu berkembang. Hingga timbul gerakan perlawanan senjata terhadap Bashar Assad. Dalam perjalanan waktu, demo yang damai berubah menjadi peperangan antara oposisi dan rezim," ujar Joserizal.

Namun Joserizal mengatakan setidaknya ada tiga pihak dalam tubuh oposisi Suriah. Pertama Syrian National Council (SNC), Free Syrian Army(FSA) pimpinan Salim Idris, dan FSA di lapangan yang dibantu oleh "foreign fighters", yakni Al Qaeda, Al Nusra dan lain sebagainya.  Meski dikenal sebagai gerakan perlawanan muslim, tapi dalam pandangan Joserizal para mujahidin ini turut dibantu Israel dan AS dalam menjatuhkan Assad.

"Kelompok oposisi ini dibantu oleh AS, NATO, Israel, Saudi, Qatar, dan Turki," kata Joserizal.

Untuk membuktikan perkataanya, Joserizal menampilkan senjata buatan Israel yang diketemukan di front perlawanan.

Di tempat terpisah relawan Hilal Ahmar Society Indonesia, Abu Hilya, membantah pernyataan Joserizal. Selama melakukan tugas satu bulan di Suriah, dia mengaku tidak menemukan adanya bantuan Israel atau Amerika Serikat dalam perjuangan mujahidin.

"Tuduhan itu tidak benar sama sekali," katanya kepada Islampos.com, Rabu malam (27/6/2013), yang baru mendarat dari Suriah beberapa jam setelah presentasi Joserizal Jurnalis di Universitas Yarsi.

Abu Hilya mencontohkan sulitnya upaya mujahidin untuk mengalahkan tentara Suriah yang berada di atas gunung. Sebab mujahidin hanya memiliki senjata AK 47 yang tidak mungkin dapat menembak musuh-musuh yang berada jauh di atas mereka.

"Mujahidin mengatakan jika mereka punya persenjataan lengkap, maka kekalahan tentara Suriah di gunung-gunung hanya menunggu waktu. Tapi karena mereka hanya bermodalkan AK 47, tembakan tidak pernah tepat sasaran," jelasnya.

Menurutnya senjata-senjata para mujahidin Suriah kebanyakan mereka dapat dari hasil rampasan perang (ghanimah) para tentara Suriah yang berhasil dilucuti. "Sisanya mereka membeli di Irak," katanya.

(islampos/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.12 | 0 komentar | Read More

Rezim Suriah kembali membantai 86 warga sipil muslim

Written By Unknown on Rabu, 26 Juni 2013 | 17.11

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Komisi Koordinasi Lokal (LCC) Suriah mencatat pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah bayarannya kembali membantai sedikitnya 86 warga sipil muslim Suriah pada Selasa (25/6/2013), laporan Ugarit News.

Di antara para korban terdapat 7 wanita dan 12 anak-anak. Sebanyak 8 orang gugur setelah mendapatkan penyiksaan biadab, termasuk di antaranya seorang wanita.

Korban gugur terbanyak berada di propinsi Damaskus dan Damaskus, yaitu 28 warga. Sebanyak 25 warga gugur di Aleppo, 9 warga gugur di Dier Ezzor, 7 warga gugur di Hama, 6 warga gugur di Homs, 4 warga gugur di propinsi Dara'a, dan 4 warga gugur di Idlib.

Korban gugur paling sedikit berada di Qunaitra dan Raqqah. Sebanyak 2 warga gugur di Qunitra dan 1 lainnya gugur di Raqqah.

Lebih lanjut, LCC Suriah melaporkan pasukan rezim Nushairiyah Suriah membombardir 468 wilayah di seluruh Suriah selama hari Selasa. Pesawat tempur rezim Suriah melakukan pemboman massif di 51 wilayah. Artileri berat rezim Suriah membombardir 166 wilayah, rudal rezim menghantam 128 dan mortar rezim menghujani 115 wilayah Suriah.

Militer rezim Nushairiyah Suriah, Garda Revolusi Iran milisi Syiah Shabihah, dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon mengerahkan segenap persenjataan berat mereka untuk membantai lebih banyak warga sipil muslim, dalam usaha untuk menekan mujahidin Islam dan mujahidin FSA. (muhibalmajdi/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Mujahidin Islam merebut sebuah tank rezim Suriah di Idlib

IDLIB (Arrahmah.com) – Mujahidin Islam dari kelompok Ahrar asy-Syam berhasil merebut sebuah tank militer jenis T 55 dalam pertempuran di kota Idlib pada Selasa (25/6/2013), laporan Ahrar Press.

Tank T 55 berhasil direbut oleh mujahidin Ahrar asy-Syam setelah mujahidin menghancurkan posko militer Qiyasat di propinsi Idlib dan menewaskan banyak tentara rezim Nushairiyah Suriah. Serangan itu dalam rangkaian operasi gabungan "Perang kemenangan yang nyata' yang dilancarkan oleh mujahidin Islam dan mujahidin FSA di Idlib sejak sepekan terakhir.

tank ahrar 2 tank ahrar

Ahrar Press mengutip pernyataan resmi dari akun Jabhah Islamiyah Suriah yang menyebutkan mujahidin Islam kelompok Ahrar asy-Syam dan mujahidin Shuqur asy-Syam FSA berhasil menghancurkan posko militer Qiyasat. Ia merupakan satu-satunya posko militer pasukan rezim Nushairiyah Suriah yang masih tersisa di jalan raya yang menghubungkan kota Ariha, propinsi dan propinsi Lattakia dari jalur kota Aurmi Jauz sampai kota Sanqul, propinsi Idlib.

(muhibalmajdi/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Tokoh Syiah Mesir pencela sahabat Nabi tewas diamuk massa

GIZA (Arrahmah.com) – Empat Syiah Mesir tewas dalam serangan massa di sebuah desa dekat ibukota Kairo, lansir Egypt Independent pada Senin (24/6/2013).

Petugas menyatakan bahwa salah satu diantara keempat penganut Syiah yang tewas tersebut adalah seorang pemimpin Syiah setempat, Hassan Shehata.

Sementara itu, delapan penganut Syiah lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Sumber Al Mishriyun menyatakan, "Polisi mengangkut empat mayat Syiah itu, termasuk Hasan Shehata, petinggi Syiah Mesir yang menyebarkan tasyayyu', ke rumah sakit Giza."

syiah laknatullah2
Serangan pada Ahad (23/6) tersebut menargetkan sebuah rumah di mana sekelompok jamaah Syiah mengadakan pertemuan dalam rangka menyiapkan aksi kekerasan pada tanggal 30 Juni mendatang.

Warga menemukan sejumlah besar senjata, tabung gas butana dan selebaran provokasi kekerasan untuk tanggal 30 Juni di rumah Syahat Al Uryan – rumah yang dijadikan sebagai tempat berkumpulnya orang-orang Syiah tersebut -. Warga berencana menyerahkan barang temuan mereka itu kepada aparat.

Warga yang resah dengan berkembangnya Syiah di daerah mereka dikabarkan semakin geram setelah mengetahui adanya pesta zina berkedok nikah mu'tah di rumah Syahat Al Uryan.

syiah laknatullah3
Saksi mata mengatakan kepada BBC bahwa sebelum ratusan massa tersebut menyerbu dan berusaha membakar rumah Syahat Al Uryan, mereka sudah memperingatkan jamaah Syiah tersebut untuk meninggalkan rumah itu. Tapi mereka malah melawan.

Pembawa acara TV Salafi, Khaled Abdullah, menyatakan bahwa Hassan Shehata diserang massa karena dia telah menghina para sahabat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam.

Menurut warga, Hasan Shehata sebelumnya adalah seorang Muslim yang lurus. Tetapi entah bagaimana, dia kemudian menjadi penganut Syiah, bahkan menjadi gembongnya. Hasan Shehata pun dikenal getol mencaci para sahabat Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, termasuk juga mencaci Ummul Mukminin. Caci maki Hasan Shehata bahkan sudah diupload di Youtube. (banan/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Kekerasan kembali terjadi di Xinjiang, 27 orang dilaporkan tewas

XINJIANG (Arrahmah.com) – Kerusuhan kembali terjadi di wilayah barat Xinjiang, menewaskan 27 orang, lapor media pemerintah Cina.

Insiden terjadi di Turban pada Rabu (26/6/2013) pagi.

Polisi melepaskan tembakan setelah massa yang diklaim bersenjatakan pisau menyerang kantor polisi dan gedung pemerintah daerah, lansir kantor berita Xinhua mengutip pernyataan para pejabat.

Menurut BBC, laporan tersebut sulit dikonfirmasikan karena adanya kontrol ketat terhadap informasi oleh pemerintah Cina.

Insiden terjadi di kota terpencil Turban yang berlokasi sekitar 200 km dari ibukota Urumqi.

Laporan Xinhua mengatakan bahwa perusuh menikam orang dan menyerang kendaraan polisi.

27 orang termasuk sembilan personil keamanan dan delapan warga sipil tewas sebelum polisi menembak mati 10 penyerang.  Setidaknya tiga orang lainnya terluka dan dirawat di rumah sakit.

Laporan Xinhua tidak memberikan informasi apapun mengenai etnis dari mereka yang terlibat dalam kerusuhan atau yang memicu kerusuhan.

Pada tahun 2009, hampir 200 orang tewas, sebagian besar adalah Muslim setelah kerusuhan mematikan meletus di Urumqi.

Di bulan April, insiden terjadi di kota Kashgar yang menewaskan 21 orang.

Pemerintah mengklaim bahwa kekerasan dimulai ketika "teroris" ditemukan di sebuah bangunan oleh petugas keamanan yang melakukan pencarian.

Namun masyarakat setempat mengatakan kepada BBC bahwa kekerasan melibatkan keluarga lokal yang memiliki sengketa lama dengan pejabat yang telah menekan para pria Muslim untuk mencukur habis jenggot mereka dan Muslimah untuk melepaskan hijab mereka.

Etnis Muslim Uighur berjumlah skeitar 45 % dari populasi di Xinjiang, namun masuknya etnis Cina Han telah memarjinalkan mereka.

Pemerintah sering menyalahkan etnis Uighur meskipun fakta di lapangan mengatakan mereka yang selalu menjadi korban kekerasan oleh etnis Han.  aktivis Uighur mengatakan pemerintah di Beijing selalu membesar-besarkan "ancaman" oleh etnis Muslim dan memberlakukan aturan yang berat sebelah.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

أحرار وصقور الشام يدمران حاجز "القياسات" على طريق أريحا – اللاذقية

(شبكة الرحمة الإسلامية) – أفادت الجبهة الإسلامية السورية أن عناصر حركة أحرار الشام الإسلامية التابعة للجبهة بالاشتراك مع ألوية صقور الشام تمكنوا مساء اليوم الثلاثاء من تدمير حاجز "القياسات" العسكري التابع للجيش الأسدي على طريق أريحا – اللاذقية.

وذكرت الجبهة عبر صفحتها الرسمية أن عناصر أحرار وصقور الشام تمكنوا من تدمير الحاجز "القياسات" الذي يُعد الحاجز الوحيد المتبقي لقوات الأسد على طريق أريحا – اللاذقية من جهة أورم الجوز حتى بلدة سنقول، وذلك عن طريق استهدافه بمدافع الهاون والرشاشات الثقيلة والمتوسطة.

كانت حركة أحرار الشام الإسلامية وألوية صقور الشام قد أعلنوا عن بدء معركة "الفتح المبين" الأسبوع الماضي لتحرير حواجز الجيش الأسدي في محافظة إدلب.

المصدر: أحرار برس

الاربعاء,26 يونيو 2013  01:49 ص


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger