Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

FPI siap gagalkan investasi miras

Written By Unknown on Selasa, 19 Februari 2013 | 17.11

JAKARTA (Arrahmah.com) - Front Pembela Islam (FPI) akan menggagalkan rencana Kementerian Perindustrian yang mempermudah investasi minuman beralkohol di Indonesia.

"Kita akan protes keras ke Kementerian Perindustrian. Jangka panjang, jangan sampai ada minuman beralkohol di Indonesia. Ini kok ada investasi segala, justru merusak generasi bangsa," kata Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama DPP Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas seperti dilansir itoday, Selasa (19/02).

Menurut  Habib Muhsin, rencana Kementerian Perindustrian itu menunjukkan karakter negara sekuler yang mengabaikan norma agama, etika dan kesehatan.

"Semua ukuran kebaikan hanya didasarkan materi. Ini karakter bangsa Indonesia sekarang. Kita akan bersikap, peraturan sudah keluar, kita akan protes, kita sebagai komponen bangsa, kita protes kepada Kementerian Perindustrian," kata Habib Muhsin.

Kata Habib Muhsin, minuman beralkohol itu tidak ada manfaatnya sama sekali. "Minuman keras tidak ada manfaatnya. Para turis ke Indonesia bukan karena minuman keras," ungkap Habib Muhsin.

Selain itu, Habib Muhsin mencurigai asosiasi pengusaha hiburan mendesak Kementerian Perindustrian untuk mempermudah investasi minuman beralkohol.

"Ada asosiasi pengusaha hiburan mempengaruhi Kementerian Perindustrian. Kementerian dikasih duit, mengeluarkan peraturan tersebut. sewaktu orang liberal meminta perda minuman keras dicabut. Ini kelompok liberal kerjasama dengan asosiasi pengimpor minuman keras dan pengusaha hiburan menekan Kementerian Dalam Negeri dengan alasan HAM, investisasi dan lain-lain," papar Habib Muhsin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, investasi minuman beralkohol di Indonesia bakal diperlonggar. Investasi sektor itu masih dibatasi aturan Daftar Negatif Investasi (DNI).

Rencana itu disampaikan Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Benny Wahyudi, Senin (18/02). "Ketimbang kita biarkan impor dan impor. Ingat sektor wisata kita tumbuh cukup baik, hotel restoran itu cukup baik, dan daya beli masyarakat itu cukup meningkat. Kalau tidak ada tambahan kapasitas produksi, satu-satunya cara ya dari impor, dan itu akan menguras devisa. Dan tentu saat ini sudah dalam proses pembahasan," kata Benny seperti dikutip Detik. (bilal/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Polisi janjikan hadiah bagi DPO Poso yang menyerahkan diri

POSO (Arrahmah.com) - Kepolisian Resor Poso, Sulawesi Tengah berjanji akan memberi hadiah dan menjamin keamanan bagi para DPO Poso yang mau menyerahkan diri.

"Saya berjanji, jika para DPO yang mau menyerahkan diri baik-baik ke polisi, saya akan jamin keamanannya," ujar Kepala Polisi Resor Poso, Ajun Komisaris Besar Susnadi, seperti dilansir Tempo, Selasa, (19/2/2013).

Susnadi mengatakan, selain jaminan keamanan, dia juga berjanji akan memberikan hadiah khusus. "Jadi alangkah baiknya jika DPO yang masih buron tersebut menyerahkan diri dan menyerahkan senjatanya, ketimbang harus melakukan perlawanan. Sebab sesama warga negara Republik Indonesia sudah seharusnya tidak saling melukai," katanya.

Lulusan Akedemi Polisi tahun 1995 ini mengatakan Poso sebenarnya daerah yang aman dan nyaman. Jauh dari pandangan orang luar yang menggambarkan Poso sebagai daerah yang seram. "Jika dibandingkan antara Poso dan Jakarta, lebih seram Jakarta," kata dia.

Susnadi yang baru saja dilantik menggantikan Ajun Komisaris Besar Eko Santoso ini mengatakan akan melanjutkan tugas-tugas yang telah dijalankan oleh pendahulunya itu. Namun, dia tak ingin menyebutkan soal operasi perburuan teroris yang diduga masih berkeliaran di kawasan pegunungan Poso.

"Untuk saat ini, saya belum bisa bicarakan soal pengejaran buron terduga teroris tersebut, karena itu kewenangan Densus 88 Mabes Polri. Kami di Polres sebatas mem-back up, termasuk memberikan imbauan," kata Susnadi.

Sebelumnya, polisi mengumumkan 24 orang buron tertuduh teroris Poso. Dari 24 orang tersebut, satu orang di antaranya bernama Ali Sannang, alias Papa Khairul, ditangkap di wilayah Dusun Tamanjeka, Poso Pesisir pada 21 Januari 2013. Sementara itu, satu orang lainnya bernama Imran alias Papa Saiful, 25 tahun, menyerahkan diri pada 10 Februari 2013. Kini polisi tengah mengejar 22 buron tertuduh teroris lainnya.(bilal/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Agus ikut pelatihan di Aceh berniat menjalankan syari'at I'dad

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pengadilan Negeri Jakarta Barat kembali menggelar sidang lanjutan tindak pidana terorisme yang mendakwa Agus Supriyanto alias Farel alias Fakhri, anggota kelompok i'dad asykari (pelatihan militer syar'iyah) Aceh yang ikut pelatihan i'dad syari'iyah di Pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam.

Sidang kali ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa dimana dalam kesaksiannya, Agus mengakui jika dirinya ikut dalam pelatihan yang terjadi pada medio 2010 lalu itu. Namun, ia tidak menyangka jika dalam pelatihan tersebut menggunakan persenjataan organik.

"Saya diajak sama Imam Rosyidi untuk ikut pelatihan di Gunung. Ketika tiba di lokasi ternyata sudah ada persenjataan dan tujuh orang yang sudah menanti," katanya dihadapan majelis hakim, Jakarta, Senin (18/2/2013).

Agus mengungkapkan jika alasanya mengikuti pelatihan tersebut berangkat dari sebuah pemahaman terhadap ayat Al-Quran yang menjelaskan soal anjuran untuk mempersiapkan diri sampai pada batas kemampuan seseorang (syari'at i'dad fisabilillah).

"Dalam pemahaman saya, ketika kita mempelajari sesuatu itu harus diamalkan, saya merasa terpanggil karena disamping itu melihat perkembangan umat muslim di luar negeri yang terus mengalami penindasan," katanya.

Terkait umur rata-rata peserta yang masih muda, Agus menyatakan karena anak muda tersebut mudah diberi pemahaman baru.

"Kalau umurnya masih muda kan memiliki semangat tinggi dan masih kuat, sehingga gampang untuk memberikan pemahaman baru," jawab Agus.

Ia pun mengakui, dalam pelatihan tersebut dirinya sempat belajar menembak dimana targetnya selembar karton yang diberi garis lingkaran.

Selain itu menurut Agus, ada bendera yang dikibarkan di lokasi pelatihan yang berlafadzkan kalimat tauhid.

"Bendera itulah yang menambah keyakinan dan semangat saya untuk membela negara, karena masyarakat sipil pun memiliki hak untuk membela negaranya," tuturnya.

Sebelumnya, dipersidangan sebelumnya, Jaksa penuntut umum menghadirkan saksi ahli dari Mabes Polri dan dalam kesaksiannya, Maruli menjelaskan sejumlah senjata api dari berbagai merk dan pabrik dari luar Negeri menjadi alat bukti dalam menguak fakta-fakta yang berhubungan dengan kelompok Aceh. (bilal/SI/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Serang asrama militer di Idlib, mujahidin rebut satu tank musuh

IDLIB (Arrahmah.com) – Mujahidin Jabhah Nushrah mengerahkan dua tank, senapan mesin berat dan meriam dalam penyerangan terhadap asrama militer rezim Nushairiyah Suriah di kota Idlib pada Rabu (30/1/2013). Saat mujahidin berhasil menghancurkan sebuah tank musuh, merebut satu tank lainnya dan senapan ringan dari markas musuh, pasukan tank musuh berdatangan. Pertempuran tak seimbang itu menyebabkan delapan mujahid gugur dan mujahidin terpaksa mundur. Namun pada keesokan harinya mujahidin kembali menghujani asrama militer musuh dengan tembakan mortar.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

logo jabhah nushrah

Jabhah Nushrah – Penjelasan no. 229

Serangan terhadap asrama militer di Idlib

Segala puji bagi Allah Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada orang yang murah senyum lagi jago berperang, nabi kita Muhammad, seluruh sahabat dan keluarga beliau. Amma ba'du.

Setelah berserah diri kepada Allah semata Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengalahkan, dan mengambil sarana-sarana kemenangan dan kejayaan, sekelompok mujahidin Jabhah Nushrha melakukan serangan terhadap asrama militer di Idlib yang terletak di jalan raya Idlib – Sarmen, dengan berselimutkan kesabaran dan keteguhan, berbekalkan meriam-meriam dan tank-tank, di mana turut ambil bagian dalam serangan ini dua tank dan beberapa meriam kaliber 23 mm serta senapan mesin berat DShK, ditambah senapan mesin berat kaliber 14,5 mm dan meriam kaliber 125 mm.

Peperangan antara kebenaran dan kebatilan mulai pecah pada pukul 07.00 hari Rabu pagi, tanggal 18 Rabi'ul Awwal 1434 H bertepatan dengan 30 Januari 2013, di mana mujahidin Jabhah Nushrah mempergunakan tank T 72 untuk menembaki pintu gerbang utama asrama militer. Segala puji bagi Allah semata, tembakan-tembakan itu tepat mengenai sasaran.

Setelah itu mujahidin berhasil menyerang posko pemeriksaan pada pintu gerbang utama asrama dan kemudian terlibat pertempuran sengit dalam bangunan-bangunan kompleks asrama militer. Dalam pertempuran tersebut mujahidin berhasil menghancurkan sebuah tank pasukan rezim Nushairiyah, merebut sebuah tank lainnya dan memperoleh banyak senjata ringan berikut amunisinya. Segala puji dan karunia milik Allah semata.

Allah berkehendak pasukan bantuan thaghut Nushairiyah Suriah datang dari kota Idlib dalam jumlah besar, terdiri dari tujuh tank T 82 dan panser-panser, sehingga memaksa ikhwah-ikhwah untuk menyingkir dari bangunan-bangunan, agar Allah melaksanakan perkara yang telah ditetapkan-Nya. Sebanyak delapan ikhwah mendapatkan kesyahidan ~semoga Allah menerima mereka~ dan beberapa ikhwah lainnya mengalami luka-luka ~semoga Allah menyembuhkan mereka~.

Namun bagaimana rezim Asad akan bisa tidur dengan tenang? Keesokan harinya, Kamis tanggal 31 Januari 2013 M, mujahidin kembali menyerang asrama militer dan melakukan pengepungan yang ketat sampai hari Sabtu, 2 Februari 2013 M, di mana mujahidin menghujani bangunan-bangunan asrama militer dengan tembakan mortar sebelum Maghrib dan berlangsung selama 1,5 jam penuh. Tembakan-tembakan mortar itu tepat mengenai sasaran. Segala karunia dan pujian milik Allah semata.

Brifieng langkah-langkah penyerangan terhadap asrama militer

Brifieng langkah-langkah penyerangan terhadap asrama militer

Tank mujahidin menembaki posisi musuh

Tank mujahidin menembaki posisi musuh

Tank mujahidin mengirimkan tembakan api ke posisi musuh

Tank mujahidin mengirimkan tembakan api ke posisi musuh

Meriam mujahidin menembaki posisi musuh dengan mortar

Meriam mujahidin menembaki posisi musuh dengan mortar

Sniper mujahidin mengincar pasukan murtad

Sniper mujahidin mengincar pasukan murtad

Mayat tentara rezim Suriah berserakan dalam asrama militer

Mayat tentara rezim Suriah berserakan dalam asrama militer

Mujahidin memasangg bom pada dinding asrama militer

Mujahidin memasangg bom pada dinding asrama militer

Mujahidin menyerbu dalam asrama militer

Mujahidin menyerbu dalam asrama militer

Mujahidin menembakkan roket RPG dalam asrama militer

Mujahidin menembakkan roket RPG dalam asrama militer

Mujahidin menyisir bagian dalam asrama setelah menguasainya

Mujahidin menyisir bagian dalam asrama setelah menguasainya

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya.

Jabhah Nuhsrah li-Ahli Syam

Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha'

 

Janganlah Anda melupakan kami dalam doa Anda

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam

Selasa, 24 Rabi'ul Awwal 1434 H / 5 Februari 2013 M

(muhibalmajdi/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pengendara di Dubai didenda 500 Dirham jika buang puntung rokok ke jalan

DUBAI (Arrahmah.com) – Mayor Jenderal Muhammad Said al Zafeen, Direktur Jenderal Departemen Lalu Lintas di Dubai, telah mengatakan bahwa para pengendara yang melemparkan puntung rokok dari kendaraan mereka bisa dikenakan denda 500 Dirham (AED), demikian dilansir Emirates 247.

Al Zafeen "mengancam" para pengendara yang membuang puntung rokok mereka ke jalan dengan 500 Dirham karena bisa berbahaya. Selain itu Al Zafeen juga telah memerintahkan agar truk diberikan jalur yang terpisah, karena meskipun truk hanya 20 persen dari jumlah total kendaraan, tetapi truk mewakili 40 persen kecelakaan fatal.

Al Zafeen menambahkan bahwa 15.000 bus dan 20.000 kendaraan berat telah didenda pada 2012.

Dia juga mengatakan bahwa Polisi Lalu Lintas Dubai telah mendenda 44.000 pengendara selama 2012 karena menggunakan ponsel mereka pada saat mengemudi, karena bisa menyebabkan kecelakaan. (siraaj/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

CIIA: Ketidakadilan akar kasus Poso

Written By Unknown on Senin, 18 Februari 2013 | 17.11

JAKARTA (Arrahmah.com) – Konflik Poso yang meletup sekitar 14 tahun lalu (sekitar  1998) berbeda dengan kasus sekarang. Dulu diawali dari perkelahian anak-anak mabok (Kristen) dan membacok seorang remaja masjid kemudian menjadi konflik yang eskalasinya meluas menjadi perang Muslim Vs Kristen.Disamping faktor  kepentingan ekonomi dan politik regional juga berkontribusi menjadikan konflik makin komplikasi.

Demikian itu diungkapkan Direktur CIIA (The Community Of Ideological Islamic Analyst), Harits Abu Ulya, kepada arrahmah.com, Minggu (17/2/2013) Jakarta.

"Sekarang beda, yang terjadi hanya "perang" antara beberapa kelompok orang Vs aparat keamanan (Polri)," Ungkapnya.

Tapi kasus sekarang, menurut Harits, juga masih ada benang merahnya dengan konflik masa lalu, serangan yang dilakukan oleh sekelompok kecil orang tersebut merupakan dampak dari sisa kezaliman masa lalu.

"Jadi, serangan itu adalah wujud residu ketidakadilan dari penanganan konflik masa lalu yang tidak tuntas," ujar Pemerhati Kontra Terorisme ini.

Lanjut Harits, ditambah akumulasi perlawanan dari kelompok tertentu yang selama ini jadi buron dengan tuduhan terorisme. Kemudian Poso di jadikan basis perlawanan terhadap apa yang menurut mereka adalah kedzaliman.

"Jadi, terlalu didramatisir kalau kasus sekarang dikatakan konflik. Kalau tindakan yang bisa memicu konflik benar adanya, baik dari tindakan apara kepolisian yang tidak proporsional dan overacting maupun teror yang dilakukan orang-orang tertentu terhadap aparat kepolisian," paparnya.

Penanganan berlebihan

Ia pun heran dengan kebijakan "militeristik" yang selalu dikedepankan dalam menangani persoalan di Poso. Bahkan, menurutnya terlalu eksesif (berlebihan) serta mengabaikan kondisi psikologis masyarakat yang belum sembuh benar dari konflik masa lalu.

"Kehadiran personil Polri dan TNI dalam jumlah yang berlebihan hanya untuk mengejar sekelompok orang  justru menjadi pemicu sikon sosial politik keamanan tidak kondusif," kritik Harits.

Apalagi, lanjut Harits, hasil buruan nihil malah justru obrak-abrik kota Poso dan menangkap orang-orang yang tidak bersalah dengan interogasi yang keji kemudian dilepas begitu saja.

"Jelas ini menyulut kebencian masyarakat Poso," tukasnya.

Kata Harits, keamanan dan kenyamanan masyarakat jadi terganggu. Ini indikasi operasi intelijen belum maksimal untuk memetakan ancaman di teritorial tertentu dan belum bisa membuat rekomendasi yang tepat dan proporsional.

"Malah yang terjadi show of force mengerahkan pasukan, terkesan kebijakan dibuat dengan emosional, paranoid dan tidak memahami realitas dilapangan," pungkasnya. (bilal/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Komisi Pengkajian MUI: Mencaci Sahabat Nabi termasuk Penodaan agama di Indonesia

JAKARTA (Arrahmah.com) – Upaya kelompok Syiah untuk mencabut melalui upaya judicial Review UU NO 1/PNPS/1965 junto pasal 156a tentang penodaan agama, dinilai oleh anggota Komisi Pengkajian MUI Pusat, Ustadz Fahmi Salim sebagai ketidak fahaman kaum Syiah tentang kategori penodaan agama di Indonesia. Bahwasanya pencelaan terhadap Sahabat Nabi SAW merupakan pelecehan terhadap agama mayoristas di Indonesia.

"Di Iran mungkin saja pelecehan dan cacian bahkan laknat kepada sahabat Nabi suatu hal yang lazim dan bahkan jadi ritual khusus sehingga bukan suatu penodaan agama, tapi untuk Indonesia perilaku semacam itu ditolak oleh umat Islam Indonesia ," Ungkap Ustadz Fahmi Kepada arrahmah.com, Senin (18/2/2013) Jakarta.

Penolakan tersebut, kata Ustadz Fahmi, karena umat Islam di Indonesia berakidah Islam yang menghormati para sahabat Nabi.

"Sehingga dinilai pencelaan sebagai penodaan atau penistaan ajaran agama Islam yang kita anut karena mengajarkan penghormatan kepada mereka dan melarang cacian kepada mereka (Sahabat Nabi-red)," ucap pria yang juga Wasekjen MIUMI ini.

Kata Ustadz Fahmi, seorang warga Indonesia apalagi mengaku muslim wajib menghormati kaidah dan ajaran Islam seperti itu yang dianut mayoritas bangsa Indonesia. UU PNPS 1965 tentang Penodaan Agama itu sudah tepat dan benar untuk melindungi kebebasan beragama dan bukan kebebasan menistakan agama di tanah air.

"Sebab umat Islam Indonesia dan dunia pada umumnya bermotto "Cinta Allah, Cintai dan Ikuti Rasul-Nya" dan "Cinta Rasul, Cintai dan Ikuti Sahabatnya", tutupnya.

Seperti diketahui, Toko Syiah Sampang yang tengah menjalani hukuman dalam kasus penodaan agama bersama beberapa nama lainnya, mengajukanpermohonan gugatan  Judicial Review  UU NO 1/PNPS/1965 junto pasal 156a tentang penodaan agama. (bilal/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Yusril: Pertahankan Undang-Undang Penodaaan Agama

TANGERANG (Arrahmah.com) - Pakar Hukum Tata Negara, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra menilai Undang-Undang No. 1 PNPS tahun 1965 tentang Penodaan Agama harus tetap dipertahankan. Menurutnya kalau UU tersebut dihapus akan terjadi banyak penodaan terhadap agama lain.

"Saya berpendapat ya harus dipertahankan,"  ujarnya seperti dilansir hidayatullah.com saat mengisi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa dan alumni fakultas hukum Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

Pernyataan Yusril ini disampaikan menanggapi permohonan uji materi (Judicial Review) Pasal 156a KUHP ke Mahkamah Konstitusi (MK) tentang pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaaan Agama  yang diajukan Tajul Muluk Alias H. Ali Murtadha, pemimpin Syi'ah di Sampang, Madura, melalui kuasa hukumnya Ahmad Taufiq belum lama ini.

Yusril  menilai, meski dirinya tidak setuju, namun adalah hak Tajul Muluk untuk meminta undang-undang tersebut diujimaterikan.

"Tergantung seperti apa argumentasi yang dikemukakan untuk menguji UU itu ke Mahkamah Konstitusi," ujarnya.

Yusril menjelaskan sudah banyak orang ingin menguji materi UU tersebut sebelumnya. Ia juga menjelaskan MK selalu mempertahankan UU tersebut.

Di antara yang pernah melakukan adalah Prof. Dawam Raharjo, Prof. Musdah Mulia, almarhum KH. Abdurrahman Wahid, K.H. Maman Imanul Haq  di tahun 2009.

Tahun 2010,  Yusril Ihza Mahendra juga pernah didatangkan sebagai saksi ahli Mahkamah Konstitusi (MK) pada kasus yang sama. Ia mengatakan, UU ini sangat relavan dan  meminta tidak dicabut alias dipertahankan.

"Undang-Undang PNPS keluar saat itu untuk mencegah disharmoni dan ketegangan sosial antarkelompok masyarakat. Maka menurut saya, UU ini masih relevan, dapat harus terus dipertahankan saat ini. Kalaupun ada yang kurang, mari dilakukan perbaikan dan penyempurnaan," kata Yusril kala itu.

Dikatakan Yusril, keberadaan UU Penodaan Agama tidak berarti negara mencampuri urusan agama dan berkeyakinan. UU tersebut sengaja dibuat agar negara bisa menjalankan tugas untuk melindungi dan menjamin warga negara menjalankan hak kebebasan beragama. Negara juga berkewajiban melindungi keamanan seluruh warga Negara, katanya. (bilal/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Warga Inggris menunggu persetujuan untuk Sekolah Islam gratis pertama

BLACKBURN (Arrahmah.com) –  Umat Islam di kota Blackburn, di bagian barat laut Inggris, sedang menunggu persetujuan rencana membangun Sekolah Islam gratis pertama di negara tersebut yang akan menerima murid dari kalangan Muslim maupun non-Muslim.

Muslim setempat telah mengajukan kepada Dewan Darwen untuk membangun sebuah sekolah Islam di Blackburn di wilayah Lancashire.

"Aplikasi perencanaan telah disampaikan setelah berbulan-bulan rincian desain kerja terkait apa yang terbukti sangat menantang tetapi proyek yang sama-sama menguntungkan," kata Kepala Sekolah Jacquie Petriaho kepada Lancashire Telegraph.

Aplikasi tersebut termasuk permohonan memindahkan Tauheedul Islam Boys School dari tempat yang saat ini di Little Harwood ke sebuah gedung bekas Asosuasi Pemuda Pria Kristen (YMCA) di Edinburgh House di Clarence Street.

Sekolah baru ini rencananya akan menyediakan kelas pertama bagi 700 murid yang diharapkan lulusannya bisa masuk ke perguruan-perguruan tinggi top di Inggris.

Jika disetujui pemerintah, sekolah Islam yang akan menyediakan fasilitas yang baik dan metode belajar yang inovatif ini akan dibuka pada September 2014 mendatang. (siraaj/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More

Ahmad Dhani: Indonesia harus punya Presiden yang tidak anti Atheis

JAKARTA (Arrahmah.com) - Indonesia harus mempunyai presiden yang tunduk pada Ayatullah, tunduk pada fatwa-fatwa ulama langit. Tunduk pada Ayatullah adalah seseorang yang mungkin saja paham benar dengan pemikiran komunis dan tidak anti atheis.

Pernyataan kontroversial itu disampaikan musisi Ahmad Dhani Prasetyo melalui akun Twitter @ @AHMADDHANIPRAST. Menurut Dhani, Ayatullah yang dimaksud adalah Ayatullah versi Dhani sendiri. "Ayatullah versi saya sendiri. Seseorang yang mungkin saja paham benar dengan pemikiran komunis dan tidak anti atheis," tulis @AHMADDHANIPRAST seperti dilansir itoday, Minggu (17/2/2013) Jakarta.

Presiden yang tidak anti atheis, seperti yang dimaksud Dhani, tentu sulit menduduki kursi Presiden RI. Salah satu dari 735.624 follower @AHMADDHANIPRAST, akun ‏@jandreasmrm menulis: "Tapi kan kita tau mas kalau Indonesia negara yang beragama, jadi sulit untuk membela keberadaan orang atheis."

Konyolnya, Dhani pun menjawab komentar @jandreasmrm sesuai pemikiran kontroversial mantan suami penyanyi Maia Estianti itu. "Muslim yang belajar banyak dan banyak belajar, pasti membela keberadaan siapa saja asalkan warga negara Indonesia," tulis @AHMADDHANIPRAST.

Saat ditanya minatnya menjadi calon presiden 2014, musisi yang pernah dikirimi bom buku ini mengaku belum  mendapat restu dari habib kepercayaan Dhani. "Mas kenapa gak calonin jadi Presiden? Saya yakin Anda lebih hebat dari Rhoma Irama, toh Anda juga seorang Muslim yang kuat," tanya @jandreasmrm. "Belum mendapat restu dari Habib saya," jawab @AHMADDHANIPRAST. (bilal/arrahmah.com)

Sebarkan!

Raih amal shalih, sebarkan informasi ini...


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger