Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

400 penduduk Kismayo yang mendukung Mujahidin Al Shabaab ditangkap oleh tentara teroris Uni Afrika

Written By Unknown on Jumat, 02 November 2012 | 17.11

Hanin Mazaya

Jum'at, 2 November 2012 13:03:46

KISMAYO (Arrahmah.com) - Sekitar 400 orang telah ditangkap dalam operasi militer besar di kota pelabuhan Kismayo, Somalia, yang pernah menjadi benteng besar Mujahidin Al Shabaab sebelum mereka menarik diri pada bulan September lalu dari wilayah tersebut.

Pasukan teroris Uni Afrika (AMISOM), pasukan boneka Somalia (TFG) dan milisi pro-pemerintah telah melakukan operasi tersebut pada Kamis (1/11/2012).

Menurut warga Kismayo, kota tersebut benar-benar terkunci sepanjang hari pada hari itu.

Bulan lalu, Mujahidin Al Shabaab menarik diri dari kota Kismayo sebagai bagian dari taktik militer.  Mereka juga telah menyeru masyarakat yang berada di bawah administrasi Islam untuk meninggalkan wilayah itu karena khawatir akan menjadi korban.

Sejak Mujahidin pergi, tentara pengecut Uni Afrika dan Somalia mulai melakukan operasi pencarian besar-besaran dan menangkap warga setempat dengan klaim memiliki hubungan dengan Al Shabaab.

TFG telah memerangi Al Shabaab selama hampir enam tahun dengan bantuan 10.000 tentara Uni Afrika dari Uganda, Burundi dan Djibouti. (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Alhamdulillah, mujahidin tewaskan 60 tentara rezim Suriah dalam serangan di kota Salqin

Muhib Al-Majdi

Jum'at, 2 November 2012 13:15:17

IDLIB (Arrahmah.com) – Mujahidin Jabhah Nushrah kembali melancarkan serangan mematikan terhadap markas militer rezim Suriah di kota Salqin, propinsi Pinggiran Idlib. Bombardir pesawat tempur dan mortir rezim menghambat pergerakan mujahidin. Namun mujahidin berhasil menewaskan 60 tentara rezim Suriah dan 84 milisi Syiah Shabihah pro rezim Suriah.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Jabhah Nushrah - Penjelasan no. 126

Menyerang markas militer rezim Nushairiyah di kota Salqin – Propinsi Pinggiran Idlib

 

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du.

Dari hari ke hari para ksatria Jabhah Nushrah di negeri Syam masih terus menimpakan bencana demi bencana dan kekalahan demi kekalahan kepada orang-orang Nushairiyah dan membuktikan kepada umat Islam bahwa jihad fi sabilillah adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan umat Islam.

Dalam sebuah serangan berkwalitas yang dilakukan oleh mujahidin Jabhah Nushrah di kota Salqin propinsi Pinggiran Idlib, mujahidin mengepung sebuah markas militer rezim Nushairiyah Suriah. Pertempuran sengit berlangsung sekitar empat jam. Mujahidin belum mampu menaklukkan markas tersebut akibat bombardir pesawat tempur dan mortir musuh. Serangan itu dilakukan pada tanggal 15 Dzulqa'dah 1433 H / 1 Oktober 2012 M.

Dalam serangan tersebut, dengan izin Allah semata, mujahidin berhasil:

  • Menghancurkan dua bangunan dalam markas militer tersebut.
  • Menewaskan tidak kurang 50 sampai 60 tentara rezim Nushairiyah Suriah, dan 84 milisi pendukung rezim Nushairiyah Suriah.

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

Jabhah Nuhsrah li-Ahli Syam

Dari Mujahidin Syam di Medan jihad

Bidang Media

Janganlah Anda melupakan kami dalam doa Anda

 

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam

10 Dzulhijah 1433 H / 26 Oktober 2012 M

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

TPM : Ini penculikan, bukan penangkapan

Bilal

Jum'at, 2 November 2012 13:17:45

JAKARTA (Arrahmah.com)  - Penangkapan yang dilakukan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Mabes Polri terhadap tiga orang aktifis masjid di palmerah dan Kebon kacang, Jakarta Pusat, dinilai Tim Pembela Muslim (TPM) sebagai sebuah penculikan. Pasalnya, saat penangkapan mereka sama sekali tidak membawa surat penangkapan.

"Ini penculikan namnya, bukan penangkapan" ungkap Pengacara TPM, Ahmad Khalid saat Konferensi Pers dalam kunjungannya di Kantor MUI Pusat, Jakarta, kamis (1/11).

Surat penangkapan untuk Nanto dan Herman sendiri, bahkan baru diantarkan pada hari Rabu (31/10) kemarin yang dikirim melalui tukang Pos. Khalid, menduga Densus 88 baru tahu nama lengkap Nanto dan alamatnya justru setelah ia diinterogasi.

"Hukum apa ini, tidak profesional, surat penangkapan diantar setelah Densus tahu alamat rumah Nanto dari Nanto. Suratnya diantar melalui Pos," kata Khalid dengan nada tinggi.

Khalid menambahkan, Davit, Herman dan Nanto ditangkap karena ketiga orang itu mengenal sosok bernama Basyir melalui facebook. Ketika pada Idul Adha yang lalu Basyir berkunjung ke rumah Davit dan Herman.

"Jadi karena mereka ini ketempatan Basyir saja. Jadi, siapaun pada saat itu berada disana, akan dibawa juga," ujarnya.

Tuntut Polri minta maaf

Sementara itu, Davit mengaku selama ditahan Densus 88 ia diperlakukan secara baik dan tidak mendapatkan siksaan secara fisik. Hanya saja, saat penangkapan ia diborgol dan kepalanya ditutup yang sempat membuatnya trauma ,serta ia ditahan secara terpisah dengan sel kakaknya, Herman Setiyono dan Sunarto alias Nanto.

"Saya lihat Herman dan Nanto juga baik dan sehat-sehat saja," kata Davit menjelaskan pertemuan ketika hendak dilepaskan.

TPM pun mendesak pihak Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri untuk meminta maaf kepada Davit Ashari (19), yang menjadi korban salah tangkap.

Menurutnya, tindakan Densus 88  menangkap Davit, sudah menghancurkan nama baiknya baik di lingkungan rumah maupun sekolah.

"Karena penangkapan itu, nama Davit jadi jelek, baik di sekolah maupun lingkungan yang mengenal dia. Secara moral, Davit sudah rusak," ujar Michdan, dikediaman Davit, di Palmerah.

Tambah Michdan, penangkapan dan penahanan yang dilakukan terhadap pelajar Sekolah Pelayaran Menengah Tri Arga 1 ini, sudah merampas hak kemerdekaannya.

"Pihak polisi sebaiknya meminta maaf secara personal. Tindakan mereka sudah membuat Davit jadi trauma. Dia juga belum mau sekolah," pungkasnya.

Seperti diketahui, kunjungan ke MUI dilakukan keluarga Davit dan Nanto untukmeminta perlindungan terhadap keluarga meraka yang ditangkap semena-mena. Dalam kunjungan tersebut, mereka juga didampingi oleh TPM, FUI, dan  Ustadz Muzakkir dari FPIS Solo. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Amerika Serikat puji pemberantasan terorisme di Indonesia

Bilal

Jum'at, 2 November 2012 14:13:35

JAKARTA (Arrahmah.com) - Senator Amerika Serikat dari Partai Republik Richard Green Lugar memuji upaya pemerintah Indonesia yang melakukan pemberantasan teroris.

Meski terorisme masih saja terjadi dan kelompok mereka belum berhasil dideradikalisasi, Lugar tetap mengungkapkan pujiannya kepada pemerintah Indonesia.

"Tentu Indonesia memiliki pengalaman besar dalam memerangi terorisme, dan itu telah berhasil," ujar Lugar dalam jumpa pers bersama Wakil Presiden RI Boediono, di Kantor Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu lalu (31/10) seperti dilansir inilah.com.

Apa yang dilakukan Indonesia dalam memerangi terorisme, kata Lugar, tidak lain hanyalah menginginkan kondisi negara yang damai dan stabil dari ancaman yang membahayakan rakyatnya.

"Ini hanyalah atas nama negara yang menginginkan situasi damai dan stabil. Jadi kami mengagumi kemampuan luar biasa dari Indonesia, dan kami (Amerika Serikat) perlu belajar banyak," kata Lugar.

Untuk penguatan sistem pertahanan RI, Lugar mengatakan telah melakukan pertemuan juga dengan pihak Kementerian Pertahanan RI membahas tentang kerjasama dengan Amerika Serikat mengenai sistem pertahanan negara. "Sekali lagi ini adalah bagian dari kemitraan yang kuat dan stabil," tambahnya. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Serangan mujahidin Jabhah Nushrah mulai menghajar militer rezim Suriah di pinggiran Hamah

Muhib Al-Majdi

Jum'at, 2 November 2012 14:26:31

HAMAH (Arrahmah.com) – Kehadiran mujahidin Jabhah Nushrah di propinsi Pinggiran Hamah agak terlambat disbanding propinsi lain seperti Homs, Aleppo, Idlib, Deir Ezzur dan Damaskus. Namun secara bertahap, serangan-serangan mujahidin Jabhah Nushrah di propinsi Pinggiran Hamah mulai menggentarkan militer rezim Suriah. Dalam serangan terpisah yang mengincar 5 kendaraan militer rezim, mujahidin  menewaskan 16 tentara rezim Suriah.

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Jabhah Nushrah - Penjelasan no. 124

Sebagian operasi militer di propinsi Pinggiran Hamah

 

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba'du.

Allah Ta'ala telah memberikan karunia kepada para ksatria Jabhah Nushrah di propinsi Pinggiran Hamah untuk melakukan beberapa operasi militer yang berkwalitas dan penuh berkah. Berikut ini sebagian laporannya:

  • Menyerang kendaraan pengangkut tentara rezim Suriah jeniz Isuzu ukuran besar di otostreet Mashtal Barat, menewaskan lima tentara rezim dalam kendaraan tersebut, pada tanggal 19 Dzulhijah 1432 H / 15 November 2011 M.
  • Menyerang kendaraan pick up Toyota militer rezim Suriah di otostreet Mashtal Barat, menewaskan empat tentara rezim dalam kendaraan tersebut, pada tanggal 22 Rabi'u Tsani 1433 H / 15 Maret 2012 M.
  • Menyerang kendaraan rezim Suriah jenis station di daerah Tal'at Ain Louz, menewaskan seorang polisi militer, pada tanggal 2 Ramadhan 1433 H / 21 Juli 2012 M.
  • Menyerang kendaraan rezim Suriah jenis Toyota di otostreet Kafr Bahm, menewaskan lima tentara rezim, pada tanggal 18 Dzulqa'dah 1433 H / 4 Oktober 2012 M.
  • Menyerang truk militer rezim Suriah jenis Mercedez besar di halte Ain Louz, menewaskan beberapa milisi Syiah Shabihah, pada tanggal 26 Dzulqa'dah 1433 H / 12 Oktober 2012 M.
  • Menyerang markas militer rezim Suriah di kota Maurak dengan tembakan mortar, yang tepat mengenai sasaran, pada tanggal 3 Dzulhijah 1433 H / 19 Oktober 2012 M.

Allah Maha Melaksanakan urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak memahaminya

Jabhah Nuhsrah li-Ahli Syam

Dari Mujahidin Syam di Medan jihad

Bidang Media

Janganlah Anda melupakan kami dalam doa Anda

 

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam

10 Dzulhijah 1433 H / 26 Oktober 2012 M

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Habib Rizieq: Tidak heran, SBY dapat gelar "Ksatria Salib Agung"

Written By Unknown on Kamis, 01 November 2012 | 17.11

Bilal

Kamis, 1 November 2012 10:54:58

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mengecam keras pemberian gelar 'Knight Grand Cross in the Order of Bath' oleh Ratu Inggris kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, gelar tersebut terkait jasa besar SBYmelakukan pembelaan terhadap Ahmadiyah yang dipelihara Inggris.

"Tak perlu kaget, jika SBY menerima gelar tersebut dari Inggris, sebab selama ini SBY berjasa dalam pembangunan gereja liar dan melindungi Ahmadiyah," Kata Habib Rizieq melalui rilisnya yang diterima arrahmah.com, Jakarta, Kamis (1/11).

Habib Rizieq juga mempertanyakan posisi SBY sebagai presiden di negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. "Luar biasa! SBY sebagai presiden Muslim dari negeri Muslim terbesar di dunia dapat gelar 'Knight Grand Cross' yang artinya 'Ksatria Salib Agung!' dari Ratu Inggris," tegas Habib Rizieq.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY bersama istrinya Ani Yudhoyono bertandang ke London, Inggris untuk menerima gelar 'Knight Grand Cross in the Order of Bath' dari Ratu Inggris. Selain Presiden SBY, gelar itu juga pernah diterima oleh Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan, Presiden Perancis Jacques Chirac dan Presiden Turki Abdullah Gul.

Sejarah Gelar Knight Grand in The order of  Bath

Gelar the Order of Bath sendiri, seperti dikutip dari detikcom, pada awalnya diberikan pada para tentara dan beberapa masyarakat sipil. Penerima gelarnya selalu pria.

Baru pada tahun 1971, ada seorang wanita yang diberi penghargaan tersebut untuk pertama kalinya.

Susunan pemberi gelar terdiri dari pemangku kedaulatan (ratu), seorang Great Master (Pangeran dari Wales) dan tiga anggota dari kelas berbeda.

Gelar 'Bath' sendiri berasal dari ritual mandi atau membersihkan diri, terinsipirasi dari mandi dalam proses pembaptisan. Ini adalah simbol dari upaya penyucian diri, sebuah proses persiapan seorang ksatria Inggris sebelum bertugas.

Penghargaan ini tak akan diberikan sebelum para kandidat sudah mempersiapkan diri dengan berbagai ritual seperti puasa, berdoa, dan membersihkan dirinya dengan mandi.

Kisah seremoni mandi untuk menciptakan seorang ksatria tercatat dilakukan oleh Raja William I. Saat itu dia memandikan bocah 15 tahun bernama Geoffrey Count of Anjou di tahun 1128 yang belakangan menjadi ksatria.

Pada saat pengangkatan Henry V sebagai raja tahun 1413, dia juga melakukan ritual yang sama untuk para ksatria.

Namun akhir abad ke-15, ritual mandi ini mulai hilang. Namun seremoni pemberian gelar dengan sebutan 'Knights of the Bath' masih dilakukan.

Pada tahun 1725, saat George I menjadi raja, pemberian gelar dihidupkan kembali untuk memenuhi keinginan Perdana Menteri Inggris pertama Sir Robert Walpole yang menginginkan adanya tambahan penghargaan politik.

Tahun 1815, saat era perang Napoleon berakhir, Pangeran Regent (Raja George IV) membuat dua divisi dalam penghargaan ini, militer dan sipil.

Lalu sejak tahun 1825, ritual mandi dalam pemberian penghargaan ini resmi dihilangkan. Begitu juga dengan ritual puasa. SBY dijadwalkan menerima penghargaan itu pada hari Rabu ini. Penghargaan ini diberitakan Ratu Elizabeth II atas jasa SBY yang mempererat hubungan kedua negara. Inggris merupakan investor nomor dua di Indonesia. (bilal/dbs/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Taruna Muslim : Raih gelar "Ksatria Salib Agung" keislaman SBY perlu dipertanyakan

Bilal

Kamis, 1 November 2012 12:23:34

JAKARTA (Arrahmah.com) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima gelar 'Knight Grand Cross in the Order of Bath' dari Ratu Elizabeth dari Inggris menjadi indikasi SBY memiliki penyakit mental berkepribadian yang pecah atau ganda.

Hal ini diungkapkan Ketua Umum Taruna Muslim, ustadz Alfian Tanjung kepada arrahmah.com, Jakarta, Kamis (1/11) Pagi.

"Artinya SBY memang seorang yang split personaliti, karena dia juga pernah mengatakan bahwa kewarganegaraannya yang kedua adalah Amerika Serikat pada waktu hari kemerdekaan AS tahun 2005," Kata Ustadz Alfian.

Kata ustadz Alfian, rasanya sudah cukup jika keIslaman SBY diragukan bila melihat tindak-tanduk keberpihakannya kepada kaum Kafir.

"Lengkap sudah, kalau kita ingin mempertanyakan kemusliman dia (SBY), dia begitu gusar karena ditengarai sudah pernah menikah, dia banyak berkhidmad pada dukun dan lebih familiar dan akomodatif dengan kader PKI, dan sterusnya" tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY bersama istrinya Ani Yudhoyono bertandang ke London, Inggris untuk menerima gelar 'Knight Grand Cross in the Order of Bath' dari Ratu Inggris. Selain Presiden SBY, gelar itu juga pernah diterima oleh Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan, Presiden Perancis Jacques Chirac dan Presiden Turki Abdullah Gul.

Sejarah gelar the Order Of Bath

Gelar the Order of Bath sendiri, seperti dilansir detikcom, pada awalnya diberikan pada para tentara dan beberapa masyarakat sipil. Penerima gelarnya selalu pria.

Baru pada tahun 1971, ada seorang wanita yang diberi penghargaan tersebut untuk pertama kalinya.

Susunan pemberi gelar terdiri dari pemangku kedaulatan (ratu), seorang Great Master (Pangeran dari Wales) dan tiga anggota dari kelas berbeda.

Gelar 'Bath' sendiri berasal dari ritual mandi atau membersihkan diri, terinsipirasi dari mandi dalam proses pembaptisan. Ini adalah simbol dari upaya penyucian diri, sebuah proses persiapan seorang ksatria Inggris sebelum bertugas.

Penghargaan ini tak akan diberikan sebelum para kandidat sudah mempersiapkan diri dengan berbagai ritual seperti puasa, berdoa, dan membersihkan dirinya dengan mandi.

Kisah seremoni mandi untuk menciptakan seorang ksatria tercatat dilakukan oleh Raja William I. Saat itu dia memandikan bocah 15 tahun bernama Geoffrey Count of Anjou di tahun 1128 yang belakangan menjadi ksatria.

Pada saat pengangkatan Henry V sebagai raja tahun 1413, dia juga melakukan ritual yang sama untuk para ksatria.

Namun akhir abad ke-15, ritual mandi ini mulai hilang. Namun seremoni pemberian gelar dengan sebutan 'Knights of the Bath' masih dilakukan.

Pada tahun 1725, saat George I menjadi raja, pemberian gelar dihidupkan kembali untuk memenuhi keinginan Perdana Menteri Inggris pertama Sir Robert Walpole yang menginginkan adanya tambahan penghargaan politik.

Tahun 1815, saat era perang Napoleon berakhir, Pangeran Regent (Raja George IV) membuat dua divisi dalam penghargaan ini, militer dan sipil.

Lalu sejak tahun 1825, ritual mandi dalam pemberian penghargaan ini resmi dihilangkan. Begitu juga dengan ritual puasa. SBY dijadwalkan menerima penghargaan itu pada hari Rabu ini. Penghargaan ini diberitakan Ratu Elizabeth II atas jasa SBY yang mempererat hubungan kedua negara. Inggris merupakan investor nomor dua di Indonesia.

(bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Metode dakwah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam

Bilal

Kamis, 1 November 2012 12:33:33

(Arrahmah.com) -Komunikasi merupakan bagian inheren dalam kehidupan manusia. Bahkan, mempunyai urgensi yang besar dalam menjalani kehidupan itu sendiri, dimana dengan berkomunikasi manusia dapat mengutarakan maksud dan keinginannya serta mentranfer nilai-nilai tertentu yang diinginkan.

Islam sebagai agama yang kaafah dan syumul juga sangat memperhatikan konsep dan nilai dalam berkomunikasi. Sebab, dakwah Islam sendiri berpadu padan dengan komunikasi atau boleh dibilang dakwah itu salah satu bentuk komunikasi.

Sementara itu, komunikasi memiliki seni tersendiri agar suatu informasi dapat diterima dengan baik, benar, dan tepat kepada komunikan. Sehingga, tidak keliru dalam memahami informasi yang dimaksud serta tidak salah memahami keinginan sang pemberi informasi tersebut.

Dalam sejarah dakwah Islam, Rasulullah SAW juga sangat memperhatikan metode dakwah agar pesan dakwah dapat diterima dengan baik bagi mad'u (yang didakwahi).

Hal itu dapat dilihat ketika Rasulullah saw melaksanakan wahyu Allah Ta'ala untuk mentauhidkan akidah umat yang keliru dengan menuhankan banyak Illah dan membersihkan peribadahan dari segala bentuk kesyirikan. Beliau secara khusus memiliki sebuah tugas mulia dengan jalan mendakwahkan dien Islam ini kepada umat melalui metode yang haq yaitu berupa cara-cara yang sesuai dengan petunjuk Allah Ta'ala. Diantara metode dakwah beliau saw adalah:

1.  Bil hikmah wal mau'izhah

Allah Ta'ala berfirman,

Artinya, "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. an-Nahl, 16:125)

Hikmah ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil. Oleh sebab itulah Allah Ta'ala meletakkan al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai asas pedoman dakwah bagi Rasulullah dan juga bagi tiap umat yang bertugas meneruskan dakwah beliau hingga akhir zaman.

Pada ayat tersebut diatas dapat dipahami bahwa cara berdakwah yang diperintah Allah Ta'ala adalah sebagai berikut,

  1. Dakwah bil hikmah, yaitu metode dakwah dengan memberi perhatian yang teliti terhadap keadaan dan suasana yang melingkungi para mad'u (orang-orang yang didakwahi), juga memperhatikan materi dakwah yang sesuai dengan kadar kemampuan mereka dengan tidak memberatkan mereka sebelum mereka bersedia untuk menerimanya. Metode ini juga membutuhkan cara berbicara dan berbahasa yang santun dan lugas. Sikap ghiroh yang berlebihan serta terburu-buru dalam meraih tujuan dakwah sehingga melampaui dari hikmah itu sendiri, lebih baik dihindari oleh seorang pendakwah.
  2. Dakwah dengan cara mau'izhah al-hasanah, yaitu metode dakwah dengan pengajaran yang meresap hingga ke hati para mad'u. Pengajaran yang disampaikan dengan penuh kelembutan akan dapat melunakkan kerasnya jiwa serta mencerahkan hati yang kelam dari petunjuk dien. Pada beberapa da'i, ada yang masih saja menggunakan metode dakwah yang berseberangan dengan hal ini, yaitu dengan cara memaksa, sikap yang kasar, serta kecaman-kecaman yang melampaui batas syar'i.
  3. Dakwah dengan perdebatan yang baik, yaitu metode dakwah dengan menggunakan dialog yang baik, tanpa tekanan yang zalim terhadap pihak yang didakwahi, tanpa menghina dan tanpa memburuk-burukkan mereka. Hal ini menjadi penting karena tujuan dakwah adalah sampai atau diterimanya materi dakwah tersebut dengan kesadaran yang penuh terhadap kebenaran yang haq dari objek dakwah. Metode ini menghindari dari semata karena ingin memenangkan perdebatan dengan para mad'u.

2.  Benar dan tegas tanpa kompromi

Sesungguhnya dakwah Rasulullah merupakan dakwah yang tegas tanpa kompromi. Perkara yang beliau saw sentuh dalam dakwahnya adalah perkara yang paling pokok dan paling mendasar, laa ilaaha illallah, Muhammadur rasulullah. Beliau saw menyeru bahwa tidak ada yang wajib diagungkan, diibadahi, ditaati dan dicintai kecuali Allah Ta'ala. Begitu juga terhadap perkara hukum, tidak ada hukum yang wajib diterapkan dan dilaksanakan, kecuali hukum-Nya. Oleh karenanya perkara ini menjadi sangat penting dan oleh karena sifat pembangkangan umat kafir serta muslim yang munafik, maka dakwah ini juga akan menimbulkan kecaman, kemarahan, dan permusuhan.

Namun perkara yang tidak menyenangkan hati ini tidak menurunkan semangat beliau saw untuk tetap berjuang menyampaikan yang haq. Dengan penuh kesabaran dan sifat welas-asihnya, beliau saw beristiqomah membimbing umatnya yang keliru kepada jalan yang lurus. Disamping itu, ketegasan pun beliau saw tampakkan sehingga kebenaran yang hakiki tidak bercampur dengan kebatilan. Beliau saw juga tidak melazimkan hal-hal diluar syari'at yang akan menimbulkan 'kecintaan' dari umat yang dengan itu beliau saw akan memperoleh dukungan yang besar.

Allah Ta'ala berfirman,

Artinya, "Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik." (QS. al-Hijr, 15:94)

Tujuan dakwah Rasulullah adalah mengembalikan sifat penghambaan manusia kepada Rabb-nya semata dan menerapkan hukum yang berlaku di bumi kepada Sang Pembuat hukum Yang sebenarnya, yaitu Allah azza wa jalla. Perkara ini merupakan perkara yang amat berat yang akan menimbulkan ujian dan rintangan berupa penderitaan dan kesakitan, baik jiwa dan fisik.

Melihat kenyataan ini, lalu beranikah kita menuduh Rasulullah tidak mengenal metode dakwah? Ataukah kita menyatakan bahwa dakwah beliau saw menyalahi taktik strategi bagi keamanan dan keselamatannya? Atau bagaimana pula dengan anggapan bahwa dakwah semacam ini seperti membenturkan kepala ke tembok?

Yang patut selalu dipahami adalah bahwa Rasulullah adalah sosok tauladan yang sempurna di segala aspek kehidupan, termasuk dalam metode dakwah. Hal inilah yang patut dijadikan contoh oleh para du'at. Oleh sebab itu, perkataan sebagian umat Islam dewasa ini bahwa situasi umat telah berubah, dahulu umat baru sedikit jumlahnya, sedangkan kini umat Islam merupakan mayoritas sehingga cara yang harus diambil adalah dengan bersaing bahkan dengan bergabung dengan penguasa melalui parlemen. Dalilpun diangkat sebagai pemulus hajat, yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari bahwa Rasulullah pernah bersabda tentang para nabi keturunan bani Israil yang diutus sebagai para pemimpin politik (siyasah).

Pertanyaan mengenai perkara ini adalah pernahkah Rasulullah dan para sahabatnya duduk berdampingan dalam parlemen Daarun Nadwah, lalu berbincang masalah kenegaraan dengan orang kafir dan musyrik? Adakah Rasulullah dan para sahabatnya masuk ke dalam pemerintahan Abu Jahal dan konco-konconya lalu membentuk partai Islam sebagai partai oposisi menentang pemerintahan yang sedang berkuasa? Secara historis kita bisa mempelajari hal ini.

Dahulu, tatkala kaum musyrikin sudah tidak lagi berdaya menghentikan dakwah Rasulullah melalui cara-cara kekerasan, penekanan, ancaman, serta percobaan pembunuhan—mereka lalu menempuh cara berkompromi dengan berbagai bentuk diplomasi agar Rasulullah bersikap lembut dan toleran kepada mereka. Banyak para ahli diplomasi diutus kepada beliau saw untuk melunakkan prinsip dan pendirian beliau saw. Allah Ta'ala lalu mewahyukan ayat berikut kepada Rasulullah,

Artinya, "Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah), maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu)." (QS. al-Qolam, 68:8-9)

Lalu ketika negosiasi telah gencar-gencarnya ditujukan kepada Rasulullah oleh pihak musyrikin melalui tekanan fisik dan juga mental, dan ketika Rasulullah hampir cenderung kepada konsep dan ajakan mereka, Allah Ta'ala kembali mengingatkan,

Artinya, "Dan sesungguhnya mereka hampir-hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara dusta terhadap Kami, dan kalau sudah demikian tentulah mereka mengambil kamu sebagai sahabat setia. Dan sekiranya Kami tidak memperkuat kamu, niscaya kamu condong sedikit kepada mereka. Kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan timpakan kepadamu (siksaan) berlipat-ganda di dunia, dan (begitu pula berlipat-ganda) sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapatkan seorang penolongpun terhadap Kami." (QS. al-Isra', 17:73-75)

Allah Ta'ala mengingatkan bahwa masalah tauhid dan syari'at tidak bisa disamakan dengan masalah perdagangan yang diperbolehkan terjadinya tawar-menawar guna menemukan titik-pertemuan yang sama-sama menyenangkan bagi kedua-belah pihak. Masalah akidah merupakan masalah tersendiri yang tidak memerlukan campuran-campuran baru dari makhluk. Akidah juga merupakan satu hakekat yang mempunyai bagian-bagian yang terpadu yang tidak dapat ditinggalkan sedikitpun oleh pejuang-pejuangnya. Jurang yang memisahkan antara kebenaran yang hakiki dengan kebatilan adalah tidak mungkin dibuatkan perlintasan padanya. Ia merupakan pertarungan yang mutlak dan tidak mungkin dicari perdamaian atasnya.

3.  Tidak menambah dan mengurangi satu huruf pun dari materi dakwah

Orang-orang kafir semasa Rasulullah senantiasa mencari jalan untuk menyelewengkan Rasulullah dari sifat dan karakter dakwahnya yang benar dan tegas. Mereka menginginkan agar Rasulullah mengikuti kehendak hawa-nafsu mereka dengan mengemukakan segala janji dan tipu-muslihat agar beliau saw meninggalkan prinsip dan bergeser dari jalan yang telah ditetapkan-Nya. Dalam al-Qur'an, sifat keengganan mereka mengikuti al-Qur'an dan sikap mereka yang berupaya agar Rasulullah mengganti petunjuk yang haq dengan yang mereka kehendaki yaitu pada firman-Nya,

Artinya, "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, "Datangkanlah al-Qur'an yang lain dari ini atau gantilah dia." Katakanlah, "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari sisiku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)." (QS. Yunus, 10:15)

Inilah dalil Rabbani, memperingatkan nabi-Nya agar tidak merekayasa sistem dakwah dan perjuangan mengikuti konsep orang kafir yaitu memperjuangkan Islam melalui cara kompromi atau sistem demokrasi. Sekiranya Rasulullah cenderung dan setuju untuk berkompromi sebagaimana yang ditawarkan musyrikin Mekkah kala itu, yaitu sesekali mengikuti peribadahan mereka, sehingga mereka pun akan bergantian mengikuti peribadahan Rasulullah, atau dengan menyetujui usulan mereka dalam mencampur-adukkan antara sistem Rabbani dengan sistem jahiliyah, niscaya Allah Ta'ala akan memvonis beliau saw sebagai orang yang berdusta lagi berkhianat terhadap wahyu-Nya. Berikut firman-Nya,

Artinya, "Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika kamu tidak kerjakan (apa yang diperintah itu) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (QS. al-Maidah, 5:67)

Allah Ta'ala amat pengasih lagi penyayang kepada para nabi dan rasul-Nya sehingga Dia membimbing dan senantiasa memperkuat hati para hamba pilihan-Nya tersebut dari kecenderungan untuk berkompromi kepada jalannya orang-orang yang sesat. Sejak hijrah ke Madinah hingga di akhir kehidupan beliau saw, tidak ada waktu yang terlewatkan melainkan untuk berdakwah menebarkan yang haq dan berjihad qital dalam rangka membela dien Islam dari serangan kaum yang memusuhi dien-Nya. Tidak ditemui pada diri beliau saw, meskipun dalam keadaan lemah, untuk bekerja-sama dengan kafir musyrik dalam memperjuangkan dienullah.

Allah Ta'ala telah memperingatkan,

Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi teman kepercayaanmu, orang-orang yang diluar kalanganmu karena mereka tak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu, telah nyata kebencian di mulut mereka dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh Kami telah menerangkan ayat-ayat (Kami) jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata, "Kami beriman." Dan apabila mereka menyendiri mereka menggigit ujung jari lantaran marah dan bercampur benci kepadamu. Katakanlah, "Matilah kamu dengan kemarahanmu itu, sesungguhnya Allah Maha memahami segala isi hati." (QS. Ali 'Imron, 3:118-119)

Apabila manusia sekarang ini dan juga yang akan datang tidak mau memahami dan mengambil pelajaran dari perkara penting ini, maka saksikanlah apa yang sudah dan yang akan terjadi akibat mendurhakai Allah Ta'ala dan Rasul-Nya. Dan manakala umat Islam belum bersedia merubah sistem perjuangan parlementer kepada sistem yang yang telah digariskan al-Qur'an, yaitu metode iman, hijrah, i'dad, jihad, dan qital, maka yakinlah perjuangan itu tidak akan pernah sampai kepada cita-cita yang dituju.

Pengalaman di Indonesia misalnya, di zaman rezim Soekarno berkuasa pada pemilu tahun 1955, partai Islam Masyumi berhasil mengungguli perolehan suara partai nasionalis. Oleh karena itu tokoh-tokohnya berhak menduduki jabatan sebagai perdana menteri dan jabatan penting lainnya di pemerintahan, seperti M. Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Dr. Soekiman, dan Burhanuddin Harahap. Akan tetapi kejayaan itu tidak berlangsung lama dan sejarah menjadi saksi bahwa bukan saja partai Masyumi dibubarkan oleh diktator Soekarno, bahkan mereka ditangkap dan dipenjarakan tanpa diadili. Sementara harapan mereka untuk membangun masyarakat Islam dengan berlakunya syari'at Islam, belum terwujud di Indonesia, baik di kala mereka masih memerintah apatah lagi setelah mereka dipenjarakan.

Di Mesir tahun 1945, Imam Hasan al-Bana tampil sebagai calon tunggal melawan Dr. Sulaiman Ed di daerah Ismailiyah kawasan Terusan Suez. Menurut prediksi politik, perolehan suara akan dimenangkan oleh Imam Hasan al-Bana, Mursyidul 'Am Ikhwanul Muslimin. Akan tetapi setelah pengumuman hasil pemilu ternyata kemenangan berada di pihak Dr. Sulaiman Ed. Tatkala jama'ah ikhwan mengadakan protes terhadap pemalsuan kartu suara, tiba-tiba mobil-mobil tank angkatan bersenjata milik Inggris keluar menerjang perhimpunan tersebut dengan melepaskan tembakan-tembakan ke arah jama'ah Ikhwanul Muslimin.

Dua hal tersebut adalah sedikit contoh bentuk kehinaan yang diterima umat Islam akibat meninggalkan sunnah, kecenderungan bekerja-sama dengan cara-cara yang tidak diridhai-Nya, serta keengganan mempersiapkan kekuatan fisik untuk berjihad secara qital melawan musuh yang memerangi dien-Nya.

Camkanlah seruan Allah Ta'ala,

Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, ta'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari-Nya padahal kamu mendengar (perintah-perintah-Nya) dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang (yang munafik) yang berkata, "Kami mendengarkan," padahal mereka tidak mendengarkan (karena hati mereka mengingkarinya)." (QS. al-Anfal, 8:20-21)

Semoga bermanfa'at wallahu 'alam bishowwab.

(Disadur dengan sedikit perubahan dari kitab Rojulun Sholih (Karakteristik Lelaki Shalih) karya Ust. Abu Muhammad Jibriel AR)

Sumber: http://abujibriel.com 

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Kecelakaan truk sebabkan ledakan besar di Riyadh

Hanin Mazaya

Kamis, 1 November 2012 13:21:54

RIYADH (Arrahmah.com) - Ledakan yang telah merusak bangunan industri di timur Riyadh, ibukota Arab Saudi, disebabkan oleh kecelakaan truk yang membawa cairan yang mudah terbakar, ujar sumber keamanan Saudi seperti yang dilaporkan Al Jazeera.

Seorang pejabat pertahanan sipil di tempat kejadian yang menolak disebutkan namanya mengatakan bahwa sebuah truk bahan bakar telah menabrak sebuah jembatan beton pada Kamis (1/11/2012).

Pejabat itu mengatakan setidaknya satu orang telah terluka dalam ledakan.

Bangunan industruk yang memiliki beberapa tingkat, hampir seluruhnya hancur, sementara bangunan di dekatnya mengalami kerusakan yang tidka begitu parah.

Lebih dari seratus personil gawat darurat berada di lokasi kejadian.  Belum ada laporan lebih lanjut mengenai peristiwa ini.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Ledakan mematikan kembali guncang Damaskus saat pertempuran kian sengit

Hanin Mazaya

Kamis, 1 November 2012 13:45:49

DAMASKUS (Arrahmah.com) - Dua bom telah meledak di ibukota Suriah, Damaskus.  Satu ledakan membunuh setidaknya enam orang di dekat tempat suci Syiah, lapor media pemerintah dan aktivis oposisi mengatakan ledakan terjadi saat baku tembak kian sengit di seluruh kota.

Ledakan mematikan pertama terjadi di distrik Sayeda Zainab, pada Rabu (31/10/2012) yang juga melukai 13 orang lainnya, namun jumlah korban tewas masih belum jelas, lansir Al Jazeera.  Ledakan berasal dari bom mobil.

Bom lainnya dilaporkan berhasil dijinakkan, lansir Addounia.

"Ledakan itu terjadi di timur kuil (makam cucu nabi Zainab yang sangat dikeramatkan oleh pengikut Syiah-red).  Banyak orang yang terluka," ujar saksi mata yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Personil keamanan telah menyerbu daerah.  Tidak jelas apakah target mereka adalah kuil atau kamp keamanan yang bersebelahan dengan itu," tambahnya.

Kelompok yang menentang Bashar al Assad mengatakan tujuh orang tewas dalam ledakan itu. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger