Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ledakan bom ranjau tewaskan kepala polisi di Afghanistan

Written By Unknown on Minggu, 04 November 2012 | 17.11

Hanin Mazaya

Ahad, 4 November 2012 10:22:56

KANDAHAR (Arrahmah.com) - Pejabat boneka Afghan mengatakan sebuah ledakan bom ranjau di Afghanistan selatan telah menewaskan seorang kepala kepolisian distrik.

Ahmadullah Nazik, administrasi kepolisian distrik Dand, provinsi Kandahar mengatakan Rahmatullah Khan tewas pada Sabtu (3/1/2012) saat berada dalam perjalanan menuju pos polisi.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Serangan ini terjadi sehari setelah empat polisi ditembak mati oleh rekan mereka sendiri di provinsi Helmand.  Juru bicara Imarah Islam Afghanistan, Qari Yusuf Ahmadi mengatakan penyerang melarikan diri dan bergabung dengan Mujahidin Imarah Islam Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Rayakan Idul Adha, umat Islam Tatarstan adakan pawai mobil tauhid di jantung Rusia

Muhib Al-Majdi

Ahad, 4 November 2012 10:36:24

KAZAN (Arrahmah.com) – Umat Islam di Republik Tatarstan mengadakan pawai mobil dengan mengibarkan bendera tauhid di jantung ibukota Kazan pada Jum'at (26/10). Kegiatan itu bagian dari rangkaian perayaan hari raya Idul Adha 1433 H. Demikian laporan Media Centre Shada Al-Qauqaz.

Republik Tatarstan adalah salah satu negara federasi Rusia yang terletak 799 km di sebelah tenggara Moskow, ibukota Rusia. Kazan adalah ibukota Republik Tatarstan.

Tatarstan dikenal sebagai pusat kebudayaan Islam di negeri Beruang Merah, Rusia, selain Dagestan. Tatarstan dihuni oleh sekitar dua juta etnis Tatar (etnis asli Tatarstan) dan sekitar satu juta etnis Rusia. Negara ini menggunakan dua bahasa, Rusia dan Tatar.

Usai melaksanakan shalat Idul Adha pada Jum'at pagi, umat Islam di ibukota Kazan mengadakan acara makan-makan bersama. Anak-anak turut bergembira dengan berbagai game ringan. Diawali dengan doa bersama, ratusan umat Islam kemudian mengadakan pawai mobil "tauhid" di jalan raya ibukota. Puluhan mobil sedan ambil bagian dalam pawai tersebut.

Dalam pawai dakwah tersebut setiap mobil mengibarkan dua bendera tauhid. Bendera berwarna hitam dan putih itu bertuliskan dua kalimat syahadat dalam warna hitam. Itu adalah bendera Islam dan panji perang yang selalu  dibawa oleh mujahidin di Afghanistan, Pakistan, Irak, Suriah, Somalia, Mali, Yaman dan medan-medan jihad lainnya.

Pawai berjalan dengan lancar tanpa gangguan. Pengibaran bendera tauhid dan panji khilafah Islamiyah di jantung negara komunis Rusia ini merupakan pertanda geliat umat Islam yang menginginkan hidup di bawah naungan syariat Islam dan khilafah Islamiyah. Di Tatarstan sendiri saat ini telah berlangsung jihad melawan Rusia.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

الجيش النيجيري قتل اكثر من 40 شابا في مايدورغوري

Muhib Al-Majdi

Ahad, 4 November 2012 10:41:23

(شبكة الرحمة الإسلامية) - قتل الجيش النيجيري مساء أمس اكثر من 40 شابا خلال عملية شملت اربعة احياء تؤوي اسلاميين، على ما يبدو في مايدوغوري بالشمال الشرقي، كما اعلن اليوم سكان وموظف في مشرحة.

وقال احد سكان حي كالاري في مدينة مايدوغوري المسلمة، معقل اسلاميي بوكو حرام: "وصل الجنود بأعداد كبيرة وطلبوا منا مغادرة" منازلنا.

واضاف: "لقد فصلوا الشبان عن كبار السن، وطلبوا من ابنائنا ان يتمددوا ووجوههم على الارض، وطلبوا منا ان نستدير، ثم سمعنا اطلاق نار".

وتابع: "قتلوهم ونقلوهم الى المشرحة وفعلوا الشيء نفسه في ثلاثة احياء اخرى، وذهبنا الى المشرحة لجمع الجثث، ووجدنا فيها 48 جثة بالاجماع".

واوضح ان جميع القتلى شبان في العشرين من العمر.

وقال احد موظفي مشرحة المستشفى العام في مايدوغوري لوكالة نفسها: ان المشرحة "استقبلت 39 جثة نقلها جنود امس. وتحمل جميعا جروحا ناجمة عن الرصاص".

وذكر احد سكان حي غوانغ: "ما حصل كان شبيها بفيلم. اخذوا الشبان من منازلهم وقتلوهم على مرأى من الجميع ثم اعادوا الجثث الى المستشفى. لم ار شيئا مماثلا". 

المصدر: أنصار المجاهدين 


17.11 | 0 komentar | Read More

Ustadz Alfian Tanjung: Densus 88 itu Detasemen Yesus 88

Bilal

Ahad, 4 November 2012 11:41:47

JAKARTA (Arrahmah.com) - Dalam pendidikan Densus 88 diajarkan bahwa teroris itu seseorang yang memiliki aktivitas keislamanan.

"Pendidikan Densus 88 diajarkan bahwa Islam sebagai ancaman dan melakukan teror. Maka setiap anggota Densus 88 sudah terpatri dipikiran bahwa Islam itu buruk," kata pimpinan Taruna Muslim, Ustadz Alfian Tanjung seperti dilansir itoday, Sabtu (3/11).

Kata Ustadz Alfian, kebanyakan para anggota Densus 88 beragama non-Islam terlebih lagi Kristen. "Anggota Densus 88 yang beragama Kristen dan non-Islam akan lebih kuat dalam menghajar Islam. Mereka ini juga diajarkan menghina Islam dan Rasululloh terutama saat melakukan interograsi terhadap orang-orang yang diduga teroris," ujarnya.

Menurut Ustadz Alfian, dalam menangkap orang-orang yang diduga teroris selalu bersamaan dengan kegiatan keislamanan. "Yang di Poso itu habis Shalat Subuh langsung dihabisi, opini yang ingin dibangun teroris itu sering shalat Subuh dan beragama Islam. Di Palmerah juga, sedang melaksanakan kegiatan qurban, walaupun dilepas. Densus 88 ingin memberikan opini, Islam itu teroris," ungkapnya.

Ia juga menuturkan, Densus 88 itu bisa dikatakan "Detasemen Yesus 88" yang mengincar para aktivis Islam. "Sampai sekarang Gories Mere masih mempunyai peran yang kuat di Densus 88, walaupun dia di BNN. Petrus Golese juga mempunyai peran di Densus 88. Perwira-perwira kristen mendominasi Densus 88," pungkas Ustadz Alfian Tanjung. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Gelar Ksatria Salib Agung bukti SBY setujui Densus 88 perangi Umat Islam

Bilal

Ahad, 4 November 2012 11:45:28

JAKARTA (Arrahmah.com) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat gelar Ksatria Salib Agung dari Kerajaan Inggris menjadi bukti Densus 88 yang memerangi umat Islam mendapat persetujuan dari SBY.

Demikian dikatakan Direktur Lembaga Kajian Politik & Syariat Islam (LKPSI) Ustadz Fauzan Al Anshari seperti dimuat oleh itoday, Sabtu (3/11).

"Gelar Ksatria Salib Agung makin memperjelas bahwa Densus 88 atas ijin SBY memerangi Islam dengan kedok membasmi teroris yakni membasmi Islam tapi banyak orang awam tidak paham," ungkap Ustadz Fauzan.

Kata Ustadz Fauzan, Densus 88 adalah kepanjangan tangan Amerika Serikat dalam perang dunia melawan teroris  yang sebenarnya terhadap para mujahidin. "Maka inilah Perang Salib baru sejak 2001," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, membasmi Islam yang paling efektif bukan dengan membakar Al Quran tetapi menangkap, mengusir, memenjarakan dan membunuh para pembela Islam.

"Di Al Quran Surat Al Mumtahanah ayat 2 dikatakan: Jika mereka menangkap kamu, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagimu dan melepaskan tangan dan lidah mereka kepadamu dengan menyakiti (mu); dan mereka ingin supaya kamu (kembali) kafir. Ini sangat jelas orang-orang kafir akan menangkap para pembela Islam," ungkapnya.

Kata Ustadz Fauzan, jasa terbesar SBY sebagai Ksatria Salib Agung adalah mengijinkan Densus menangkap, menyiksa, membunuh hampir 1000 mujahid sejak Bom Bali 2002. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Presiden Nigeria: Kita harus mencabut Al-Qaeda dari Mali Utara sampai ke akar-akarnya

Written By Unknown on Sabtu, 03 November 2012 | 17.11

Muhib Al-Majdi

Sabtu, 3 November 2012 16:33:17

ABUJA (Arrahmah.com) – Presiden Nigeria, Goodluck Ebewe Jonathan menyerukan kepada Dewan Kerjasama Ekonomi Afrika Barat untuk segera mengusir mujahidin Al-Qaeda dari Mali Utara. Demikian laporan AFP pada Jum'at (2/11).

"Kita harus melakukan aksi untuk mencabut sampai ke akar-akarnya gerakan Al-Qaeda, jaringan penyelundup narkoba, para penculik dan unsur-unsur kriminal lainnya yang mengubah Mali Utara menjadi rumah untuk para teroris," kata Jonathan dalam pertemuan dengan Mentri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle.

Jonathan yang belum lama ini berkunjung ke Mali saat ini tengah berada di Eropa untuk menggalang dukungan Jerman dan Uni Eropa guna invasi militer ke Mali Utara.

"Negara-negara Komunitas Ekonomi Afrika Barat (ECOWAS) berkomitmen untuk merealisasikan perdamaian. Untuk tujuan itu, kami mencari dukungan Jerman dan Uni Eropa," kata Jonathan kepada Westerwelle.

Jonathan juga menegaskan dukungan Nigeria kepada rezim sekuler Mali akan meliputi dukungan teknik militer.

Negara-negara Afrika Barat dengan dukungan Prancis dan AS telah sepakat mengirim pasukan militer untuk menghancurkan mujahidin Anshar Ad-Dien yang menguasai Mali Utara sejak enam bulan terakhir.

Negara-negara sekuler Afrika Barat dengan dukungan negara-negara salibis AS dan Eropa tidak rela syariat Islam diterapkan di Mali Utara oleh mujahidin Islam. Dalam kamus politik mereka, memerangi "teroris" Al-Qaeda dan menegakkan perdamaian adalah menerapkan sistem demokrasi sekuler, menghancurkan syariat Islam dan memerangi umat Islam yang hendak atau sedang menerapkan syariat Islam.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

9 warga Sampang turut taubat dari ajaran Syiah

Bilal

Sabtu, 3 November 2012 14:48:47

SAMPANG (Arrahmah.com) - Mengikuti jejak yang lain, Hari Kamis, (01/11/2012), sekitar 9 orang mantan pengikut Tajul Muluk pembawa ajaran Syiah di Sampang menyatakan kembali pada ajaran Ahlus Sunnah. Sebelumnya,  sekitar 30 mantan penganut Tajul Muluk, juga sudah menyatakan kembali ke Ahlus Sunnah.

Prosesi ikrar dalam bentuk pernyataan sikap kembali pada ajaran Ahlus Sunnah Wal Jamaah dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum, Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang, Madura.

"Prosesi kali ini malah banyak saksinya. Di antaranya ada Kepala Dusun, wakil NU, dan beberapa wakil pemerintah kabupaten propinsi yang cukup lengkap, " ujar Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, KH. Syaifuddin, yang ikut menjadi saksi dalam acara tersebut.

Nama-nama mantan pengikut Tajul Muluk yang menyatakan diri kembali pada Ahlus Sunnah itu adalah; Busani, Maliha, Bimar, Badril, Amu'I, Marchatab, Abdus, Rasyid dan Sahra.

"Mereka semua adalah warga desa Blu'uran, Omben, Sampang-Madura, " tambah Kiai Syaifuddin seperti dimuat hidayatullah.com, Jumat (02/11/2012).

Menurut Kiai Syaifuddin, nama-nama itu hanya simbolis, karena mereka mewakili para istri, anak-anak serta keluarga mereka semua.

Menjelang hari Raya Idul Adha, sekitar  30 pengikut Tajul Muluk, sudah menyatakan kembali ke ajaran semula, Ahlus Sunnah Wal Jamaah (mayoritas warga Madura NU-red).

Dalam prosesi ikrar itu,30 mantan pengikut Tajul Muluk ini mengaku selama ini telah dibohongi. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Setelah warga tertembak Densus 88, Kota Poso mencekam

Bilal

Sabtu, 3 November 2012 15:57:44

POSO (Arrahmah.com) -Keadaan kota Poso, Sabtu (3/11/2012) mencekam. Puluhan masyarakat membakar dan mencabuti rambu-rambu yang berada di jalan Kota Poso.

Aparat gabungan Brimob dan TNI masih melakukan pengejaran terhadap puluhan orang tersebut yang membakar sejumlah gedung milik pemerintah. Sebelumnya, seperti dikutip dari obornews ratusan keluarga Khalid PNS Polisi hutan yang gugur tertembak  Densus 88 mendatangi Polres Kota Poso. Saat ditemui keluarga meminta jenazah Khalid tidak diberangkatkan ke Jakarta, keluarga meminta untuk dipulangkan saja.

Saat negosiasi antara keluarga dan Kapolda Sulteng serta Ketua DPRD berlangsung, tiba-tiba dari arah pasar Kota Poso yang jaraknya hanya 20 meter dari Polres terdengar bunyi ledakan. Pantauan dilapangan, puluhan massa yang marah terlihat mencabuti rambu-rambu serta membakar semua fasilitas milik pemerintahan yang berada di jalan Trans Sulawei.

Melihat aksi massa tersebut,aparat Gabungan mengejar pelaku. Melihat hal itu seluruh aktifitas pertokoan dan pasar langsung ditutup oleh warga menghindari peluru nyasar. Selain mengejar pelaku aparat juga merazia kendaraan yang masuk dan keluar kota Poso. Mengenai situasi ini Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Dewa Arsana belum memberikan keterangannya. (bilal/ON/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Masyarakat bakar kota Poso

Bilal

Sabtu, 3 November 2012 16:22:27

POSO (Arrahmah.com) - Siang ini Aktivitas di dalam kota Poso lumpuh total. Seluruh pertokoan tutup,pasar sentral Poso sepi tidak ada aktifitas jual beli.Para warga berdiam diri dirumahnya masing-masing. Telah terjadi upaya membumihanguskan kota Poso oleh masyarakat yang marah atas tertembaknya warga Poso.

Bukan hanya itu, dikutip dari obornews, jalan utama dalam kota poso atau jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan kedaerah lain tidak bisa dilewati kendaraan. Polisi menghentikan sementara seluruh kendaraan yang masuk kota Poso dari arah bandara Kasiguncu maupu keluar kota Poso ke arah Tentena.

Ini dikarenakan adanya masyarakat yang melakukan pembakaran terhadap seluruh fasilitas pemerintah seperti rambu.rambu lalulintas maupun pos polisi yang ada di depan pasar sentral Poso. Mobil pemadam turut diturunkan untuk memadamkan api.

Pasukan Brimob tidak diam. Masyarakat yang marah itupun dikejar hingga terdengar  rentetan suara tembakan. Hingga detik ini pasukan Brimob dan tentara masih melakukan pengejaran. (bilal/ON/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Kecewa pemberitaan tidak benar, warga Poso nyaris hakimi jurnalis Metro TV

Bilal

Sabtu, 3 November 2012 16:23:25

POSO (Arrahmah.com) - Warga Poso geram dengan pemberitaan Metro TV yang tidak jujur dengan mengungkapkan terjadi baku tembak saat penangkapan ustadz Yasin dan penembakan Khalid oleh Densus 88 di Poso.

Seperti dilansir Voa-islam.com, Warga Jalan Sabang Desa Kayamanya Kota Poso yang menyaksikan terjadinya penangkapan tersebut rupanya merasa geram dengan pemberitaan yang sama sekali tidak benar itu. 

Padahal menurut warga sekitar yang menyaksikan sama sekali tidak ada perlawan, sebab Khalid baru saja pulang Shalat Shubuh demikian pula ustadz Yasin.

Sekitar pukul 10.30 WITA atas inisiatif seorang warga guna meluruskan berita tersebut maka diundanglah wartawan Metro TV yang bernama Bayu Prayudhanto untuk meluruskan  berita sebenarnya dengan mewawancarai warga yang melihat kejadian dan meminta keterangan dari  keluarga Khalid dan keluarga Ustadz Yasin .

Namun, masyarakat yang tengah geram atas tindakan  sewenang-wenang Densus 88 dan pemberitaan tidak jujur tersebut kemudian melampiaskan kemarahannya pada Bayu.

Massa dengan serentak tiba-tiba datang untuk menghakimi Bayu. Beruntung sebagian warga yang lain mencoba menenangkan dan menyelamatkan Bayu. Akibat aksi warga yang marah terhadap pemberitaan tak jujur Metro TV tersebut, Kamera yang dibawa oleh Bayu hancur demikian juga dengan mikrofon.

Namun demikian Bayu tidak mengalami luka karena dilindungi oleh warga lainnya yang berada di tempat kejadian.

"Kamera dan mikrofon wartawan Metro TV hancur dibanting warga yang marah," ujar Yudi warga setempat yang menyaksikan kejadian itu, Sabtu (3/11/2012).

Hingga saat berita ini ditulis sama sekali tidak ada klarifikasi dari pihak Metro TV terkait pemberitaan tersebut.

Sementara Bayu dengan dikawal warga tengah mendampingi keluarga korban penembakan Densus 88  bersama anggota Majelis Ta'lim Masjid Al Muhajirin yang mendatangi Polres Poso guna meminta pemulangan jenazah Khalid yang dibunuh oleh Densus 88. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger