Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Bahaya Iran, pendiri pemberontak Houtsi jadi radikal setelah pulang dari Iran

Written By Unknown on Rabu, 15 April 2015 | 17.11

JAKARTA (Arrahmah.com) – Kecamuk perang di Yaman memang tidak bisa dihindari, selain karena permintaan resmi Presiden Yaman Manshoor Hadi, pemberontakan yang dilakukan oleh radikalis Hutsi juga dianggap telah mengganggu berbagai aspek di Yaman. Dalam pernyataannya kedutaan besar Arab Saudi menjelaskan bahwa beliau setuju dengan pernyataan pimpinan DPP Al Irsyad bahwa ancaman ideologi syiah memang berbahaya, namun menurutnya yang paling berbahaya adalah karena gerakan hutsi yang radikal dan mengancam kestabilan Yaman.

Komentar ini terlontar setelah beberapa ulama yang hadir menyatakan dukungannya terhadap serangan udara di bawah komando Arab Saudi. Beberapa ulama mengaitkan serangan tersebut dengan pembasmian Syiah yang dianggap sesat dan harus diwaspadai pula oleh Indonesia.

Menjelaskan hal tersebut, Duta besar Saudi menyatakan bahwa sebenarnya ajaran syiah zaidiyyah dihormati di Arab Saudi. Bahkan, buku-buku karangan para ulama zaidiyyah juga dipelajari di universitas-universitas Arab Saudi. Namun, kelompok syiah huthi ini memiliki paham radikal yang dibawa setelah pendiri gerakan ini belajar ke Iran yang notabenenya adalah syiah imamiyah.

Paham syiah iran ini menjadi berhabaya karena syiah yang dianut adalah syiah imamiyah yang memiliki obsesi menyebarkan faham radikalnya ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

"Pendiri kelompok ini, Badrudin Al-Houthi, pernah belajar di Iran dan membawa paham radikalnya dengan membentuk Houthi pada 2004 untuk menghancurkan Yaman.," tutur Ibrahim Annugemsi dari Atase Keagamaan Arab Saudi, dikutip dari Gemaislam.com.

Pernyataan in didukung oleh Ali Mustofa Yakub, menurutnya ahlusunnah adalah rahmatan lil alamin, hanya faham ahlussunnah yang bisa menjaga menjaga keutuhan Negara Indonesia.

"Mereka yang di luar ahlussunnah memiliki prinsip: kalian ikut kita atau kalian kita bunuh, karenanya jangan sampai gerakan ini masuk ke indonesia dan mambahayakan NKRI" tegasnya.

Pendiri Syiah Houtsi, Husein al-Houthi mengatakan, "Seluruh kejelekan yang ada pada umat ini.., setiap kezaliman yang terjadi pada umat ini… dan segala bentuk penderitaan yang dirasakan umat ini… adalah tanggung jawab Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Khususnya Umar, dialah sutradaranya".

Dia juga berkata tentang baiatnya para sahabat kepada Abu Bakar setelah Rasulullah ﷺ wafat: "Dampak kejelekan baiat itu masih terasa hingga sekarang".

Pendiri gerakan separatis ini juga mengatakan, "Permasalahan Abu Bakar dan Umar adalah permasalahan besar. Merekalah dalang semua (keburukan) yang didapat umat ini".

Karena itu, di Iran mereka melakukan revolusi. Di Bahrain melakukan pemberontakan. Di Libanon mereka menguasai kebijakan negara dengan militer non pemerintah yakni grup Hizbullah. Di Yaman mereka memberontak. Di Indonesia? Mereka pun sama. Mereka adalah Syiah 12 Imam.

Secara khusus mereka sangat membenci Umar. Seorang sahabat yang agung yang memadamkan api majusi dengan menaklukkan imperium Persia.

Husein al-Houthi mengatakan, "Muawiyah adalah buah di antara kejelekan Umar. Dan tidak hanya Muawiyah saja racun dari kejelekan Umar bin al-Khattab, Abu Bakar juga merupakan hasil dari kejelekannya. Demikian juga dengan Utsman, ia juga hasil kejelekan Umar". (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Barakallah, Pangeran Brunei Darussalam menikai seorang Muslimah nan qari'ah

BANDAR SERI BEGAWAN (Arrahmah.com) - Baarokallah, putra bungsu dari Sultan Brunei, negara kaya minyak kecil di Asia Tenggara, merayakan pernikahan. Upacara walimah yang bertemakan emas tersebut dilaksanakan pada Ahad (12/4/2015) di ibukota Bandar Seri Begawan, sebagaimana dilapporkan media pemerintah.

Sultan Hassanal Bolkiah, yang telah memerintah sejak tahun 1967, terlihat pada upacara di mana anaknya Pangeran Abdul Malik menikah dengan Dayangku Raabi Atul 'Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Mempelai wanita adalah seorang qari'ah bersuara merdu, sekaligus mantan analis sistem data dan instruktur IT.

Pangeran adalah anak bungsu dari Sultan dan istrinya, Ratu Saleha. Ia merupakan putra kedua dalam garis suksesi kerajaan.

Perayaan walimah berlangsung selama total 11 hari. Sultan menyajikan pertunjukan bagi masyarakat berupa panggung kesenian religi yang diadakan di dua lokasi terpisah di ibukota.

Sultan Brunei, memerintah negerinya yang berpopulasi sekitar 400.000 orang. Ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Tahun lalu, di bawah keputusan Sultan, negara Brunei Darussalam menerapkan sistem syariah (hukum Islam). Karenanya, Brunei menjadi negara Muslim yang konservatif di Asia Tenggara, tetangga dari Malaysia dan Indonesia.

Hampir 70 persen orang kesultanan adalah Muslim etnis Melayu, sementara sekitar 15 persen adalah etnis Cina non-Muslim, diikuti oleh masyarakat adat dan kelompok lainnya.

Penjualan dan konsumsi alkohol di masyarakat dilarang pemerintah Brunei dan kegiatan agama lain diatur dalam regulasi pemerintah. Baarakallahu alaikuma.

Pernikahan Pangiran Brunei

Pernikahan Pangiran Brunei

(adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 1 komentar | Read More

Mujahidin Ahrar Syam dan Jabhah Nushrah gempur rezim di Zamalka

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Mujahidin Ahrar Syam dan Jabhah Nushrah menggempur basis tentara rezim Assad di Zamalka. Demikian dilaporkan Marasil Al-Manarah Al-Baidha', sayap media resmi JN, Ahad (12/4/2015).

Dengan mengoptimalkan terowongan yang digali di sekitar Zamala, para Mujahidin dapat meringsek masuk ke wilayah musuh. Akibatnya, tentara rezim terkepung dari berbagai sisi Zamalka dan mengalami kerusakan parah di markas mereka.

markas tentara rezim di Zalaka mengalami kehancuran parah diroket Mujahidin

markas tentara rezim di Zalaka mengalami kehancuran parah diroket Mujahidin

pertempuran Mujahidin Ahrar Syam dan Jabhah Nushrah melawan rezim di Zamalka

pertempuran Mujahidin Ahrar Syam dan Jabhah Nushrah melawan rezim di Zamalka

(adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Propaganda licik Iran: Gadis cilik Syiah Houtsi didandani jadi korban serangan Saudi

IRAN (Arrahmah.com) – Serangkaian foto tersebar di media sosial, menunjukkan upaya seorang ahli tata rias Iran menyesatkan media dan opini publik terkait perang antara koalisi Arab melawan pemberontak syiah houtsi. Dengan melakukan "make over", pria penata rias itu membuat wajah seorang gadis tak berdosa nampak seperti terluka dan mengalami pendarahan hebat akibat serangan udara Saudi. Demikian kutip Fimadani dari 3alyoum.com, Selasa (14/4/2015).

Gadis cilik itu kemudian difoto dengan posisi tergeletak di tanah dan bersimbah darah seperti korban perang di Yaman. Hal tersebut dianggap sebagai eksploitasi publik yang menyesatkan dan menyerang para prajurit dalam sekutu di bawah Arab Saudi dalam operasi "Badai Penghancur" untuk menyerang milisi Hutsiyin.

Si pembuat foto kemudian menyebarkan foto tersebut di banyak akun media sosial untuk membuat mental para prajurit jatuh karena merasa bersalah.

Sebagaimana dikutip dari 3alyoum.com, spekulan berpendapat bahwa foto-foto itu dibuat untuk mengokohkan posisi Syiah Hutsi untuk menguasai Yaman.

(samirmusa/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Brigjen TNI (Purn.) Adityawarman: Bahaya, Indonesia darurat komunis!

JAKARTA (Arrahmah.com) – Mantan staf ahli Panglima TNI, Brigjen TNI (Purn) Adityawarman Thaha menyatakan bahwa kondisi Indonesia kini diambang bahaya komunis. Demikian dilaporkan Panjimas, Senin (13/4/2015).

Adityawarman menyebut, Komunis Gaya Baru (KGB) pada awalnya terjadi ketika era reformasi. Hingga kini, orang-orang komunis berhasil menyusup ke dalam pemerintahan, diantaranya menduduki kursi DPR dan MPR RI.

"Komunis Gaya Baru ini memanfaatkan setiap situasi dan kondisi yang ada. Di era reformasi inilah mereka berhasil mendudukkan orangnya di DPR dan di MPR. Ini tidak fitnah, saya dapat data-datanya dan bisa dipertanggungjawab," papar Brigjen TNI (Purn) Adityawarman Thaha dalam Pengajian Politik Islam (PPI) yang digelar di Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Ahad (12/4).

Ia pun mengingatkan kepada masyarakat dan terutama kepada aparat agar tidak lalai dengan bahaya laten komunis. (Baca: Mantan Staf Ahli Panglima TNI: Amerika dan Cina Bersatu Kuasai Indonesia)

"Kalau kita bicara komunis dengan masyarakat yang tidak paham, atau jangankan masyarakat biasa, dengan aparat saja mereka ketawa," tegasnya.

Para penganut komunis saat ini disinyalir sengaja menebar pengaruh di tengah masyarakat bahwa seolah paham komunis tidak lagi berbahaya atau sudah tidak ada.

"Itu yang mereka kembangkan di tengah masyarakat, sehingga kita terninabobokan dan satu persatu mereka nyalip masuk di dalam pemerintahan," ungkapnya.

Gejala tersebut terlihat dengan mulai tak dibahas lagi kekejaman PKI dalam buku-buku sejarah di sekolah.

"Apalagi di dalam buku-buku pelajaran sengaja dihilangkan, tidak lagi disebut PKI. Dengan inilah kami akan mencoba menemui Mendikbud supaya sejarah itu diteruskan," tuturnya.

Melihat gejala kebangkitan Komunis Gaya Baru (KGB) Adityawarman menegaskan bahwa Indonesia dalam bahaya.

"Saya berani mengatakan situasi kita hampir sama dengan tahun 1965," tegas Ketua Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) tersebut.

Ia pun menyerukan kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk waspada. "Mereka itu sudah ada di mana-mana!" tandasnya.

(adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pasca serangan udara, kini Tank Saudi dekati perbatasan Yaman

Written By Unknown on Selasa, 14 April 2015 | 17.11

SANA'A (Arrahmah.com) – Tank angkatan darat Arab Saudi bersiap siaga di sepanjang perbatasan dengan Yaman dalam jumlah besar. Beberapa orang mengatakan ini menjadi persiapan untuk serangan darat terhadap pemberontah syiah houtsi, sebagaimana dikutip MEMO dari Arabi21 kemarin, Senin (13/4/2015).

Pengamat mengatakan ini bukan pertama kalinya Arab Saudi telah membuat langkah penyerangan darat menuju Yaman. Analis Khalid Yaymout, seorang peneliti di Universitas Rabat, mengatakan kepada Arabi21 bahwa, "Ini adalah langkah ketiga terhadap tanah Yaman dari sisi Saudi."

Yang pertama, kata Yaymout, ketika tentara Saudi direlokasi dekat perbatasan dengan Yaman, sedangkan yang kedua terjadi ketika unit Mujahidin melakukan operasi terbatas di dalam perbatasan Yaman.

Menurut Yaymout, penyebaran tentara Saudi kemarin, Senin (13/4) adalah tahap ketiga dari gerakan militer menuju Yaman.

Ia mengatakan bahwa Arab Saudi telah mengesampingkan operasi darat di Yaman, namun karena fakta bahwa situasi di lapangan tidak "menggembirakan", Kerajaan menunjuk panglima perang yang turun ke negara itu. Alasannya, "Serangan udara tidak mencapai tujuan karena resistensi Yaman tidak bersatu," katanya.

Sebelumnya, pada tanggal 30 Maret, CNN melaporkan bahwa Arab Saudi telah mengerahkan tank pada perbatasannya dengan Yaman. Hal ini diduga bahwa tank Saudi kemungkinan besar menuju ke tanah Yaman untuk menargetkan milisi houtsi.

CNN mengatakan bahwa pernyataan Saudi dan Mesir mengenai operasi darat potensial memperkuat harapannya.

Sementara itu, juru bicara Saudi untuk Operasi Badai Tegas menekankan bahwa pergerakan pasukan Saudi di perbatasan Saudi-Yaman adalah normal, menekankan bahwa pasukan yang hadir bertugas untuk melindungi warga sipil di daerah tersebut.

(adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Warga sipil "standby" gempur pemberontak Syiah Houtsi di perbatasan Saudi-Yaman

FAIFA (Arrahmah.com) – Ternyata, tak hanya tank Angkatan Darat Arab Saudi bersiap melawan pemberontak syiah houtsi di wilayah Yaman dan perbatasannya. Ribuan warga sipil Saudi pun standby di pegunungan Faifa, Perbatasan Saudi – Yaman.

Bersamaan dengan penduduk di dalam Yaman, mereka menghadapi serangan lanjutan syiah houtsi yang beberapa hari kemarin menghantam kota-kota perbatasan. Ribuan warga ini mayoritasnya merupakan warga asli Yaman dan memang "diperbolehkan" pemerintah Saudi untuk menyimpan senjata api sebagaimana budaya negaranya. Demikian dilaporkan FYA, Senin (13/4/2015).

Semua warga sipil, tak terbatas usia, pria, wanita, bersiaga melawan milisi syiah houtsi yang mengancam wilayah kaum Muslimin. Allahu Akbar!

Semoga Allah subhanahu wata'ala memenangkan perlawanan rakyat Yaman ini. Aammiin.

seorang bocah bersiaga dengan senjatanya di perbatasan Saudi-Yaman

seorang bocah bersiaga dengan senjatanya di perbatasan Saudi-Yaman

pria lanjut usia juga turut memepertahankan perbatasan Saudi-Yaman dari serangan milisi syiah houtsi

pria lanjut usia juga turut memepertahankan perbatasan Saudi-Yaman dari serangan milisi syiah houtsi

seorang wanita Yaman paruh baya bersiaga melawan milisi syiah houtsi

seorang wanita Yaman paruh baya bersiaga melawan milisi syiah houtsi

warga Yaman melengkapi diri dengan persenjataan lengkap untuk melawan milisi syiah houtsi

berpakaian khas (bersarung), warga sipil Yaman melengkapi diri dengan persenjataan lengkap untuk melawan milisi syiah houtsi

(adibahasan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Festival Anak Aqsa lekatkan kecintaan generasi Palestina pada Masjid Al-Aqsa

Written By Unknown on Senin, 13 April 2015 | 17.11

PALESTINA (Arrahmah.com) – Ratusan anak-anak Palestina dari sejumlah wilayah Palestina berpartisipasi dalam kegiatan Festival Anak Al-Aqsa ke-13 yang dimulai pada Sabtu (11/4/2015) pagi di pelataran Masjid Al-Aqsha, lansir WB.

Ratusan anak-anak Palestina berpartisipasi dalam acara ini dan kegiatan-kegiatannya, terutama lomba menggambar.

Festival ini dimulai dengan lomba menggambar, di mana anak-anak memulai menggambar kompleks Masjid Aqsa yang bersejarah.

Syaikh Ikrima Sabri, kepala Dewan Tertinggi Islam di Yerusalem, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka harus menjaga generasi masa depan mereka mencintai Masjid Al-Aqsa.

Menurut seniman Palestina Yousef Al-Rajhi, yang berpartisipasi dalam festival ini, polisi "Israel" bahkan masih juga mencegah masuknya berbagai alat gambar ke Masjid Al-Aqsa.

Festival ini dimaksudkan untuk memperkuat ikatan anak-anak Palestina dengan Masjid Al-Aqsha dan mengirim pesan yang kuat kepada pendudukan "Israel" bahwa langkah-langkah dan penindasan yang mereka lakukan tidak akan pernah berhasil memisahkan generasi Palestina dari Masjid Al-Aqsa mereka.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pertama setelah 85 tahun, Al-Qur'an kembali dibacakan di Hagia Sophia

TURKI (Arrahmah.com) – Pembacaan Al-Qur'an pertama di museum Istanbul yang bersejarah, Hagia Sophia, kembali dilakukan setelah 85 tahun lamanya, pada Sabtu (11/4/2015), lansir WB.

Direktorat Urusan Agama Turki meluncurkan pameran "Cinta Nabi Hagia Sophia," sebagai bagian dari peringatan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.

Ketua Departemen Agama Mehmet Gormez, Wakil Menteri Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Ahmet Haluk dan Gubernur Istanbul Vasip Sahin menghadiri upacara pembukaan dan menyaksikan Ali Tel, imam di Masjid modern Ahmet Hamdi Akseki di ibukota Ankara, membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an di sana.

ayasofya

Basilika bersejarah ini telah digunakan sebagai katedral selama hampir seribu tahun sejak 1453, ketika kemudian diubah menjadi sebuah masjid dengan penaklukan Istanbul. Namun kemudian disekulerkan dan diubah menjadi museum pada tahun 1935.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

"Israel" membuka penyeberangan Gaza setelah 3 hari Paskah Yahudi

PALESTINA (Arrahmah.com) – "Israel" pada Ahad (12/4/2015) membuka kembali satu-satunya penyeberangan yang berfungsi di Jalur Gaza, Karem Shalom, setelah melakukan penutupan selama tiga hari untuk Paskah Yahudi, lansir WB.

"Pemerintah Israel pada hari Ahad membuka kembali penyeberangan itu setelah melakukan penutupan selama tiga hari untuk Paskah," kata Mounir Al-Ghalban otoritas perbatasan Gaza.

Dia mengatakan 400 truk berisi bantuan dan barang-barang kebutuhan diharapkan akan diizinkan melalui penyebrangan ke Gaza pada hari Ahad.

Diblokade oleh Israel – melalui udara, darat dan laut – sejak tahun 2007, Jalur Gaza memiliki tujuh penyeberangan perbatasan yang menghubungkan ke dunia luar.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pengamat: Jokowi tak memahami aturan, terlalu campur tangan urus DKI

JAKARTA (Arrahmah.com) – Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggelar pertemuan antara Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi (Prass) dengan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) makin memperkuat bukti bahwa orang nomor satu di Indonesia itu sesungguhnya tidak memahami aturan serta sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah sebagai sub sistem penyelenggaraan pemerintahan negara. Pertemuan tersebut rencananya dilangsungkan di Istana Negara, Senin (13/4/2015) besok.

"Kemelut yang terjadi antara Ahok dengan DPRD yang bermuara keputusan Hak Angket dan bakal meningkat pada HMP (Hak Menyatakan Pendapat) merupakan realitas dan dinamika penyelenggaraan otonomi daerah yang sepenuhnya wewenang mendagri," kata pengamat ibu kota dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah, Ahad (12/4/2015), dikutip dari Harianterbit.

Menurut Amir, mendagri antara lain mempunyai tupoksi pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap penyelenggaraan otonomi daerah. Atas dasar itulah, kata Amir, prakarsa Jokowi untuk mempertemukan Ahok dengan Prass, selain melenceng dari aturan.

"Gagasan pertemuan itu merupakan campur tangan yang akan menimbulkan kecurigaan tentang kemungkinan indikasi keterlibatan Jokowi dalam beberapa kasus korupsi di Pemprov DKI Jakarta saat dia masih gubernur," terang Amir.

Selain itu, intervensi yang bias atiran ini, lanjut Amir, juga dapat diartikan sebagai kesengajaan Jokowi untuk menihilkan peran dan tugas Mendagri Tjahjo Kumolo yang oleh undang-undang diberi kewenangan serta kekuasaan untuk melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Ketua DPRD berdasarkan UU tidak memiliki fungsi eksekutor, maka apapun hasil yang dicapai dalam pertemuan segitiga besok tidak harus diterima oleh DPRD DKI. Atau dengan kata lain, apapun hasil keputusan pertemuan ini tidak mengikat DPRD," jelas Amir. (azm/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Peretas Cina "inteli" pemerintahan di Asia Tenggara

JAKARTA (Arrahmah.com) – Para peretas yang kebanyakan dari Cina tengah memata-matai pemerintah dan para pengusaha Asia Tenggara dan India tanpa pernah terganggu selama satu dekade terakhir, kata para peneliti perusahaan keamanan Internet FireEye Inc seperti dikutip Reuters.

Dalam laporan yang diterbitkan hari ini, FireEye mengatakan operasi mata-mata siber ini berlangsung sejak paling tidak 2005 dan fokus pada sasaran-sasaran pemerintah dan perdagangan yang memegang kunci informasi politik, ekonomi dan militer mengenai kawasan.

"Upaya pengembangan terencana berkesinambungan semacam itu berbarengan dengan target-target dan misi kawasan kelompok (peretas) semacam ini, mengantarkan kami pada keyakinan bahwa kegiatan (mata-mata siber) ini disponsori oleh negara, kemungkinan besar pemerintah Cina," kata para penulis laporan itu.

Bryce Boland, Chief Technology Officer FireEye untuk Asia Pasifik dan salah satu penulis laporan ini, mengatakan bahwa serangan siber itu masih terus berlangsung, dengan menyatakan bahwa server-server yang digunakan para penyerang siber masih beroperasi, dan bahwa FireEye terus mengamati serangan terhadap para pelanggannya yang juga menjadi target serangan siber itu.

Reuters tak bisa mengonfirmasi laporan ini, namun Tiongkok selalu membantah tuduhan bahwa mereka menggunakan Internet untuk memata-matai pemerintah-pemerintah, organisasi-organisasi dan perusahaan-perusahaan asing

Menteri Luar Negeri dan juga Badan Ruang Siber Cina yang menjadi pengatur internet, tidak menjawab pertanyaan tertulis Reuters mengenai laporan FireEye tersebut.

Cina sebelum ini sudah sering dituduh mematai-matai negara-negara di Asia Tenggara. Pada 2011, para peneliti McAfee melaporkan serangan bertajuk Shady Rat telah menyerang pemerintah-pemerintah dan lembaga-lembaga di Asia.

Upaya ASEAN dalam membuat sistem pertahanan siber berlangsung secara sporadis. ASEAN sendiri sudah mengetahui lama aktivitas Cina ini, namun "sangat sedikit yang diangkat ke permukaan," kata Miguel Gomez, peneliti pada Unversitas De La Salle, Filipina.

Kabar ini juga bukan berita baru karena Singapura juga pernah melaporkan adanya serangan mata-mata siber yang canggih terhadap sistem layanan sipil pada beberapa kementerian mereka sejak 2004, demikian Reuters. (azm/antara/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Talbis Iblis atas Khawarij

Written By Unknown on Minggu, 12 April 2015 | 17.11

Oleh: Al-Imam Ibnul Jauzi

(Arrahmah.com) – Berkata Ibnul Jauzi rahimahullahu tentang induknya khawarij dan peringatan akan bahayanya manhaj mereka:

Khawarij yang pertama dan yang terburuk keadaannya adalah Dzul Khuwaishirah.Dari Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu anhu telah berkata:

"Ali bin Abu Thalib mengirimkan dari Yaman sebatang emas yang belum diangkat dari cetakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membagikannya kepada empat orang: 'Uyainah bin Badr, Aqra bin Habis, Zaid Al Khail, dan yang keempat adalah Alqamah atau 'Amir bin Thufail. Melihat hal itu, salah seorang sahabat berkata, 'Kami lebih berhak atas emas tersebut daripada orang-orang ini.' Ketika kabar itu didengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidakkah kalian mempercayaiku padahal aku adalah orang yang terpercaya dari langit? Aku menerima kabar dari langit, pagi hari maupun sore hari.' Tiba-tiba seorang laki-laki dengan mata cekung, tulang pipi cembung, dahi menonjol, berjanggut tipis, berkepala gundul dan menggunakan ikat pinggang berdiri dan berkata, 'Ya Rasulullah! Takutlah kepada Allah.' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Celaka kamu. Bukankah di muka bumi ini akulah yang paling takut kepada Allah?' Orang itu beranjak dari tempat duduknya. Khalid bin Walid berkata: 'Ya Rasulullah! Izinkan aku menebasnya.' Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Jangan, bisa jadi ia mengerjakan shalat.' Khalid berkata: 'Berapa banyak orang yang shalat berkata dengan lisannya yang tidak sesuai dengan hatinya.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Aku tidak diperintah untuk menyelidiki hati seseorang atau mengetahui isi perutnya.' Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melihat kepada orang itu ketika hendak pergi: 'Sesungguhnya dari keturunannya akan muncul suatu kaum yang membaca Kitabullah tetapi hanya sampai tenggorokannya saja. Mereka lepas dari agama sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya."

Aku kira Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga berkata: "Seandainya aku hadir pada masa itu aku akan membunuh mereka sebagaimana bangsa Tsamud dibinasakan." (HR. Al-Bukhari – 4004)

Lelaki itu kemudian dikenal dengan nama Dzul Khuwaisirah At-Tamimi. Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa ia telah berkata pada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Berlaku adillah engkau!"

Maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawabnya: "Celaka engkau! Siapa yang bisa adil jika aku tidak adil?"

Dialah khawarij pertama dalam sejarah Islam, dia mencukupkan dirinya dan merasa ridha' dengan pendapat nafsunya saja. Seandainya dia berada diatas ilmu tentulah dia tahu bahwa tidak boleh ada pendapat diatas keputusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Pengikut lelaki inilah yang di kemudian hari membunuh Ali radhiyallahu anhu. Peritiwa ini terjadi ketika bergulirnya perang berkepanjangan antara Ali dan Muawiyah radhiyallahu anhuma. Suatu ketika pasukan Muawiyah radhiyallahu anhu mengangkat mushaf-mushaf dan memanggil pasukan Ali radliyallahu 'anhu untuk bertahkim (mengadakan perundingan).

Maka mereka berkata: "Kalian memilih satu orang dan kami juga memilih satu orang. Kemudian kita minta keduanya untuk memutuskan perkara berdasarkan Kitabullah".

Maka orang-orang (yang terlibat dalam peperangan itu) berkata: "Kami setuju!"

Lalu pasukan Muawiyah radhiyallahu anhu mengirim 'Amr bin Al-'Ash. Dan pasukan Ali radhiyallahu anhu berkata: "Utuslah Abu Musa Al-Asy'ari". Ali radhiyallahu anhu berkata: "Aku tidak setuju kalau Abu Musa, ini Ibnu Abbas, dia saja." Mereka berkata: "Kami tidak mau dengan orang yang masih ada hubungan kekeluargaan denganmu." Maka akhirnya dia (Ali Radliallahu'anhu) mengirim Abu Musa dan keputusan (tahkim) diundur sampai Ramadhan.

Maka Urwah bin Udzainah (salah seorang tokoh khawarij -pent) berkata: "Kalian telah berhukum kepada manusia pada perintah Allah. Tidak ada hukum kecuali milik Allah."

Kemudian Ali radhiyallahu anhu pulang dari Shiffin dan masuk ke kota Kufah. Lalu khawarij muncul dengan jumlah 12.000 pasukan, mereka berkata: "Tiada hukum melainkan hukum Allah". Itulah awal kemunculan mereka. Mereka berkata bahwa pemimpin perang mereka adalah Syabib bin Rib'i At-Tamimi dan pemimpin shalat mereka Abdullah bin Al-Kuwa Al-Yasykari.

Para Khawarij adalah ahli ibadah, tetapi mereka meyakini bahwa mereka lebih berilmu dari Ali radhiyallahu anhu, disinilah penyakit mereka yang berbahaya.

Berkata Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu: "Ketika kaum Haruriyyah (Khawarij) memberontak, mereka berkumpul menyendiri di suatu daerah. Ketika itu mereka ada sekitar 6000 orang. Mereka berkumpul untuk memberontak pada Ali bin Abi Thalib. Sehingga datang seseorang dan melaporkan pada Ali bin Abi Thalib: 'Wahai amirul mukminin, sesungguhnya ada kaum yang akan memberontak padamu.' Ali bin Abi Thalib berkata: 'Biarkanlah mereka, sesungguhnya aku tidak akan memerangi mereka hingga mereka memerangiku, dan pasti mereka akan lakukan itu.'

Maka aku (Abdullah bin Abbas -pent) berkata kepada Ali bin Abi Thalib: 'Wahai amirul mukminin, tundalah shalat zhuhur hingga matahari tidak terlalu panas, mungkin aku bisa berbicara dengan mereka kaum Khawarij.' Ali berkata: 'Aku mengkhawatirkan keselamatanmu.' Aku berkata: 'Tidak perlu khawatir, aku bukanlah orang yang berakhlak buruk dan aku tidak pernah menyakiti seorang pun.' Maka Ali pun mengizinkanku.

Jubah terbaik dari Yaman segera kupakai, kurapikan rambutku, dan kulangkahkan kaki hingga masuk di barisan mereka di tengah siang. Aku benar-benar berada di tengah suatu kaum yang belum pernah kujumpai orang yang sangat bersemangat beribadah seperti mereka. Dahi-dahi mereka penuh luka bekas sujud, kepalan tangan mereka menebal bagaikan lutut-lutut unta. Wajah-wajah mereka pucat pasi karena kurang tidur, mereka menghabiskan malam untuk beribadah.

Kuucapkan salam pada mereka. Serempak mereka menyambutku: 'Selamat datang, wahai Ibnu Abbas. Apa gerangan yang membawamu kemari?'

Aku berkata: 'Aku datang pada kalian sebagai perwakilan dari sahabat Muhajirin dan sahabat Anshar, dan juga dari sisi menantu Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam (Ali), kepada merekalah Al-Quran diturunkan dan merekalah orang-orang yang paling mengerti makna Al-Quran daripada kalian.'

Sebagian Khawarij berkata ke sesama meraka: 'Jangan sekali-kali kalian berdebat dengan seorang Quraisy (yakni Ibnu Abbas – pent.). Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ

Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.'

Dua atau tiga orang dari mereka berkata: 'Biarlah kami yang akan mendebatnya!'

Ibnu Abbas berkata: 'Wahai kaum, beri aku alasan, mengapa kalian membenci menantu Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam beserta sahabat Muhajirin dan Anshar, padahal Al-Quran diturunkan kepada mereka, dan tidak ada seorang Shahabat pun yang bersama kalian. Ali adalah orang yang paling mengerti tentang penafsiran Al-Quran.'

Mereka berkata: 'Kami punya tiga alasan.'

Ibnu Abbas mengatakan: 'Sebutkan (tiga alasan kalian).'

'Pertama, sungguh Ali telah menjadikan manusia sebagai hakim (pemutus perkara) dalam urusan Allah, padahal Allah berfirman:

إِنِ الحُكْمُ إلاَّ لِلهِ

Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah.' (QS. Yusuf: 40)

'Hukum manusia tidak ada artinya di hadapan firman Allah Ta'ala,' kata mereka.

Aku menanggapi: 'Ini alasan kalian yang pertama. Lalu apa lagi?'

Mereka melanjutkan: 'Kedua, sesungguhnya Ali telah berperang dan membunuh, tapi mengapa tidak mau menawan dan mengambil ghanimah? Kalau mereka (orang-orang yang berperang melawan Ali) itu mukmin tentu tidak halal bagi kita memerangi dan membunuh mereka. Tidak halal pula tawanan-tawanannya.'

Aku bertanya lagi: 'Lalu apa alasan kalian yang ketiga?'

Kata mereka: 'Ketiga, dia telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya. Kalau dia bukan amirul mukminin (karena menghapus sebutan itu) berarti dia adalah amirul kafirin (pemimpin orang-orang kafir).'

Aku berkata: 'Ada alasan selain ini?'

Mereka berkata: 'Cukup sudah bagi kami tiga perkara ini!'

Aku mulai menanggapi pernyataan mereka: 'Ucapan kalian bahwa Ali radhiallahu 'anhu telah menjadikan manusia untuk memutuskan perkara (untuk mendamaikan persengketaan antara kaum muslimin -pent), sebagai jawabannya akan kubacakan ayat yang membatalkan kerancuan kalian. Jika ucapan kalian terbantah, maukah kalian kembali (kepada jalan yang benar)?'

Mereka menjawab: 'Ya, tentu kami akan kembali.'

Aku berkata: 'Ketahuilah, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menyerahkan sebagian hukum-Nya kepada keputusan manusia, seperti dalam menentukan harga kelinci (sebagai tebusan atas kelinci yang dibunuh saat ihram) Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

'Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan (hukum) dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka'bah, atau (dendanya) membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa.' (QS. Al-Maidah: 95)

Demikian pula dalam perkara perempuan dan suaminya yang bersengketa, AllahSubhanahu wa Ta'ala juga menyerahkan hukumnya kepada hukum (keputusan) manusia untuk mendamaikan antara keduanya. Allah Ta'ala berfirman:ا

'Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (pemutus perkara) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha mengenal.' (QS. An-Nisa': 35)

Demi Allah, jawablah, apakah diutusnya seorang manusia untuk mendamaikan hubungan mereka dan mencegah pertumpahan darah di antara mereka lebih pantas untuk dilakukan, atau hukum manusia perihal darah seekor kelinci dan urusan pernikahan wanita? Menurut kalian manakah yang lebih pantas?'

Mereka katakana: 'Inilah (yakni mengutus manusia untuk mendamaikan manusia dari pertumpahan darah) yang lebih pantas.'

Aku berkata: 'Apakah kalian telah memahami masalah pertama?'

Mereka berkata: 'Ya.'

Aku melanjutkan: 'Adapun ucapan kalian bahwa Ali radhiyallahu 'anhu telah berperang tapi tidak mau mengambil ghanimah dari yang diperangi dan tidak menjadikan mereka sebagai tawanan, sungguh (dalam alasan kedua ini) kalian telah mencerca ibu kalian (yakni Aisyah). Demi Allah! Kalau kalian katakan bahwa Aisyah bukan ibu kita, kalian telah keluar dari Islam (karena mengingkari firman Allah Subhanahu wa Ta'ala –pent.). Demikian pula kalau kalian menjadikan Aisyah sebagai tawanan perang dan menganggapnya halal sebagaimana tawanan lainnya (sebagaimana layaknya orang-orang kafir -pent.), maka kalian pun keluar dari Islam. Sesungguhnya kalian berada di antara dua kesesatan, karena AllahSubhanahu wa Ta'ala berfirman:

Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.' (QS. Al-Ahzab: 6)

Aku berkata: 'Apakah kalian telah memahami masalah ini?'

Mereka menjawab: 'Ya.'

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata lagi: 'Adapun ucapan kalian bahwasanya Ali telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya, maka (sebagai jawabannya) aku akan kisahkan kepada kalian tentang seorang yang paling kalian ridhai, yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Ketahuilah, bahwasanya beliau di hari Hudaibiyah melakukan perjanjian damai dengan orang-orang musyrik, Abu Sufyan dan Suhail bin 'Amr. Tahukah kalian apa yang terjadi?

Ketika itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ali: 'Wahai Ali, tulislah perjanjian untuk mereka.' Ali menulis: 'Inilah perjanjian antara Muhammad Rasulullah…'

Orang-orang musyrik berkata: 'Demi Allah! Kami tidak mengakui engkau rasul Allah. Kalau kami mengakui engkau sebagai utusan Allah, tentu kami tidak akan memerangimu!'

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Ya Allah, sungguh engkau mengetahui bahwa aku adalah Rasulullah. Wahai Ali, tulislah: Ini adalah perjanjian antara Muhammad bin Abdilah.' (Rasulullah memerintahkan Ali untuk menghapus sebutan Rasulullah dalam perjanjian -pent.)

Aku berkata: 'Demi Allah, sungguh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam lebih mulia dari Ali, meskipun demikian beliau menghapuskan sebutan rasulullah dalam perjanjian Hudaibiyah!'

Aku (Ibnu Abbas) berkata: 'Maka kembalilah dua ribu orang dari mereka, sementara lainnya tetap memberontak (dan berada di atas kesesatan), hingga mereka diperangi dalam sebuah peperangan besar (yakni perang Nahrawan).'"Selesai perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu

Dari Jundub al-Azdi ia berkata: "Ketika kami pergi kepada kaum Khawarij dan kami bersama Ali bin Abi Thalib, kami sampai ke perkemahan mereka dan mereka berdengung seperti dengungan lebah (yang datang) dari bacaan Quran (mereka)."

Dalam riwayat yang lain: "Tatkala Ali radhiyallahu anhu sedang mengadili, datang padanya dua orang khawarij Zar'ah bin Al-Baraj At-Tha-i dan Harqhus bin Zuhair As-Sa'di. Mereka berkata pada Ali: 'Tiada hukum melainkan hukum Allah.' Lalu Ali juga berkata: 'Tiada hukum melainkan hukum Allah.' Kemudian Harqhus berkata pada Ali: 'Bertaubatlah dari kekeliruanmu dan revisilah apa yang telah engkau putuskan atas kami, keluarlah bersama kami untuk kita perangi musuh kita sampai kita bertemu dengan Rabb kita. Jika engkau tidak berhenti memutuskan hukum dengan keputusan manusia atas kitab Allah maka kami akan membunuhmu dengan mengharap ridha Allah.'"

Lalu kaum khawarij berkumpul di rumah Abdullah bin Wahab Ar-Rasibi, disana dia bersyukur dan memuji Allah lalu berpidato: "Tidak selayaknya bagi kaum yang beriman kepada Ar-Rahman dan berhukum dengan kitab Allah cenderung mempertimbangkan kepentingan dunia ini dari beramar ma'ruf dan nahi munkar serta dari menyampaikan kebenaran. Maka dari itu, marilah kita keluar bersama (dari imarah Ali –pent.)!"

Lalu mereka menulis surat pada Ali: "Sungguh kau bukan marah karena Allah, engkau hanya marah karena dirimu sendiri. Seandainya kau bersaksi bahwa kau telah kafir kemudian kau mau bertaubat, mungkin kami bisa kembali melihat persoalan antara kami dan engkau. Jika tidak, maka kami putuskan perkaramu diatas yang hal sama. Wassalam."

Dalam perjalanannya, kaum khawarij bertemu dengan Abdullah bin Khabab. Mereka berkata: "Apakah engkau pernah mendengar dari ayahmu hadits yang disampaikan oleh Rasulullah SAW?" Abdullah bin Khabab berkata: "Iya, saya mendengar ayah saya menyampaikan hadits dari Rasulullah SAW: 'Akan terjadi fitnah dimana orang yang duduk lebih selamat dari orang yang berdiri, dan orang yang berdiri dimasa itu lebih baik dari orang yang berjalan, yang berjalan lebih baik dari yang bergegas. Jika engkau berada dimasa itu, maka jadilah hamba Allah yang terbunuh.'"

Para khawarij bertanya: "Apakah benar kau mendengar ini dari ayahmu dan ia mendengar dari Rasulullah?"

Abdullah bin Khabab berkata: "Iya benar."

Lalu mereka giring Abdullah bin Khabab ke tepi sungai, dan mereka tebas lehernya hingga darahnya mengalir deras. Lalu mereka berpaling ke istrinya yang sedang hamil, mereka belah dan keluarkan isi rahimnya.

Kemudian saat mereka berkemah di hutan kurma di Nahrawan, bebarapa kurma yang telah matang jatuh ke tanah dan salah satu dari mereka mengambilnya dan memakannya. Ketika yang lain memberitahunya bahwa kurma itu haram dimakan tanpa membayarnya, dia langsung memuntahkannya. Ada diantara mereka yang sedang mempertajam pedangnya dan mulai menggerak-gerakkannya di udara., ketika seekor babi milik kaum kafir ahlu dzimmah lewat, ia menebasnya dengan pedang dan berbangga dengan itu. Teman-temannya mengatakan kepadanya bahwa apa yang dia lakukan adalah pelanggaran syari'at, sehingga ia harus menemukan pemilik babi dan membayarnya dengan harga yang disepakati.

Ketika Ali bin Abi Thalib mengutus tentara kepada kaum Khawarij agar mereka menyerahkan pembunuh Abdullah bin Khabab, mereka menjawab bahwa mereka semua yang telah membunuhnya. Permintaan itu diulang tiga kali, dan selalu mereka mengulangi jawaban yang sama. Ali radhiyalahu anhu kemudian mengatakan kepada para tentaranya untuk memerangi mereka. Selama peperangan itu, kaum Khawarij senantiasa mengatakan satu sama lain: "Persiapkanlah dirimu untuk bertemu dengan Tuhan di syurgaNya." Namun, mereka kemudian mengalami kekalahan yang mengerikan di mana Abdullah bin Wahab dan sebagian besar pengikutnya tewas menggenaskan.

Setelah perang Nahrawan, Abdurrahman bin Muljam berkumpul dengan sahabat-sahabatnya, mereka meratapi kekalahan kaumnya di Nahrawan dan mengenang teman-teman mereka yang gugur disana. Mereka berkata: "Demi Allah, apa lagi yang akan kita perbuat setelah kepergian mereka? Mereka tidak takut terhadap apapun di jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebaiknya kita mengorbankan jiwa dan mendatangi orang-orang yang sesat itu. Kita bunuh mereka, sehingga negeri ini terbebas dari mereka, dan kita pun telah melunasi balas dendam?"

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Sa'ad dari para Masyasyikhnya: "Tiga tokoh khawarij -Abdurrahman bin Muljam, Al-Barak bin Abdullah, dan Amru bin Bakr At-Tamimi- berkumpul untuk merencanakan pembunuhan tiga Shahabat; yaitu Ali, Muawiyah dan Amru bin Al-'Ash radhiyallahu anhum. Berkata ibnu Muljam: 'Aku yang tangani Ali.' Berkata Al-Barak: 'Aku yang tangani Muawiyah.' Dan berkata Amru: 'Aku yang tangani Amru.' Mereka bertiga saling berjanji agar target mereka tidak boleh ada yang selamat. Lalu Ibnu Muljam berangkat ke Kufah, dan pada malam yang mana ia merencanakan aksinya untuk membunuh Ali radhiyallahu anhu, ia melihat Ali keluar untuk shalat subuh, langsung saja ia tebas Ali dan berhasil melukai dahinya, sehingga sampai ke otak. Ali berkata: 'Janganlah kalian terfitnah oleh laki-laki ini!' Berkata Ummu Kultsum: 'Wahai musuh Allah, kau telah membunuh pemimpin orang-orang beriman!' Ibnu Muljam berkata: 'Jadi kenapa kau tak menangis?' Dan dia juga berkata: 'Demi Allah, aku telah meracuni pedangku, jikapun aku tertangkap dia pasti tetap akan dibinasakan dan dihancurkan oleh Allah.' Setelah Ali radhiyallahu anhu wafat, hukuman atas Ibnu Muljam pun ditegakkan. Maka Abdullah bin Ja'far memotong kedua tangan dan kakinya, namun Ibnu Muljam tidak merintih dan tak bergeming sama sekali. Kemdian kedua matanya dipaku dengan paku panas, dia Ibnu Muljam juga tetap tidak berteriak bahkan dia membaca surat Al-'Alaq sampai habis dalam keadaan darah mengalir dari dua matanya. Dan ketika lidahnya akan dipotong barulah dia berteriak, maka ditanyakan kepadanya: 'Mengapa engkau berteriak?!!' Dia Ibnu Muljam berkata: 'Aku tidak suka kalau aku mati di dunia dalam keadaan tidak berdzikir kepada Allah.' Dan dia Ibnu Muljam adalah orang yang keningnya berwarna kecoklatan karena bekas sujud. Semoga Allah Ta'ala melaknatnya."

Tatkala Al-Hasan Radhiyallahu anhu ingin menemui Muawiyah Radhiyallahu anhu untuk memberikannya nasehat, seorang Khawarij bernama Al-Jarrah bin Sinan datang pada Al-Hasan dan berkata: "Kau telah musyrik sebagaimana ayahmu dahulu!" Kemudian ia menusuk pangkal paha Al-Hasan radhiyallahu anhu.

Para Khawarij senantiasa memberontak pada para pemimpin kaum muslimin, dan mereka memiliki madzhab yang berbeda-beda:

Pengikut Nafi' bin Al-Azraq berkata: "Kita adalah orang-orang musyrik selagi berada di negeri kafir, dan jika kita keluar darisana maka kita menjadi orang-orang Islam."

Mereka juga berkata: "Orang yang menyelisihi madzhab kami adalah orang musyrik, pelaku dosa besar adalah orang musyrik, dan yang hanya duduk (tidak ikut) dalam keputusan kami untuk berperang maka dia kafir."

Mereka juga membolehkan membunuh wanita dan anak-anak kaum muslimin, dan memvonis mereka semua telah kafir.

Adapun Najdah bin A'mir adalah seorang yang berpengetahuan di kaumnya, dia menyelisihi Nafi' bin Al-Azraq. Dia berpendapat darah dan harta kaum muslimin haram disentuh, dia juga berpendapat bahwa pelaku dosa dari para pengikutnya tidak diazab oleh Allah di Jahannam, karena neraka jahannam hanya untuk mereka yang menyelisihi madzhabnya. Sebagian pengikutnya berkata: "Jika seseorang memakan harta anak yatim, maka dia wajib masuk neraka. Karena Allah telah menjanjikan untuk dosa itu api neraka."

Para khawarij mereka memiliki kisah-kisah yang panjang dan madzhab-madzhab yang aneh. Aku tidak ingin memperpanjangnya karena yang dimaukan di sini adalah untuk melihat bagaimana iblis menipu orang-orang yang dungu itu. Yang mereka beramal dengan keadaan mereka dan mereka meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dan orang-orang yang bersama dengannya dari kalangan Muhajirin dan Anshar adalah pihak yang salah. Dan mereka beranggapan bahwa hanya mereka saja yang berada di atas kebenaran.

Mereka menghalalkan darah anak-anak kaum Muslimin, akan tetapi menganggap bahwa tidak boleh memakan buah tanpa membayar harganya. Mereka bersusah-susah dalam ibadah dan begadang. Ibnu Muljam berteriak ketika akan dipotong lidahnya, karena takut mati dalam keadaan tidak berdzikir. Namun ia menganggap halal untuk memerangi dan menumpahkan darah Ali Radliyallahu 'anhu.

Kemudian mereka menghunuskan pedang-pedang mereka kepada kaum Muslimin. Dan tidak ada yang mengherankan dari merasa cukupnya mereka dengan ilmu mereka, dan meyakini bahwa mereka lebih berilmu dari Ali Radliyallahu 'anhu. Dan demikianlah juga Dzul Khuwaishirah yang telah berkata kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam: 'Berbuat adillah, karena engkau tidak adil!'

Dan sungguh, Iblislah yang telah menunjuki mereka kepada kehinaan ini. Kita berlindung kepada Allah dari ketergelinciran seperti ini.

Dari Muhammad bin Ibrahim berkata: aku telah mendengar Rasulullah Shalalallahu alaihi wasallam bersabda:

"Nanti akan muncul diantara umatku kaum yang membaca Al-Quran, bacaan kamu tidak ada nilainya dibandingkan bacaan mereka, dan shalat kamu tidak ada nilainya dibandingkan shalat mereka, dan puasa kamu tidak ada artinya dibandingkan puasa mereka, mereka membaca Al-Quran sehingga kamu akan menyangka bahwasanya Al-Quran itu milik mereka sahaja, padahal sebenarnya Al-Quran akan melaknat mereka. Tidaklah shalat mereka melalui kerongkongan mereka, mereka itu akan memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah daripada busurnya." (Sahih Muslim/ 2467, Sunan Abu Daud/4748 ).

Dari Abdullah bin Abi Aufa' berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa aalihi wasallam mengabarkan kepada kami bahwa mereka (Khawarij) adalah anjing-anjing neraka". Seseorang bertanya padanya: "Wahai Abdullah bin Abi Aufa, apakah kaum Al-Azariqah saja atau Khawarij seluruhnya?" Beliau berkata: "Bahkan Khawarij seluruhnya."

Pasal-Pasal:

  1. Merupakan pendapat Khawarij bahwa tidak layak Imamah bagi seseorang, melainkan ia berilmu dan zuhud.
  2. Dari merekalah lahir firqah Mu'tazilah yang berpendapat untuk menentukan buruk dan baik cukup dengan akal (logika), dan sikap adil tidak dibutuhkan.
  3. Kemudian muncul Qadariyah di zaman sahabat, sehingga akhirnya menjelma menjadi Jahmiyah yang dibawa oleh Ghillan Ad-Dimasyqi dan Al-Ja'du bin Dirham.
  4. Pola pikir Jahmiyah mempengaruhi Ibnu A'tha' dan kemudian juga diikuti oleh 'Amru bin Ubaid.
  5. Pada era itu juga muncul firqah Murjiah, yang mana mereka berkata: "Iman tidak terpengaruh oleh maksiat, sebagaimana keta'atan tidak memberikan manfa'at pada kekufuran."
  6. Kemudian Mu'tazhilah semakin berkembang, yang mana Abu Hudzhail Al-Allaf menerbitkan buku-buku filsafat di zaman Khalifah Al-Makmun. Mereka menghasilkan teori-teori filsafat tentang waktu, benda, penciptaan dan tempat. Persoalan yang mereka munculkan pertama sekali adalah pendapat bahwa Al-Quran Adalah mahluk. Di masa itu, perkara ini mereka namakan "ilmu kalam".

Dan Allah Maha memberikan hidayah kepada siapapun yang Ia kehendaki.

(muqawamah.net/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Kebijakan ala "Israel", India bangun pemukiman Hindu di Kashmir

NEW DELHI (Arrahmah.com) – Pemerintah nasionalis India berencana untuk memukimkan kembali puluhan ribu ummat Hindu di tiga kota baru di Kashmir yang didominasi Muslim, dimana hal itu dianggap sebagai kebijakan gaya "Israel" yang menciptakan permukiman di wilayah yang diduduki, sebagaimana dilansir oleh Reuters, Jum'at (10/4/2015).

Banyak Hindu Kashmir, atau Pandit, yang juga mengatakan bahwa mereka tidak mendukung rencana tersebut.

Antara 200.000 sampai 300.000 orang Hindu diperkirakan telah melarikan diri meninggalkan Kashmir setelah pemberontakan bersenjata melawan kekuasaan New Delhi meletus pada tahun 1989 dan Perdana Menteri Narendra Modi dari Bharatiya Janata Party (BJP) telah lama berjanji untuk mengembalikan mereka ke rumahnya.

Baru sebulan lalu, BJP mengambil alih pemerintah Kashmir dalam aliansi dengan mitra regional, yang merupakan pertama kalinya partai nasionalis Hindu itu berkuasa di negara bagian. Minggu ini, pemerintah negara bagian itu mengumumkan rencana untuk mendirikan pemukiman mandiri yang dijaga ketat bagi ummat Hindu yang meninggalkan rumah mereka dan sekarang tinggal di wilayah lain di India maupun di luar negeri.

Kashmir terbagi antara mayoritas Hindu India dan Islam Pakistan. Kedua negara tetangga yang memiliki kekuatan nuklir itu telah berperang dua kali terkait perebutan atas Kashmir sejak kemerdekaan tahun 1947. Konfrontasi terakhir terjadi pada 1999.

Sekitar 100.000 orang telah tewas dalam peperangan yang India mengatakan dibiayai dan dibantu oleh Pakistan. Pakistan membantah tuduhan itu, dan mengatakan bahwa pakistan hanya memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi rakyat Kashmir dalam perjuangan mereka untuk menentukan nasib sendiri.

Tapi setelah bertahun-tahun operasi anti-pemberontakan oleh puluhan ribu tentara India dan Pakistan ikut terlibat dalam menangani kelompok militan di negaranya, kekerasan pun berkurang di Kashmir.

"Kepala menteri meyakinkan menteri dalam negeri federal bahwa pemerintah negara bagian akan memperoleh dan menyediakan lahan di awal untuk kota-kota di lembah (Kashmir)," kata kementerian dalam negeri dalam sebuah pernyataan.

Berdasarkan program tersebut, kota-kota akan dibangun di atas tanah yang diperoleh dari petani dan juga akan dilengkapi dengan fasilitas lain seperti sekolah, pusat perbelanjaan, rumah sakit dan taman bermain, ungkap pemerintah.

Tidak ada rincian tentang berapa banyak lahan yang akan diperoleh dan kapan pembangunan itu akan dimulai.

Aliansi separatis utama di Kashmir mengatakan bahwa BJP menggunakan penderitaan para pengungsi untuk melanjutkan agendanya guna mengakhiri status khusus Kashmir. Di bawah undang-undang saat ini, non-Kashmir tidak diijinkan untuk memiliki tanah di negara bagian tersebut.

"Masalah Pandit sedang dimanfaatkan untuk menciptakan negara dalam negara seperti "Israel"," kata Syed Ali Shah Geelani, seorang pemimpin All Parties Hurriyat Conference, sebuah organisasi payung kelompok-kelompok politik dan agama separatis di Kashmir.

Geelani mengungkapkan bahwa pengungsi Hindu harus dibawa kembali ke Kashmir tetapi tidak ke pemukiman ghetto, yang hanya akan mempertajam perpecahan dalam masyarakat Kashmir.

Kaum separatis menggelar unjuk rasa di jalanan pada Jum'at (10/4), setelah sholat Jum'at dan melakukan pemogokan di seluruh Lembah Kashmir pada Sabtu (11/4).

Sementara itu, banyak orang Pandit yang mengatakan bahwa mereka tidak yakin tentang rencana pemerintah untuk memindahkan mereka kembali.

"Ini akan membuat Pandit rentan. Dalam keadaan seperti itu tak seorang pun yang akan kembali," kata Sanjay Tickoo, presiden asosiasi Pandit Kashmir.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pesawat rezim Nushairiyah Suriah terus membombardir kamp pengungsi Yarmouk

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Pesawat rezim Nushairiyah Suriah membombardir daerah pemukiman di kamp pengungsi Palestina Yarmouk pada hari Jum'at (10/4/2015), Anadolu melaporkan.

Menurut salah satu pengungsi, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Abu-Basim, "Helikopter-helikopter Assad menghantam kamp dengan lebih dari 10 bom barel dan juga meluncurkan mortir pada warga."

Pemboman yang dilakukan oleh pasukan brutal Bashar Assad itu menyebabkan banyak kerusakan dan kehancuran di kamp tersebut.

Abu-Basim menekankan bahwa tidak ada alasan yang jelas untuk mengebom Yarmouk. "Saya telah tinggal di sini selama 25 tahun," katanya, "dan tidak pernah melihat seorang pun yang memegang pistol." Dia bertanya mengapa rumah-rumah warga Palestina dibom dalam konflik di mana mereka tidak terlibat.

Al-Yarmouk terletak sekitar 10 km dari pusat ibu kota Suriah, Damaskus. Dulu Yarmouk adalah rumah bagi sekitar 185.000 pengungsi Palestina, di antaranya hanya 15.000 yang masih di sana. Sisanya telah mengungsi sejak awal pemberontakan Suriah pada Maret 2011.

(banan/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

400 warga Palestina menikah massal di Gaza

GAZA (Arrahmah.com) – Dua ratus pasangan Palestina menikah di pernikahan massal di Kota Gaza, Sabtu (11/4/2015), dan pernikahan berlangsung lancar meskipun cuaca buruk, sebagaimana dilansir oleh Ma'an News Agency.

Seorang ibu dari salah satu calon pengantin pria, Rami Abu Amro, mengatakan bahwa pernikahan massal itu merupakan upacara yang indah yang tidak bisa dihentikan bahkan oleh cuaca hujan sekalipun.

Dia mengatakan bahwa anaknya sekarang akan dapat memiliki kehidupan sendiri dan keluarga meskipun kondisi sulit yang dihadapi di Gaza.

Pasangan pengantin baru Muhammad dan Fatima Baraka mengatakan bahwa mereka merasa gembira ikut bergabung dalam pernikahan massal itu yang digelar secara tradisional dan terorganisir dengan baik seperti itu.

Puluhan pernikahan massal telah diselenggarakan di Jalur Gaza dalam beberapa tahun terakhir sebagai sarana untuk membantu pasangan muda yang sedang berjuang secara finansial.

Pernikahan tradisional sangat mahal dan banyak pasangan yang terpaksa menunda menikah untuk menghemat uang untuk upacara pernikahan.

Seorang analis politik, Talal al-Shareef, mengatakan bahwa Jalur Gaza membutuhkan lebih banyak proyek seperti ini untuk menfasilitasi pemuda yang telah kehilangan hak mereka selama delapan tahun blokade yang dikenakan oleh "Israel".

Upacara ini diselenggarakan oleh Pusat Palestina untuk Kemanusiaan, Fata, dan didanai oleh Uni Emirat Arab.

Berikut beberapa foto dari upacara pernikahan massal di Gaza:

pengantin gaza 1pengantin gaza 2pengantin gaza 3pengantin gaza 4pengantin gaza 6pengantin gaza 7pengantin gaza 8pengantin gaza 9

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mesir Muhammad Badi' divonis mati

KAIRO (Arrahmah.com) – Sebuah pengadilan Mesir menjatuhkan hukuman mati terhadap Muhammad Badi', pemimpin Ikhwanul Muslimin, dan 13 anggota senior atas tuduhan menghasut kekacauan dan kekerasan. Pengadilan itu juga menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap warga negara AS-Mesir atas tuduhan terlibat dalam gerakan Ikhwanul Muslimin, sebagaimana dilansir oleh Reuters, Sabtu (11/4/2015).

Ribuan orang ditahan setelah penggulingan Muhammad Mursi pada 2013 oleh militer di bawah komando Abdul Fattah al-Sisi, yang kini telah menjadi presiden Mesir.

Sisi menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai ancaman keamanan utama. Kelompok itu menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa kelompoknya berkomitmen untuk aktivisme damai dan tidak ada hubungannya dengan kekerasan di Mesir sejak jatuhnya Mursi menyusul protes massa terhadap pemerintahannya.

Hukuman massal pengadilan Mesir terhadap anggota Ikhwanul Muslimin dan orang-orang yang dituduh memiliki hubungan dengan kelompok itu telah menuai kecaman internasional atas sistem peradilan dan rekor hal asasi manusia.

Keputusan pengadilan, yang disiarkan oleh televisi pada Sabtu (11/4), mengatakan bahwa para tervonis dapat mengajukan banding ke pengadilan sipil tertinggi Mesir dalam sebuah proses yang bisa memakan waktu bertahun-tahun untuk mencapai putusan akhir.

Warga negara AS-Mesir Muhammad Sultan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas dakwaan mendukung Ikhwanul Muslimin dan menyebarkan berita palsu. Dia adalah putra dari ulama Ikhwanul Muslimin Salah Sultan, yang termasuk di antara mereka yang dijatuhi hukuman mati.

Muhammad Abdul-Mawgud, salah seorang pengacara, mengutuk vonis tersebut dan mengatakan bahwa pengadilan tidak membedakan antara terdakwa dan menempatkan mereka semua dalam keranjang yang sama, ungkapnya kepada wartawan di gedung pengadilan.

Tak satu pun dari para terdakwa yang hadir selama persidangan.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

Fatwa sesat MUI terbit, Almanar Cirebon laporkan Idris Nawawi ke Polda Jabar

Written By Unknown on Sabtu, 11 April 2015 | 17.11

CIREBON (Arrahmah.com) – Setelah setahun berproses akhirnya fatwa MUI terbit juga. MUI Cirebon menerbitkan fatwa sesat pada Idris Nawawi pimpinan Supranatural School yang mengajarkan santet Islami, mengundang jin, mendatangkan benda bertuah dari malaikat dan para nabi, dan lain-lain.

Untuk itu Ormas Islam aliansi masyarakat nahi munkar (ALMANAR) pimpinan Ustadz Andi Mulya melaporkan Idris ke kepolisian daerah Jawa Barat (Polda Jabar), Jumat (10/4/2015).

Dengan didampingi para pimpinan ormas Jabar yang tergabung di FIS seperti Suryana Nurfatwa ketua Gerakan Pagar Aqidah (GARDAH), Zaenal Mutaqin ketua Laskar Sabilillah, rombongan diterima oleh kepala SPKT (sentral pelayanan kepolisian terpadu) Polda Jabar, Sugeng Edi Haryanto, SH

Selanjutnya diproses berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai pelapor oleh Brigadir Dodi Suarjandi.

Sebelumnya, FIS dan Almanar beraudensi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar. Rombongan diterima oleh Ustadz Rafani sekretaris MUI dan beberapa pengurus lainnya. Pada kesempatan itu MUI merestui laporan tersebut dan siap berkoordinasi dengan Bakorpakem Jabar. MUI juga siap untuk menjadi saksi ahli dalam perkara ini.

Sebagai informasi, Idris Nawawi pernah dilaporkan ke Bakorpakem tetapi penanganan berlarut-larut. Sehingga dia tetap leluasa menyesatkan masyarakat. Aliran Jam'ul ijazah buatan Idris mendirikan Supranatural School (SS) di desa Setu Kulon blok Ciampel Rt. 12/ 01 Kecamatan Weru Kabupaten Cirebon. Ajarannya sarat degan kesesatan, seperti mengajarkan mantera untuk mengundang jin, mantera tersebut dicampur dengan potongan ayat Al-Qur'an. Idris juga meracik aneka minyak klenik dan membuat benda bertuah sehingga banyak yang tertipu selain para muridnya juga orang diluar itu karena dipasarkan di majalah Misteri. Telah banyak korban yang tertipu, sehingga kerugian material para korban mencapai Rp.50 milyar.

Ustadz Andi Mulya membeberkan kesesatan Idris yang selalu mengaku bahwa dia memiliki benda benda bertuah pemberian dari para nabi dan ada juga yang dari malaikat Jibril seperti yang disampaikan saksi korban. Idris juga menuduh para wali dan para ulama terdahulu termasuk juga para nabi itu adalah jin. (azmuttaqin/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

"Israel" akan mengubah sekolah al-Quds menjadi sinagog

AL-QUDS (Arrahmah.com) – Di tengah meningkatnya ancaman terhadap peninggalan bersejarah Islam di Al-Quds, sebuah yayasan terkemuka Palestina telah memperingatkan tentang upaya busuk "Israel" yang akan mengubah sebuah sekolah Islam bersejarah yang berada di kompleks Masjid Al-Aqsha menjadi sinagog Yahudi.

"Apa yang harus kami pahami dari proposal yang dilancarkan oleh 'Israel' dan rencana mengubah bagian dari Masjid Al-Aqsha menjadi sinagog Yahudi, setelah bagian masjid itu disalahgunakan oleh pendudukan 'Israel' dan mengubahnya menjadi sebuah lokasi militer dan sekarang akan merubahnya menjadi sinagog?" ungkap Amir Al-Khatib, sebagaimana dilansir oleh On Islam, Kamis (9/4/2015).

Seruan tersebut dikeluarkan oleh Yayasan Waqaf dan Warisan Al-Aqsa yang memperingatkan terhadap kegiatan ilegal "Israel" di masjid paling suci ketiga ummat Islam, Al-Aqsa.

"Israel" berupaya untuk secara resmi mengubah Sekolah Tankaziya, yang terletak di dalam kompleks Masjid al-Aqsa, menjadi sebuah sinagog Yahudi.

Upaya busuk itu terungkap setelah pengacara Aviad Visoly, kepala koalisi Temple Mount, mengirimkan surat penting kepada kepolisian Yerusalem agar memungkinkan mereka memasuki sekolah Tankaziya dan mengklaim bahwa sekolah itu merupakan rumah ibadah dan situs suci bagi orang-orang Yahudi.

Bahkan Visoly mengancam akan menggugat polisi jika permintaannya tidak terpenuhi dalam waktu 24 jam.

Ancaman "Israel" ke Al-Aqsa bukan yang pertama kalinya terjadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah "Israel", yang berkoordinasi dengan kelompok pemukim yang kuat, mulai menggali sebuah terowongan di seluruh kota Yerussalem.

"Israel" berdalih bahwa terowongan sebagai "proyek turis" yang tidak menimbulkan ancaman bagi tempat-tempat suci Islam.

Namun, para peneliti percaya bahwa tujuan utama dari penggalian terowongan itu adalah untuk membuat rute akses bawah tanah untuk menyerang Al-Aqsa dan tempat suci Islam lainnya di daerah itu.

Salah satu bagian dari halaman Masjid Al-Aqsha runtuh tahun lalu sebagai akibat dari penggalian terowongan yang dilakukan "Israel" di bawah masjid al-Aqsha.

Keruntuhan bagian masjid itu terjadi di dekat air mancur Qaitbay di bagian barat masjid.

(ameera/arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More

How "Israel" occupation in Palestina changed Gazan childhood image

Written By Unknown on Jumat, 10 April 2015 | 17.11

GAZA (Arrahmah.com) - No one can avoid the impact of colonization. Including Gaza boy who was born, grew up in occupied Palestine Zionist "Israel" since 1948.

If we count for each fifty years, the Gaza boy in this photo is the third generation of the oppressed Palestinian nation. There is "something" talks behind the published photos by SNA, on Friday (10/04/2015).

We can look behind the image that, the identity of the boy child Gaza has shifted. He transformed from innocent boy into a heroic person, which depicted from his military suit. Although he was here just to play a role as "Mujahideen" Brigade Izzuddin Al-Qossam, but it is not just a piece of uniform clothes attached on the body of a boy.

Gaza boy, is unlike small children in general. In the viewpoint of a trio of western children's education theorists such as Allison James, Chris Jenks, and Alan Prout (1998), this kid has a special value. This photo captures a warrior soul in the body of a inexperienced child.

"Israel" colonization makes this little kid imitating how should he struggle. From there he learned to fight. Zionist abomination "forced him" how to have a strong heart, and smile triumphantly behind the Palestinians hero uniform, Izzuddin Al-Qossam Brigade.

This Gaza boy was not alone. The "hard" daily basics, which filled with the Zionist intimidation, help nourish the seeds of a new Palestinian Mujahideen.

"Israel" could have been kidnapped and held other Palestinian children every day, but the more intensive the Zionist curb, more and more new fighters emerged early on from the womb of Palestinian women. Allahu Akbar!

Is this generation that Allah loves them and they love Allah, that being gentle to people who believer, who tough against the unbelievers, who strive in the way of Allah, and who do not fear the reproach of people who like to denounce?

Wallahua'lam bish-showwab.

Gaza boy, SNA docs.

Gaza boy, SNA docs.

Gaza boy in action, SNA docs.

Gaza boy in action, SNA docs.

Gaza boy the return, SNA docs.

Gaza boy the return, SNA docs.

(Adibahasan / arrahmah.com)


17.11 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger