Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Diskusi tentang syiah berakhir gaduh

Written By Unknown on Selasa, 23 Oktober 2012 | 17.11

Bilal

Selasa, 23 Oktober 2012 14:46:11

MALANG (Arrahmah.com) - Acara Dialog Publik bertajuk "Haruskah Syiah Ditolak?" yang diadakan PMII Rayon Ushuludin IAIN Sunan Ampel Surabaya, Senin (22/10/2012), dibubarkan.

Ketua Bidang Organisasi Yayasan Albayyinat Indonesia Habib Achmad Zein Alkaf kepada beritajatim.com, Senin (22/10/2012) mengatakan, pihaknya yang selama ini memerangi ajaran Syiah di Indonesia, mengaku memang telah membubarkan acara tersebut.

"Saya tadi minta acara seminar tentang Syiah agar dihentikan dan dibubarkan. Ini karena sudah ada fatwa MUI Jatim yang menyatakan ajaran Syiah sesat dan didukung Pergub Jatim yang melarang aliran-aliran sesat berkembang di Jatim. Tadi Umar Shihab dari ABI ketemu saya langsung lari," katanya.

Semula, acara dialog dari awal hingga sesi tanya-jawab sesuai rencana. Di ujung acara, forum yang dihadiri ratusan mahasiswa tiba-tiba menjadi gaduh.

Kegaduhan bermula ketika para pemateri usai menjawab pertanyaan, Habib Ahmad bin Zein al-Kaf diberi kesempatan moderator bertanya. Saat beliau baru bicara, suara-suara ribut di bangku belakang mulai terdengar.

Habib Ahmad yang berbicara sebagai peserta itu tetap melanjutkan pembicaraan dengan tenang.

"Saya di sini ingin sampaikan bahwa kami menjelaskan Syiah secara ilmiah. Ketahuilah, ormas NU, Muhamadiyah dan MUI Jawa Timur menyatakan sesat," ujar anggota Syuriah PWNU Jawa Timur tersebut seperti dimuat hidayatulla.com.

Pria yang juga dikenal Ketua Bidang Organisasi Yayasan Al-Bayyinat itu menerangkan, bahwa siapa yang mengaku pecinta Rasulullah dan Ahlul Bait maka harus menyatakan Syiah sesat.

"Ja'afar al-Shadiq itu imam Ahlussunnah bukan Syiah," tegasnya.

Meski Ahmad bin Zein bicara dengan tenang, tapi rupanya sejumlah aktivis Syiah gerah dengan pernyataannya. Salah seorang diantaranya berteriak keras, "Yaa Huseiin!".

Sontak teriakan-teriakan tersebut semakin membuat gaduh suasana forum dialog. Saat itu mulai banyak peserta maju ke depan. Terdengar pula kalimat-kalimat teriakan dari aktivis Syiah lain. Ahmad bin Zein pun tidak melanjutkan kalimatnya.

Melihat situasi tidak kondusif, panitia lantas memutuskan mengakhisi acara dan keributan segera diredakan oleh panitia.

Sebelumnya, diskusi publik yang diikuti ratusan mahasiswa IAIN itu berlangsung kondusif. Menghadirkan Emha Ainun Nadjib Budayawan dan sejumlah akademisi. Sejatinya, Umar Shihab, Ketua Dewan Syuro DPP Ahlul Bait Indonesia (ABI) juga tampil sebagai pembicara. Namun, dibatalkan demi keamanan. Meski yang bersangkutan tetap hadir.

Dalam penjelasannya, Emha mengaku diskusi semacam ini untuk membahas isu Syiah harus dilakukan. Di samping sikap tegas yang juga harus ditunjukkan masyarakat yang memang menolak Syiah.

"Kalau anti Syiah ya harus tegas. Kalau memang Syiah tidak boleh ada, ya demo, bikin resolusi, kirim surat ke pemerintah supaya Syiah dilarang ada. Kalau iya, iya. Kalau nggak, nggak," kata Emha sebelum acara itu dibubarkan.

Setelah sesi tanya jawab, Habib Achmad Zein Alkaf yang juga Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim sekaligus A'wan Syuriah PWNU Jatim memberikan pendapatnya. Habib memang dikenal tegas menentang Syiah. Namun belum lama bersuara, dia langsung dihentikan. Acara pun dibubarkan dengan sholawat yang dipimpin Emha Ainun Nadjib. (bilal/dbs/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Aktifis gay Dede Oetomo gagal jadi komisioner Komnas HAM

Bilal

Selasa, 23 Oktober 2012 11:44:15

JAKARTA (Arrahmah.com) - Aktivis gay Dede Oetomo gagal lolos seleksi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Dede hanya mendapat satu suara dalam voting yang digelar di Komisi III DPR, Senin (22/10).

"Tidak terpilihnya Dede Oetomo memang tidak terlepas dari keterwakilan dia dalam kelompoknya. Fraksi-fraksi mempertimbangkan hal itu juga," ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS, Indra, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/10) seperti dilansir merdeke.com.

Indra mengatakan, semenjak nama Dede muncul sebagai salah satu calon komisioner Komnas HAM, partainya banyak mendapatkan penolakan. Penolakan tersebut berasal dari PKS di Jawa Timur dan Jabodetabek.

"PKS kami di Jawa Timur di daerah asal Dede sudah menyampaikan penolakannya, demikian juga yang dari Jabodetabek. Penolakan itu ada. Kami juga harus menampung aspirasi ini," jelas dia.

Namun, secara kualitas, menurut Indra, Dede dinilai tidak terlalu buruk saat menjalani tes uji kelayakan bersama anggota Komisi III beberapa waktu lalu. Tetapi, dia mengakui masih ada kandidat-kandidat lainnya yang lebih baik dari Dede.

"Kecuali kalau Dede bagus, dan kami pilih yang jelek-jelek, ini bisa jadi soal. Tapi nyatanya, yang lain memang banyak yang bagus," tandas dia.

Seperti diketahui Dede merupakan salah satu pendiri komunitas GAYa Nusantara. Dede juga cukup dikenal sebagai salah satu aktivis LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) yang kerap memperjuangkan kaum-kaum minoritas itu.

Adapun, ketiga belas komisioner Komnas HAM yang terpilih adalah sebagai berikut:

1. Sandrayati Moniaga: 48 suara
2. Maneger Nasution: 45 suara
3. Natalius Pigai: 43 suara
4. Otto Nur Abdullah: 42 suara
5. Ansori Sinungan: 42 suara
6. Muhammad Nurkhoiron: 38 suara
7. M. Indadun Rahmat: 38 suara
8. Siane Indriani: 36 suara
9. Roichatul Aswidah: 35 suara
10. Hafid Abbas: 35 suara
11. Siti Noor Laila: 33 suara
12. Dianto Bachriadi: 28 suara
13. Nur Kholis: 28 suara

Setelah terpilih, ketiga belas nama itu akan dibawa ke rapat paripurna pada Selasa (23/10). Sementara untuk pemilihan Ketua Komnas HAM, akan diserahkan kepada ketiga belas komisoner terpilih itu untuk memilih sendiri. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Layanan publik yang baik membuat ratusan pengungsi kembali ke Mali Utara

Muhib Al-Majdi

Selasa, 23 Oktober 2012 11:55:56

(Arrahmah.com) - Ratusan warga Mali Utara yang mengungsi selama masa pemerintahan mujahidin Anshar Dien mulai berbondong-bodong kembali ke kampung halaman. Mereka memiliki harapan hidup baru setelah pemerintahan mujahidin terbukti memberikan pelayanan publik yang lebih baik dari rezim sekuler Mali.

Penduduk di Mali Utara dan Mali Selatan melaporkan bahwa ratusan pengungsi Mali Utara mulai kembali ke kampung halamannya untuk hidup di bawah naungan syariat Islam. Mereka berharap mendapatkan lapangan pekerjaan, layanan air bersih gratis, layanan listrik gratis dan harga sembako yang lebih murah di wilayah Mali Utara yang diperintah mujahidin Anshar Dien. Demikian laporan kantor berita Iren, Senin (22/10).

Para pedagang di wilayah Mali Utara melaporkan bahwa pemerintahan mujahidin Anshar Dien telah meniadakan pajak atas sembako, memberikan layanan listrik dan air bersih secara gratis, serta menstabilkan harga sembako.

Seorang supir bus jurusan Bamako-Gao--Timbuktu, Goso Traore menjelaskan bahwa bus-bus penuh mengangkut pengungsi keluar dari wilayah Mali Utara pada bulan Maret sampai Juni 2012. Kini kondisi berbalik seratus delapan puluh derajat. Bus-bus penuh mengangkut para pengungsi kembali ke wilayah Mali Utara.

"Saya kini kembali ke kota Gao, karena biaya hidup di sini lebih murah. Saya tidak perlu membayar listrik dan air bersih. Padahal sebelumnya setiap bulan (di tempat pengungsian di Mali tengah) saya harus mengeluarkan 15.000 frank (sekitar 30 dolar) untuk listrik dan 8000 frank (sekitar 16 dolar) untuk air bersih. Tapi sekarang saya mendapatkannya secara gratis." kata seorang guru Bahasa Perancis yang ikut mengungsi ke wilayah Mali Tengah pada bulan April 2012, Isa Mahamar.

Mahamar menceritakan bahwa pemerintahan mujahidin Anshar Dien menjual sembako di depot dan gudang makanan kepada penduduk setempat dengan harga yang rendah, sehingga masyarakat bisa menyimpannya. "Bayangkan, saat ini harga satu karung beras hanya 20.000 frank (sekitar40 dolar), padahal dulu kam harus membayar 40.000 sampai 50.000 frank (sekitar 80-100 dolar)."

Pelayanan publik yang lebih baik di bidang kebutuhan sembako, air bersih dan listrik secara gratis merupakan buah dari pelaksanaan syariat Islam di wilayah Mali Utara.

Polisi syariat Islam setiap hari berpatroli ke pasar-pasar dan toko-toko untuk menstabilkan harga dan mencegah para pedagang menjual barang di atas harga yang telah ditetapkan pemerintahan mujahidin.

Para penduduk lokal menyebutkan bahwa harga roti pada masa pemerintahan rezim sekuler Mali adalah 300 frank (sekitar 60 sen). Kini pada masa pemerintahan mujahidin Anshar Dien, harganya stabil hanya 200 frank (sekitar 40 sen).

Pemerintahan mujahidin Anshar Dien sendiri telah mengajak seluruh pegawai dan pekerja yang mengungsi untuk kembali ke pekerjaan mereka guna pelayanan publik yang lebih baik di Mali Utara. Para pegawai dan pekerja yang kembali ke Mali Utara kini telah mendapatkan pekerjaannya semula dengan gaji yang lebih baik.

Musa Traore (35 tahun) sebelumnya adalah perawat di rumah sakit Gao sebelum ia mengungsi ke Bamako pada maret 2012. Pada 27 Juni lalu ia kembali ke Gao. Kini ia mendapatkan pekerjaannya sebagai perawat di rumah sakit yang sama dengan gaji 600 dolar setiap bulan. Jumlah itu jauh lebih besar dari gaji yang diterimanya pada masa pemerintah sekuler Mali.

"Saya menetap atas pilihan saya sendiri, untuk kepentingan saya sendiri, seperti dilakukan oleh semua orang. Setiap hari ada doker dan perawat yang kembali (dari pengungsian) untuk mendapatkan pekerjaan mereka kembali."baru kini perasing ngakui, "kata Traore.

Seorang pengamat politik di ibukota Bamako, Badra Makalo, mengatakan, "Memang benar kelompok islam menerapkan syariat, memotong anggota badan manusia, merajam dan mencambuk, sesuai bentuk tindak pidana yang dilakukan manusia.Tapi jika engkau menghormati kaedah-kaedah mereka (syariat Islam), mereka tidak akan mengganggumu sedikit pun."

Kestabilan kehidupan masyarakat Mali Utara di bawah pemerintahan mujahidin Anshar Dien sangat kontras dengan wilayah pemerintahan rezim sekuler Mali di Mali Selatan. Krisis ekonomi dan politik di wilayah Mali Selatan semakin meningkat sebagai akibat dari konflik kekuasaan dan pengaruh pihak investor asing.

Saat ini tiga kekuatan utama bersaing untuk meraih kekuasaan di Mali Selatan. Presiden sementara Dioncounda Traoré, Perdana Mentri Cheick Modibo Diarra dan komandan kudeta militer Amadou Sanogo saling bertikai untuk menjadi penguasa nomor satu di Bamako. Para investor AS, Perancis dan Barat turut memperkeruh pertikaian dengan mendukung salah satu pihak yang dianggap menguntungkan kepentingannya.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Bom Poso diduga menggunakan detonator Handphone

Bilal

Selasa, 23 Oktober 2012 14:44:32

PALU (Arrahmah.com) - Kapolda Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal (Brigjen) Dewa Parsana mengakui sudah menerima hasil identifikasi Laboratorium Forensik (Labfor) pengeboman yang terjadi di Pos Polisi Kabupaten Poso, Senin (22/10). Menurutnya, dari hasil kerja anak buahnya ditemukan detonator bom menggunakan hand phone (HP) merk Samsung.

"Bom memiliki timer dan detonator dari hand phone merek Samsung," kata polisi pemilik satu bintang di pundaknya itu seperti yang dilansir Radar Sulteng (JPNN Group), Selasa (23/10).

Namun, Dewa belum bisa memastikan siapa di balik pelaku teror itu. Yang jelas kata dia, kelompok yang melakukan pengeboman adalah orang-orang yang menginginkan Poso kacau lagi.

Dewa menjelaskan, kelompok peneror ini tergolong terlatih dan memiliki persenjataan yang cukup lengkap. "Mereka memang menginginkan Poso kacau lagi, sehingga mereka ini bisa bebas menjadikan daerah itu sebagai tempat mereka berkumpul," tegas Dewa. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Ratusan mujahidin Sudan dan gurun Barat tiba di Mali Utara

Muhib Al-Majdi

Selasa, 23 Oktober 2012 15:53:31

BAMAKO (Arrahmah.com) – Ratusan mujahidin dari Sudan dan wilayah gurun Barat telah tiba di Mali Utara akhir pekan ini. Mereka siap berjihad bersama mujahidin Anshar Dien jika Perancis dan Uni Afrika melancarkan invasi militer ke wilayah yang telah dikuasai mujahidin. Demikian sejumlah saksi mata melaporkan kepada AFP pada Senin (22/10).

Sumber pada keamanan rezim sekuler Mali menyebutkan, "Ratusan aktivis jihad, khususnya yang berasal dari Sudan dan wilayah gurun, sebagai bala bantuan telah sampai ke wilayah Timbuktu dan Gao untuk menghadapi serangan pasukan Mali dan sekutu-sekutunya."

Salah seorang penduduk kota Timbuktu mengatakan kepada wartawan AFP, "Lebih dari 150 warga muslim Sudan telah tiba dalam waktu 48 jam ke kota Timbuktu." Ia menambahkan, "Mereka bersenjata dan menyatakan kedatangan mereka untuk membantu saudara-saudara muslim melawan orang-orang kafir."

Kota Timbuktu dan Gao adalah wilayah Mali Utara yang telah dikuasai oleh mujahidin Anshra Dien. Di kedua wilayah tersebut syariat Islam telah diterapkan oleh pemerintahan mujahidin.

Salah seorang komandan mujahidin Anshar Dien di kota Gao, Habib Walad Yusuf membenarkan berita kedatangan ratusan mujahidin dari luar Mali di kota Timbuktu dan Gao. Habib Walad Yusuf sendiri berasal dari Niger.

"Mereka (Perancis, AS, Mali dan Uni Afrika) ingin perang? Kami siap berperang. Oleh karena itu saudara-saudara kami datang darimana-mana. Mereka datang dari tenda-tenda Tanduf di Aljazair, dari Sinegal, dari Pantai Gading, dari mana-mana."kata Yusuf.

Kedatangan ratusan mujahidin Sudan, Aljazair, Niger, Sinegal, dan Pantai Gading itu terjadi hanya dua hari setelah Perancis, AS, Mali dan Uni Afrika menggelar pertemuan tingkat tinggi di Bamako. Pertemuan itu menyepakati pengiriman pasukan negara-negara Afrika Barat dengan dukungan PBB ke wilayah Mali Utara.

Invasi militer besar-besaran itu bertujuan merebut kembali wilayah Mali Utara dari tangan mujahidin dan menghapuskan penerapan syariat Islam di sana. Selama lebih dari tujuh bulan terakhir, wilayah Mali Utara berada dalam kekuasaan mujahidin Anshar Dien yang didukung oleh mujahidin Al-Qaeda Wilayah Maghrib Islam.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More

Perancis katakan memerangi Mujahidin Mali akan sangat sulit

Written By Unknown on Senin, 22 Oktober 2012 | 17.11

Hanin Mazaya

Senin, 22 Oktober 2012 14:10:17

PARIS (Arrahmah.com) - Intervensi militer untuk kembali mengambil wilayah Mali utara dari tangan Mujahidin Al Qaeda Islamic Maghreb (AQIM) menurut Perancis akan membutuhkan tentara yang "tangguh", menurut Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius pada Minggu (21/10/2012).

Wilayah yang luas jatuh di bawah kendali kelompok-kelompok Islam termasuk AQIM setelah kudeta pada Maret lalu di sebuah negara yang duluna dianggap sebagai salah satu negara demokrasi paling stabil di Afrika.

PBB dan Uni Eropa telah sepakat untuk memberikan pelatihan khusus bagi pasukan Mali yang dapat dimulai secepatnya, menurut Fabius.

"Pasukan Mali akan dilatih dan mereka akan mencoba untuk merebut kembali kota-kota di utara seperti Timbuktu, Kidal dan lainnya," lanjut Fabius dengan menambahkan bahwa hal itu bisa dimulai dalam beberapa minggu mendatang.

"Setelah itu akan ada operasi lain yang lebih sulit yaitu untuk menghadapi Al Qaeda dan afiliasinya.  Hal ini memerlukan tentara yang keras."

Fabius mengklaim kepada AFP bahwa merebut kembali kota-kota di utara tidak selalu berarti konfrontasi dengan AQIM karena tidak semuanya dimiliki oleh kelompok itu.

Kelompok Islam yang menguasai wilayah utara telah memberlakukan syariat Islam, menangkap perempuan yang tidak berhijab, merajam pezina dan memotong tangan untuk para pencuri.  Mereka juga menghancurkan tempat-tempat yang dianggap keramat dan diagung-agungkan selama berabad-abad karena digunakan sebagai sarang kemusyrikan.

Perancis, mantan penguasa kolonial Mali, telah menjanjikan dukungan logistik bagi intervensi militer, namun pihaknya tidak akan menempatkan pasukan di lapangan.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Risalah Nasihat ustadz Fuad Al hazimi : Jauhilah maksiat wahai Mujahid

Bilal

Senin, 22 Oktober 2012 14:15:09

JAKARTA (Arrahmah.com) - Sebagai seorang anak manusia, mujahidin dalam menjalani hidup dan aktifitasnya tentu tak lepas dari khilaf, salah, dan lupa, tidak ma'shum begitulah istilahnya. Sehingga, sebuah nasihat dan taushiyah begitu terasa diperlukan oleh mereka-mereka yang sedang menapaki jalan Jihad ini.

Dengan penuh rasa kecintaan dan kepeduliannya agar mujahidin dan saudara-saudara seimannya yang hendak melazimi jalan jihad berada terus di rel yang benar dan tepat serta mendatangkan keridhoan Allah Subhanahu wa ta'ala, ustadz Fuad al Hazimi membuat risalah singkat sebagai tadzkiroh dan taushiyah agar para pengemban dakwah dan jihad dapat berhati-hati dan terhindar dari ketergelinciran. Berikut risalah tersebut :

Jauhilah maksiat wahai Mujahid

(nasehat dari hamba Allah yang faqir untuk para Mujahid penolong Sunnah dan Tauhid)

  • DIENUL ISLAM ADALAH NASEHAT 

Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam bersabda :

 "Dienul Islam adalah Nasehat". kami bertanya : "Milik (bagi) siapakah ya Rasulullah ?" Rasulullah menjawab : "Milik Allah, Kitab-Nya (Al Qur'an), Rasul-Nya dan juga kaum muslimin, baik  para  pemimpinnya maupun orang-orang awam". (HR Bukhari Muslim)

Inilah yang diajarkan oleh Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam suri teladan kita, agar kita saling memberi nasehat  menuju ketaqwaan dan kebajikan  dan ini pula yang mendorong penulis untuk menyusun nasehat ini.

Semoga Allah mengampuni kelemahan penulis dan kekurangannya dalam memadukan antara ilmu dan amal, antara tulisan dan tindakan. Semoga nasehat ini bermanfaat bagi penulis dan keluarga khususnya, dan juga bagi kaum muslimin seluruhnya. Amien.

إِلَهِى لاَ تُعَذِّبْنىِ فإَِنِّى              مُقِرّاً بِالَّذِى قَدْ كاَنَ مِنِّى

يَظُنُّ النّاَسُ بِى خَيْراً فَإِنِّى    لَشَرُّ الْخَلْقِ لَوْ لَمْ تَعْفُ عَنِّى

فَماَ لِي حِيْلَةٌ إِلاَّ رَجاَئِيْ    وَعَفْوَكَ إِنْ عَفَوْتَ وَحُسْنَ ظَنِّي

Ya Allah....  janganlah Engkau siksa diriku  

karena aku telah mengakui segala dosa-dosaku

Manusia menyangka diriku adalah orang baik,

Padahal akulah se buruk-buruk makhluk-Mu,

 Jika Engkau tak  sudi Mengampuniku

Tak ada lagi dayaku selain mengharap rahmat dan ampunan-Mu

Serta husnudzdzon akan belas kasih-Mu

Tidak sedikit dari kita yang merasa bahwa kekuatan fisik, besarnya jumlah pasukan dan canggihnya peralatan lah yang akan membuat kita menang atas musuh-musuh kita. Padahal fakta di medan jihad di berbagai belahan bumi Allah ini telah membuktikan bahwa semua itu tidak ada artinya sama sekali di depan para mujahidin yang hanya bersenjatakan perlengkapan seadanya, namun mereka memiliki kekuatan yang luar biasa : Iman dan Islam yang kuat menghunjam di dada.

Abdullah bin Rawahah Rodhiyallohu 'anhu , salah seorang shahabat pemberani yang syahid di perang Mu'tah mengingatkan kita dari mana sesungguhnya sumber kekuatan seorang mukmin dalam membela Dienul Islam dan menegakkan Syari'ah-Nya. Beliau berkata :

"Kita berjihad melawan musuh-musuh Allah bukan dengan mengandalkan kekuatan kita, bukan pula besarnya jumlah pasukan kita, kita berperang hanya berbekal Dienul Islam yang kita pegang  sekuat tenaga dan penuh keteguhan jiwa, dengan Islam itulah Allah telah memuliakan dan memenangkan kita semua". [1]

Nasehat ini seharusnya menyadarkan kita agar kita benar-benar memegang kuat Dienul Islam serta menjaga  syari'ah Allah melebihi kuatnya seorang mujahid memegang erat senjatanya di kala perang berkecamuk. Manakala sedikit saja kita lengah dan terlena dalam memegang Dienul Islam, saat itu juga hilang segala harapan kita untuk mendapatkan pertolongan Allah, bahkan tak akan ada lagi asa yang tersisa untuk memperoleh kejayaan dan kemenangan. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memberikan pertolongan-Nya hanya bagi mereka yang benar-benar taat  pada syari'ah-Nya, ikhlas dalam berjuang, memenuhi semua hal yang yang menjadi syarat-syarat datangnya pertolongan, berpegang teguh pada Dienul Islam dan hanya bertawakkal kepada-Nya. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (Dien)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa". (QS Al Hajj 40)

Amirul Mukminin, Umar Bin Khattab Rodhiyallohu 'anhu lebih takut terhadap maksiat yang dilakukan pasukannya dibandingkan dengan besarnya jumlah pasukan musuh. Sehingga beliau selalu mengingatkan pasukannya : "Jika kita tidak memperoleh kemenangan disebabkan ketaatan kita kepada Allah, pastilah musuh-musuh kita akan mengalahkan kita dengan kekuatan mereka". [2]

  • BALASAN MAKSIAT DATANG SECEPAT KILAT

Tidak sedikit dari kita menyangka bahwa Allah akan memberikan toleransi kepada kita manakala kita bermaksiat kepada-Nya karena merasa bahwa kita telah sekian lama berkomitmen pada Syari'ah-Nya dan tidak pernah lelah sepanjang waktu berjuang dan beramal demi tegaknya Syari'ah Allah di bumi ini. Sedangkan maksiat yang kita lakukan itu hanyalah dosa kecil yang –kita sangka- pasti akan diampuni oleh Allah. Padahal yang sebenarnya terjadi tidaklah demikian.

Saat seorang mujahid telah menganggap remeh maksiat dan dosa yang dilakukannya atau menganggap dirinya mendapatkan toleransi untuk berada dalam wilayah syubhat, sesungguhnya ia akan mendapatkan balasan maksiat itu dari Allah dengan serta merta melebihi cepatnya balasan yang ditimpakan Allah kepada orang lain. Inilah yang tidak pernah terpikir dalam benak sebagian besar ikhwah mujahid dan para aktivis penegakan syari'ah di negeri ini. Mereka terlena dengan banyak perbuatan yang sia-sia, bersenda gurau terlalu berlebihan seakan-akan masalah dan problematika umat ini bisa diselesaikan dengan senda gurau, berlarut-larut dengan perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya, merasa dirinya atau jama'ahnya lah yang paling benar dan sebagainya.

Tatkala kita bemaksiat kepada Allah, kita tidak pernah menyangka akan secepat kilat Allah membalas maksiat itu. Padahal jika kita memahami hakikat Dienul Islam, pastilah kita akan tahu bahwa Allah amat sangat "cemburu" Melihat hamba-hamba pilihan-Nya terlena dalam kemaksiatan dan syubhat, sehingga tanpa menunda waktu lagi Allah langsung mengingatkan mereka. Apalagi seharusnya mereka adalah orang-orang yang paling takut melakukan maksiat, paling jauh dari syubhat dan paling menghindari dosa-dosa, bahkan dosa kecil sekalipun. Karena mereka adalah orang-orang yang senantiasa mengingatkan ummat agar menjauhi maksiat dan dosa-dosa, tetapi mereka justru terlena dan berkubang di dalamnya. Maka wajar lah jika balasan Allah sangat cepat bahkan melebihi cepatnya balasan yang Allah timpakan kepada musuh-musuh Islam dan orang-orang yang melampaui batas dan kufur.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman:

لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

"(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang melakukan kejahatan (maksiat dan dosa), niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah". (QS An Nisa' 123)

Para shahabat menyatakan bahwa inilah ayat Al Qur'an yang paling berat bagi mereka, sebagaimana diriwayatkan  oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Aisyah mengatakan kepada Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam bahwa inilah ayat Al Qur'an yang terasa paling berat bagi dirinya. [3]

Ibnul Jauzi menjelaskan tentang dampak maksiat bagi jiwa seseorang : "Dan di antara contoh keajaiban balasan maksiat di dunia adalah ketika saudara-saudara Nabi Yusuf 'Alaihis Salam mencelakakannya serta menjualnya dengan harga yang sangat rendah, tidak berapa lama Allah menghinakan mereka dengan menjadikan mereka  peminta-minta di hadapan Yusuf, orang yang telah mereka celakakan. Al Qur'an menceritakan kisah ini :

" Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata : Hai Al Aziz (Yusuf), kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah takaran untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah." (QS Yusuf 88) [1]

kemudian Allah butakan mata hatinya dan ia menjadi berat untuk tahajjud, serta matanya sulit menghayati ayat-ayat Al Qur'an dan menangisi dosa-dosa dan sebagainya, lalu Allah hilangkan kejernihan dan kepekaan jiwanya. Atau ia dengan gampang mengkonsumsi makanan yang berasal dari , (nurani) orang itu. Atau membiarkan mulutnya mengatakan ucapan-ucapan kasar, jorok, Kadangkala balasan itu bukan bersifat fisik seperti sakit, bangkrut, bencana alam dan sebagainya tetapi justru berupa balasan maknawi. Kita saksikan betapa banyak orang yang membiarkan matanya jelalatan memandang hal-hal yang diharamkan Allah, kemudian tanpa disadarinya Allah telah mencabut cahaya-Nya dari 

Ada pula dampak yang tidak kalah berbahaya, yaitu dengan menjadikannya bergelimang maksiat, karena dosa kecil atau maksiat yang diremehkannya telah menyebabkan dirinya terseret ke jurang kemaksiatan lainnya. Sesungguhnya maksiat yang dilakukan oleh seseorang setelah ia melakukan satu maksiat adalah balasan Allah atas maksiat yang pertama.

Demikian pula orang yang merasa bahwa setelah ia melakukan maksiat ternyata tidak terjadi sesuatu pun pada dirinya, harta dan keluarganya. Sesungguhnya ia tidak sadar bahwa kelalaiannya akan balasan dari Allah adalah balasan atas dosa-dosanya.

Diriwayatkan bahwa seorang pendeta Bani Israil pernah bermunajat kepada Allah seraya berkata : "Ya Allah betapa banyak aku telah bermaksiat kepada-Mu namun Engkau tidak sedikit pun menimpakan balasan atas diriku". Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi yang diutus saat itu : "Katakan kepadanya : "Betapa besarnya balasan yang telah Aku timpakan kepadamu, sedangkan engkau tidak menyadarinya. Bukankah Aku telah mengharamkan bagimu manisnya beribadah kepada-Ku, sehingga engkau tak pernah lagi merasakan nikmatnya bermunajat kepada-Ku". [2]

Abu Darda' Radhiyallohu 'anhu berkata : "Hindarkan diri kalian dari kebencian orang-orang mukmin terhadap kalian. Tahukah kalian apa sebabnya ? Sesungguhnya jika seorang hamba Allah telah banyak berbuat maksiat kepada Rabb nya, maka Allah akan melontarkan kebencian-Nya ke dalam hati orang-orang mukmin (agar mereka benci terhadap orang itu) dengan tanpa disadari orang itu" [3]

Ketika ada yang bertanya kepada Wuhaib bin Al Warad, seorang ulama salaf  : "Apakah orang yang banyak maksiat dapat merasakan nikmatnya ibadah ? beliau menjawab : "Jangankan yang banyak bermaksiat, bahkan yang baru berniat untuk bermaksiat saja tidak akan merasakan nikmatnya ibadah"  [4]

  • MAKSIAT SESEORANG, BERDAMPAK BAGI KAUM MUSLIMIN SECARA KESELURUHAN

Ironisnya , dampak dari maksiat yang dilakukan oleh seseorang, bukan hanya ditimpakan Allah atas dirinya saja, tetapi juga kepada seluruh jama'ah, tandzim dan bahkan kepada  seluruh kaum muslimin. Ujian dan cobaan yang Allah timpakan kepada suatu tandzim, bukan tidak mungkin adalah sebagai akibat dari maksiat  yang dilakukan oleh segelintir orang. Semakin besar maksiat dan dosa yang dilakukan, akan semakin besar pula balasan yang Allah timpakan kepada mereka. Lebih-lebih jika yang melakukan maksiat itu adalah mereka yang diberi amanah sebagai pemimpin, atau yang dipercaya menjadi teladan bagi yang lain.

Bahkan yang sangat jarang disadari sebagai maksiat yang tidak kecil adalah sikap kita membiarkan kemungkaran terjadi di depan mata kita yang justru dilakukan oleh saudara kita sesama aktifis Jihad. Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"Dan peliharalah dirimu dari pada bencana yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya". (QS Al Anfal 25) 

Perang Uhud telah memberikan pelajaran yang amat sangat berharga kepada kita, bahwa maksiat yang dilakukan oleh sebagian kecil kaum muslimin telah menyebabkan bencana pada seluruh umat Islam. Betapa dahsyatnya dampak yang Allah perlihatkan kepada kita atas ketidak patuhan para pemanah yang diperintahkan oleh Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam agar tetap pada posisi mereka di atas bukit Uhud walau apapun yang terjadi di medan tempur di bawah mereka. Meskipun jumlah mereka tidak lebih dari 4 persen dari seluruh pasukan Islam, lihatlah dampak maksiat mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Tujuh puluh shahabat pilihan gugur syahid, tubuh mereka dicincang-cincang, perut mereka dirobek-robek bahkan jantung Hamzah bin Abdul Muthallib dicabut dari tubuhnya yang suci. Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam robek pipinya dan patah beberapa giginya terkena anak panah musuh. Namun meskipun demikian Allah telah mengampuni mereka semua :

"Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada sa'at kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu (agar tetap pada posisi mereka) dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai (harta rampasan perang). Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka(Maksudnya: kaum muslimin tidak berhasil mengalahkan mereka) untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman". (QS Ali Imran 152)

Seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al Bashri : "Bagaimana mungkin Allah akan memaafkan mereka, sedangkan perbuatan mereka telah mengakibatkan gugurnya 70 orang shahabat ?". Beliau menjawab : "Kalau bukan karena ampunan Allah, pastilah Allah telah membinasakan mereka semuanya tanpa tersisa". [5] 

Ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak dan balasan yang Allah timpakan kepada kaum muslimin bukan karena mereka semua bermaksiat kepada-Nya tetapi hanya karena segelintir saja dari mereka yang bermaksiat. Ternyata balasan yang Allah berikan sungguh luar biasa. Sehingga kalau bukan karena Maha Pengampun nya Allah, pastilah mereka akan dibinasakan seluruhnya tanpa tersisa (700 orang shahabat seluruhnya, bukan hanya 70 orang saja.. !!!)

Kekalahan dan gugurnya banyak shahabat seperti di perang Uhud terulang kembali pada perang Hunain. Saat itu jumlah pasukan muslimin jauh lebih banyak dibandingkan jumlah pasukan musuh. Sehingga sebagian mereka begitu yakin akan memenangkan pertempuran karena tidak berimbangnya kekuatan. Mereka lupa bahwa kemenangan-kemenangan yang mereka dapatkan dalam berbagai pertempuran semata-mata karena pertolongan Allah, bukan karena yang lain. Saking yakinnya, sampai-sampai di antara mereka ada yang berkata :  "Saat ini tidak mungkin kita dapat dikalahkan karena jumlah kita begitu besar".

Maka terjadilah peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya pada perang Uhud. Bumi yang luas seakan menjadi sempit bagi kaum muslimin, pasukan yang besar seakan tidak berarti apapun dan para shahabat pun berguguran syahid satu demi satu, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an :

"Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai kaum mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) akan perang Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai". (QS At Taubah 25)

Kalau shahabat yang begitu berhati-hati terhadap syubhat dan sangat kuat memegang syari'ah-Nya pun dapat terpeleset dalam maksiat seperti ini lalu bagaimanakah dengan kita yang setiap hari bergelimang dosa bergulat dengan maksiat ? Allahul Musta'an, hanya kepada Allah lah kita sepantasnya memohon perlindungan. 

  • BERBANGGA  DENGAN KELOMPOK : BENCANA SEBELUM DATANGNYA BENCANA

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Berfirman :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar". (QS Al Anfal 46)

 

وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

"Sesungguhnya (Dien tauhid) ini, adalah Dien kamu semua, Dien yang satu, dan Aku adalah Rabb-mu, maka bertakwalah kepada-Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan Dien mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)". (QS Al Mukminun 52 -53)

Ibnul Atsir menyebutkan dalam Al Kamil Fit Tarikh tentang peristiwa yang memilukan hati berikut ini :

"Pada tahun 548 Hijriyyah, pasukan kerajaan Prancis mengepung kota Asqalan, Mesir selama 40 hari 40 malam, namun ternyata penduduk kota itu tetap sabar dan istiqomah menjaga setiap sudut benteng sehingga pasukan Prancis tidak mampu menembus sejengkal pun pintu gerbang kota itu. Bahkan karena putus asa, pasukan Prancis mulai kehilangan semangat tempur mereka sehingga ketika hal itu diketahui oleh pasukan muslim, mereka pun segera mengatur strategi untuk menyergap musuh yang berkemah di perbatasan kota Asqalan. Atas pertolongan Allah, pasukan Prancis dapat dipukul mundur keluar jauh dari kota. Namun ketika mereka bergegas hendak meninggalkan Asqalan, mendadak datang berita dari mata-mata mereka bahwa kaum muslimin di dalam kota Asqalan sedang bertikai sesama mereka, hingga terjadi pertumpahan darah dan tidak sedikit yang tewas karenanya. Sungguh menyedihkan, kaum muslimin justru saling bertikai hanya gara-gara masing-masing kelompok merasa paling berjasa dala006D memukul mundur pasukan Prancis. Mereka merasa bahwa kemenangan ini adalah atas jasa kelompok mereka sedang kelompok lain hanya diam saja demikian pula yang lain merasa sebaliknya. Terjadilah perang saudara antara kaum muslimin di kota Asqalan dan akhirnya……. dengan mudah pasukan Prancis menaklukkan kota itu dan menjajahnya hingga berabad-abad". [6] 

فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

"Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai bashiroh (nurani)". (QS Al Hasyr 2)

Dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu anhu , ia berkata, "Wahai Rasulullâh! Jelaskan kepadaku amal perbuatan yang memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka?" Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sungguh, engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, namun itu mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla di dalamnya, yaitu: engkau beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, melaksanakan shalat, membayar zakat, berpuasa Ramadhan, dan haji ke Baitullah."Kemudian Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Maukah engkau aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam." Kemudian Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah Azza wa Jalla , "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Maka,tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhaap apa yang mereka kerjakan." (as-Sajdah/32:16-17).

 Kemudian Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Maukah engkau aku jelaskan tentang pokoksegala perkara, tiang-tiang, dan puncaknya?" Aku berkata, "Mau, wahai Rasulullâh." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad." Kemudian Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Maukah engkau aku jelaskan mengenai hal yang menjaga itu semua?" Aku menjawab, "Mau, wahai Rasulullâh." Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam memegang lidahnya kemudian bersabda, "Jagalah ini (lidah)." Aku berkata, "Wahai Nabiyullâh, apakah kita akan disiksa karena apa yang kita katakan?" Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla menyayangi ibumu, wahai Mu'adz! Bukanlah manusia terjungkir di neraka di atas wajah mereka -atau beliau bersabda: di atas hidung mereka- melainkan dengan sebab lisan mereka.

  • NASEHAT PARA SHAHABAT  RODHIYALLOHU 'ANHUM TENTANG MAKSIAT

- Ali Bin Abi Thalib Rodhiyallohu 'Anhu

"Semua yang halal (mubah) di dunia ini, kelak di akhirat akan diperhitungkan hisabnya, sedangkan yang haram, pasti akan mendapatkan azab atasnya". [7]

Jika yang halal (mubah) pun kelak akan dihitung oleh Allah, Sang Maha Pembalas amal dan dosa, lalu bagaimana pula dengan yang syubhat apalagi yang haram dari ucapan kita, tingkah laku kita, makanan, minuman, pakaian dan rizki yang kita peroleh ? Padahal menghadapi audit dari manusia saja banyak orang sudah ketakutan akan terbongkar kecurangannya, apalagi di hadapan Yang Maha Melihat, Yang Maha Mengetahui. Allahul Mus'taan.

- Abdullah Bin Abbas Rodhiyallohu 'anhuma

"Wahai orang yang berbuat dosa, janganlah engkau merasa aman dari dosa-dosamu. Ketahuilah bahwa akibat dari dosa yang engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dari dosa dan maksiat  itu sendiri".

"Ketahuilah bahwa hilangnya rasa malu kepada malaikat yang menjaga di kiri kananmu saat engkau melakukan dosa dan maksiat, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu".

"Sesungguhnya ketika engkau tertawa saat melakukan maksiat sedangkan engkau tidak tahu apa yang akan Allah lakukan atas kamu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu".

"Kegembiraanmu saat engkau melakukan maksiat yang menurutmu menguntungkanmu, adalah jauh lebih besar dosanya dari dosa dan maksiat  itu".

"Dan kesedihanmu saat engkau tidak bisa melakukan dosa dan maksiat yang biasanya engkau lakukan, adalah jauh lebih besar dosanya dosanya dari dosa dan maksiat  itu".

"Ketahuilah bahwa perasaan takut aib dan maksiatmu akan diketahui orang lain, sedangkan engkau tidak pernah merasa takut dengan Pandangan dan Pengawasan Allah, adalah jauh lebih besar dosanya dari aib dan maksiat  itu".

"Tahukah engkau apa dosa Nabi Ayyub sehingga Allah mengujinya dengan sakit kulit yang sangat menjijikkan selama bertahun-tahun, ditinggalkan keluarganya dan habis harta bendanya ? Ujian Allah itu hanya disebabkan karena seorang miskin yang didzalimi datang meminta bantuan kepadanya, tetapi Nabi Ayyub tidak membantunya". [8]

- Abu Darda' Rodhiyallohu 'anhu

Saat beliau menderita sakit sebelum beliau wafat, para shahabat beliau menjenguknya seraya bertanya :

"Wahai Abu Darda' sakit apa yang engkau rasakan saat ini ? Beliau menjawab : "aku merasakan sakit yang amat sangat akibat dosa-dosaku". Para shahabat beliau bertanya lagi : "Lalu apa yang engkau inginkan saat ini ?" Beliau menjawab : "Hanya ampunan dari Rabb ku yang aku harapkan saat ini".

Abu Darda' Rodhiyallohu 'anhu salah seorang shahabat yang terkenal sangat zuhud terhadap dunia dan sangat takut berbuat maksiat, merasa kesakitan di saat sakaratul maut akibat dosa-dosanya dan hanya satu yang diharapkannya yaitu maghfiroh dari Allah, lalu bagaimana dengan kita yang tidak pernah melakukan muhasabah (introspeksi) terhadap semua dosa dan kesalahan kita ?

- Syidad Bin Aus Rodhiyallohu 'anhu

Ubadah bin Nasyi meriwayatkan : "Suatu hari aku menemui Ubadah Bin Aus di tempat ia biasa sholat, aku dapati ia sedang menangis tersedu-sedu. Lalu aku bertanya : "Wahai Abu Abdurrahman, apa yang telah membuatmu menangis ?". Beliau menjawab : "Aku menangis karena teringat hadits Rasulullah, suatu hari aku bersama beliau, tiba-tiba aku lihat perubahan raut  wajah beliau, lalu aku bertanya : "Ya Rasulullah, apa yang membuatmu mengerutkan wajahmu ?". "Aku takut terhadap perkara yang akan terjadi pada ummatku sepeninggalku". Jawab Rasulullah. "Apakah perkara itu ya Rasulullah ?". "Syirik dan syahwat yang tersembunyi (kecil)". Jawab beliau. Lalu aku bertanya lagi : "Ya Rasulullah, apakah umatmu akan berbuat syirik sepeninggalmu ?". "Wahai Syidad, mereka mungkin tidak menyembah matahari, bulan, berhala atau batu, tetapi mereka memamerkan amal ibadah mereka di hadapan manusia (riya')". Aku bertanya : "Ya Rasulullah, apakah riya' termasuk syirik ? "Ya", jawab beliau. "Lalu apakah yang dimaksud dengan syahwat yang tersembunyi", tanyaku lagi. "Yaitu ketika seseorang telah berniat puasa sunnah di pagi hari, lalu di siang hari ia melihat berbagai macam godaan syahwat dunia (makan, minum, jima' dsb –pen-)  lalu ia membatalkan puasanya. (Hadits Hasan Shahih Riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak) 

Riya' dan syahwat kecil telah membuat Syidad bin Aus Rodhiyallohu 'anhu menangis tersedu-sedu, sedangkan kita justru sebaliknya, ghibah, namimah (adu domba) fitnah, dusta dan maksiat lainnya malah membuat kita tertawa-tawa gembira.

- Umar Bin Khattab Rodhiyallohu 'anhu

"Bermuhasabah lah kalian (menghitung-hitung kesalahan dan dosa) sebelum datang yaumul hisab (hari perhitungan amal), timbanglah amal kalian sebelum ditimbang Allah, dan bersiap-siaplah kalian akan datangnya hari di mana semua perbuatan akan diperlihatkan dan tidak ada satu pun yang tersembunyi, lalu beliau membaca ayat "Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabb-mu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah)". (QS Al Haqqah 18) [9] 

Diriwayatkan bahwa Umar selalu memukul-mukul badannya setiap kali beliau mengingat dosa-dosanya. [10]

  • CUKUPLAH SAKARATUL MAUTNYA RASULULLAH SEBAGAI IBROH BAGI KITA

Diriwayatkan dari Aisyah Rodhiyallohu 'anha bahwa menjelang wafatnya, Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam meletakkan tangannya ke dalam bejana yang diisi air lalu diusapkan ke wajahnya seraya bersabda : "La Ilaaha Illallah, sungguh setiap kematian akan merasakan pedihnya sakaratul maut".

Aisyah Rodhiyallohu 'anha mengatakan : "Sungguh aku belum pernah menyaksikan orang merasakan kesakitan melebihi rasa sakit yang dialami Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam di saat sakaratul maut beliau". (HR Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah) [11]  

Jika kekasih Allah -yang atas izin Allah beliau akan memberikan syafa'at udzma kepada seluruh ummat manusia, yang di tangannya kunci surga, yang ma'shum dan diampuni seluruh dosa yang telah lalu dan yang akan datang- merasakan sakitnya sakaratul maut, bahkan belum pernah ada rasa sakit yang dilihat oleh Aisyah melebihi rasa sakit yang dialami Rasulullah saat maut menjemput beliau, lalu bagaimana dengan kita ? Hamba yang lemah, sombong dan bergelimang dengan dosa ini ??

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ وَحَبِيْبِناَ وأُسْوَتِناَ وَعَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ، عَدَدَ خَلْقِكَ وَرِضَى نَفْسِكَ، وَزِنَةَ عَرْشِكَ، وَمِدَاد كَلِمَاتِك، وَسَلِّمَ تَسْليِْماً كَثيِْراً.  

"Ya Allah limpahkanlah sholawat atas pemimpin kami, kekasih kami, teladan kami, hamba dan Rasul-Mu Muhammad sebanyak makhluk ciptaan-Mu, sebesar Ridho-Mu (kepadanya), sholawat yang menjadi hiasan Arsy-Mu, dan sebanyak limpahan kasih sayang-mu dalam tanda-tanda kebesaran-Mu, dan limpahkanlah keselamatan yang tiada batasnya atas beliau".

اَلَّلهُمَّ إِلَيْكَ نَشْكُو ضُعْفَ قُوَّتِناَ.. وَقِلَّةَ حِيْلَتِناَ.. وَهَوَانَناَ عَلىَ النَّاسِ.. أَنْتَ رَبُّ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَأَنْتَ رَبُّناَ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ  

"Ya Allah, hanya kepada-Mu kami mengadukan lemahnya kekuatan kami, sedikitnya daya upaya kami dan betapa rendahnya kami di hadapan manusia (karena dosa-dosa kami). Engkaulah Rabb orang-orang yang teraniaya, Engkaulah Rabb kami dan Engkaulah Yang Maha Pengasih di antara yang mereka-mereka yang mengasihi".

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك

"Maha Suci Engkau Ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tidak ada Ilaah yang berhak diibadahi kecuali Engkau, aku memohon ampunan dari-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu"

 

Bumi Allah akhir Dzulhijjah 1430 H

hamba yang lemah yang mencintai saudara-saudaranya karena Allah

Abu Izzuddin

 ==================================

FOOTNOTES

[1]  Shoidul Khotir Halaman 73

[2]  Hilyatul Au;iya'  karangan Al Hafidz Abu Nuaim Al Ishfahani Juz 10 halaman 168

[3]  Hilyatul Au;iya'  karangan Al Hafidz Abu Nuaim Al Ishfahani Juz 1 halaman 215

[4]  Fathul Bari, Kitabul Iman : Ibnu Rajab juz 1/23, Hilyatul Auliya' Juz 8 hal 144, Syu'abul Iman Al Baihaqi juz 5 hal 447

[5]  Risalah Ila Kulli Man Ya'malu Lil Islam : DR. Najih Ibrahim, Mimbar Tauhid Wal jihad

[6]  Disarikan dari Al Kamil Fit Tarikh Ibnul Atsir juz 4 halaman 363

[7]  Tafsir Ar Razi juz 12 hal 332

[8]  Suwar min Hayatis Shohabah jilid 3 hal 60 - 61

[9]  Tafsir Ibnu Katsir juz I hal 134

[10]  Tafsit At Tasturi juz I hal 210

[11]  Fathul Baari juz 12 hal 261

(bilal/arrahmah.com)

strong

p/em


17.11 | 0 komentar | Read More

Lagi, drone pembunuh AS tewaskan empat warga sipil di Yaman

Hanin Mazaya

Senin, 22 Oktober 2012 14:35:22

SANA'A (Arrahmah.com) - Sedikitnya empat warga sipil Yaman gugur dalam serangan pengecut drone AS di Yaman timur, ujar pejabat keamanan Yaman.

Pejabat tersebut yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada AP bahwa rudal AS menargetkan sebuah mobil di provinsi Ma'arib, timur ibukota Yaman, Sana'a.

Saksi mata mengatakan kendaraan tersebut dihantam rudal dari pesawat tak berawak, terlihat jenazah yang telah hangus ditarik keluar dari puing-puing kendaraan.

Ini adalah kali kedua dalam empat hari terakhir pesawat tanpa awak milik negara penjajah AS melakukan serangan di Yaman.  Pada Kamis (18/10/2012), sedikitnya sembilan orang tewas dalam serangan serupa di kota Jaar.

Washington berulangkali mengklaim menargetkan "militan" namun laporan saksi dan rincian yang diberikan pejabat setempat menunjukkan bahwa warga sipil yang menjadi korban utama dari setiap serangan pengecut tersebut.  (haninmazaya/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Survei: Homoseksual paling ditolak bertetangga setelah Ahmadiyah dan Syiah

Bilal

Senin, 22 Oktober 2012 14:35:52

JAKARTA (Arrahmah.com) - Berdasarkan hasil jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI), penganut Syiah, Ahmadiyah, dan homoseksual merupakan tiga kelompok yang paling ditolak dalam kehidupan bertetangga.

"Ada tiga jenis tetangga yang mendapat prosentase penolakan tinggi oleh publik, yaitu penganut Syiah, Ahmadiyah, dan orang yang memiliki hubungan sesama jenis atau homoseksual," kata peneliti LSI Community, Ardian Sopa, di Jakarta, Minggu, (21/10) seperti dimuat gatra.com.

Adrian merinci, berdasarkan hasil jajak pendapat tersebut, 41,8% publik di Indonesia merasa tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang Syiah, 46,6 persen Ahmadiyah, dan 80,6% homoseksual. Sedangkan mereka yang mengaku tidak nyaman hidup berdampingan dengan tetangga yang berbeda agama, sebesar 15,1%.

"Mayoritas masyarakat Indonesia yang beragama Islam lebih menerima hidup bertetangga dengan orang yang beda agama daripada hidup bertetangga dengan orang Islam yang berbeda paham agama seperti Syiah dan Ahmadiyah," jelas Ardian. 

Ardian menambahkan, mereka yang merasa kurang nyaman dengan keberagaman dan setuju dengan penggunaan kekerasan mayoritas berasal dari publik yang berpendidikan dan berpenghasilan rendah. Hasil survei ini menunjukkan, bahwa mereka yang tidak nyaman hidup berdampingan dengan orang yang berbeda agama, naik sebesar 8,2 persen dari 6,9 persen pada tahun 2005 menjadi 15,1 persen pada 2012. "Sikap intoleransi terhadap keberadaan orang lain yang berbeda identitas sosialnya meningkat. Toleransi publik terhadap penggunaan kekerasan juga meningkat," kata Ardian.

Selain itu, imbuh Ardian, 15 sampai 80% publik merasa tidak nyaman jika hidup berdampingan atau bertetangga dengan orang yang berbeda identitas. Survei yang digelar LSI Community sendiri menggunakan metode sistem pengacakan bertingkat (multistage random sampling) terhadap 1.200 responden dengan margin of error sebesar plus minus 2,9%. Survei dilaksanakan 1-8 Oktober 2012. (bilal/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Mabes Polri kirim tim penyelidik ke Poso

Bilal

Senin, 22 Oktober 2012 15:24:07

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kapolri Jenderal Timur Pradopo setelah meminta warga Poso untuk tidak panik pascaterjadinya ledakan di Pos Lantas Jalan Yos Sudarso, Bundaran Smaker, Kasintufu, Poso Kota, Sulawesi Tengah. Menjelaskan, saat ini tim dari Mabes Polri sudah berangkat ke Poso untuk melakukan penyelidikan.

"Saat masih dalam tahap penyelidikan. Kami juga sudah mengirim tim ke sana. Sekarang sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Masyarakat saya harapkan tetap tenang," kata Kapolri di Kantor Menko Polhukam Jakarta, Senin (22/10) seperti dilansir merdeka.com.

Kapolri mengatakan, polisi belum bisa memastikan apakah pelaku berasal dari jaringan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). "Belum tahu nanti, kalau tersangkanya sudah tertangkap baru tahu," ujar Kapolri.

Akibat ledakan itu, seorang polisi bernama Bripda Rusliadi dan seorang sekuriti BRI bernama M Akbar mengalami luka-luka. Polisi memastikan pelaku adalah teroris. Saat ini, polisi tengah mencari seorang saksi yang melihat pelaku memasang bom.

Sebelumnya, terjadi ledakan keras sebanyak dua kali di lokasi Pos Lantas. Bom meledak sekitar pukul 06.15 WITA. Usai kejadian, polisi menemukan bom siap ledak yang ada di dalam wadah plastik.

Selain itu, polisi juga menemukan handphone yang berfungsi sebagai pengendali bom tersebut. Namun, polisi tidak menyebut lokasi ditemukannya bom itu.

"Disita bom tupperware dengan switching menggunakan handphone Samsung," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar.

Menurutnya, saat ini petugas tengah menggelar olah TKP di lokasi meledaknya bom. "Dilakukan olah TKP oleh Tim Jibom, Inafis dan Labfor. Polisi juga terus melakukan penyelidikan terhadap pelakunya," lanjut Boy. (bilal/arrahmah.com)

Baca Juga:

17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger